
Keesokan harinya, Chang Rui mengenakan pakaian pria dan mendandani dirinya sendiri dengan pakaian pria.
Lalu Chang Rui menggunakan syal di lehernya untuk menutup wajah nya nanti di perjalanan karena dia akan melewati padang pasir yang sangat panas.
Sementara Zhang Yue akan berjalan menuju utara disana akan ada sangat banyak salju yang mematikan.
Keduanya akan berada di bagian panas dan dingin pada waktu yang bersamaan.
"Kita akan bertemu lagi di masa depan !" Ucap keduanya dengan senyum tipis.
Di depannya ada Jiu Yu dan Jiu Hua yang baru saja datang untuk melihat keadaan Nangong Li setelah dipanggil datang oleh Chang Rui menggunakan surat.
"Aku mengandalkan kakek untuk menjawab suami ku pada saat ini. " Ucap Chang Rui dengan senyum tulus.
"Jie jie, jaga dirimu. Berjanjilah bahwa kamu akan kembali tahun depan. " Ucap Jiu Hua sambil menahan tangis.
"Pada tahun itu maka kamu akan menjadi gadis dewasa. " Ucap Chang Rui sambil tersenyum lebar dan mengacak ngacak rambut Jiu Hua.
Mungkin, di masa depan akan sangat sulit untuk menemukan gadis dengan niat yang sangat murni seperti Jiu Hua.
Jiu Hua adalah orang yang sangat murni dan tidak pernah bisa berbohong kepada orang lain.
Jadi, sangat sulit untuk mendapatkan orang semacam ini di masa depan.
"Jie jie, aku akan menunggu mu. Ini hanya satu tahun, aku yakin kamu dan aku akan bisa melewatinya dengan semangat yang membara. " Ucap Jiu Hua dengan polos.
"Tentu saja, jie jie akan kembali. Ini hanya satu tahun, selama tinggal. " Ucap Chang Rui pada kedua nya sebelum akhirnya berjalan menjauh.
Chang Rui berhenti sejenak ketika berdiri di depan kediaman Nangong Li, lalu memandang ke belakang.
"Aku bersumpah bahwa aku akan kembali ke kediaman ini di masa depan. " Ucap Chang Rui dengan penuh tekad dan kepercayaan diri anak muda lalu berlari ke depan dengan semangat.
Chang Rui membeli kuda dan memacu kudanya. Chang Rui membeli topi bambu untuk menghalangi dirinya dari cahaya matahari.
Lalu mulai memacu kudanya lagi, Chang Rui akhirnya keluar dari Ibukota dan Chang Rui mengambil persediaan arak yang terikat di kudanya.
__ADS_1
Ada tiga guci yang sangat besar, itu untuknya dan untuk kuda, selanjutnya adalah jalan yang panjang sebelum akhirnya ada desa untuk mengisi ulang persediaan nya.
Chang Rui duduk di hutan dan meminum sedikit arak nya sebelum akhirnya melihat bahwa tempat dia bernaung adalah pohon apel.
Dan dengan pedang pendeknya, Chang Rui melempar nya ke atas dan pedang itu menancap di sebuah apel lalu jatuh ke bawah.
Chang Rui memakan apel itu dengan puas, satu buah apel sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
Chang Rui mulai memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan lagi.
Setelah nya, Chang Rui berhenti beberapa kali dan menghabiskan tiga hari dua malam sebelum akhirnya masuk ke dalam sebuah d
Desa bernama Desa Wu.
Sangat banyak pedagang yang berhenti dan beristirahat disini, jadi walaupun ini adalah Desa kecil tapi Desa ini kaya dan penuh dengan makanan enak.
Chang Rui yang hanya membawa dua pakaian pria ganti dengan yang digunakan nya menjadi tiga hanya bisa menunjukkan kesan yang menyedihkan sehingga tidak ada yang ingin meladeni nya.
"Aku akan menginap 1 hari. " Ucap Chang Rui menyerahkan satu tael.
