REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
55. Kesempatan


__ADS_3

Keduanya telah berjalan bersama untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya Chang Rui menilai sebentar sebelum akhirnya menuju kediaman Walikota Guan.


Sesampainya disana, sudah sangat ramai dan banyak orang yang berkumpul karena ingin menonton.


"Mohon maaf, saudaraku jarang keluar dan aku ingin membawanya menonton. Bisakah Nona cantik ini memberitahu apa yang terjadi ?" Tanya Chang Rui dengan rendah hati.


Karena mendengar pujian Chang Rui membuat gadis itu tersipu dan berjalan ke pinggir untuk memberi tempat bagi Nangong Li di bagian depan.


"Hari ini, Tuan besar Guan akan mencoba untuk bernegosiasi dengan Tuan Tu Yuan untuk memperebutkan tanah Walikota. " Ucap gadis itu.


Chang Rui mendengarkan semuanya dengan sabar dan tampak antusias seolah olah dia memang tidak tahu dan membuat gadis muda itu menjadi lebih tersipu.


Tu Yuan dan Guan Chong telah keluar dan saling menunjuk satu sama lain, lalu muncul seorang pria yang tampak lebih muda dan lebih pengecut.


Chang Rui menebak bahwa itu adalah biang kerok dari semuanya, Chang Rui memikirkan hal ini dan tertawa dalam hati.


Ini adalah salah satu rencananya, menabur perselisihan antara Nangong Li, Kaisar dan Nangong Xi.


Berterima kasihlah kepada Nangong Li yang telah memperingatkan nya kalau Nangong Xi adalah orang yang tidak bisa di kendalikan.


Chang Rui menjadi sangat waspada terhadap Nangong Xi dan meminta orang orangnya untuk mencari tahu banyak hal untuk Nangong Xi.


Sangat mengejutkan bahwa Nangong Xi seperti orang tanpa dasar, ini baru Nangong Xi, bagaimana dengan Nangong Li atau Permaisuri.


Tampaknya, perjalanannya saat ini masih jauh dari kata balas dendam. Tapi, satu hal yang harus di perhatikan olehnya adalah dia harus memastikan kesulitan yang akan diterima oleh Nangong Xi.


Nangong Xi telah mempermalukan pemilik tubuh ini semasa hidup dan memutuskan perjodohan mereka tanpa ragu, membuat pemilik tubuh ini merasa terhina.


Sebagai gantinya, Chang Rui akan membalaskannya dan membuat Nangong Xi menderita.


"Apapun yang kamu minta akan aku berikan selama aku mampu memberikannya padamu !" Ucap Guan Chong.

__ADS_1


"Aku tidak akan memberikan tanah ini padamu, lalu bagaimana tanggapan mu ? Kamu tidak bisa memaksa ku untuk menyerahkan hal ini. " Balas Tu Yuan dengan wajah congkak.


"Kau ?! Berani beraninya kau menjadi begitu arogan !" Teriak Guan Chong dengan murka.


"Apakah ini sikap aslimu ? Tentu saja, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, sikapmu sama saja dengan Kaisar anjing itu. " Balas Tu Yuan.


"Untuk apa kamu membawa ku kemari dan menonton hal yang tidak berguna semacam ini ?" Tanya Nangong Li sambil mengerutkan dahi.


"Wangye, bahkan jika aku tidak membawamu kemari untuk melihat secara pribadi maka kamu tetap akan mendapatkan hal ini dari bawahan mu. Tapi, itu sudah terlambat. " Ucap Chang Rui dengan misterius.


"Terlambat ?" Tanya Nangong Li.


"Ya, akan ada banyak putra berbakti lain yang mengatakan ini kepada Yang Mulia dan melaporkan nya , pada saat itu bahkan mereka akan mendapatkan nama sebagai putra berbakti. Atau bahkan, Putra Mahkota akan melakukan hal ini secara pribadi. " Bisik Chang Rui.


Nangong Li langsung mengerti, tapi Nangong Li tidak bereaksi berlebihan dan bahkan tampak tidak peduli.


"Bagaimana jika aku mengatakan kalau aku tidak ingin dengan gelar putra berbakti ini ?" Tanya Nangong Li dengan senyum dingin.


