REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
82. Mengobati Orang


__ADS_3

"Terima kasih, ini adalah pertama kalinya bagi ku dalam kehidupan yang panjang ini. Aku belum pernah memiliki seseorang yang menyayangi ku dengan tulus. " Ucap Chang Rui.


Jiu Yu mengira bahwa semuanya hanyalah tentang masalah Jenderal Chang Zi dan Liu Ruyi yang meninggal di usia muda.


Tapi, Chang Rui memiliki makna yang lebih luas dan lebih lebar, ini menyangkut masalah tentang dirinya di kehidupan modern.


Ayah dan Ibunya tidak seperti sedang merawat anak mereka melainkan sedang merawat robot, mereka benar benar tidak masuk akal.


Bahkan hewan membutuhkan kasih sayang jika tidak maka mereka akan tertekan dan menolak makan.


Tapi, pada akhirnya Chang Rui tetap memaksa dirinya untuk makan dan terus bertahan hidup.


Ini benar benar terlalu buruk untuk di terima bukan ? Chang Rui memeluk Jiu Yu erat dengan tangan kanan sementara tangan lainnya memeluk tubuh Jiu Hua.


"Kalian berdua sekarang adalah cucuku, kalian harus berhati hati diluar. " Ucap Jiu Yu.


"Kakek tidak akan meminta orang lain untuk menjaga kalian lagi, kakek takut bahwa hal lama akan terulang lagi. " Ucap Jiu Yu sambil menundukkan kepalanya.


Jujur saja, Jiu Yu terkejut ketika mendengar kelakuan tercela milik bawahannya , untungnya ada Chang Rui.


Sekarang, ketika Chang Rui dan Jiu Hua berjalan bersama maka semuanya akan baik baik saja.


"Kakek tenang saja, dengan aku disini maka aku akan baik baik saja dan adik Hua juga sama. " Ucap Chang Rui.


"Kalau begitu pergilah, hati hati. Jangan kembali setelah matahari tenggelam, jadi pulanglah sebelum itu ya. " Ucap Jiu Yu.


"Baik." Ucap keduanya dengan semangat.


Keduanya saling bergandengan tangan dan berpegangan satu sama lain. Chang Rui tidak menggunakan riasan miliknya, hanya menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya.


Chang Rui melihat ke kanan dan ke kiri, disana ada begitu banyak orang yang kelaparan.


"Jie jie , apakah sebaik nya kita memberikan yang kepada mereka ?" Tanya Jiu Hua dengan pelan.


Chang Rui menggelengkan kepalanya.


"Jika kamu ingin memberikannya maka kamu harus memberikan nya kepada semuanya, apakah kamu membawa sebanyak itu ?" Tanya Chang Rui dengan bijak.


"Jika kamu tidak membagikannya sama rata maka itu akan menjadi pertempuran berdarah bagi mereka dan merupakan bencana. Misalnya kamu memberikannya pada anak itu maka kamu hanya akan menyeret anak itu kedalam bencana yang dalam."Lanjut Chang Rui.


Jiu Hua yang mendengar ini menganggukkan kepala nya dengan patuh dan mengikuti apapun yang dikatakan oleh Chang Rui.


"Alih alih mengatakan menawari uang untuk anak itu, sebaiknya kita mengobati nya, tampak nya dia sedang menderita sakit. " Ucap Chang Rui dengan ringan.


"Jie jie akan mengobati anak itu ?" Tanya Jiu Hua dengan ragu.


"Ya, kenapa ?" Tanya Chang Rui.


"Aku tidak yakin karena aku tidak bisa dalam hal pengobatan. " Ucap Jiu Hua dengan wajah malu.


"Tidak yakin dalam hal pengobatan ? Bukankah kamu sudah sering mengobati kakek mu ? Kenapa kamu bisa tidak yakin ?" Tanya Chang Rui sambil mengerutkan dahi.


"sebenarnya...... sebenarnya..... ketika aku sedang dijelaskan oleh kakek, aku seringkali tertidur karena bosan dengan pelajaran yang dia berikan padaku. " Ucap Jiu Hua dengan rasa malu yang sangat besar.


Kakek nya adalah seorang tabib yang banyak menolong nya orang lain tapi pada akhirnya, dia sebagai cucunya , tidak mampu mewarisi sedikit saja kemampuan kakeknya.


"Apakah kamu sedang kedinginan ?" Tanya Chang Rui sambil mengulurkan tangannya untuk memeriksa keadaan anak kecil yang menggigil di pinggir jalan.


Tubuh anak kecil itu sangat panas tapi ajak itu terus menggigil, Chang Rui akhirnya menghela nafas.


"Apakah kamu memiliki tempat tinggal ?" Tanya Chang Rui dengan hati hati.

