REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
154. Zhuge Qin


__ADS_3

Chang Rui duduk dengan mata terpejam sebelum akhirnya seseorang masuk kedalam ruangan milik Chang Yue Qing.


Itu adalah orang yang di kenalnya, itu adalah Jiu Qing yang masuk ke dalam ruangannya dengan pandangan kagum.


Chang Rui yang duduk membelakangi Jiu Qing tiba tiba membuka mulutnya.


"Apakah kamu tahu apa alasanku memanggilmh kemari ?" Tanya Chang Rui dengan lembut.


"Aku tidak mengerti kenapa Nona memangglku kemari. " Ucap Jiu Qing.


"Kamu pasti sudah memiliki dugaan di dalam hatimu tentang masalah kemarin. Aku tidak akan berusaha menyangkal, bagaimanapun kamu adalah pasukan Yang Mulia. Nyatakan bagaimana keputusan mu ?" Tanya Chang Rui dengan senyum dan berbalik menghadap Jiu Qing.


Jiu Qing tidak bodoh dan menarik pedangnya, pedang itu berada di samping leher Chang Rui tapi Chang Rui tampak tidak peduli dengan itu dan terus tersenyum.


"Bukankah ini yang seharusnya aku lakukan ?" Tanya Jiu Qing dengan tatapan yang dingin.


"Tentu saja, Tuan Zhuge Qin. " Ucap Chang Rui sambil terkekeh.


Wajah Jiu Qing berubah menjadi pucat ketika mendengarkan Chang Rui menyebut nama aslinya.


"Membiarkan orang sembarangan untuk bekerja sama denganku ? Aku benar benar tidak sebodoh itu tentu saja. Zhuge Qin, putra dari seorang Menteri Zhuge Yuan. Di bunuh dan diasingkan pada tahun keenam belas Lanyue, putranya yang berbakat dan mendapatkan gelar Zhuangyuan, harus merendahkan dirinya sebagai budak Kaisar. " Ucap Chang Rui dengan senyum dingin.


(Zhuangyuan : Gelar yang diberikan kepada sarjana di Akademi Kekaisaran dengan nilai terbaik dan tertinggi di angkatannya. )


"Aku awalnya tidak percaya dengan pencarian ku sendiri, tapi Jiu Qing, ah tidak Zhuge Qin. Kamu sendiri yang mengungkapkan dirimu yang sebenarnya tanpa sadar. " Lanjut Chang Rui.


"Bagian mana yang telah salah aku lakukan ?" Tanya Zhuge Qin.


"Seseorang pada umumnya tidak akan menghitung atau sebagai akuntan, sementara kamu menghitung beberapa juta Tael dengan begitu mudah seolah olah kamu telah mempelajarinya untuk waktu yang lama. Kamu juga tidak terkejut ketika melihat uang sebanyak itu, berbeda dengan Fu Jin Yang. " Ucap Chang Rui.

__ADS_1


"Aku harus akui bahwa kamu sangat pintar, berbeda dengan kebanyakan rumor yang mengatakan bahwa kamu bodoh dan tidak bisa melakukan apapun, aku yakin bahwa mereka adalah orang buta. " Ucap Zhuge Qin sambil menarik pedangnya dan menyimpan pedangnya.


"Jadi, bagaimana ini ? Putri pengkhianat Kekaisaran yang diasingkan dan Putra dari Perdana Menteri yang dihukum mati akan saling membunuh hari ini ?" Tanya Chang Rui sambil berdiri dan berjalan ke arah Zhuge Qin.


Chang Rui menyentuh wajah Zhuge Qin dan mengelus nya dengan lembut sebelum akhirnya menarik sesuatu.


Selapis kulit terlepas dari wajah Zhuge Qin, itu adalah wajah yang tampan, manis, dan tampak terpelajar.


Berbeda dengan Jiu Qing yang terlihat kasar dan tidak terawat. Chang Rui tersenyum dan melihat kulit palsu di tangannya.


"Tampaknya kamu menjalani kehidupan yang nyaman belakangan ini, bisa dikatakan bahwa murid dari Tetua Zhuang adalah yang terbaik. " Ucap Chang Rui.


Chang Rui mengetahui semua ini ketika masih di Istana, dia mempelajari data setiap orang yang lulus Zhuangyuan dan hanya Zhuge Qin ini yang tidak memiliki kabar sampai saat ini.


