REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
211. Membuat Gaun II


__ADS_3

""Tuan, kamu kaya dan ingin membelikan kekasihmu kain berkualitas bagus, bagaimana kamu bisa mengatakan hal ini terhadap toko ku ?" Tanya penjual itu dengan cemberut.


"Nyonya tidak perlu khawatir, aku tidak menuduh dengan sembarangan. Lihat tanganku yang sudah berubah warna karena debu yang menempel di kain, jika bukan karena ini berasal dari sutra maka aku yakin kain ini sudah berubah warna. Katakanlah berapa harga yang sesungguhnya. " Ucap Chang Rui dengan mudah menebak apa yang disembunyikan oleh penjualnya.


"Tuan..... kamu telah menyulitkan toko kami. " Ucap penjual itu masih tidak ingin mengakui kekalahannya toko mereka.


"Baiklah kalau kamu begitu keras kepala dan memutuskan untuk terus menerus memeras kami maka kami akan pergi dari sini, ayo pergi dan cari toko kain lain !" Seru Chang Rui lalu bersiap siap untuk pergi dari toko kain itu.


"Tunggu sebentar ! Baik, baik. Akan ku berikan seharga 55 Tael, memang benar bahwa ini adalah barang lama tapi tolong jangan remehkan kualitasnya. " Ucap penjual itu.


"Aku hanya mengatakan bahwa ini adalah barang lama dan tidak pernah mengatakan bahwa barang mu tidak berkualitas baik. " Ucap Chang Rui dengan santai.


"Aku mengerti, akulah yang sudah lalai dalam hal ini saja bertindak dengan arogan. " Ucap Penjual itu dengan pasrah.


Chang Rui langsung membelinya dan mencari penjahit penjahit tapi memutuskan untuk pulang dulu.


Sesampainya di penginapan, Chang Rui langsung menunjukkan gambarnya pada Liu Wuji untuk di potong bahan gaunnya sebagaimana.


"Aku akan mengukur tubuh kakak. " Ucap Hua Jin.


Lalu, Hua Jin memeluk tubuh Chang Rui sebelum akhirnya menyadari bahwa tubuh Chang Rui dibalik pakaian tebal ini adalah tulang tipis yang hampir tidak memiliki daging yang tersisa lagi.


Betapa kecilnya pinggang ini, layaknya suatu yang digambar, Hua Jin benar benar tidak mempercayai pegangannya sendiri.


"Pinggangnya sebesar satu setengah lenganku, sementara panjang dari pinggang ke dengkul sejauh satu seperempat lenganku. " Ucap Hua Jin.


Memang tidak akan alat ukur yang pas disini sehingga semuanya menggunakan kira kira seperti ini.


Chang Rui benar benar bingung dengan cara pengukuran ini tapi anehnya tidak ada yang terlewatkan.

__ADS_1


Dengan pensil khusus, Liu Wuji mulai menggambar sesuai dengan yang ada di gambaran Chang Rui dengan ukuran tubuh Chang Rui yang sesungguhnya.


Chang Rui baru menyadari bahwa pada akhirnya, Liu Wuji adalah orang yang sangat pandai dan ahli dalam hal ini.


Terlihat dari cara Liu Wuji yang menggambar di atas kain tanpa adanya sedikitpun ketidak nyamanan sementara menulis di atas kain memiliki sensasi yang berbeda dibandingkan dengan menulis biasa di atas kertas.


Chang Rui benar benar merasa kagum akan hal ini dan bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.


"Nona tenang saja, aku pasti akan membuatkan gaun yang sangat indah untukmu. " Ucap Liu Wuji.


"Ya, tentu saja. Karena adik Hua Jin begitu mempercayai mu maka aku juga akan mempercayai mu. " Ucap Chang Rui.


Ketiganya bekerja keras semalaman dan bahkan itu baru saja di potong bahannya , tidak ada yang berani untuk terburu buru.


Terutama karena takut jika bekas kapur terlihat di kain yang putih polos ini.


"Kamu bisa menjahit nya seperti ini. " Ucap Chang Rui memberikan saran dan terus menerus untuk fokus pada pekerjaannya.


