REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
69. Kesempatan Kedua


__ADS_3

Chang Rui merasa bahwa ada sesuatu yang sangat menyilaukan sehingga dia tidak bisa membuka matanya.


Ketika cahaya itu berubah menjadi redup, Chang Rui bisa melihat seorang pria dengan rambut panjang yang terurai dan dengan balutan pakaian putih yang panjang.


Memancarkan sinar putih yang memukau di sekeliling tubuhnya, Chang Rui menatap pria ini dengan mulut yang ternganga.


"Apakah kamu seorang Dewa ?" Tanya Chang Rui dengan ragu ragu.


"Aku adalah Dewa Kehidupan , kamu membawa begitu banyak kebencian ketika meninggal. Akan membuat roda reinkarnasi berhenti berputar sejenak karena kebencian besar yang kamu miliki. " Ucap Dewa Kehidupan dengan tenang.


"Jika begitu.... apakah jiwaku akan dihancurkan untuk menstabilkan roda reinkarnasi ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.


"Tidak.... kami sebagai Dewa tidak bisa menghancurkan jiwa dengan sewenang-wenang, selain melakukan kejahatan besar maka kami dilarang untuk melakukan hal tersebut." Ucap Dewa kehidupan.


"Jadi, apa maksud dari seorang Dewa penting sepertimu mendatangi ku secara pribadi ? Aku tahu jika aku telah menentang aturan reinkarnasi, aku seharusnya sudah meninggal tapi kembali mendapatkan kesempatan kedua dengan ingatan yang utuh. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


"Itu bukan kesempatan kedua, melainkan memang takdirmu sudah terukir seperti itu. Kali ini, aku akan memberimu kesempatan kedua untuk memulai kembali semuanya. Bahkan jika kamu kembali kesini pada akhirnya, aku berharap bahwa kamu akan melepaskan semua kebencian yang kamu bawa pada saat ini. " Dewa Kehidupan memberikan senyum kepada Chang Rui.


Chang Rui yang mendengar ini untuk sejenak terdiam dan memandang Dewa Kehidupan dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti.


"Apakah aku akan terlahir dengan identitas yang sama dengan kata lain aku akan kembali ke masa lalu dimana aku baru menempati tempat itu atau aku akan melanjutkan semua yang sudah ada ?" Tanya Chang Rui dengan penuh pertanyaan.


"Tidak, kamu tidak akan kembali ke masa lalu. Kamu akan melanjutkan perjalanan hidupmu yang telah terjadi. Kamu akan menjadi seorang gadis yang telah hanyut di sungai. Gadis itu berumur 15 tahun, sama sepertimu. Tapi, dia meninggal ketika ingin mencari kayu bakar. " Ucap Dewa Kehidupan.


"Bagaimana dengan kedua orang tuanya ?" Tanya Chang Rui.


"Keduanya sudah meninggal, dia adalah seorang yatim piatu sejak dia berumur 5 tahun. Itu adalah waktu yang sangat lama. " Jawab Dewa Kehidupan.


"Siapa namanya ?" Tanya Chang Rui.


"Chang Rui..... " Ucap Dewa Kehidupan dengan tatapan penuh makna.


Chang Rui tertawa ringan dan menganggukkan kepalanya, tidak ada gunanya lagi untuk menggunakan nama yang sama.


"Jika begitu, kapan aku bisa memulai lagi kesempatan kedua ku ?" Tanya Chang Rui.


"Sekarang !"

__ADS_1


Pandangan Chang Rui berubah menjadi gelap dan di dorong oleh suatu kekuatan misterius yang tidak di mengerti olehnya.


Tiba tiba, Chang Rui terbatuk batuk penuh air dan perlahan lahan mendengar helaan nafas lega seorang pria tua.


"Akhirnya kamu sadar, aku benar benar khawatir jika kemampuan ku tidak cukup untuk menolong mu. " Ucap pria tua itu.


Chang Rui perlahan lahan membuka matanya untuk melihat seorang pria yang mungkin berumur 40 sampai 50 tahun, mengenakan pakaian putih polos.


Tubuh pria tua ini penuh dengan bau obat obatan, tampaknya pria ini adalah seorang tabib.


"Apakah Tuan ini adalah seorang Tabib ?" Tanya Chang Rui dengan lemah.


"Ya, tapi kemampuanku tidak tinggi. Aku pernah mengikuti seorang guru di Barat Daya, orang orang memanggilku sebagai Tabib Jiu." Ucap pria tua itu.


"Terima kasih kepada Tabib Jiu karena telah menolong ku. "Chang Rui melihat sekeliling dan melihat seorang gadis yang menemani pria tua itu.


"Ini adalah cucuku, dia bernama Jiu Hua. " Ucap Tabib Jiu.


"Tabib Jiu, apakah aku boleh mengikuti mu sebagai muridmu ?" Tanya Chang Rui.


