REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
128. Bertemu Dibawah Purnama


__ADS_3

Chang Rui berjalan sendirian ditengah keramaian dan merasa bahwa hatinya telah berubah menjadi kacau ketika memikirkan setiap ucapan yang dikatakan oleh Nangong Li itu.


Chang Rui tidak pernah mengenal Nangong Li ini, tapi merasa bahwa dia seolah olah telah mengenal Nangong Li.


"Kenapa kamu sangat misterius ? Orang ini sangat pandai memainkan perasaan orang lain. Aku tidak boleh dekat dengannya di masa depan." Ucap Chang Rui dengan perasaan yang tidak menentu.


Chang Rui memandang kerumunan dan menyadari bahwa dia telah kehilangan nafsu miliknya untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh Yu Lian.


Ini terlalu memuakkan, orang orang datang dan pergi memberikan rasa penasaran besar untuknya.


Cuiyun dan yang lainnya masih menunggu dirinya di Gang Jiuyang, dia tidak benar benar tinggal di gang ini.


Alasan kenapa dia memiliki kamar disini adalah untuk menipu Pedagang Hu, siapa yang menyangka bahwa dia akan bertemu dengan orang gila seperti Nangong Li.


"Tunggu sebentar, ada yang aneh ! Nangong Li adalah seorang Paman Kekaisaran, bagaimana bisa pengawasan yang di miliki oleh pria itu sangat rendah ? Jika tidak maka dia sendiri pastilah seorang ahli bela diri. Jika seorang ahli bela diri, kenapa tidak bisa melarikan diri dari serangan ku ? Apakah karena dia ceroboh atau karena........ dia sebenarnya hanya bermain main denganku ?" Tanya Chang Rui dengan terkejut ketika memikirkan ini.


Chang Rui mengumpat dan berlari ke penginapan itu lagi sebelum akhirnya menyadari bahwa dugaan yang dia pikirkan sebelumnya adalah kebenaran.


Nangong Li ini hanya mempermainkan nya ! Pria itu tidak benar benar ditahan olehnya dan memutuskan untuk bermain menjadi orang yang lemah.


Ini membuatnya lengah dan tidak dapat berpikir dengan jernih, Chang Rui menghela nafas dengan kasar dan menahan diri untuk tidak membanting barang barang disini.


"Tenang.... Huft, harus tenang. Untuk menghadapi musuh yang licik maka aku tidak boleh terburu buru. Orang ini licik dan tercela, aku tidak akan mengampuni nya ketika aku bertemu dengannya lagi !" Seru Chang Rui.


Chang Rui akhirnya berjalan keluar dan memutuskan untuk melepaskan masalah ini dengan hati yang berat.


Lalu menemui Cuiyun untuk mengatakan kondisi nya, Chang Rui tidak mengatakan bahwa dia bertemu dengan Nangong Li.


Hanya mengatakan bahwa dia bertemu dengan pengganggu yang menyebalkan sehingga menggagalkan rencana baik yang telah di susun olehnya.

__ADS_1


"Nona, bagaimana jika kamu datang menuju Danau Ren'an, dikatakan bahwa sepasang kekasih akan datang kesana untuk memberi penghormatan pada Dewi Cinta. Disana dikatakan memiliki sangat banyak orang dan pemandangan disana sangat indah. Aku belum pernah kesana hanya saja sepanjang hari ini sudah ada tiga orang yang membicarakan nya. " Ucap Cuiyun.


"Cuiyun, jika kamu memakan makanan favoritmu apakah kamu senang ?" Tanya Chang Rui.


"Tentu saja senang. " Jawab Cuiyun.


"Jika kamu memakan itu setiap hari, apakah kamu akan tetap senang ?" Tanya Chang Rui lagi.


"Tentu saja tidak, itu akan mengurangi rasa yang ada. Aku pikir, aku akan berubah menjadi membenci nya jika memang seperti itu. "Jawab Cuiyun dengan ragu.


"Nah, sama seperti Danau Ren'an yang kamu katakan. Jika tempat itu bagus, anggaplah memang ramai setiap hari. Tapi, bahkan penduduk lokal mengatakannya sehari tiga kali, bukankah ini agak aneh ?" Tanya Chang Rui.


