
Chang Rui memikirkan satu hal yang penting menurutnya pada saat ini, menurutnya tidak lagi penting untuk mengurus Pedagang Hu itu.
Yang penting adalah dia harus mengurusi masalah orang Kerajaan Chuwei ini, jika memang ada orang yang datang dari masa depan juga maka seharusnya orang itu tahu akan keberadaannya.
Jika tidak, bagaimana orang itu bisa tahu bahwa Nangong Li akan datang ke tempatnya dan membawa surat tersebut kepadanya ?
Bagaimana jika Nangong Li memutuskan untuk tidak pernah memberikan surat tersebut untuk dia lihat ? Masalah ini tidak akan pernah terungkap ke permukaan.
Chang Rui berjalan sendirian di depan dan merasa bahwa nafsunya untuk membantu orang sudah hilang.
Chang Rui melihat bahwa ini cukup kritis sehingga dia harus melakukan tindakan untuk melindungi dirinya sendiri.
"Cuiyun, Fu Jin Yang, kalian jaga Tuan Nangong di dalam. Lalu, Jiu Qing, kamu membantu memantau di sekitar bangunan ini apakah ada orang yang mencurigakan. " Ucap Chang Rui.
"Nona bisa tenang, tapi kemana Nona akan pergi ?" Tanya Cuiyun.
"Aku akan pergi untuk memastikan sesuatu. " Ucap Chang Rui.
Chang Rui melompat dan berlari di atas atap, dari bangunan satu ke bangunan lain, terlihat tidak masuk akal dan seperti yang ada di televisi.
Tapi, pada kenyataannya, memang ada sesuatu yang disebut dengan ilmu meringankan tubuh. Tidak membuat seseorang bisa terbang, hanya saja bisa melatih tubuh menjadi sangat ringan dan lincah.
Chang Rui berlari sejajar dengan satu garis dibagian puncak atap dengan kecepatan tinggi, jika harus diukur maka ini seharusnya setara dengan kecepatan 40 km/jam.
Mungkin bukan yang paling cepat tapi sudah termasuk cepat, setelah memikirkan ini, Chang Rui pikir jika dia ingin pergi menuju Kerajaan Chuwei sekalipun masih memerlukan 2 hari 1 malam.
Karena, kecepatan ini hanya bisa dipertahankan selama setengah jam sebelum dia kelelahan dan pada saat itu dia harus duduk sekitar 1 jam untuk mengisi tenaganya lagi.
Chang Rui menuju perbatasan kota dan melihat bahwa ada sekumpulan orang dengan tongkat kepala ular, rambut mereka dikepang dalam jumlah banyak.
__ADS_1
Tidak tampak seperti orang yang berasal dari dataran tengah , Chang Rui mendekati mereka tanpa suara.
Tapi, pada akhirnya masih bisa diketahui oleh seorang nenek tua yang tampaknya adalah seorang pemandu sekaligus ketua dari kelompok ini.
"Siapa kau ?" Tanya nenek itu dengan tidak ramah.
"Siapa aku ? Bagaimana aku harus menyebutnya ? Aku adalah Chang Rui , seorang pendekar wanita tanpa nama dan reputasi. Bagaimana aku harus memanggilmu ?" Tanya Chang Rui dengan senyum lebar.
"Dugu Ying, orang orang memanggilku nenek Ying. "Ucap wanita tua itu.
"Aku sangat mengagumi seorang pendekar wanita yang bebas, bagaimana jika kamu ikut dengan kami menuju tenda kami dan aku akan menjamu mu secara pribadi ?" Tanya Dugu Ying dengan nada yang berubah jauh.
"Tentu saja, jika Nyonya Dugu telah mengajakku untuk hal itu maka aku tidak berani menolak sebagai seorang generasi muda. " Ucap Chang Rui dengan senyum ramah.
Keduanya memasang senyum palsu dengan niat masing masing, keduanya tentu saja memiliki niat tersembunyi.
Chang Rui menduga bahwa Dugu Ying memiliki rencana untuknya, jika tidak maka tidak mungkin bagi Dugu Ying untuk berubah menjadi begitu ramah.
Ini adalah sebuah pertaruhan, jika bukan musuhnya yang meninggal maka itu akan menjadi gilirannya.
