REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
208. Murong Fei


__ADS_3

Chang Rui menarik pedangnya keluar dari sarung, dan orang orang menertawakan pedangnya karena pedangnya hanyalah pedang berkualitas rendah yang tidak memiliki nama di dunia persilatan.


Orang orang tahu bahwa orang yang menggunakan itu adalah seseorang pendekar yang miskin sehingga orang orang mulai merendahkan dirinya beramai ramai , tapi tidak dengan Murong Fei.


"Pepatah mengatakan bahwa jika seorang pelatih seni bela diri sejati, bahkan bisa mengubah daun sebagai senjatanya. Tuan Murong tentu saja tidak merendahkan ku karena hal ini, bukan ?" Tanya Chang Rui dengan senyum miring di balik topi bambu.


"Baik, kita akan melihat sejauh apa kemampuan dari pelatih bela diri sejati ini. " Ucap Murong Fei.


Chang Rui berlari ke depan sejauh tiga langkah besar dan mendorong pedangnya ke depan, menusuk tepat dibawah ketiak Murong Fei, hal itu karena Murong Fei telah berlari.


Jika Murong Fei tidak bergeser maka pedangnya akan menancap di bahu Murong Fei, sementara Murong Fei mengunakan kesempatan ini untuk mengincar kepalanya.


Chang Rui mendorong kepalanya ke samping untuk menghindari pedang yang lewat tepat di sampingnya.


Lalu, keduanya sama sama mundur dengan satu lompatan ke belakang yang menunjukkan bahwa mereka setara pada saat ini.


"Tidak menyangka bahwa aku akan menunjukkan seni bela diri keluarga ku secepat ini. " Ucap Murong Fei dengan sombong.


"Aku merasa terharu bahwa Tuan Murong mengeluarkan seni bela diri keluarga Tuan Murong, biarkan Tuan Murong menontonnya dengan jelas. " Ejek Chang Rui.


Keduanya berlari ke depan dan bertemu, pedang Chang Rui saling bertemu satu sama lain dan kedua pedang beradu dan anehnya pedang Chang Rui bahkan tidak terlihat akan bengkok karena tekanan dari pedang Murong Fei yang berkualitas bagus.


Itu semua karena tenaga dalam Chang Rui yang menopang nya, Chang Rui masih terlihat sangat santai bahkan ketik Murong Fei terus menerus meningkatkan intensitas serangan.


Ketika mengincar kepala maka Chang Rui akan menepis nya , tapi tidak sekalipun Chang Rui menyerang.

__ADS_1


Chang Rui terus maju ke depan dan mendorong mundur Murong Fei, mau tidak mau Murong Fei harus mundur selangkah dan ketika akan mundur.


Tanpa diduga duga , Chang Rui mengangkat kaki nya dan menendang tubuh Murong Fei dengan kuat yang membuat Murong Fei terlempar dan menghantam pembatas arena pertandingan.


Orang orang yang menonton langsung berteriak karena terkejut akan hal ini sementara Chang Rui hanya bertingkah laku seolah olah hal ini adalah hal yang biasa dan tidak mengejutkan.


Sebenarnya, tidak akan semudah ini mengalahkan Murong Fei tapi sayangnya Murong Fei meremehkannya yang membuatnya menjadi memiliki peluang untuk mengalahkan Murong Fei lebih besar.


"Tidak ada pahlawan yang meremehkan musuhnya di medan perang, aku sudah mengatakan sebelumnya bahkan daun bisa menjadi senjata. Aku pikir, kamu sudah mengerti siapa yang menyangka bahwa aku ternyata telah memandang terlalu tinggi dirimu.. " Ucap Chang Rui lalu menyimpan pedangnya kembali.


Di pertandingan jarak dekat maka Chang Rui adalah juaranya, karena dia suka menggunakan pedang pendek maka mustahil baginya untuk tidak bisa menguasai pertandingan jarak dekat.


Sementara itu, Murong Fei memiliki kemampuan yang berbeda. Murong Fei ini dikatakan biasanya memegang busur dan anak panah, tapi hari ini terpaksa untuk menggunakan pedang dan menjadi gugup karena hal ini.


