REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
167. Upaya......


__ADS_3

Keesokan harinya,


Chang Rui menatap sekeliling dan menyadari semua jalan pintas yang ada disini, Chang Rui sendiri sudah beberapa kali mendapatkan upaya pembunuhan.


Mulai dari makanan sampai sampai pisau yang salah sasaran ketika pertunjukkan memotong ikan para ahli.


Chang Rui sendiri telah menghindari semua itu dan Lan Ming berubah menjadi lebih dan lebih khawatir.


Sementara Chang Rui terus menerus mengobati Lan Yang seolah olah tidak ada yang salah. Chang Rui benar benar terlihat seperti seorang idiot pada saat ini.


Tapi, tidak masalah. Semakin menipu penampilannya maka semakin membuat musuh menjadi lengah.


Saat ini Chang Rui sedang bersiap untuk peng olesan ke sebelas yang berarti tinggal satu kali lagi.


Pada saat itu, maka dalam jarak waktu 4 jam setelah pengolesan ke dua belas, seluruh kulit Lan Yang Kan melepuh.


Chang Rui benar benar menantikan hal ini sebelum akhirnya sebuah pedang menancap tepat di samping dirinya.


Chang Rui benar benar menghindari pedang berkecepatan tinggi yang datang dari arah belakangnya itu.


Seolah olah dia memiliki mata di belakang, benar benar mengesankan. Chang Rui sendiri tampak tidak perduli dan mengangkat pedang tersebut.


Lalu tersenyum manis dan berjalan keluar, melihat bahwa ada seorang anak laki laki yang mirip dengan Lan Ming.


"Apakah pedang ini milik mu ? " Tanya Chang Rui sambil sedikit menundukkan tubuhnya.


Tatapan anak itu sangat berani dan tampak tidak percaya bahwa dia masih hidup sampai saat ini.


"Kamu mengira bahwa aku akan terkena pedang mu ? Sayang sekali bahwa aku tidak sebodoh itu. Lalu, tampaknya pedang mu melaju terlalu lambat. Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu untuk melakukan ini ?" Tanya Chang Rui.


"Kau !!! Berani nya kau menghina ku !" Teriak anak laki laki itu dengan marah.


"Lalu bagaimana jika aku menghina ku ? Kamu sebenarnya ingin membunuh pelayan ku, bukan ?" Tanya Chang Rui dengan senyum dingin.


Tatapan nya tampak seperti sebuah balok es yang tidak tersentuh oleh hangatnya dunia fana.

__ADS_1


Chang Rui sudah melihat bahwa ada pergerakan di bagian luar sehingga mengganti posisi nya dengan Cuiyun.


Bukan karena Chang Rui ingin mengorbankan dirinya melainkan karena Chang Rui bisa menghindari serangan yang diberikan.


Chang Rui memukul titik sadar anak ini dan menatap dengan penuh kebencian ke arah Kediaman Lan.


"Semula aku hanya ingin beberapa juta Tael, siapa yang menyangka bahwa kalian menyerahkan semua uang kalian ? Kalian bahkan menyerahkan nyawa kalian. " Ucap Chang Rui dengan dingin.


"Satu atau dua kali masih bisa di maklumi, tapi terus menerus seperti ini benar benar ingin melihat sejauh mana kesabaran yang aku miliki untuk kalian. " Lanjut Chang Rui dengan marah.


Chang Rui tidak akan terlalu marah jika memang ada orang yang menganggunya, tapi karena orang orang ini berani untuk menganggu pelayannya benar benar membuatnya marah.


Siapapun yang berani untuk menganggu orang di bawah komando nya harus mengalami semua kesedihan ini.


Chang Rui menyeret tubuh anak Lan Ming itu ke dalam dan Cuiyun yang masih terpukul dengan serangan diam diam tadi tampak lebih terkejut lagi ketika melihat Lan Qing.


"Jaga anak ini dan ikat dia, kamu jangan keluar. Aku akan mengurus semuanya dan menyelesaikan semua kebencian ini. " Ucap Chang Rui dengan tatapan tajam.


Cuiyun menatap Chang Rui dan merasa bahwa dirinya tidak pernah melihat Nona nya dalam kondisi demarah ini.


