
"Aku pikir, Tuan ini bisa membaca papan yang tertulis di atas ini. Pakaian Tuan ini tampak mewah, apakah begitu pelit sampai sampai tidak ingin mengeluarkan sepeser uang untuk berobat ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.
"Disini digunakan untuk mengobati orang yang kurang mampu tapi kamu datang kesini dan berebut dengan orang orang, kamu sebaiknya lebih merasa malu untuk hal ini. "Lanjut Chang Rui.
"Tidak di katakan disini bahwa hanya orang yang kurang mampu yang bisa berobat disini, lalu kenapa aku harus merasa malu ? Selama ada yang gratis kenapa aku harus mengeluarkan uang ku ?" Tanya Nangong Li tanpa rasa bersalah.
"Lalu, kamu mengatakan bahwa kamu ingin menambah amal baik maka aku adalah orang yang tepat. Orang baik mengobati orang baik maka kamu akan mendapatkan pahala yang banyak. " Ejek Nangong Li.
Chang Rui mengepalkan tangannya dibalik meja dan menahan diri, dia tidak boleh mengamuk disini, jika tidak maka orang orang tidak akan ada yang berani untuk datang lagi.
"Jika begitu, maka aku akan memeriksa Tuan. " Ucap Chang Rui dengan datar.
Nangong Li mengulurkan tangannya dan menaruhnya di atas meja dengan mata yang terpejam.
Chang Rui mengulurkan tangannya dengan tidak rela lalu mulai memeriksa denyut nadi milik Nangong Li dengan hati hati.
Awalnya, Chang Rui tidak terlalu perhatian dan ingin ini cepat selesai, tapi lama kelamaan Chang Rui merasa bahwa ada yang aneh dengan tubuh Nangong Li.
Denyut nadi pria itu tampak sangat lemah dan ada sebuah garis hijau sangat samar ditengah dahi pria itu.
Chang Rui langsung dapat menyimpulkan satu hal, apalagi jika bukan keracunan ?! Chang Rui langsung merasakan bahwa Nangong Li kehilangan keseimbangannya.
Chang Rui berdiri dan menahan Nangong Li dengan tubuhnya sendiri, lalu berbisik dengan sangat pelan.
"Kamu keracunan ?" Tanya Chang Rui dengan khawatir.
Chang Rui mengetahui bahwa Nangong Li tidak mungkin tidak mengetahui bahwa dirinya telah di racuni oleh seseorang.
Jika memang Nangong Li tahu bahwa dirinya telah di racuni oleh seseorang, kenapa Nangong Li masih menyeret tubuh tuanya kemari ?
Kenapa Nangong Li masih datang kemari dan membuat keributan ? Dia hanyalah seorang tabib tanpa nama dan reputasi yang jelas.
Tapi, Nangong Li datang kemari dan memeriksakan dirinya, Nangong Li adalah seorang paman Kekaisaran, tidak mungkin kekurangan uang.
Di kota ini, pastilah ada puluhan tabib yang jauh lebih terkenal daripada dirinya, Chang Rui benar benar tidak bisa menebak apa yang telah di pikirkan oleh Nangong Li.
"Menurutmu ?" Tanya Nangong Li dengan wajah yang pucat.
"Kamu masih ingin bercanda, sebenarnya ini racun apa ?" Tanya Chang Rui dengan khawatir.
"Jiu Qing, kau bantu aku papah dia sampai ke penginapan dan Fu Jin Yang, tutup kios ini untuk sementara." Perintah Chang Rui dengan buru buru.
Chang Rui sangat membenci Nangong Li, seharusnya dia membiarkan pria ini mati membusuk disini.
Tapi, dia merasa tidak rela dan tidak tega jsdi memilih untuk merawat pria itu dan menutup kios pengobatannya sementara.
"Para Tuan dan Nyonya yang ingin memeriksakan penyakit kalian bisa datang lain kali, aku akan kembali setelah mengurusi pasien yang ini, terima kasih !" Ucap Chang Rui dengan lantang.
Lalu, dengan Jiu Qing, Chang Rui memapah tubuh Nangong Li, sebenarnya ini jauh lebih ringan darinya.
Sesampainya di kamarnya, Jiu Qing ragu untuk meninggalkan Chang Rui sendirian di dalam kamar dengan seorang pria asing yang tidak di ketahui asal usul nya.