"Jika aku boleh tahu, darimana Nonya Dugu berasal ?" Tanya Chang Rui.
"Aku sendiri berasal dari kediaman orang bar bar." Lanjut Chang Rui langsung mengambil inisiatif untuk mengenalkan asal usulnya agar Dugu Ying ini tidak merasa bahwa dia sedang menginterogasi nya.
"Kediaman orang bar bar ? Tapi kamu tidak tampak seperti orang bar bar, bahkan aksen bicara mu sama persis dengan orang daratan tengah. " Ucap Dugu Ying meragukan identitas yang dibuat nya.
"Bagaimanapun, aku sudah tinggal disini selama 15 tahun, sehingga mau tak mau aku memiliki aksen yang sama dengan orang di sekitar ini. Bagaimana dengan Nyonya Dugu, maafkan aku atas rendahnya pengetahuan ku, sehingga tidak bisa menebak asal usul Nyonya Dugu. " Ucap Chang Rui.
"Aku berasal dari Selatan, disana. " Ucap Dugu Ying menunjuk sebuah tempat.
__ADS_1
Chang Rui melihat dan tidak menjawab hanya tersenyum tipis, itu adalah Kerajaan Chuwei. Bisa dilihat bahwa Dugu Ying ini cukup jujur.
Tampaknya, Dugu Ying ini benar benar yakin bahwa dia tidak akan kembali hidup hidup sehingga tidak perlu takut bahwa dirinya akan membocorkan hal ini kepada orang lain.
Benar kata pepatah, jangan terlalu percaya diri, semakin percaya diri maka semakin lengah. Chang Rui tidak ingin terlalu percaya diri dan tidak ingin meremehkan musuh musuhnya.
Chang Rui dibawa ke sebuah tenda yang bagus dan megah, Chang Rui menduga bahwa Dugu Ying memiliki status yang tinggi untuk orang orang Kerajaan Chuwei.
Hanya saja, yang perlu di ketahui oleh Chang Rui adalah apa tujuan orang orang ini datang kemari. Jika memang dengan niat buruk dan ingin mengancam keselamatan orang orang Dinasti Yuan.
Maka Chang Rui tidak akan tinggal diam dengan hal ini, bahkan jika dia kesal dan dendam dengan Yu Lian sebagai pemilik Dinasti Yuan.
Tapi, orang orang tidak bersalah, para penduduk Dinasti Yuan tidak bersalah akan hal ini, mereka tidak bisa dibiarkan begitu saja.
"Nona Chang, kamu harus mencoba teh khas daerah kami. " Ucap Dugu Ying sambil meracik sebuah teh dengan beberapa rempah rempah yang tidak di kenali.
Chang Rui melihat semuanya dengan tenang dan tampak tidak peduli dengan apapun yang terkandung dalam teh ini.
"Jika begitu maka nanti aku akan menjamu Nyonya Dugu dengan teh khas tempat asal milikku. "Balas Chang Rui dengan ramah.
"Nyonya Dugu, apakah semua orang di tempatmu menggunakan gelang yang terbuat dari tulang ini ?" Tanya Chang Rui sambil mengarah ke tangan Dugu Ying.
"Tidak semuanya, hanya beberapa orang yang terpilih yang bisa menggunakan gelang yang terbuat oleh tulang harimau. "Balas Dugu Ying.
"Jika begitu maka Nyonya Dugu haruslah seseorang yang hebat di tempat mu untuk menggunakan gelang tulang tersebut, dilihat dari jumlah taring yang ada disini, maka ada lebih dari tiga, apakah ini menunjukkan senioritas ?" Tanya Chang Rui.
"Ya, itu menunjukkan senioritas. Melihat ini membuatku malu karena sudah sangat tua. " Ucap Dugu Ying dengan tenang.
"Bagaimana bisa disebut seperti itu ? Semakin tua maka semakin banyak pengalaman, orang muda seperti ku harus meminta bimbingan dari senior seperti Nyonya Dugu. " Ucap Chang Rui menyanjung Dugu Ying.
__ADS_1
Tapi, Dugu Ying tidak terlalu peduli dengan sanjungan yang diberikan oleh Chang Rui, seolah olah itu adalah hal yang biasa.