
"Maafkan ayah dan ibu yang terlalu sibuk dengan bisnis kami sendiri tidak memikirkan perasaan mu, seharusnya kami tidak pernah egois dan menjadikanmu sebagai alat untuk meraih kesempurnaan. " Ucap Chang Liang sambil menatap mata putrinya dengan tatapan sendu.
"Pada akhirnya, aku mengerti kenapa bahkan jika orang orang tahu bahwa ini adalah ilusi tapi tetap ingin tinggal di dalam sini. " Ucap Chang Rui dengan tatapan kosong.
Semua harapan kosong yang dia miliki, akan terpenuhi disini, tidak heran bahwa ada banyak orang yang terjebak dengan ini.
Lebih tepatnya bukan terjebak tapi menenggelamkan dirinya dalam dalam disini, tepat didalam ilusi ini.
Chang Rui memejamkan matanya dan merasa sakit, bahkan jika dia tahu ini adalah ilusi.
Dia masih merasa sulit untuk menerima kenyataan ini, dimana dia menginginkan kasih sayang kedua orang tuanya secara penuh.
Dimana orang tuanya akan berhenti dan menoleh ke belakang untuk menunggunya. Chang Rui benar benar menginginkan itu lebih dari apapun.
Bahkan jika dia benci dengan kedua orang tuanya, keinginan itu adalah keinginan yang umum untuk dimiliki oleh seorang anak.
Anak mana yang tidak ingin mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya ? Chang Rui rasa tidak ada.
Chang Rui harus membuat keputusan , jika dia bertahan lebih lama maka ini akan berubah menjadi lebih berbahaya.
Chang Rui memejamkan matanya erat erat dan merasa bahwa hatinya telah diremas menjadi abu.
Ilusi Mawar Hitam ini, benar benar sesuatu yang tidak bisa diremehkan. Cui Yuanhua mengulurkan tangannya dan ingin mengajaknya.
Jika dia menerima uluran tangan tersebut maka dia akan berada di jalan tanpa jalan kembali sementara jika dia menolak hal ini maka dia akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
"Ayo sayang, kami akan menebus semua kesalahan kami dan melakukan apapun yang kamu minta. " Ucap Cui Yuanhua.
Chang Rui mengulurkan tangannya dengan perlahan menuju tangan Cui Yuanhua sementara matanya terus menerus menatap lurus dengan tatapan yang kosong.
Bukkkk !
__ADS_1
Chang Rui memukul tangan Cui Yuanhua dan memandang wanita paruh baya itu dengan tatapan garang.
"Berhentilah, tidak ada gunanya. Kita memiliki kehidupan sendiri sendiri pada saat ini, tidak perlu saling bergantung satu sama lain lagi !" Ucap Chang Rui dengan suara yang lantang dan jelas.
"Ibu tahu bahwa ibu telah salah dalam memperlakukan mu, tapi apakah kamu sebenci ini dengan Ibu ?" Tanya Cui Yuanhua sambil menangis.
Chang Rui yang melihat ini terkejut karena ilusi masih belum berakhir melainkan pindah ke sebuah lapangan yang lebar.
Disana ada Cui Yuanhua dan Chang Liang yang memegang pedang dan bersiap untuk menyerangnya kapan saja.
"Untuk keluar dari ilusi ini maka kamu harus membunuh mereka terlebih dahulu. " Ucap suara misterius itu sambil terkekeh.
Sementara Chang Rui mengumpat dan melihat bahwa ditangannya juga ada pedang, kedua orang tuanya menyerang dengan agresif.
Chang Rui menghindari semuanya dengan terampil, serangan demi serangan dilepaskan olehnya.
Tapi, tidak ada yang mematikan sampai akhirnya dia memiliki kesempatan untuk menusuk mereka dibagian jantung.
Di tubuhnya , menancap dua buah pedang yang nyata, menancap di kedua bagian dadanya. Alih alih menusuk salah satu orang tuanya, Chang Rui membiarkan dirinya menjadi korban.
Darah mulai mengalir di sudut bibir milik Chang Rui dan gadis itu tertawa ringan , tidak berusaha untuk menyeka dadah disudut bibirnya tersebut.
