
Chang Rui dan kedua temannya kembali ke Kota Wu dalam waktu 2 hari, mereka tidak terlalu terburu buru dalam perjalanan pulang dan berulang kali bertemu dengan prajurit yang di kirim oleh Yu Lian.
Seperti janjinya, kali ini kualitas yang dikirimkan oleh Yu Lian lebih baik daripada sebelumnya. Hanya saja, bahkan dalam semua ini masih tidak bisa dikatakan baik.
Ini hanya sedikit lebih baik di bandingkan milik Yu Lian yang sebelumnya. Selama ini, hanya Chang Rui sendiri yang turun dari kereta seolah olah hanya ada dia sendirian.
Bagaimanapun pada saat ini, Hua Jin dan Liu Wuji berstatus sebagai musuh dari Kekaisaran, jika orang orang tahu bahwa dia membawa mereka ke Kota Wu maka orang orang dari Yu Lian akan datang untuk membuat masalah.
Ketika sampai di Kota Wu, Hua Jin mengintip dari cela jendela dan melihat sekitar dengan senyum cerah.
Selama ini Hua Jin hanya pernah melihat Ibu kota dan mendengar bahwa Ibu Kota adalah Kota paling baik di antara yang lain sampai akhirnya hari ini Hua Jin menyadari bahwa semua orang telah salah.
Kota Wu adalah Kota yang sangat besar, ketika telah diolah dengan baik oleh Chang Rui, itu menjadi tidak kalah dari Ibu Kota bahkan berubah menjadi lebih baik dari Ibu Kota.
Kekompakan dari setiap penduduk tampak dilihat dengan jelas, Chang Rui disambut oleh tiga orang yang tampak jelas menonjol.
Sebelumnya, semua orang tampak biasa saja tapi ketika melihat ketiga orang ini, Hua Jin langsung tahu bahwa orang orang ini tampak luar biasa.
"Nona, kamu sudah kembali. Kami sudah mendengar tentang masalah Pesta Bulan. " Ucap Jiu Qing.
"Pesta Bulan, tidak tahu bagaimana akhirnya. Mungkin akan dilanjutkan setelah selesai dari peperangan ini. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas.
Cuiyun memasangkan mantel tebal di tubuh Chang Rui, karena ini sudah mendekati musim dingin maka semuanya akan mendingin dan sebentar lagi air akan membeku.
"Ayo kembali dulu. " Ajak Chang Rui.
__ADS_1
Lalu mereka semua kembali ke kediaman Chang Yue Qing ,setelah memutuskan bahwa disana kosong barulah Chang Rui menurunkan kedua orang itu.
Semula yang turun adalah Hua Jin dan Hua Jin memberikan salam kepada orang orang ini dengan sopan.
Tapi, ketika Liu Wuji turun, itu hanya diam saja dan menatap Jiu Qing dengan tatapan tajam.
"Jika tidak salah, maka kamu adalah Pangeran dari Kekaisaran Dinasti Ming bukan ?" Tanya Jiu Qing.
"Kamu yang pada saat itu menjadi Zhuangyuan dari Kekaisaran Dinasti Yuan bukan ?" Tanya Liu Wuji dengan tatapan sengit.
"Hm, kenapa kamu pada saat ini bisa disini dalam kondisi yang menyedihkan ? Bukankah nenek mu begitu menyayangi mu ?" Tanya Jiu Qing.
"Nenek memang sayang padaku tapi ayah merasa terancam jadi aku memilih untuk pergi dari rumah, lalu kabur ke Dinasti Yuan. Siapa yang menyangka bahwa aku akan bertemu dengan Putri Kekaisaran Dinasti Yuan. " Ucap Liu Wuji dengan helaan nafas sementara Hua Jin sendiri tampak terkejut dengan identitas sesungguhnya dari Liu Wuji.
"Kamu adalah pangeran ?" Tanya Hua Jin.
"Kamu telah membohongi ku selama ini dengan cerita murahan mu ! Aku benar benar buta sampai sampai tidak bisa melihat kepalsuan di dalam dirimu !" Teriak Hua Jin dengan kesal dan berjalan masuk ke dalam kediaman Chang Rui.