Ternyata inilah rasanya ketika harus berjalan untuk waktu yang lama dan jauh. Seandai nya dia memiliki seseorang untuk menemani nya melakukan perjalanan jauh maka itu akan lebih nyaman di lakukan dan lebih menyenangkan.
Chang Rui memejamkan mata nya sejenak dan merasa ragu dengan semuanya. Sebenar nya, apa perasaan nya terhadap Nangong Li ?
Chang Rui duduk di dalam kamar penginapan nya dan merenung, Chang Rui tidak mendapatkan masalah yang merepot kan karena dia menyamar sebagai seorang pria.
Jika dia memasang tampilan nya sebagai seorang wanita maka akan ada banyak masalah yang menghampiri nya.
Belum lagi dengan dia menggunakan topi bambu , itu membuatnya tidak bisa di lihat oleh orang lain.
Tidak banyak orang yang tertarik untuk berurusan dengannya dan itu memudahkan nya.
Tujuan nya kali ini adalah pergi jauh ke tengah pada gurun dan mengambil sebuah bunga yang disebut dengan Bunga Tujuh Kehidupan.
Bunga ini hanya hidup di titik paling panas sebuah gurun pasir yang membuat nya sulit untuk diambil.
__ADS_1
Belum lagi dengan beberapa hewan buas yang harus di hadapi nya untuk mengambil bunga itu.
Bunga itu akan di masukkan ke dalam sebuah kotak untuk menyimpan obat yang di sebut dengan kotak Abadi karena obat apapun yang di simpan di dalam nya tidak akan pernah membusuk.
Perjalanan Chang Rui menuju Bunga Tujuh Kehidupan masih jauh, menurut peta maka seharusnya dia masih melewati tiga atau 4 desa lagi dan sekitar 2 hutan lain lagi.
Mungkin akan menghabiskan waktu sekitar 1 bulan atau mungkin lebih, pada malam ini Chang Rui tidur dengan sangat nyenyak untuk memulihkan tenaga nya.
Dan keesokan hari ketika matahari telah terbit sepenuhnya , Chang Rui bangkit dengan malas dari atas tempat tidur nya.
Lalu menerima pakaiannya yang telah di cuci oleh orang penginapan, Chang Rui mengenakan yang lain dan membiarkan satu kotor.
Jika memang sulit maka dia akan membelinya nanti, Chang Rui juga bisa mencuci nya di tepi sungai.
Perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang. Selanjutnya, Chang Rui berlari lagi dan kembali masuk ke dalam hutan.
Di depan ada Desa bernama Desa Qin, tidak terlalu besar tapi menjadi perbatasan Dinasti Qing.
Setelah dia keluar dari Desa Qin maka dia akan merasakan perjalananan yang sebenar nya karena dia tidak akan berada di salam perlindungan Kekaisaran lagi dan akan masuk ke dalam daerah bebas.
Di tempat seperti itu maka akan ada begitu banyak kekacauan dimana mana, tapi apa yang bisa di lakukan nya ? Nanti, Chang Rui akan pergi menuju tempat orang Bar Bar dan mengambil sesuatu dari mereka.
Ini tentu saja bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang mustahil baginya , setiap hari dia meningkat kan kemampuan nya.
Chang Rui ingin kekuatan nya sama dengan milik Nangong Li dengan begitu maka di masa depan Nangong Li tidak akan bisa menganggu nya lagi.
Di dalam hutan kedua, Chang Rui sudah berada tiga hari disana dan guci anggur kedua sudah habis.
Kuda juga tampak lelah , Chang Rui mengelus surai kudanya dan membiarkan kuda nya untuk berbaring sejenak.
Dia akan menginap semalaman disini dan tidur disini sebentar untuk mengisi ulang tenaga nya.
Tidak tahu hutang apa yang dimiliki nya pada Nangong Li kehidupan lalu sehingga dia harus bekerja lembur layaknya kuda untuk menolong pria itu.
Sungguh keterikatan yang tidak masuk akal.
__ADS_1