
Ada sesuatu yang disebut dengan penggunaan teknik terlarang, itu dilarang baik di dunia fana, Kerajaan Langit maupun Kerajaan Iblis.
Karena teknik itu merusak tubuh dan pikiran, itu akan membuat penggunanya seperti petasan yang meledak untuk sesaat.
Dan untuk kali ini, Chang Rui secara tidak langsung menggunakannya pada dirinya sendiri yang membuatnya terluka seperti saat ini.
Ini bukan keinginannya secara langsung hanya saja ini adalah satu satunya cara untuk melawan dua Petinggi Iblis yang menyerbu.
Chang Rui perlahan lahan memejamkan matanya karena dia benar benar merasa mengantuk dan yang terakhir dia dengarkan adalah teriakan panik dari Lin Junya.
Orang orang mengatakan bahwa ketika dalam kondisi kritis maka tidak diperbolehkan untuk tidur tapi Chang Rui benar benar merasa lelah baik pikiran maupun tubuhnya.
Kesadarannya terkikis secara perlahan lahan sebelum akhirnya tenggelam kedalam laut yang tak berdasar.
Sementara Lin Junya dan Bing Fanrui langsung jatuh kedalam kepanikan yang mendalam karena Chang Rui yang jatuh pingsan.
Tapi tidak satupun dari mereka yang mengetahui masalah pengobatan, jadi Bing Fanrui mengirimkan surat untuk pemimpin di ketiga sisi lain.
Kepada Nangong Li, Huang Lingyi dan Dewi Air, Ling Jun. Mereka pada saat ini sedang bertarung dengan sengit.
Nangong Li sendiri melawan dua Petinggi Iblis juga dan Huang Lingyi juga sama dengan Nangong Li dan Chang Rui.
Hanya bagian barat yang dipimpin oleh Ling Jun, menjadi agak santai dan kosong karena hanya dipimpin oleh satu Iblis.
Nangong Li sendiri kesulitan bahkan jika dibantu dengan Dewa Api, Huo Xin dan Dewa Kehidupan, Fang Ming.
Nangong Li bertemu dengan Iblis Keserakahan dan Iblis Iri , sementara Huang Lingyi bertemu dengan Iblis Kemarahan dan Iblis Rakus. Untuk Iblis Kemalasan dihadapi oleh Ling Jun dengan baik.
Untuk saat ini mereka imbang hanya Gerbang Utara yang telah membersihkan musuh sampai ke titik darah penghabisan.
Chang Rui benar benar melakukan tanggung jawabnya dengan baik. Jika orang lain yang memimpin maka tidak akan memberikan hasil sebaik ini.
Sementara di dunia fana, Chang Jian Ming, Fang Huai Li, Jiu Qing , dan Fu Jin Yang telah menjadi garda terdepan dalam penjagaan.
Mereka telah berjaga selama tiga hari tiga malam berharap bahwa benteng tidak akan pernah bisa ditembus.
Mereka pada saat ini mengerti kenapa Chang Rui sangat cerewet ketika itu menyangkut terhadap kualitas dari bahan bahan yang membangun Gerbang raksasa ini.
Karena jika tidak maka ini akan sudah dirobohkan hanya dengan beberapa hantaman, ini bahkan bertahan lebih dari tiga hari dengan dorongan lebih dari 1000 orang bar bar.
"Bersyukurlah bahwa Chang Rui selalu mengawasi pembangunan dengan ketat. " Ucap Fu Jin Yang dengan lega.
"Tidak tahu pada saat ini dia berada dimana. " Keluh Jiu Qing dengan sedih karena memikirkan kondisi nonanya yang tanpa kabar.
__ADS_1
Chang Jian Ming hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun, hanya memikirkan sesuatu.
"Kamu pasti khawatir pada Chang Rui, kami semua khawatir padanya dan aku yakin dia akan kembali. " Ucap Fang Huai Li menenangkan suaminya.
"Karena dia memintaku datang kemari maka ini pastilah tempat yang dia percayai dengan sepenuh hati, tempat yang dibangunnya dengan penuh usaha. Aku akan menjaga untuknya sebagai gantinya, karena aku tidak tega melihatnya berjuang sendirian. " Ucap Chang Jian Ming.