Masing masing dari mereka memiliki tugas tugas yang berat dan yang paling berat adalah Liu Wuji karena Liu Wuji adalah penjahit utama dari ini.


Pada akhirnya, Liu Wuji telah berhasil untuk merapihkan hasil guntingan dari mereka bertiga dan pada akhirnya mereka bertiga terkapar di lantai.


"Huh, tidak ku sangka akan begitu melelahkan hanya dengan menjahit semacam ini. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas.


"Apakah mungkin ini akan selesai di minggu depan ? Entah kenapa aku merasa tidak yakin. " Ucap Hua Jin dengan kelelahan.


Chang Rui tidak yakin juga dengan hal ini dan hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan lelah..


"Entahlah apakah ini selesai atau tidak, bagaimana menurutmu ?" Tanya Chang Rui pada Liu Wuji.

__ADS_1


"Seharusnya selesai, selama kita terus menerus berjalan seperti ini maka seharusnya selesai pada hari keempat malam atau kelima malam. " Ucap Liu Wuji memberikan penilaiannya.


"Karena kamu mengatakan seperti itu maka aku akan percaya padamu, aku benar benar lelah dengan semua ini. Aku pikir, lebih baik untuk bertanding 10 kali dengan murong fei di bandingkan dengan menjahit sampai malam seperti ini. " Ucap Chang Rui dengan sedih dan tampak benar benar ingin menangis.


"Kalau begitu, bagaimana jika kita menyewa penjahit untuk membantu kita ?" Tanya Hua Jin dengan mata setengah terpejam.


"Tidak, jangan membuat masalah lagi dengan memanggil penjahit. Jika penjahit tidak memiliki gambaran awal, maka akan sulit untuk menentukan hasil selanjutnya. " Ucap Liu Wuji dengan tegas.


Chang Rui yang mendengar ini juga merasa setuju dengan pendapat Liu Wuji, memang tidak ada salahnya seperti ini.


"Baiklah , tolong berjuang lagi sedikit maka aku akan memberikan tempat yang sangat nyaman bagi kalian nanti di Kota Wu. " Ucap Chang Rui dengan sedih.


"Tidak apa apa, kebaikan mu pada kami benar benar tidak setara dengan hal hal seperti ini. " Balas Hua Jin dengan serius.


"Benar, memang benar benar tidak bisa di bandingkan. Kebaikan mu untuk menyelamatkan nyawa kami, kami benar benar tidak layak untuk menerima imbalan. " Ucap Liu Wuji.


"Tidak bisa seperti itu, aku menyelamatkan kalian dengan syarat dan itu tidak murni untuk menyelamatkan kalian. Bagaimana itu bisa dianggap tidak layak ?" Tanya Chang Rui.


"Bagaimanapun, kamu tetap menyelamatkan nyawa kami. Bahkan jika kamu tidak sengaja juga, kamu masih menyelamatkan nyawa kami. " Ucap Hua Jin dengan tawa kecil.


Dan semua orang langsung tertawa tawa, tidak tahu apa yang harus di tertawakan hanya saja mereka merasa bahwa hal ini lucu ,benar benar lucu.


"Di masa depan, kita akan menjadi semakin dekat. Apakah kalian ingin membalas dendam pada Yu Lian ?" Tanya Chang Rui.


"Tidak, bahkan jika aku benci padanya. Dia masihlah ayahku, aku tidak bisa membunuhnya dengan tanganku.. Bahkan jika dia ingin membunuhku pada saat itu, aku pikir aku masih tidak bisa dendam padanya. " Ucap Hua Jin dan menjelaskan semuanya.


"Baiklah, aku mengerti semuanya. Aku pasti akan memberikan kehidupan tenang yang kalian inginkan di Kota Wu, percayalah bahwa Kota Wu tidak lebih buruk dari Ibu Kota, kamu akan terkejut ketika kamu melihatnya. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis.


Pada akhirnya, Chang Rui telah memberikan teka teki kepada pasangan Hua Jin dan Liu Wuji, mereka masih tidak bisa membayangkan tentang Kota Wu yang dikatakan oleh Chang Rui.

__ADS_1


__ADS_2