Liu Wuji ingin mengejar tapi di hentikan oleh Chang Rui, Chang Rui menatap pada Liu Wuji lalu memberi tanda padanya untuk memberikan waktu pada Hua Jin.
"Pada saat ini, Hua Jin masih terkejut dengan identitas mu yang sebenarnya. Dia merasa kecewa karena kamu tidak jujur begitu lama, belum lagi dia mengetahui hal ini karena Jiu Qing yang mengatakannya terlebih dahulu. Jika tidak, sampai kapan kamu akan membohongi nya ?" Tanya Chang Rui dengan pelan.
"Aku tidak berniat untuk membohongi nya , aku hanya tidak tahu bagaimana cara untuk memberitahukan hal ini padanya. " Jawab Liu Wuji sambil menggaruk kepalanya dengan bingung.
Pantas saja wajah Liu Wuji tampak sangat terawat dan tidak seperti orang yang telah lama hidup di jalanan, bodoh sekali Yu Lian tidak mampu mengenali Liu Wuji.
__ADS_1
Jika hal ini sampai diketahui oleh Dinasti Ming maka mereka akan menambah satu musuh lagi karena ulah bodoh Yu Lian.
Anggap saja bahwa dia telah menyelamatkan Dinasti Yuan dari malapetaka kali ini, mereka mungkin bisa menang ketika melawan Dinasti Ming.
Tapi, mereka pasti akan mengalami kerugian besar. Yu Lian harus berterima kasih padanya setelah hal ini berlalu.
Chang Rui merutuki setiap tingkah laku yang diperbuat oleh Yu Lian, hampir semua yang dilakukan oleh Yu Lian dilakukan untuk menegaskan kehebatannya.
"Jiu Qing, bawa dia untuk beristirahat terlebih dahulu, belakangan ini dia begitu sibuk sementara aku akan melihat kondisi Hua Jin dan merepotkan nya. " Ucap Chang Rui.
"Terima kasih, maaf telah merepotkan mu Putri Cheng Qing. " Ucap Liu Wuji.
"Jangan memanggilku dengan sebutan itu ketika didepan orang sendiri, panggil saja Chang Rui. Aku tidak suka jika ada orang yang memanggilku seperti itu. " Balas Chang Rui lalu berjalan masuk dan mencari keberadaan Hua Jin.
Chang Rui bisa menemukan Hua Jin setelah sedikit berkeliling, tidak sulit untuk mencari Hua Jin yang duduk di samping pot bunga seratus tahun milik Chang Yue Qing.
Hua Jin tampak sedang memeluk lutut nya sendiri, apalagi jika bukan sedang menangis sendirian. Chang Rui tidak mengatakan apapun dan berjongkok lalu mengelus kepala Hua Jin.
"Jangan menangis, jangan menangis. Tidak apa apa, dia tidak berniat untuk membohongi mu. Dia hanya tidak tahu bagaimana cara untuk menjelaskan hal ini padamu. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
"Dia membohongi ku selama ini, dia mengatakan bahwa kehidupannya begitu sulit. " Balas Hua Jin dengan mata yang memerah.
"Mungkin kehidupannya benar benar sulit, lihatlah ketika kamu berada di Istana, bukankah itu juga sulit bagimu ? Kamu tahu sendiri bagi orang orang yang tidak sesuai maka lahir di dalam Istana adalah sebuah hukuman besar. " Nasehat Chang Rui.
Hua Jin mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Chang Rui hanya saja hatinya masih sakit dan tidak bisa tidak terluka ketika menyadari bahwa selama ini dia di bohongi oleh orang yang di cintainya.
__ADS_1
"Aku..... aku hanya bingung , kenapa dia tidak ingin jujur saja. " Bisik Hua Jin.
"Tidak mudah untuk jujur terhadap apa yang di alaminya, mungkin saja dia sudah terlalu lama kesepian sehingga terbiasa untuk memendam semuanya sendirian. "