REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
156. Surat Balasan


__ADS_3

3 Hari kemudian,


Semuanya berjalan normal seolah olah percakapan mereka sebelumnya tidak pernah terjadi.


Chang Rui duduk di meja kerja milik Chang Yue Qing , dia baru saja selesai menjenguk Chang Yue Qing dibawah sana.


Chang Rui duduk dan memandang pantulan dirinya sendiri di pantung naga kecil di meja kerja milik Chang Yue Qing yang berkilat dengan dingin.


Entah kenapa, Chang Rui merasa bersalah untuk semuanya, merasa bahwa dirinya telah merebut apa yang seharusnya menjadi milik Yu Cheng Qing.


Tapi, tiba tiba sebuah bayangan wanita yang lembut muncul di depannya, Chang Rui langsung mengenali orang itu.


Di belakang wanita itu ada wanita lain yang pembawaannya lebih tenang dan dewasa, wajah mereka terlihat mirip.


"Putri Cheng Qing. " Ucap Chang Rui dengan terkejut.


"Chang Rui , aku melihatmu bahwa kamu gelisah belakangan ini, jangan salahkan dirimu sendiri. Aku saat ini sudah tiada dan kamu adalah pemilik tubuh ini, jangan merasa bahwa kamu merebut ini semua dariku. " Ucap Yu Cheng Qing dengan lembut.


"Apakah semua ini hanya halusinasi ?" Tanya Chang Rui dengan tidak yakin.


"Ini tentu saja bukan halusinasi semata, pada saat ini aku bertemu dengan Ibu dan Kakek. Aku menjalani kehidupan yang bahagia di keabadian, kamu jangan merasa bersalah untukku. Satu satunya hal yang ingin aku minta darimu adalah, balaskan dendamku. " Ucap Yu Cheng Qing dengan tatapan sendu.


"Apakah kamu ingin aku membunuh Yu Lian dan Yu Qingyun ?" Tanya Chang Rui.


Yu Cheng Qing tampak merenung sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin mereka meminta maaf kepadaku dan merenungi kesalahan mereka, aku ingin mereka menyesal karena telah memperlakukan ku seperti itu. " Ucap Yu Cheng Qing.


"Putri Cheng Qing tenang saja, aku akan berusaha sekuat tenaga. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu janganlah terbenam dalam kebencian yang bukan dimiliki oleh mu, membalaskan dendam memang penting tapi tidak boleh sampai mengorbankan orang lain. " Ucap Chang Bin Ri.


Chang Rui mendengarkan hal ini dengan mata terpejam dan tampak bingung bagaimana caranya untuk menangani hal ini.


"Masalah Chang Yue Qing, aku benar benar menyesal karena membuatnya terpukul dengan kenyataan itu sehingga dia bunuh diri. " Ucap Chang Rui dengan rasa bersalah ketika berhadapan dengan Yu Cheng Qing dan Chang Bin Ri.


"Ayahku sudah melakukan kesalahan, lihatlah betapa banyak orang yang menderita karena tingkah lakunya. Ini seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu secara pribadi, kepadamu dan kepada semua orang di Kota Wu. Dulu, aku tidak bijak sehingga tidak bisa merawat Yu Cheng Qing dan membuatmu kesulitan. " Ucap Chang Bin Ri sambil menunduk dalam.


"Jangan ! Jangan meminta maaf kepadaku, jika tidak maka aku akan merasa buruk. Jika aku melakukan semua yang diminta oleh kalian maka aku tidak akan berhutang apapun lagi kepada kalian. Oh ya, aku juga akan membantu mencari orang yang meracuni dirimu. " Ucap Chang Rui.


"Terima kasih banyak, Chang Rui. " Ucap Yu Cheng Qing sebelum akhirnya memudar dan menghilang bersama dengan Chang Bin Ri.


Chang Rui menghela nafas dan merasa bahwa dirinya menjadi lebih lega, semua beban yang ditimpakan kepadanya seolah olah sudah hilang sepenuhnya.


Suara kaca yang diketuk telah menyadarkan Chang Rui dari lamunannya dan melihat bahwa disana ada seekor burung merpati yang cantik.


