REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
65. Dipenjara


__ADS_3

Aneh sekali bahwa dengan satu kalimat dari Chang Rui telah membuat tahanan itu ketakutan sampai gemetar.


Zhang Yue berpikir bahwa Chang Rui datang kesini hanya untuk melihat lihat saja orang yang mereka dapatkan.


Tapi, tidak menyangka bahwa Chang Rui akan turun tangan secara pribadi untuk menginterogasi tahanan ini.


"Kamu berani untuk datang kemari sendirian, kamu tentu saja tidak akan dibayar murah bukan ? Coba kita lihat, apa ini ?" Tanya Chang Rui sambil mengambil sesuatu dari saku pakaian pria itu.


Disana ada dua sertifikat tanah yang lumayan besar dan bernilai lebih dari 10 ribu tael.


"Tentu saja, siapapun orang yang memberimu ini bukan orang kecil. Apalagi hanya mengandalkan dirimu sendiri, maka itu tidak akan mungkin. " Ucap Chang Rui.


"Tuan Zhang, selidiki siapa pemilik tanah ini. Lalu, interogasi orang ini, pastikan bahwa dia mengatakan semuanya dengan jujur. Jika tidak, maka sederet racun di kamarku akan siap aku gunakan untuknya. " Ucap Chang Rui sebelum akhirnya berjalan pergi dengan langkah angkuh.


Zhang Yue mengikuti Chang Rui berjalan pergi dari dalam penjara, dan ketika keluar barulah mereka bisa menghirup udara segar.


"Tuan Zhang, aku harus merepotkan mu untuk memberi tahu kedua pelayan ku untuk tidak mencariku. " Ucap Chang Rui dengan ringan.


"Kenapa Wangfei tidak mengatakannya sendiri ?" Tanya Zhang Yue tidak mengerti.


"Mereka tidak akan setuju dan itu akan merepotkan. "Jawab Chang Rui dengan senyum yang di paksakan.


"Jika Tuan Zhang merasa bahwa hal ini terlalu merepotkan maka tolong beritahu pelayan untuk menyampaikan hal ini kepada kedua pelayan ku, terima kasih. " Lanjut Chang Rui sebelum akhirnya berjalan ke depan menuju kediaman barunya, Kediaman Nangong Li.


Matahari telah terbit dan Nangong Li sudah mendapatkan seluruh kekuatannya kembali, berbeda dengan Chang Rui yang masih rentan.


"Bagaimana dengan keadaan Wangye ?" Tanya Chang Rui.


"Baik, aku merasa bahwa tubuhku telah berubah menjadi lebih ringan setelah semalam. " Ucap Nangong Li..


"Baguslah jika begitu, aku merasa senang. Tampaknya , sudah akan ada orang yang ingin menjemput ku dengan tidak sabar. " Ucap Chang Rui sambil melihat langit luar yang sudah sepenuhnya cerah.

__ADS_1


Chang Rui mendorong Nangong Li ke aula dan disana bertemu dengan Nangong Xi yang baru datang.


Wajah pucat Chang Rui sangat mendukung terhadap ketakutan yang seharusnya dia tunjukkan, jika dia tampak sangat berani maka akan membuat Nangong Xi waspada.


"Putra Mahkota, apakah aku boleh meminta beberapa waktu lagi untuk ku ?" Tanya Chang Rui dengan gemetar dan tampak lemah.


"Tidak bisa, sesuai dengan ketentuan waktu yang telah di sepakati. Jiu Wangfei harus ikut denganku. " Ucap Nangong Xi dan memerintahkan dua orang di belakang untuk membawa Chang Rui.


"Tunggu sebentar ! Semalam, Wangye diserang oleh pembunuh dan pembunuh itu lari. Untung sekali bahwa Wangye masih mendapat berkah dari langit sehingga dia bisa menghindari masalah ini, aku benar benar ketakutan. Aku memohon kepada Putra Mahkota untuk membantu menyelidiki ini. " Ucap Chang Rui.


"Karena aku tahu, Putra Mahkota bahkan bisa menahanku demi keadilan yang merupakan saudari iparmu. Maka , aku yakin kamu bisa bertindak adil pada pembunuh ini. "Lanjut Chang Rui dengan senyum dingin.


Wajah Nangong Xi berubah menjadi dingin dan menatap ke arah Nangong Li.


"Apakah benar ada pembunuhan kemarin ?" Tanya Nangong Xi.