"Jika aku tidak salah dengar maka Danau ini dibuka setiap tahun hanya satu kali sepanjang setengah bulan dan hanya orang yang membawa 20 Tael yang bisa masuk. " Ucap Cuiyun.


"Nah, sekarang kedengarannya lebih masuk akal. Aku pikir, karena ini telah dibuka maka Hu Yi pasti akan datang kemari juga. Tidak masalah, aku akan pergi kesana dan melihat lihat. " Balas Chang Rui.


Chang Rui berganti pakaian menjadi sutra kelas lima, pakaian ini sangat nyaman jadi dia memasang selendang diantara kedua lengannya.


Jadi, tidak ada gunanya baginya untuk meragukan pendapat Cuiyun.


"Dengan sepatu ini maka akan sangat mempesona, Nona. "Ucap Cuiyun.


Chang Rui diantarkan dengan kereta kuda menuju pintu masuk Danau Ren'an. Sesampainya disana, sangat sepi dan penuh dengan lilin.


"Biaya untuk masuk telah dinaikkan menjadi 50 Tael. " ucap penjaga itu.


Chang Rui yang mendengar ini terkejut karena harga naik 2,5 kali lipat dibandingkan yang di dengar olehnya.


Pantas saja tempat ini berubah menjadi sepi untuk ini, Chang Rui mengeluarkan uangnya dan berjalan masuk dengan tenang.

__ADS_1


Pantas saja menjadi perbincangan orang orang, Chang Rui akhirnya menyadari bahwa jika dia telah duduk disini maka tidak akan ada yang bisa menganggu nya lagi.


Chang Rui duduk di tepi Danau yang kosong, sambil menatap pantulan cahaya bulan purnama di Danau Ren'an.


Sebelum akhirnya dia menyadari bahwa seseorang telah duduk di sampingnya untuk waktu yang tidak di ketahui.


"Tidak menyangka bahwa bertemu dengan Putri Cheng Qing lagi. " Ucap Nangong Li.


"Tuan Nangong ? Aku tidak menyangka bahwa kamu masih memiliki nyali untuk datang kemari."Balas Chang Rui dengan sinis.


"Kenapa aku tidak berani ?" Tanya Nangong Li dengan lembut.


Chang Rui mendengus ketika mendengar nada lembut milik Nangong Li, entah kenapa dia merasa merinding.


Chang Rui mengibaskan lengan pakaiannya dan membuang pandangannya.


"Tempat ini begitu indah tapi setelah kedatangan oleh mu, semuanya berubah menjadi gelap. " Ucap Chang Rui sebelum akhirnya berdiri dan bersiap untuk pergi.


Nangong Li tanpa di duga menarik tangan Chang Rui sampai sampai Chang Rui jatuh ke dalam pangkuannya.


Sebenarnya ini bukan karena tidak sengaja melainkan karena Nangong Li benar benar mengambil keuntungan dari ini.


"Aku tidak tahu bahwa Putri Cheng Qing memiliki kebiasaan ini, tadi ingin pergi dan mengatakan bahwa kedatangan ku merusak suasana. Tapi, pada saat ini kamu dengan sengaja duduk di pangkuan ku. Bagaimana jika orang lain melihat ? Bukankah semua orang akan mengatakan bahwa aku adalah orang yang tercela ?" Tanya Nangong Li tanpa rasa malu sedikitpun.


Chang Rui merasakan bahwa wajahnya memanas dan kepalanya pun ikut memanas karena terlalu marah pada Nangong Li.


"Jelas jelas kamu yang menarik tanganku ! Sekarang kamu melimpahkan air penuh kotoran ini kepadaku ! Apakah kamu benar benar tidak tahu malu ?! Dasar baj-" Ucapan Chang Rui terpotong oleh Nangong Li.


Nangong Li menempelkan bibirnya pada bibir Chang Rui yang membuat Chang Rui terpaku dengan mata yang membelalak.

__ADS_1


Seumur umur, dia tidak pernah merasakan sensasi ini, dimana dia merasakan benda lembut dan kenyal yang menekan bibirnya.


__ADS_2