"Seandainya aku sedikit saja lebih berbakat maka aku pasti bisa membantunya, membantunya melawan musuh dan membalaskan dendam ayah dan ibu. Aku memang tidak berguna. " Lanjut Chang Jian Ming dengan penyesalan.
Tidak peduli dia berusaha seberapa banyak, dia tidak memiliki dantian dan tidak bisa melatih Qi nya untuk membantu adiknya di Kerajaan Langit.
Dia ditakdirkan untuk terlahir sebagai manusia biasa bersama dengan istri dan putrinya yang sangat dia cintai.
"Kita akan berjuang bersama dengannya dari sini, kita akan berperang melawan orang yang dipengaruhi oleh Iblis. Itu juga salah satu bentuk balas dendam terhadap Tuan dan Nyonya. " Ucap Fang Huai Li.
"Ketika semua ini sudah tenang maka aku akan mengajakmu untuk menjenguk ayah dan ibuku, sudah sangat lama tidak berkunjung ke sana karena aku tidak berani untuk melihat kenyataan yang ada. " Ucap Chang Jian Ming dan memegang tangan istrinya dengan kuat.
Lalu menetapkan hatinya bahwa dia akan bertarung sampai mati, dia akan membalaskan dendam sekuat yang dia bisa.
"Baiklah aku akan bertarung dan menjaga apa yang seharusnya aku jaga, aku ingin menjadi berguna bagi keluargaku sekali saja. " Ucap Chang Jian Ming dan mengambil busur panah Fang Huai Li lalu mulai membidik musuh yang berada di luar Gerbang.
"Kamu bisa meminta orang orang yang tidak bisa ikut berperang untuk mengasah ranting menjadi anak panah, ini pasti akan sangat membantu. " Ucap Chang Jian Ming menemukan ide.
Tanpa diduga duga, tidak lama kemudian sekumpulan ibu ibu membawa sebuah papan kayu berduri yang diangkat oleh banyak orang.
Mereka bersatu dan membawa ini sampai ke atas benteng yang dibangun bersama dengan Gerbang raksasa ini.
"Nona Chang mengatakan bahwa hal ini bisa dilakukan untuk melawan musuh yang berada di luar Gerbang jadi kami membuat ini dan jika dijatuhkan maka akan membuat musuh menjauh. " Ucap para wanita wanita itu dengan bangga.
"Bukankah jika terkena pedang maka akan hancur ?"Tanya Fu Jin Yang.
"Tidak , ini menggunakan kayu khusus yang diambil di atas bukit dan jumlahnya tidak banyak. Kekuatannya lebih keras dari besi dengan kelenturan seperti karet. " Jawab seorang wanita dengan bangga, mereka selama ini selalu menjadi beban dalam peperangan.
Tapi berkat Chang Rui, semuanya dimanfaatkan bahkan jika itu adalah wanita atau anak anak. Lalu, mereka setuju dan menjatuhkannya dengan kejutan.
Orang bar bar yang terkejut langsung tertekan oleh papan berduri ini yang ada di kedua sisi baik sisi atas dan sisi bawah.
Yang tertimpa di bawahnya tidak ada harapan lagi sementara orang yang ingin mendekati Gerbang harus menaiki papan duri itu.
Ada beberapa yang berhasil menghindar dan mereka mulai menyebar, ada yang ingin langsung memotongnya tapi itu sia sia karena seperti yang di katakan itu menggunakan kayu khusus yang diambil di atas bukit.
"Ini bekerja !" Seru Chang Jian Ming dengan antusias dan semua orang mulai merasa ada harapan.
Lalu tidak lama muncul Cuiyun dengan Chang Qing Xin yang membawa satu ember penuh dengan anak panah yang dibuat dengan kasar tapi ujungnya runcing.
__ADS_1
"Ini adalah hasil kerja keras kami selama satu minggu belakangan ini." Ucap Cuiyun.