"Aku bukan orang yang berbakat, takut nya tidak bisa memberikan pengajaran yang layak untukmu. " Ucap Tabib Jiu.


"Baiklah, baiklah. Aku akan menjadi Tuanmu tapi kamu harus menganggapku sebagai orang tuamu sendiri. Kamu dan Jiu Hua akan menjadi kakak adik. " Ucap Tabib Jiu menerima nya sebagai murid.


"Biarkan aku memberi sujud kepada Tuan. " Ucap Chang Rui.


"Tidak perlu, tubuhmu masih lemah. Kamu harus merawat dirimu lebih banyak. " Ucap Tabib Jiu sambil menahan bahunya.


"Kamu belum mengatakan nama mu. " Tanya Tabib Jiu.


"Mohon Tuan memberikan nama kepadaku, kedua orang tuaku tinggal ditengah hutan dan kurang berpendidikan untuk memberiku nama. Aku hanya tahu marga ku adalah Chang. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepalanya.


"Aku juga bukan orang yang terlalu terpelajar, tapi aku mengetahui beberapa nama untuk anak anak dengan arti yang indah. " Ucap Tabib Jiu sambil berpikir.


"Bagaimana jika menjadi nama Chang Bao Yu, sebuah permata yang indah dan berharga. "Lanjut Tabib Jiu.


(Note : Untuk mencegah kesalah pahaman, akan di jelaskan bahwa nama ini author cari di internet dengan artinya juga. )

__ADS_1


"Terima kasih atas nama yang diberikan oleh Guru, Bao Yu akan menghargai nya dengan sepenuh hati. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepalanya.


Kenangan pemilik tubuh tidak terlalu banyak, jadi tidak terlalu sulit untuk menghafalnya. Tabib Jiu akan pergi ke belakang rumah gubuk untuk merebus obatnya.


"Jie jie, biar aku bantu kamu untuk berdiri. " Ucap Jiu Hua yang sedari tadi diam.


"Ya, terimakasih atas kebaikan mu Nona Jiu. " Ucap Chang Rui.


"Tidak perlu canggung, panggil saja dia adik Hua. Sekarang, kita semua adalah keluarga. " Ucap Tabib Jiu.


Chang Rui mengangguk dengan lemah di dipapah oleh Jiu Hua yang mungkin baru berumur 10 atau 11 tahun.


"Adik Hua, berapa umurmu ?" Tanya Chang Rui.


"Aku berumur 15 tahun, Jie jie apakah kamu masih sakit ? Kamu tadi tampak sangat dingin ? Aku sangat gugup. " Ucap Jiu Hua dengan hati hati.


"Jangan gugup, aku tidak makan orang. Oh ya, aku tidak tahu sudah hanyut berapa lama. Dimana kita saat ini ?" Tanya Chang Rui.


Dia cukup terkejut ketika mendengar umur asli milik Jiu Hua, gadis ini benar benar imut.


"Kita saat ini berada diutara Dinasti Qing. " Ucap Jiu Hua.


"Oh ya ? Siapa yang telah menjadi Kaisar ?" Tanya Chang Rui.


"Itu adalah Nangong Xi, Putra Mahkota sebelumnya. Kaisar sebelumnya baru saja meninggal. " Ucap Jiu Hua.


Chang Rui yang mendengar ini tiba tiba tertawa ringan yang membuat Jiu Hua tampak bingung sekaligus khawatir.


"Jie, apa yang terjadi ?" Tanya Jiu Hua.


"Bagaimana dengan Pangeran pangeran yang lain ? Apakah semuanya dibunuh ?" Tanya Chang Rui dengan seringaian.


"Tidak, tapi beberapa di antaranya telah meninggal. Tapi, dari semuanya yang paling beruntung adalah Nangong Li. Dia pada saat ini adalah Paman Kekaisaran, kelumpuhan nya juga telah disembuhkan. Tapi, dikatakan dia adalah orang yang sangat kejam dan berdarah dingin. " Jawab Jiu Hua.


Chang Rui merasa hatinya tenggelam, ternyata dirinya telah ditukar dengan penawar racun dari Nangong Li.


Benar benar naif, dirinya telah mengira bahwa dia akan dijaga karena dia telah mengobati Nangong Li, tapi pada akhirnya Nangong Li telah menemukan penawar nya di tangan Nangong Xi dan memutuskan untuk bekerja sama dengan Nangong Xi.

__ADS_1


"Adik Hua, aku telah pernah mendengar beberapa kata tentang Nangong Li ini. Satu satunya hal yang perlu kamu ketahui adalah, dia orang yang sangat kejam dan berdarah dingin. Aku mendengar bahwa dia membunuh Istrinya sendiri. " Ucap Chang Rui dengan lembut.


"Apakah semenakutkan itu ?" Tanya Jiu Hua dengan wajah pucat.


__ADS_2