"Di tangan orang yang tidak tepat, bahkan jika itu adalah pedang yang tiada bandingnya akan berubah menjadi rongsokan sampah yang tidak berguna. Sebaliknya, selama rongsokan sampah berada di tangan yang tepat maka akan sama berharga nya dengan emas. " Ucap Chang Rui dengan bangga lalu menyarungkan pedangnya kembali.


Orang orang langsung bertengkar untuk memperebutkan 14 posisi yang tersisa, Chang Rui menonton pertandingan dengan seru.


"Kesalahan mu yang paling jelas adalah kamu tidak mampu menangani pertandingan jarak dekat dan mundur dengan terburu buru, sementara ketika kamu mundur maka berat dari tubuhmu akan terdorong ke belakang dan membuatmu kehilangan keseimbangan. Hal tersebut akan membuatmu menjadi semakin mudah untuk di kalahkan. " Ucap Chang Rui sambil membantu Murong Fei untuk berdiri.


Walaupun wajah Murong Fei pahit, tapi tampaknya bukan orang yang tidak mampu untuk menerima kekalahan.


"Terima kasih atas pemberitahuan dan pencerahan yang di berikan oleh Saudara ini, bagaimana aku harus memanggil Tuan ini ?" Tanya Murong Fei.


"Feng Xian, aku adalah Feng Xian. " Ucap Chang Rui dengan nama samarannya yang baru.

__ADS_1


"Kalau begitu maka aku harus mentraktir saudara Feng di lain waktu, jika saudara Feng ingin mencari kuda di sekitar Ibukota Kekaisaran Qing maka Saudara Feng bisa meminta bantuan ku. Aku akan dengan senang hati jika bisa membantu Saudara Feng. " Ucap Murong Fei.


"Ya, senang bisa berteman dengan pria jujur seperti Tuan Murong. " Ucap Chang Rui dan mengantar Murong Fei yang sulit untuk berjalan ke bawah arena lalu di sambut oleh pelayan pertandingan yang di sediakan oleh Istana.


Setelah itu Chang Rui kembali naik ke atas arena, Chang Rui melihat bahwa arena ini berubah menjadi arena berdarah lalu menyadari bahwa ini tidak sama lagi dengn pertandingan biasanya.


Ini adalah pertandingan sampai mati, Chang Rui melihat bahwa arena ini akan memakan sangat banyak nyawa antara para saingan atau para musuh yang telah mendendam untuk waktu yang sangat lama.


Entah apa yang di pikirkan oleh Yu Lian sampai sampai mengubah pesta bulan yang semula hanya digunakan untuk pertandingan biasa saja antar pahlawan menjadi pemakaman bagi pendekar pendekar.


Chang Rui pikir , tampaknya Yu Lian telah berubah menjadi gila karena kesendiriannya dan ketakutannya.


Chang Rui tersadar dari lamunan nya ketika ada sebuah pedang yang di arahkan padanya. Chang Rui langsung menghindar dengan gesit dan menendang dada pria itu.


Memang, kekuatan kakinya lebih besar daripada sebagian orang jadi Chang Rui sering kali menggunakannya.


"Menyerang orang tanpa peringatan adalah hal hina. " Ucap Chang Rui dengan tatapan tajam.


"Tidak ada yang melarang hal ini, selama aku bisa mengalahkan mu maka aku akan bisa bertahan !" Ucap pria itu dan berdiri lagi.


Chang Rui hanya menatap rendah dan mengambil pedangnya tanpa mengeluarkannya dari sarung besi.


Chang Rui menahan semua serangan dari pria itu hanya dengan satu tangan sementara tangan yang lainnya masih berpegangan di pinggir arena, seolah olah tidak menganggap hal ini sebagai hal yang serius.


Semakin lama semakin lemah, orang ini benar benar tidak layak. Bahkan mengincar di beberapa titik yang sensitif.

__ADS_1


Orang ini tidak akan berhenti sebelum diberikan pelajaran. Chang Rui akhirnya tidak bersandar lagi dan mulai berubah menjadi agresif.


Chang Rui menusuk tiga titik akupuntur di dada pria itu sampai sampai pria itu berlutut kesakitan dan berteriak teriak.


__ADS_2