__ADS_1
"Tidak apa apa, kamu bisa keluar. " Ucap Chang Rui.
Ketika hanya mereka berdua, Chang Rui menyadari bahwa Nangong Li belum pingsan sepenuhnya.
"Aku bertanya padamu sekali lagi, darimana asal racun ini ?" Tanya Chang Rui.
"Chuwei, luka perut , semalam. " Bisik Nangong Li dengan pelan.
Chang Rui mengerutkan dahi dan menyadari bahwa pernah mendengar nama Chuwei ini, ini adalah nama sebuah Kerajaan kecil.
Kerajaan ini kecil tapi makmur serta tidak banyak orang yang berani untuk berurusan dengan Kerajaan Chuwei ini.
Kerajaan Chuwei ini tidak memiliki banyak prajurit dan tidak memiliki pejuang pemberani seperti orang bar bar.
Tapi, mereka memiliki lebih dari seratus ahli racun yang bisa menumbangkan sebuah Dinasti. Dikatakan bahwa orang orang Kerajaan Chuwei tidak akan menganggu apabila mereka tidak di ganggu.
Lalu, jarak Kerajaan Chuwei dengan Dinasti Yuan hampir berjarak 500 mil. Kenapa Nangong Li bisa menyasar ke Kerajaan itu hanya dalam satu malam ?
Apakah dengan kata lain, ada orang Kerajaan Chuwei di Dinasti Yuan pada saat ini ? Chang Rui benar benar tidak bisa memikirkan ini karena kurangnya pengetahuan terhadap kondisi di sekitar.
Chang Rui melepaskan pakaian luar milik Nangong Li dan pria itu tampak agak ragu.
"Apakah kau takut bahwa aku akan mengambil keuntungan darimu ?" Tanya Chang Rui dengan dingin.
"Maaf, tapi aku tidak tertarik. " Lanjut Chang Rui dengan tajam.
Nangong Li mengeluarkan kekehan yang tidak tahu ditujukan untuk apa, lapisan pertama pakaian Nangong Li.
Ternyata itu bukanlah pakaian melainkan lapisan baja ringan yang digunakan sebagai pelindung , lalu dibalikanya barulah pakaian yang sebenarnya.
Nangong Li tidak membuka mulutnya ketika Chang Rui menyentuh lukanya dengan hati hati tapi dahinya sedikit berkerut.
Chang Rui mengambil kotak kesehatan miliknya yang terselip di bagian bawah ranjang , lalu disana ada kasa dan alkohol untuk membersihkan luka yang bernanah ini.
Chang Rui menelan ludahnya ketika melihat luka ini, luka ini terlalu mengerikan. Chang Rui belum pernah melihatnya langsung, tapi bisa menebak bahwa ini adalah luka pedang.
"Bertahanlah, ini akan sangat sakit, jika kamu tidak tahan maka kamu bisa mencakar ku atau semacamnya. " Ucap Chang Rui sambil menenangkan diri.
Tanpa diduga duga, Nangong Li merobek pakaiannya sendiri lalu menaruhnya dimulut. Chang Rui menatap Nangong Li dengan ngeri.
"Kamu tidak harus takut dilihat orang orang, aku akan menjelaskan kepada mereka bahwa aku sedang membersihkan luka, jangan menyiksa dirimu sendiri dengan menahan teriakanmu. " Ucap Chang Rui.
Nangong Li tidak menjawab, hanya menatap Chang Rui dengan kedua matanya yang hitam pekat seperti tinta.
"Aku akan memulai dengan sangat perlahan lahan. " Ucap Chang Rui dengan nafas yang agak berat.
Pada saat pertama kali kain kasa beralkohol miliknya menyentuh luka terbuka milik Nangong Li, pria itu agak menggeliat dan mengeluarkan suara yang teredam oleh kain.
Chang Rui menguatkan tekadnya lalu melanjutkan itu dengan hati hati, setelah itu menjadi semakin parah karena masuk ke bagian yang bernanah.
Tangan Nangong Li mencengkram erat di kasur dan tampak menyedihkan, tapi Chang Rui harus mengagumi tekad yang dimiliki oleh Nangong Li.
__ADS_1
Tekad semacam ini hanya dimiliki oleh seorang pejuang , akhirnya ini telah berhenti dan Chang Rui menaburkan bubuk obat untuk luka luar yang sudah tidak dalam keadaan kritis lagi.