__ADS_1


Anak itu menggelengkan kepalanya dengan lemah, Chang Rui menggendong anak itu tanpa peduli pakaiannya menjadi kotor.


Tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengawasinya dari kejauhan. Orang itu tidak memiliki niat jahat tapi juga tidak memiliki niat baik , seolah olah sedang menilai sikap Chang Rui.


Chang Rui membawa anak itu menuju ke sebuah penginapan sederhana dan membuka kamar.


Lalu mulai membaringkan anak itu di atas ranjang, Chang Rui mengeluarkan beberapa botol obat di balik pakaiannya dan Jiu Hua tampak terperangah.


"Jie jie, kenapa kamu bisa mendapatkan begitu banyak obat ?" Tanya Jiu Hua dengan bingung karena tidak pernah melihat Chang Rui membuanya.


"Sebagian aku membuat nya di waktu senggang dan yang lain aku meminta nya dari kakek, aku sengaja ingin keluar untuk mengobati orang orang. " Ucap Chang Rui dengan acuh tak acuh.


"Ini adalah obat untuk pereda demam sementara yang ini untuk penguat tubuh. Berikan satu satu lalu minta handuk pada penginapan ini, aku akan pergi untuk membeli makanan untuk dia. " Lanjut Chang Rui.


"Ya, Jie jie. " Ucap Jiu Hua.


Chang Rui berjalan keluar dari kamar penginapan yang biasa saja itu lalu berjalan keluar dan melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa tidak ada yang mengikuti nya.


Tapi, Chang Rui tidak pernah sadar bahwa ada dua orang di sana yang berdiri dengan sangat tenang seolah olah mereka tidak hidup.


Dua orang itu mengawasi Chang Rui dari jarak yang lumayan jauh, itu berasal dari lantai dua sebuah tempat makan.


Tempat makan itu ramai jadi sangat mudah bagi orang orang untuk berbaur satu sama lain.


Chang Rui pergi untuk membelikan roti kukus hangat di seberang penginapan lalu kembali ke penginapan dan memberikan roti tersebut kepada anak tersebut.


Anak itu tampak sangat antusias ketika melihat makanan hangat dan langsung memakannya.


Tapi, bukannya memakannya langsung, anak itu justru membagikan roti tersebut menjadi tiga.


"Ini untuk dua jie jie cantik. " Ucap anak itu dengan malu malu.


Chang Rui tersenyum dan mengambil satu potong roti itu lalu membaginya menjadi dua.


Anak itu mengangguk dan Chang Rui menyerahkan nya pada Jiu Hua, tangan anak itu agak kotor ini membuat Jiu Hua agak sulit untuk menelan roti panas tersebut tapi Chang Rui memakannya tanpa perubahan ekspresi.


Walaupun dia di besarkan di keluarga yang kaya, bukan berarti dia tidak pernah merasakan kehidupan yang menderita.


Ketika dia pergi ke Negara lain yang mengalami kekeringan dan bencana , tidak banyak orang yang ingin datang kesana.


Chang Rui pergi kesana sendirian dan memakan seadanya, untuk waktu yang lumayan lama sekitar 1 bulan.


Disana, Chang Rui mengobati banyak orang dan merawat banyak orang, disana dia bisa melihat bagaimana orang orang yang tahu terima kasih dan bagaimana orang orang yang tidak tahu terima kasih.


Beberapa akan mencoba untuk merebut jatah makan orang lain tapi Chang Rui akan menengahi mereka.


Chang Rui masih mengingat semuanya dengan detail karena itu adalah pengalaman yang sangat berkesan baginya.


Chang Rui mengelus kepala anak itu dengan penuh kasih sayang.


"Bagaimana jika kita membawanya ke kediaman ?" Tanya Jiu Hua.


"Apakah kamu bisa bertanggung jawab untuk hidupnya ?" Tanya Chang Rui dengan tenang.


"Anak kecil, apakah kamu mau menjadi pelayan di kediaman ku ? Disana maka kamu tidak perlu berebut makanan dengan orang lain lagi. " Ucap Jiu Hua.


Anak kecil itu tampak ragu tapi pada akhirnya mengangguk lalu anak kecil itu mengatakan sesuatu.


"Aku tidak memiliki kemampuan apapun. " Ucap Anak kecil itu.


"Tapi, aku memiliki seorang ibu yang bekerja dengan keras. " Ucap Anak kecil itu.

__ADS_1


"Oh ? Dimana Ibumu ?" Tanya Chang Rui.


Anak itu berjalan turun dan Chang Rui mengikuti anak itu lalu mereka masuk ke gang gang sempit yang sangat kecil sebelum akhirnya menemukan sesuatu yang mungkin bisa di sebut dengan rumah.