"Pada akhirnya, aku masih tidak bisa membunuh kalian bahkan jika aku sangat membenci kalian, bahkan jika aku menginginkan kalian pergi dari kehidupanku, aku benar benar tidak bisa menusukkan pedang tadi. " Bisik Chang Rui dengan perasaan rumit.
Perasaan ini adalah perasaan yang menyiksanya, tidak perduli sejauh apapun hubungannya dengan kedua orang tuanya.
Tapi, mereka masih keluarganya, Chang Rui benar benar tidak memiliki cara untuk keluar dari jalan ini.
Bahkan jika berakhir dengan dia yang meninggal maka Chang Rui akan menganggap bahwa dia kurang beruntung dan terlalu sembrono karena menemui Dugu Ying.
Chang Rui tidak takut menemui kematian hanya takut bahwa dia membawa terlalu banyak penyesalan yang akan membuatnya merasa tidak tenang.
__ADS_1
Tiba tiba, bayangan seorang laki laki muncul di kepalanya, itu adalah laki laki yang baru saja di kenalnya tapi entah kenapa meninggalkan kesan yang sangat mendalam padanya.
Sebenarnya apa yang dibawa oleh pria ini sampai sampai dia merasa sangat tidak sanggup untuk kehilangan pria ini ?
"Nangong Li, apakah aku sudah pernah menemui mu dulu ? Atau apakah ada kehidupan lain sebelum ini ?" Tanya Chang Rui sebelum akhirnya memejamkan matanya dan terbaring dengan berlumuran darah.
Sementara disisi lain, Nangong Li yang memantau kondisi Chang Rui langsung terkejut ketika melihat bahwa tubuh Chang Rui berubah menjadi pucat dan dingin serta kaku.
"Tidak, tidak mungkin, tidak ! Aku tidak percaya bahwa kamu gagal untuk melewati ujian yang dimiliki oleh Racun Mawar Hitam !" Seru Nangong Li dengan gugup dan menggoyang goyangkan tubuh Chang Rui dengan panik.
Disini, terlihat bahwa Nangong Li tulus pada Chang Rui, wajahnya yang selalu penuh dengan kepalsuan itu menunjukkan ketulusan dan kepanikan yang alami.
Serta menunjukkan ketakutan yang nyata, dimana dia merasa sangat ketakutan ketika menyadari bahwa dirinya akan kehilangan Chang Rui.
"Jangan, aku percaya bahwa kamu bisa, kamu pasti bisa. Kita belum memiliki sepasang putra putri yang menggemaskan, kamu tidak boleh meninggalkan ku seperti ini !"Seru Nangong Li dengan histeris.
Nangong Li duduk di samping Chang Rui dan air matanya mengalir, walaupun tidak banyak tapi itu mengejutkan.
Nangong Li yang bahkan tidak menangis ketika berada di situasi hampir mati, tiba tiba menangis karena seorang wanita.
Jika Long Yu melihatnya maka dia akan jungkir balik karena terlalu terkejut , air mata Nangong Li mengalir dengan pelan dan membasahi wajah Chang Rui.
Tidak lama, wajah yang pucat itu berubah menjadi lebih berwarna dan bulu mata pemilik tubuh yang cantik itu mulai bergerak dan membuka matanya.
"Nangong Li ?" Tanya Chang Rui dengan pelan.
"Syukurlah kau sudah sadar ! Aku percaya bahwa kamu akan berhasil, kamu akan berhasil dalam ujian yang di berikan oleh Racun Mawar Hitam. " Ucap Nangong Li sambil memeluk tangan Chang Rui.
Sementara Chang Rui masih menatap sekitarnya dengan tatapan tidak percaya dan memandang Nangong Li dengan tatapan serius.
"Aku pikir aku tidak akan pernah bisa keluar lagi, siapa yang menyangka bahwa aku memilih jawaban yang benar. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
__ADS_1
Nangong Li mendengarkan dengan sabar dan tidak menanyakan apapun ketika Chang Rui sedang menjelaskan.