Pada akhirnya, Chang Rui tidak menyisakan belah untuk Nangong Li. Tidak memberikan kesempatan bagi Nangong Li untuk mundur.


"Bagus sekali, kamu sudah memikirkan hal ini dengan baik. Tapi, ketika pada saat itu maka Kaisar akan berpikir kenapa kita tidak menghentikan pertengkaran dan berpikir bahwa sebenarnya kita adalah dalang dibalik semua ini. " Balas Nangong Li.


"Wangye, kita berdua memiliki reputasi yang buruk. Kita berdua adalah orang penyakitan, bagaimana Kaisar bisa menghadapi kita untuk menghadapi penjahat yang kuat seperti ini ?" Tanya Chang Rui.


"Tidak masuk akal, bahkan jika aku penyakitan. Aku masihlah seorang mantan Jenderal, ini akan menambah kecurigaan Kaisar. " Jawab Nangong Li dengan tenang.


"Jika begitu, maka aku hanya memiliki satu pilihan lain. Huft, sangat menyedihkan bahwa Wangye menyia nyiakan kesempatan yang aku berikan padamu. " Bisik Chang Rui.


"Apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Nangong Li dengan waspada.


Sebelum akhirnya Chang Rui menurunkan topengnya dan berjalan maju.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa begitu berani untuk menghina Yang Mulia ?!" Bentak Chang Rui pada Tu Yuan.


"Siapa kamu ?! Dasar kurang ajar !" Keluh Tu Yuan dan berniat untuk memukulnya sebelum akhirnya Chang Rui menghindar tapi berpura-pura untuk terdorong mundur.


"Wangye, dia memukulku !" Seru Chang Rui dengan nada sedih.


"Walikota Guan , aku sedang berjalan jalan dan tidak menyangka kalau akan mendapat pemandangan ini. Kamu benar benar mengecewakan kepercayaan yang di berikan oleh Yang Mulia kepadamu. " Ucap Nangong Li sambil menurunkan topengnya.


"Jiu Wang, Jiu Wangfei ! Mohon maafkan aku atas ketidak sopanan ku, apa lagi yang kalian tunggu ! " Bentak Guan Chong dengan wajah pucat kepada pelayannya dan membantu Chang Rui untuk berdiri.


"Apakah kamu baik baik saja ? " Tanya Nangong Li dengan lembut.


"Tidak apa apa, Wangye. Tapi, orang ini telah terlalu kelewatan. " Keluh Chang Rui.


"Oh, jadi ini adalah anggota Kekaisaran. Sangat tepat untuk melampiaskan kebencian ku selama ini ! Kalian semua harus menyalahkan nasib kalian yang buruk !" Ucap Tu Yuan dan mengangkat pedang besarnya pada Nangong Li.


Nangong Li akan mengambil pedang tapi Chang Rui menggelengkan kepalanya, sebelum akhirnya serangan Tu Yuan ditepis.


"Tuan, Wangfei !" Ucap keempatnya.


Keempatnya adalah wanita, itu adalah bawahan Chang Rui bukan bawahan Nangong Li.


Itu adalah Yi Qin, Xu Liang, Jing Yi, dan Fu Qing, keempatnya diminta oleh Chang Rui untuk mengikuti langkahnya.


Seperti yang dikatakan, semakin besar keuntungan maka semakin besar resiko yang didapat.


Keempatnya memunggungi Chang Rui dan Nangong Li lalu bertarung dengan Tu Yuan dan anak buahnya.


Tidak sulit untuk menurunkan anak buah Tu Yuan, Chang Rui melihat sebuah baru kerikil dan menendangnya ke titik akupuntur di lutut Tu Yuan, lalu Tu Yuan jatuh berlutut dengan menyedihkan.


"Kamu sudah menyiapkan ini semua, benar benar licik. " Bisik Nangong Li.

__ADS_1


"Tanpa semua kepintaran yang tidak seberapa ini, bagaimana aku bisa mempertahankan kehidupan kecil ku yang tidak berharga dimata banyak orang ?" Tanya Chang Rui dengan tajam.


__ADS_2