"Bagus ! Bagus sekali ! Sekarang aku tahu kenapa adikku sangat menyayangi kota ini ternyata ini memang kota yang berbeda dari kota kota biasa. Jika kalian pergi ke kota lain maka tidak akan kerja sama sebaik ini. " Ucap Chang Jian Ming dengan kebanggaan yang tidak bisa di jelaskan.
"Tuan, kami tidak takut pada kematian, kami hanya takut bahwa kami akan kembali seperti dulu. Nyonya Chang telah merawat kami dan menarik kami dari Neraka dan membawa kami ke dalam Surga yang indah ini. Kami berharap bisa membalasnya dengan menjaga Kota ini sekaligus melindungi tempat tinggal kami. " Ucap seorang wanita tua yang mungkin sudah 80an.
Chang Jian Ming mengangguk dan merasakan ada harapan untuk kemenangan mereka, ini bukan sepenuhnya pertarungan tanpa harapan.
Bahkan jika musuh di depan jumlahnya lebih banyak dan lebih kuat dari mereka, bukan berarti mereka tidak bisa mengalahkannya.
Chang Rui dengan seribu akal cerdiknya , tidak akan pernah mengecewakan siapapun dalam menilai sesuatu.
"Menjaga Kota Wu demi kedamaian !" Teriak Jiu Qing.
"Menjaga Kota Wu demi kedamaian !" Teriak yang lain dengan semangat.
Baik tua muda atau wanita pria, semuanya bersatu dan menaruh dendam mereka untuk bersatu melawan musuh yang menyerang tempat tinggal mereka.
"Melawan musuh demi kedamaian !!" Semuanya mulai berteriak dengan antusias seolah olah menambah semangat satu sama lain dengan teriakan demi teriakan penyemangat.
Semua dari mereka menunjukkan semangat berjuang dan tidak mengingat umur, orang bar bar yang tidak bisa mendekat mulai di panah panah sampai pada akhirnya mulai memencar.
Siapa yang menyangka bahwa ada tiga orang bar bar yang menempel di Gerbang dan tidak ketahuan lalu saling bahu membahu untuk memanjat ke atas Gerbang.
Chang Jian Ming yang melihat ini langsung memenggal mereka dengan pedangnya dan Fang Huai Li memanah mereka sampai jatuh ke atas papan duri.
Siapa yang menyangka bahwa ini memberi ide kepada orang bar bar, dengan mengorbankan teman mereka untuk menutupi papan duri sementara mereka berjalan di atasnya.
"Betapa kejamnya." Gumam Chang Qing Xin.
"Kamu bisa kembali ke rumah saja, sayang. Jangan melihat pemandangan disini. " Ucap Fang Huai Li.
"Ibu aku bukan anak kecil lagi, jika tidak maka aku akan malu dengan Bibi Cuiyun yang pada saat ini sedang hamil tapi ingin ambil bagian juga dalam peperangan ini. Aku ingin menjadi pejuang juga seperti Bibi. " Ucap Chang Qing Xin.
Semua orang terharu mendengarkan ini dan pada akhirnya menyadari bahwa Gerbang tidak dapat bertahan lagi.
Gerbang dibuka dan para Ksatria keluar dengan senjata ditangan mereka, mereka tidak akan kembali sampai kemenangan sampai ditangan mereka.
"Ingat ! Untuk jangan membuka Gerbang sampai kami kembali dengan kemenangan ! " Teriak Jiu Qing.
Chang Qing Xin berlinangan air mata, baru saja mereka akan mencapai ketenangan, siapa yang menyangka bahwa para pria harus keluar dan membawa senjata mereka.
Sementara disisi lain, seorang wanita tua telah melelehkan timah panas dan setelah semua Ksatria keluar, timah panas disiram pada Gerbang.
__ADS_1
Sehingga Gerbang tertutup sepenuhnya baik dari luar maupun dari dalam, Chang Qing Xin menangis dengan keras dan melihat ayahnya serta Jiu Qing yang bertarung dari atas.
Para Ksatria ini tidak akan mundur tanpa kemenangan, mereka hanya ada dua pilihan yaitu menang atau mati.