REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
293. Puncak Peperangan V


__ADS_3

Sampai akhirnya sebagian dari Kekaisaran Langit hancur karena ulah Kaisar Langit yang tiran ini, dan seluruh tetua yang menentangnya itu mati dibunuh dengan Pedang Raja Iblis.


Jadi pedang itu menyimpan banyak kebencian dan dendam sampai akhirnya datang istrinya, Dewi Bulan generasi pertama.


Yang datang dan menikam jantung Kaisar Langit yang tiran itu pada saat itu secara tiba tiba yang membuat Kaisar Langit itu tidak percaya.


Karena itu adalah istri yang sangat dicintainya, istri yang selalu mendukungnya dan mencintainya, tiba tiba mengkhianatinya.


"Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang sangat lama, kamu membunuh kedua orang tuaku pada saat itu. Apakah kamu ingat ketika kamu baru saja mendapatkan pedang ini ?" Tanya Dewi Bulan dengan dingin dan memandang suaminya dengan tatapan angkuh.


"Pedang ini, Pedang Cahaya Bulan yang telah ku murnikan dengan cahaya bulan selama 100 tahun pada akhirnya membuahkan hasil. Dari pedang perak biasa telah menjadi pedang yang membunuh Kaisar Langit paling hebat. "Lanjut Dewi Bulan , hatinya sangat dingin dan tidak berperasaan tapi dialah yang menyelamatkan Kekaisaran Langit dengan hati dinginnya.


"Aku akan mencintaimu, selalu. Bahkan jika itu berakhir dengan penyesalan. " Ucap Kaisar Langit tiran itu sebelum akhirnya berubah menjadi abu dan menyatu di Pedang Raja Iblis.


Dewi Bulan bisa saja menghancurkan Pedang Raja Iblis tapi pada akhirnya tidak melakukan itu yang menunjukkan bahwa masih ada sisa perasaan di antara mereka.


Hanya saja situasi dan dendam memaksanya untuk melakukan itu, jadi Dewi Bulan hanya menyegel pedang itu untuk waktu yang sangat lama ditempat terpencil yang sulit dijangkau, yaitu Jurang Neraka.


Mungkin segelnya sudah mengendur sehingga bisa diambil oleh Nangong Xi, jika tidak maka tidak akan bisa disentuh oleh Nangong Xi jika tidak maka dia akan berubah menjadi abu.


Kisah ini sudah sangat terkenal di antara dewa Dewi dan dikenal sebagai cinta yang tragis dan menyedihkan.


Hanya saja, tidak banyak yang tahu akan kebenaran Pedang ini sampai akhirnya Nangong Xi datang kemari dan menambah pengetahuan semua orang.


Jadi Chang Rui tahu bahwa yang bisa membunuh Nangong Xi satu satunya adalah dia, dia adalah orang yang memiliki kemampuan itu dengan Pedang Cahaya Bulan miliknya.


Pada saat itu, maka dia akan melakukan hal yang sama dengan Dewi Bulan generasi pertama, itu tidak akan meninggalkan penyesalan.

__ADS_1


Kali ini, dia akan melakukan hal yang sedikit berbeda yaitu dia akan menghancurkan seluruh Pedang Raja Iblis ini, dia tidak akan menyisakan apapun yang meninggalkan ancaman besar bagi generasi masa depan karena dia khawatir untuk itu.


Jadi Chang Rui tidak akan membiarkan dirinya mempermalukan reputasi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi Dewi Bulan.


Disisi lain, Nangong Xiu dan yang lainnya tidak menjalani kehidupan dengan mudah juga. Mereka saling baju membahu dengan penuh luka, berharap bahwa mereka masih bisa melihat esok hari.


Mereka berada di ujung tombak, dimana mereka bisa mati tertusuk kapan saja. Orang orang yang belum pernah merasakannya , jadi merasakan sesuatu yang baru dan asing.


Yuan Xinyun melakukan tugasnya dengan baik dan hampir saja menemukan kematiannya, Yuan Xinyun sudah membunuh 98 orang.


"Tinggal dua lagi, maka aku tidak akan berhutang apapun lagi pada Kekaisaran busuk ini !" Ucap Yuan Xinyun dengan batuk darah.