Chang Rui membalut tubuh Nangong Li dengan kasa dan pendarahannya juga sudah dihentikan, ini akan sembuh seiring berjalannya waktu.
Chang Rui memandang ke tangannya sendiri yang penuh dengan darah Nangong Li, darah itu berwarna cokelat tua, yang menjadi ciri khas orang keracunan.
"Pada saat ini, luka luar mu sudah selesai dirawat , yang paling penting adalah racun yang bersarang di tubuhmu. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
Chang Rui menjadi lebih hati hati terhadap Nangong Li karena dia merasa bahwa dia menjadi lebih hormat dengan Nangong Li.
Walaupun Nangong Li mengambil keuntungan darinya sebelumnya, tapi Chang Rui tidak bisa menolak kenyataan bahwa Nangong Li adalah seorang pejuang sejati.
Dia tidak memiliki bius untuk mengurangi rasa sakit Nangong Li sehingga hanya bisa membiarkan Nangong Li menanggung semuanya sendirian dalam diam.
Pada saat ini, Nangong Li dipenuhi dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya, Chang Rui benar benar tidak bisa tidak memandang ke arah perut kotak kotak milik Nangong Li.
Nangong Li tidak memiliki kulit putih salju seperti yang ada di cerita cerita kebanyakan, Nangong Li memiliki kulit kecokelatan yang jika terkena keringat seperti ini maka akan mengkilap dan menyegarkan mata.
Chang Rui terpanah untuk sejenak sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk mengambil kain yang ada dimulut Nangong Li.
Chang Rui merasa bahwa Nangong Li dengan tubuh yang penuh keringat seperti ini, benar benar....... menggoda.
Chang Rui mengutuk dirinya sendiri karena membayangkan hal yang tidak pantas pada orang yang sedang mengalami hal buruk.
Tapi, mau bagaimana lagi ? Dia adalah seorang wanita dewasa yang berumur dua puluhan, bukankah wajar baginya untuk haus akan hal hal semacam itu ?
Menurutnya, sudah tidak cocok baginya untuk terus bertingkah malu malu seperti seorang gadis yang di sekolah menengah.
"Apakah kamu benar benar terpanah dan berniat untuk mengambil keuntungan dari ku ketika aku sedang menderita ?" Tanya Nangong Li dengan suara yang serak.
Chang Rui mengerutkan dahinya dan menatap ke arah Nangong Li, Chang Rui masih memegang kain dari mulut Nangong Li sebelum akhirnya menaruh kain itu dengan gerakan yang canggung.
Suara serak Nangong Li membuatnya tidak bisa berhenti untuk membayangkan sesuatu yang tidak pantas.
Chang Rui merasa bahwa suhu tubuhnya meningkat tapi tetap memaksa dirinya untuk berpikir dengan jernih.
"Bisakah kamu berhenti berbicara ? Biarkan aku mengobati mu dan kamu bisa diam diam disini. " Ucap Chang Rui sambil menelan ludahnya dengan paksa.
Akan lebih baik jika Nangong Li ini diam diam sembari dia mengobati pria itu, yang ingin dilakukan Chang Rui pada saat ini adalah kabur secepatnya.
Tapi, bukan Nangong Li jika tidak melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang dikatakan dan diperintahkan oleh orang orang.
"Kenapa kamu menyuruhku diam ? Apakah aku terlihat lebih menggoda ketika aku sedang banyak bicara ? Apakah kamu tidak bisa menahan diri, hm ?" Tanya Nangong Li dengan nada yang menggoda.
"Ada baiknya jika kamu menutup mulutmu rapat rapat sebelum aku menjahit mulutmu. "Balas Chang Rui dengan dingin.
"Kamu belum menjawab ku, jadi bagaimana ? Apakah aku tampan jika begini ?" Tanya Nangong Li dengan sengaja.
"Tidak, kamu terlihat jelek !" Ucap Chang Rui dengan penekanan dan kekejaman ketika menyebutkan ini.
Walaupun kata kata Chang Rui sangat menyakitkan ketika di dengar tapi itu tidak menganggu Nangong Li sama sekali.
__ADS_1
Bagi Nangong Li yang terbiasa mendengarkan kata kata sarkas, akan menganggap bahwa itu adalah pernyataan cinta.
"Apakah kamu tahu kenapa aku bisa diserang oleh orang Kerajaan Chuwei ?" Tanya Nangong Li.