Chang Rui membuka itu dan mengambil surat lalu memberikan biji bijian yang ada di meja kerjanya kepada burung itu.


Takut bahwa rencananya meleset, tapi ketika dia melihat kata kata di depannya membuatnya tersenyum senang.


Betapa senangnya ketika melihat ini, dia benar benar diangkat menjadi walikota wanita pertama, yaitu Walikota Kota Wu.


Dia harus kembali ke Istana untuk menerima penobatannya sebagai seorang Walikota, pasti akan menerima banyak pertentangan dari Menteri Menteri tua.


Tapi, siapa yang takut ? Chang Rui tidak pernah mengatakan bahwa dirinya takut, dia tidak takut pada apapun bahkan jika hukuman matinya diturunkan oleh Yu Lian pada saat ini.


Yang dia takutkan adalah dia harus menerima pengkhianatan. Terutama dari orang terdekatnya.


Chang Rui akan berjalan menuju Istana besok, jadi dia akan mengecek kondisi kesehatan penduduk kota Wu hari ini untuk memastikan apakah aman untuk dia tinggal selama satu minggu.

__ADS_1


Selama seminggu ini, dia akan tinggal di Ibukota. Dan memantau apakah situasinya stabil atau tidak.


Juga untuk memastikan dan memberikan kesan apakah dia mampu atau tidak menjadi seorang Walikota.


Dia harus menjadi orang yang cenderung ceroboh, dengan begitu maka orang orang tua di pengadilan Istana itu akan memprotes dan memintanya untuk diturunkan.


Tapi, Yu Lian tidak mungkin langsung menurunkannya dari jabatan. Jika Yu Lian langsung menurunkannya dari jabatan hanya karena beberapa kata orang tua keras kepala di Pengadilan Istana.


Maka, dimana Yu Lian harus menaruh wajahnya lagi ? Mengingat bahwa Yu Lian sendiri yang mengangkatnya sebagai seorang Walikota.


Ini akan menabur kebencian di antara Yu Lian dan para orang tua yang duduk dengan nyaman di Pengadilan Istana.


Kebencian Chang Rui untuk mereka telah berakar, mulai dari mereka yang akan terlihat baik baik saja di depan tapi pada akhirnya akan menusuk musuhnya dalam diam.


Orang seperti itu tidak akan pernah hilang, tapi mereka sudah tua, sudah saatnya untuk menggantinya dengan sarjana yang baru.


"Nona, kenapa kamu memanggilku ?" Tanya Zhang Le.


"Tidak apa apa, hanya saja persiapkan diri kalian. Besok kita akan berjalan kembali ke Ibukota untuk mendapatkan apa yang telah aku perkirakan. " Ucap Chang Rui dengan tatapan dingin.


"Nona benar benar di angkat menjadi seorang Walikota ? Perhitungan Nona benar benar baik dan tidak meleset sedikit pun. " Ucap Zhang Le memuji.


"Jika dibandingkan dengan ayahmu maka aku masih kalah, terutama di medan perang yang sebenarnya. " Ucap Chang Rui dengan rendah hati.


"Sebenarnya ayahku tidak sepintar yang dikatakan oleh orang orang, ayahku tidak terpelajar dan berasal dari kalangan bawah. Dia tidak sempat belajar di Akademi Kekaisaran sehingga mudah untuk ditipu oleh orang lain. Jika dia pintar maka dia tidak akan sampai ke titik itu. Lalu, karena itulah dia menjadi unik, orang yang jujur, berterus terang dan cinta pada tempat kelahirannya. Sayangnya semua cinta yang dia miliki kepada Negaranya tidak mampu untuk di kembalikan ataupun dibayar kembali padanya dan membuatnya menderita seperti ini." Ucap Zhang Le panjang lebar.


Setelah mereka mengenal lebih dekat, Chang Rui akhirnya menyadari bahwa Zhang Le adalah orang yang sangat suka untuk bercerita tentang kehidupannya.


Mungkin juga karena Zhang Le merasa bahwa Chang Rui tidak akan menyakitinya, karena hidupnya pada saat ini berada di tangan Chang Rui.

__ADS_1


Bonus Like 14 k : 2 / 3


__ADS_2