
Hari demi hari berlalu dan tidak terasa sudah seminggu sejak kepergian Nangong Li dari Kota Wu dan Chang Rui berulang kali setiap hari pergi ke Gerbang Ibu Kota, berharap bahwa akan ada keajaiban. Bahkan jika dia tahu dengan jelas bahwa Nangong Li tidak akan datang secepat ini.
Karena dia dipanggil maka itu seharusnya adalah urusan yang penting, Chang Rui ingin mengirimkan surat tapi tidak jadi karena takut bahwa hal tersebut hanyalah akan menganggu kegiatan Nangong Li yang penting.
Terutama karena orang yang di kirimkan olehnya untuk melihat Dinasti Qing tidak kunjung pulang atau memberikan kabar padanya melalui kabar pesan.
Menurut Chang Rui, tidak ada yang salah dengan permintaan nya. Ituj juga bukan hal yang luar biasa langka atau segala hal semacam itu.
Satu hal lain yang terus menerus mengganjal di dalam hatinya adalah dengan kenyataan apakah mereka telah pernah bertemu sebelum ini atau belum.
Belum lagi dengan mimpi mimpi yang terus menerus menghampirinya dengan intensif belakangan ini dan terus menerus menginginkan untuk melahapnya ke dalam kenangan yang ada.
Hanya saja, jika memang mereka sudah pernah bertemu bersama, maka untuk apa Nangong Li membohongi nya ? Berulang kali Chang Rui merasa bahwa pemikirannya ini agak tidak masuk akal hanya saja dia entah bagaimana memiliki keyakinan terhadap hal yang tidak pasti semacam ini.
Tidak tahu datang darimana semua keyakinan palsu ini, Chang Rui merasa bahwa dia semakin lama menjadi semakin tidak masuk akal.
Apakah terlalu banyak mengurus Kota ini telah membuatnya menjadi gila ? Seperti gila harta, dia bahkan akan melihat sepeser uang sedikit saja di tanah.
Mungkin karena dia pada saat ini adalah tulang punggung dari Kota Wu, semua yang ada disini adalah tanggungan nya apabila mereka mengalami kesulitan di masa depan.
Tiba tiba, Chang Rui merasa bahwa bahunya dingin dan ketika dia merabanya , rasa dingin dan basah menghampiri telapak tangannya, tidak menyangka bahwa musim dingin akan tiba jauh lebih lambat daripada biasanya.
Chang Rui menatap sekitar dimana anak anak mulai berkumpul dan menjulurkan tangan untuk meraih butiran butiran kecil dari salju yang ada.
Salju baru saja turun pada saat ini dan merupakan musim yang paling di nantikan oleh orang orang.
"Semuanya, jangan lupa untuk mengenakan pakaian paling hangat milik kalian ! Jika ada kesulitan maka aku akan meminjamkan hal ini kepada kalian. " Ucap Chang Rui dengan rendah hati.
__ADS_1
"Nona Chang begitu baik dan rendah hati, kami memiliki masing masing pakaian hangat untuk musim dingin !" Jawab orang orang dengan antusias dan bermain dengan temannya.
Chang Rui tanpa sadar dirinya tertawa dalam diam dan ketika dia menyadari hal ini, dia langsung memperbaikinya karena Chang Rui merasa bahwa tertawa sendiri adalah hal yang sangat memalukan sekali.
Terutama ketika di hadapan oleh banyak orang seperti ini, Chang Rui tentu saja tidak ingin menghancurkan reputasi yang dengan susah payah dia bangun itu.
Chang Rui memiliki kecenderungan untuk menjaga apa yang telah dia dapatkan, baik pada saat ini maupun sebelumnya.
Bisa dikatakan bahwa dia termasuk ke dalam golongan orang yang pelit dan tidak suka berbagi pada orang lain, orang orang lain mulai membully nya ketika dia tidak ingin memberikan sesuatu yang telah menjadi miliknya.
Padahal hal tersebut sama sekali tidak salah untuk di lakukan. Oleh karena itu, Chang Rui menentang segala bentuk perundungan yang ada.
Jika sampai dia mendengar ada orang yang meratap pada orang lain karena dirundung maka Chang Rui akan memberikan hukuman yang berat serta membuat jera.
Menurut Chang Rui, ketika anak anak masih muda seperti ini artinya mereka adalah tunas yang baru tumbuh dan mudah untuk di bengkok kan.
Anak anak hanya mengikuti apa yang telah mereka lihat, Chang Rui benar benar ingin menghilangkan perundungan di sekolah.
Agar semua anak anak bisa menikmati sesuatu yang disebut dengan sekolah, tidak hanya anak anak tertentu.
Hanya saja, pada akhirnya Chang Rui tahu bahkan jika dia ingin msnghncurkan karakter mereka, Chang Rui masih tidak bisa melakukan terlalu banyak.
Lihatlah apa yang dia bahas pada saat musim dingin tiba, Chang Rui hanya merasa bahwa semuanya akan berubah menjadi gelap.
Tapi, Chang Rui juga percaya bahwa setelah gelap maka akan terbitlah terang. Hanya saja tidak tahu di butuhkan berapa lama waktu untuk menerbitkan terang ini.
Bisa jadi masa kegelapan hanya satu bulan, tiga bulan, enam bulan atau bahkan 1 sampai berpuluh puluh tahun.
__ADS_1
Karena sebenarnya itu adalah penyakit hati dimana semua orang sebenarnya bisa memusnakannya tapi tidak mampu untuk mengendalikan diri.
Tapi hal tersebut tidak salah, sejak kapan manusia menjadi ahli dalam mengendalikan diri, Chang Rui sendiri tidak mampu memperkirakan nya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk semuanya.
"Nona, apa yang kamu lakukan dengan duduk sendirian disini ?" Tanya Cuiyun.
Chang Rui untuk sejenak tidak menjawab hanya menghela nafas dan menatap gerbang Kota Wu yang kosong karena musim dingin, jika tidak musim dingin maka ini akan selalu ramai.
Mungkin orang orang akan pergi berdagang atau mungkin hanya murni untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Tapi, ketika masa kegelapan datang, yaitu musim dingin dengan julukan dari berbagai orang lain.. Kenapa disebut dengan masa kegelapan adalah karena namun akan terbatas dan semuanya tampak begitu menyedihkan.
Ada begitu banyak halangan dalam musim dingin, ada begitu banyak orang yang kelaparan dan itulah saat dimana emas tidak bisa membeli makanan.
Bukan tanpa alasan Chang Rui meminta semua ini, melainkan untuk menghadapi hal ini. Dnsgan penyimpanan makanan maka itu sudah jauh lebih baik dibandingkan tidak sama sekali.
Hanya saja, mereka tampaknya harus makan 2 kali sekali tidak bisa memakan tiga kali sehari lagi atau jika tidak maka tidak akan cukup.
Chang Rui memikirkan semua ini dengan baik dan melupakan bahwa Cuiyun masih menunggu jawabannya sampai akhirnya Cuiyun berdeham.
Ehm!
"Aku sedang melihat pemandangan yang indah ini, bagaimanapun aku berada di Istana sepanjang waktu dan tidak pernah melihat semua ini. " Ucap Chang Rui membuat alasan.
Walaupun sebenarnya itu adalah hal yang benar juga, sebagaimana orang orang tampak begitu bahagia maka Chang Rui juga akan ikut bahagia dengan keberadaan mereka.
Mereka bisa berkumpul dengan keluarga dan teman seperti ini menikmati masa kegelapan ini dengan damai saja sudah membuat Chang Rui merasa kagum.
__ADS_1