"Kamu bilang tidak ada tempat tinggal sebelumnya. " Ucap Jiu Hua melancarkan protes.


"Dia tidak ingin ibunya tahu jika dia sakit. " Ucap Chang Rui mengerti anak itu.


Disana ada seorang wanita yang tampak sakit sakitan, tapi ketika wanita itu mengangkat kepalanya.


Chang Rui langsung membelalakkan matanya dengan terkejut dan tampak ketakutan.


"Yuan Xinyun ?" Tanya Chang Rui dengan terbata bata.


Wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap Chang Rui dengan tatapan terkejut lalu langsung berlari.


"Nona ?" Tanya Yuan Xinyun.


Chang Rui langsung berlari dan memeluk Yuan Xinyun dengan erat , Chang Rui benar benar tidak bisa berkata kata lagi.


"Bagaimana.... bagaimana..... " Chang Rui langsung terbata bata.


"Mari duduk terlebih dahulu. " Ucap Yuan Xinyun.


Anak itu berlari memeluk Yuan Xinyun , tiba tiba Yuan Xinyun membalikkan pintu bagian belakang rumahnya dan disana adalah paviliun yang indah.


"Ibu ? Tempat apa ini ?" Tanya anak itu.


"Ini adalah ruangan rahasia. " Ucap Yuan Xinyun.


Yuan Xinyun berjalan kesana bersama dengan anaknya dan Chang Rui dengan Jiu Hua berjalan bersama.


"Jadi, ini adalah kediaman yang sebenarnya. " Ucap Chang Rui.


"Ya, ini adalah kediaman yang diberikan oleh Jiu Wang padaku. " Ucap Yuan Xinyun.


"Sayang sekali bahwa semua saudari yang lain tidak dapat di selamatkan, hanya aku sendiri yang bisa di selamatkan karena aku adalah satu satunya orang disana yang memiliki posisi jantung sedikit berbeda dari orang lain, aku tidak mengetahui ini sampai Tuan Zhang Yue mengatakan nya pada ku. " Ucap Yuan Xinyun.


"Jadi, semua tubuh saudari yang lain dikuburkan dengan layak oleh Jiu Wang sementara tubuh mu....... dibawa oleh Jiu Wang untuk dimakamkan di dalam kediaman." Lanjut Yuan Xinyun.


Chang Rui mencerna semuanya dan merasa bahwa semuanya aneh, Nangong Li adalah orang yang merencanakan kehancurannya, kenapa Nangong Li ingin menyelamatkan bawahannya.


"Jadi, kenapa kamu membiarkan dirimu jatuh sampai ke titik ini ?" Tanya Chang Rui.


" Ah - Liu adalah anak yang aku temui ketika aku sedang berjalan jalan, aku memutuskan untuk hidup dalam kesederhanaan karena bagaimanapun aku adalah orang yang seharusnya sudah meninggal. " Ucap Yuan Xinyun dengan tatapan sayu.


"Jadi, aku membangun gubuk kayu di bagian depan kediaman yang belakang ini. " Lanjut Yuan Xinyun.


Chang Rui merasa bahwa dunia nya berputar dan tampaknya ada sesuatu yang telah secara tidak sengaja di lewatkan olehnya, tapi apa itu ? Apa yang di lewatkan olehnya ?


"Jika begitu maka baguslah kamu masih hidup, jika kamu ingin hidup dengan baik maka aku akan memberikan uang padamu. Kamu harus memberikan kehidupan yang layak pada putra mu. Kami menemukan nya di pinggir jalan hampir meninggal karena demam tinggi. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


"Apa ? Kamu sakit ? Kenapa kamu tidak pernah mengatakan nya pada ibu ?" Tanya Yuan Xinyun sambil menangkup wajah putranya.


Yuan Liu mulai menangis dengan tanpa suara ketika melihat semua ini, Chang Rui menghela nafas pelan ketika melihat pemandangan ini.


"Lain kali kamu harus mengatakannya pada Ibu. " Ucap Yuan Xinyun dengan sedih.


"Xinyun, kamu tahu bahwa kamu mungkin setuju untuk hidup dengan sederhana dan tidak masalah dengan penderitaan dunia fana. Tapi anak ini masih kecil, apakah kamu ingin dia jatuh bersama denganmu dan menderita bersama denganmu ?" Tanya Chang Rui dengan hati hati.


Yuan Xinyun merenungi ucapan Chang Rui dengan hati hati dan semakin merasa bersalah untuk Yuan Liu.

__ADS_1


"Maafkan aku, mulai sekarang kita akan tinggal di kediaman ini, ya ? " Tanya Yuan Xinyun dengan hati hati pada Yuan Liu.


__ADS_2