Mengingat bahwa Nona nya dulu hanya seorang pengecut yang tidak berani untuk melakukan apapun.


Tapi, sekarang Nonanya menyinggung siapapun yang menganggu dirinya. Cuiyun merasa sangat senang dengan perubahan ini.


Disisi lain, Chang Rui tidak berniat lagi untuk memainkan perannya sebagai seorang Tabib. Chang Rui berjalan menuju kamar Lan Yang dan Lan Ming yang kebetulan sedang berbicara bersama, keduanya tampak terkejut dengan kedatangannya yang tiba tiba di sini.


"Kenapa Tabib Chang datang kemari tanpa pemberitahuan ?" Tanya Lan Ming berusaha untuk sopan.


"Lan Ming, Lan Yang, apakah kalian tahu bahwa memaksakan keberuntungan itu tidak terlalu baik ? Meminta putra kalian untuk melakukan upaya pembunuhan, apakah kamu mengira bahwa itu akan berhasil ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.


"Apa maksud dari kata kata Tabib Chang ini ?" Tanya Lan Ming sambil berdiri dan menatap Chang Rui dengan tidak senang.


"Apa maksud dari kata kataku ? Bukankah kamu yang mengetahui hal ini dengan jelas, hm ?" Tanya Chang Rui lalu melepaskan ikatan rambut nya dan menunjukkan rambut panjangnya.


Chang Rui melepaskan pakaian luarnya yang menunjukkan gaun putihnya yang baru saja dibeli.

__ADS_1


"Yu Cheng Qing !" Teriak Lan Yang.


"Bagaimana keadaan mu Menteri Lan ? Apakah kamu sudah sehat ? Ah, kamu tentu saja sangat sehat sampai sampai bisa merencanakan begitu banyak upaya pembunuhan. " Ucap Chang Rui dengan lembut dan tertawa.


"Yu Cheng Qing, kamu adalah tabib Chang Rui ?" Tanya Lan Yang dengan terkejut.


Plakkk !


Tangan Chang Rui terulur dan menampar wajah Lan Yang, tatapan lembut nya berubah menjadi sangat dingin.


Berbeda dengan apa yang dia tunjukkan sebelumnya, Chang Rui pada saat ini benar benar mengerikan.


"Siapa yang kamu sebut, hah ?! Aku adalah seorang Tuan putri sementara kamu hanyalah seorang pejabat tua. " Ucap Chang Rui dengan penuh kebanggaan.


"Tuan Lan , apakah kamu mau tahu sesuatu yang sangat baik ? Aku akan mengatakan hal ini padamu dengan sepenuh hati. Jadi, sebenarnya Yu Cheng Qing yang asli sudah tiada. " Lanjut Chang Rui.


"Lalu, kamu adalah ?" Tanya Lan Yang dengan terkejut.


"Barang imitasi. " Bisik Chang Rui dengan tawa kecil.


Lan Yang dan Lan Ming tampaknya telah membuat kesepakatan tertentu dan mulai berteriak sekuat tenaga.


Chang Rui tetap diam seolah olah dia ketakutan, tapi pada kenyataannya dia bahkan tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.


"Ha ha ha ! " Seru Chang Rui dengan tawa lantang.


"Percuma, teriak lah lagi. Tidak akan ada yang datang, aku telah meminta mereka untuk mencari Tuan Muda yang dibawa oleh orang lain." Ucap Chang Rui dengan sangat senang layaknya seorang anak anak yang dibelikan permen oleh orang tuanya.


"Kalian berdua dan aku sendiri tapi kalian takut dengan ku, bukankah kalian berdua terlalu pengecut ?" Tanya Chang Rui.


Lan Ming mengeluarkan pedangnya dan mengambil jarak darinya.


"Kau tidak membawa senjata, ada baiknya bagimu untuk mundur jika tidak maka aku akan menusuk mu. " Ancam Lan Ming.


"Memiliki sebuah pedang belum tentu menjadi tanda kemenangan, ditambah lagi dengan kemampuan yang tidak memadai, aku takut bahwa pedang itu akan berakhir menyedihkan. " Balas Chang Rui dengan penuh keangkuhan.

__ADS_1


__ADS_2