Tubuhnya sudah penuh dengan luka tusukan pedang, dia bahkan tidak berbeda jauh dengan papan panahan yang siap untuk menjadi objek panahan.


Nangong Xiu sendiri sudah berulang kali hampir tertusuk pedang, tubuhnya sudah penuh dengan goresan pedang dan tombak.


Gunungan mayat terlihat dimana mana, hanya saja terlihat bahwa orang orang disini berimbang.


Orang Dinasti Qing perlahan lahan tumbang dan mereka mengeluarkan tangisan sengsara. Sementara di bagian lain pasukan musuh, terjadi kerusuhan besar setelah tiga tong besar berisi cairan bening dilemparkan ke arah mereka.


Ternyata itu adalah minyak tanah dan dari jauh, terdapat panah api yang diarahkan ke mereka. Panah itu meledakkan minyak tanah itu dan membakar semua orang yang ada disana.


Pasukan musuh benar benar tidak tahu bagaimana harus berlari sementara dari depan mereka dihadang oleh Pasukan Dinasti Qing dan dari belakang mereka diserang oleh pasukan misterius ini.


Panah yang diberikan pada pasukan musuh tanpa henti. Hanya saja tidak tahu mereka berasal dari pasukan mana karena mereka memiliki api yang berkobar dengan ganas.


"Keluarkan semua minyak yang kita miliki dan lemparkan kedalam kobaran api itu !" Teriak Nangong Xiu melihat kesempatan.

__ADS_1


Dan orang orang melakukan apa yang diperintahkan olehnya, dari yang tidak melihat harapan menjadi ada harapan.


Karena jika mereka yang memulai maka akan sangat sulit untuk menjangkau bagian belakang tapi karena kobaran api berjalan dari belakang menuju depan maka ini akan memberikan kesempatan besar bagi mereka untuk kemenangan.


Nangong Xiu menjadi lebih semangat untuk melawan kedua musuhnya bahkan jika dia penuh dengan luka.


"Dorong ke depan ! Dorong ke depan !" Perintah Nangong Xiu.


Dengan papan kayu besar, mereka mendoronh musuh ke kobaran api yang mengerikan. Mereka menahan panas yang ditimbulkan dengan berani dan merangsek ke depan tanpa rasa takut sedikitpun.


"Dorong ! Dorong ! Dorong !" Teriak orang orang dengan semangat.


"Sialan ! Siapa yang bisa membantu ?!" Tanya Yu Qing dengan murka dan terus menerus bertahan agar tidak didorong ke belakang.


Sementara Jing Lan, Kaisar Dinasti Ming tampak terus menerus memberontak karena takut dengan kobaran api yang akan melahap mereka.


"Cepat balas dorong mereka bodoh ? Apa yang kalian lakukan di belakangan sana ?!" Teriak Jing Lan.


"Yang Mulia, pasukan kita banyak dipanah oleh pasukan bantuan misterius di belakang sana. Kami tidak bisa menjangkau mereka karena kobaran api yang besar ini !" Seru bawahan Jing Lan.


"Apa ?! Ada pasukan bantuan ?! Bagaimana mungkin ?!" Tanya Yu Qing.


"Bagaimana mungkin tidak ada pasukan bantuan ? Apakah kalian pikir hanya kalian yang memiliki teman ?" Tanya Nangong Xiu menggertak karena sebenarnya dia juga tidak tahu siapa pasukan bantuan yang sangat baik hati itu.


"Mustahil ! Tidak ada kekuatan yang cukup induk melawan kita !" Teriak Jing Lan.


"Semua orang yang memberontak juga sudah dibereskan oleh Orang Bar bar, kenapa masih ada pasukan bantuan ? Kita harus memenangkan ini jika tidak maka kita akan dibunuh oleh Tuan !" Teriak Yu Qing.

__ADS_1


"Bahkan jika kalian adalah seorang Kaisar, kalian masih tidak ada bedanya dengan boneka. Kalian hanya terlihat sedikit lebih baik saja, jika tidak maka benar benar tidak ada bedanya !" Teriak Nangong Xiu di depan wajah kedua Kaisar itu.


__ADS_2