Dikatakan bahwa cenderung Zhuge Qin akan memegang suatu benda dengan jari kelingking yang terbuka.


Ketika disuruh memilih pasukan, Chang Rui tidak sengaja melihat Zhuge Qin yang memegang pedang dengan cara yang sama seperti yang di deskripsikan.


"Aku pikir jika aku mengikuti mu maka rencana ku akan terhambat, aku tidak menyangka bahwa langit mengirimkan orang sepertimu untuk bekerja sama denganku. " Ucap Zhuge Qin.


"Siapa yang mengatakan bahwa aku akan bekerja sama denganmu ? " Tanya Chang Rui duduk di atas meja dan tangan kanannya memegang dagu Zhuge Qin lalu menarik wajah pria itu untuk lebih dekat dengannya.


"Jangan lupa, bahwa kamu hanyalah salah satu pilihan. Oh ya, aku tidak suka apabila ada seseorang yang bisa memberontak padaku suatu saat ini. " Lanjut Chang Rui dengan lembut tapi kata katanya membuat bulu kuduk berdiri.


Tatapan Chang Rui yang tajam menembus langsung ke mata Zhuge Qin, warna mata Zhuge Qin begitu indah.


Berwarna ungu seperti sayap kupu kupu dari Barat Laut, ini adalah warna mata yang begitu jarang untuk ditemui.


Wajah mereka lumayan dekat, hanya berjarak paling paling 30 sentimeter. Zhuge Qin mundur dengan paksa karena salah tingkah.

__ADS_1


Sementara Chang Rui duduk di meja dengan kedua tangan yang terlipat di dada layaknya seorang bos.


Chang Rui melemparkan sebuah kertas ke arah Zhuge Qin dan membiarkan Zhuge Qin mengambil keputusan.


"Aku hitung sampai tiga, semua keputusan ada ditangan mu. Jika kamu memutuskan untuk mengambil jalan sendiri maka itu akan seru. Biarkan aku melihat tekad seperti apa yang dimiliki oleh seorang Zhuangyuan, apakah itu hanyalah seorang sampah yang mengikuti arus atau kamu menancapkan pedang dan bertahan sampai akhir. " Ucap Chang Rui dengan senyum menantang.


Chang Rui melihat Zhuge Qin yang berlutut ditanah dan memandang surat perjanjian yang dia tawarkan.


Chang Rui sudah memegang pedang pendeknya dan bersiap apabila Zhuge Qin ingin menolak, untuk seseorang yang mampu untuk menyembunyikan diri dengan begitu dalam.


Tentu saja Chang Rui harus berjaga jaga ketika membawa orang semacam itu ke sisinya, tanpa diduga duga Zhuge Qin benar benar melukai tangannya sendiri dan menanda tangani perjanjian berdarah itu.


"Aku akan melakukan apapun untuk kematian Yu Lian, tidak akan keberatan untuk membayarnya dengan nyawaku. " Ucap Zhuge Qin.


"Anak yang baik sekali, pada saat ini kamu adalah bawahan ku, ada baiknya bagimu untuk terus bersikap seperti biasa , jangan biarkan Cuiyun tahu tentang hal ini. " Balas Chang Rui sambil melempar kulit palsu itu ke arah Zhuge Qin.


Zhuge Qin menunduk dan berjalan mundur lalu keluar dengan kepala yang menunduk sementara Chang Rui melempar surat perjanjian itu kedalam tungku.


Disana, surat terbakar dan menjadi sebuah gelang berwarna abu abu tua di tangannya, selama abu ini masih utuh maka Zhuge Qin akan baik baik saja.


Tapi, jika gelang dari abu ini terbelah maka itu sama dengan nyawa Zhuge Qin, Chang Rui berdiri dan memandang jendela luar.


"Betapa menyedihkan nya orang orang ini, demi dendam mereka bahkan rela untuk menjual nyawa mereka sendiri. " Ucap Chang Rui dengan lembut.


Rambutnya berkibar dengan indah yang menunjukkan aura mendominasi miliknya, dia akan segera menjadi walikota wanita pertama yang ada di dalam sejarah.


Chang Rui akan menunjukkan bahwa bukan hanya pria yang bisa masuk kedalam Akademi Kekaisaran bahwa wanita juga layak dan memiliki hak untuk mendapatkan pelajaran dan bersaing.


Bonus like 13,5 k : 3/3

__ADS_1


__ADS_2