"Itu benar, kakak pertama. Memang ada pembunuhan, bahkan Rui menjadi terluka. Aku benar benar sedih untuknya, kakak pertama harus membantumu menyelidiki hal ini dan memberikan hukuman sepantasnya untuk orang kurang ajar ini. "Jawab Nangong Li.


Akting dari sepasang suami istri ini benar benar tiada duanya, jadi Nangong Xi perlahan lahan merasa terpojok.


"Aku tentu saja akan menyelidiki ini, bagaimanapun ini berkaitan dengan martabat Istana. " Ucap Nangong Xi dengan buru buru.


"Ayo, Jiu Wangfei, ada baiknya untuk tidak menunda lagi. Jika tidak maka orang orang akan mengira bahwa aku adalah orang yang tidak adil. " Lanjut Nangong Xi.


"Baiklah.... " Lirih Chang Rui.


Chang Rui menoleh ke belakang dengan wajah sedih dan diam diam berbisik.


"Aku mengandalkan mu. " Ucap Chang Rui tanpa suara.


Nangong Li tidak mengangguk atau menjawab apapun tapi membuat Chang Rui yakin.

__ADS_1


"Selamat tinggal Wangye, ini hanya dua hari. Aku yakin, Putra Mahkota akan bisa memastikan ketidak bersalahan ku. " Ucap Chang Rui dengan sedikit bergetar.


Chang Rui akhirnya berjalan di belakang Nangong Xi menaiki sebuah kereta kuda yang cukup mewah, tampaknya Nangong Xi tidak sepenuhnya bodoh.


Jika menggunakan kereta tahanan biasa maka akan membuat orang curiga bahwa penangkapan ini di warnai dengan dendam pribadi dan akan merusak citra Nangong Xi sendiri.


Tapi, dengan kereta kuda yang mewah ini maka akan membuat orang berpikir bahwa Nangong Xi masih memiliki sedikit rasa hormat untuk saudari iparnya.


Sesampainya di Istana, Chang Rui akan langsung dibawa ke penjara tapi Chang Rui menghentikan langkah Nangong Xi.


"Putra Mahkota, apakah itu akan menjadi hal baik jika aku langsung menuju Penjara ? Apakah sebaiknya aku menyapa Yang Mulia terlebih dahulu ? Bagaimanapun aku baru merupakan terduga dan belum ada bukti yang bisa memberatkan ku, aku tidak bisa disebutkan sebagai sepenuhnya tahanan. " Ucap Chang Rui.


"Jiu Wangfei benar, aku yang telah terlalu terburu buru. " Ucap Nangong Xi dengan senyum pahit dan tampak mengepalkan tangan akibat amarah.


Chang Rui kembali naik ke atas kereta kudanya dengan acuh tak acuh dan meninggalkan Nangong Xi.


Siapa itu Nangong Xi ? Apakah bisa melakukan sesuatu padanya ? Bahkan jika dia dalam kondisi lemah pada saat ini , tidak akan sulit bagi nya untuk membunuh Nangong Xi disini.


Nangong Xi benar benar berbeda dengan Nangong Li. Jika Nangong Li bisa mengalahkan Chang Rui dalam tiga gerakan.


Maka Nangong Xi akan bisa dikalahkan oleh Chang Rui dalam tiga gerakan, terdengar mirip tapi sebenarnya berbeda jauh.


Setelah menyapa Kaisar, Chang Rui akhirnya dibawa ke penjara yang dingin dan sepi. Tidak seperti penjara lain yang bersama dengan beberapa orang.


Tapi, kali ini Chang Rui sendirian, penjara di kunci dan Chang Rui duduk di batu lalu membenarkan jerami.


Batu ini terlalu dingin, bisa menghancurkan tulangnya menjadi ribuan bagian bahkan sebelum dua hari berlalu.


Jadi, mau tidak mau maka dia harus berbaring di atas jerami jerami yang kasar dan kotor ini.


Tidak tahu sudah berapa lama jerami ini berada di sini, entah apakah dia bisa bertahan selama dua hari.

__ADS_1


Atau dia bisa dikeluarkan tepat dalam dua hari atau tidak maka dia hanya bisa menyerahkan semuanya kepada langit.


Chang Rui duduk di atas jerami dan menempelkan punggungnya ke dinding yang sama dinginnya dengan lantai.


__ADS_2