REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
207. Pendekar Bulan III


__ADS_3

Satu orang yang layak untuk di lirik olehnya ada seorang pria dengan pedang besar dan mata yang tertutup satu, layaknya seorang berandalan.


Chang Rui pernah mendengar beberapa hal tentang orang ini dan Chang Rui mengetahui namanya adalah Murong Fei, julukannya adalah Pendekar Pemotong Langit.


Agak aneh tapi itu semua dikatakan karena kekuatannya dalam memegang sebuah pedang dan karena kemampuannya dalam mengalahkan lawannya.


Murong Fei ini dikatakan bahwa dulu memiliki pasangan bela diri miliknya yang merupakan saudaranya sendiri, Murong Lei.


Tapi, Murong Lei sendiri di katakan bahwa sudah meninggal sejak 2 tahun lalu. Jadi, menurut Chang Rui pada saat ini Murong Fei sendirian di manfaatkan oleh orang orang untuk mengambil tempat di sisinya.


Siapa yang tidak ingin posisi yang begitu bagus, dimana seseorang akan menjadi asisten Murong Fei yang hebat dan berkuasa.


Walaupun Murong Fei memang hebat dan tiada tandingnya pada saat itu, tapi tidak pada zaman sekarang ini.


Ada banyak talenta yang lahir untuk menunjukkan bakat mereka. Jadi, orang orang seperti Murong Fei, cepat atau lambat akan terkikis oleh perubahan zaman dan bertambahnya usia.


Setiap pahlawan memiliki masa masanya sendiri, tidak tahu apakah dia mampu untuk menjadi seorang pahlawan yang dikenang oleh semua orang.


Di dunia ini, tidak banyak orang yang layak untuk menyandang gelar pahlawan di dunia ini.


Pahlawan adalah orang yang mampu memukul tanggung jawab dunia, tidak hanya memiliki kemampuan yang tiada tara nya.


Tapi, memiliki hati yang luas dan kebajikan yang luar biasa untuk mampu memiliki kemampuan di tunjuk sebagai seorang Pahlawan yang mampu dan hidup.


Kemunculan pahlawan berarti sama dengan menandakan berakhirnya suatu era dan menunjukkan kedatangan era yang baru.


Hanya saja, Chang Rui tidak memiliki niat untuk menjadi seorang Pahlawan. Karena tidak ada pahlawan yang berakhir dengan baik, Chang Rui hanya ingin menjadi seseorang yang hidup dengan bahagia dan berkecukupan.

__ADS_1


Tidak perlu dia memiliki kekuasaan yang tiada tandingnya, yang dibutuhkan olehnya adalah ketenangan dan kenyamanan.


Tapi, sayangnya dengan latar belakangnya pada saat ini maka akan sulit untuk melepaskan diri dengan mudah.


Ketika melamun dan memikirkan masa depannya, apakah ingin memiliki kebahagiaan atau kekuasaan, barulah Chang Rui tersadar bahwa dia sedang berada di kompetisi.


Kelompoknya di panggil ke depan dan Chang Rui melompat ke dalam ring, siapa yang menyangka bahwa orang orang akan menargetkan dirinya terlebih dahulu.


Terutama karena dia adalah satu satunya orang yang tidak memiliki kelompok dan lebih mudah untuk di kalahkan dibandingkan yang lain.


"Karena kamu tadi tidak ingin masuk ke dalam kelompok kami maka rasakanlah apa akibatnya !" Seru pria itu.


Chang Rui tertawa ringan dan tidak mengeluarkan pedangnya, hanya menangkis setiap pergerakan musuhnya.


Semula dia hanya mundur selangkah demi selangkah seperti biasa, tapi sekarang dia mundur dua langkah dan satu langkah.


Chang Rui berputar di udara dan mendarat dengan satu kaki di atas bilah pedang pria itu, kedua tangannya di rentangnya sementara kaki lainnya dilipat yang menunjukkan nya seperti seorang pertapa yang telah lama berdiam diri di dalam gua terpencil.


Chang Rui memang telah mengejutkan semua orang disini akan kemampuan meringankan tubuh miliknya yang luar biasa langka.


Chang Rui menekankan tenaganya di tumit dan membuat orang di bawahnya tidak memiliki kekuatan lagi untuk menopang tubuhnya dan pedang mulai terseret di tanah, kemana mana.


Dan menyebabkan kekacauan tapi tidak ada orang yang ingin membantu nya atau pun membantu musuhnya.


Chang Rui berputar putar sambil menarik pedang musuhnya , sebelum akhirnya melompat dan bilah pedang yang digunakan oleh musuhnya langsung patah dan menunjukkan belahan dua yang mengerikan.


"Jadi, aku ingin melihat sebenarnya yang pamer adalah siapa. Senior Murong Fei memiliki kemampuan yang baik dalam seni bela diri tapi tidak mampu untuk mengajarkan kepada orang lain. " Ucap Chang Rui dengan tawa dingin.

__ADS_1


Murong Fei tidak terburu buru untuk menjawab perkataannya, tampaknya Murong Fei ini bukanlah oleh yang terburu buru dan tidak juga orang yang mudah tersulut oleh api amarah.


Menangani orang semacam ini lebih sulit di bandingkan melawan orang yang mudah meledak dan pemarah..


Orang seperti Murong Fei ini membuatnya merasa bingung akan apa yang di rasakan nya. Sangking hebatnya dalam menyembunyikan diri dan memalsukan diri, Chang Rui sampai sampai tidak mengerti yang mana adalah wajah yang asli.


Chang Rui menyadari bahwa dirinya seharusnya berperang dengan lebih keras tapi akhirnya Chang Rui menyadari bahwa ini bahkan belum babak pertama ada banyak orang yang mati sebelumnya.


Entah karena dendam pribadi atau karena kemarahan di atas arena pedang ini, tapi dikatakan bahwa pertandingan ini hanya digunakan oleh Kaisar untuk maksud yang lain.


Entah apa yang dimaksud oleh Kaisar dan rahasia apa yang ingin di sampaikan oleh Kaisar dalam hal ini.


Chang Rui mengangkat kakinya dan menendang dada musuhnya dengan lumayan kuat, dia masih berbelas kasihan.


Jika dia tidak memiliki rasa kasihan yang tersisa maka dia tidak akan segan untuk menendang sampai pria itu muntah darah.


"Terima kasih atas kebaikan hati dari senior, ini adalah kesalahan ku karena memiliki mata tapi tidak mampu melihat seorang ahli dengan jelas. Memang kesalahan dari kedua mata babi ku, harap Tuan memberikan pengajaran kepadaku di masa depan. " Ucap Pria itu dan berjalan turun dari arema tanpa ragu.


"Bagus sekali ! Tahu apa yang ingin kamu tuju dan sadar diri. Mundur tepat waktu dan tidak memaksakan kemampuan sendiri." balas Chang Rui dengan pujian.


Sementara orang yang di puji telah pergi jauh, Iris menatap ke kanan dan kiri untuk melihat kelompok kelompok yang sudah di bentuk


Pada saat ini, sangat sulit untuk menemukan orang semacam ini, Chang Rui memutar pedangnya dan tidak menggunakan bagian tajam dari peadangnya.


"Murong Fei, aku ingin menantang mu !" Seru Chang Rui.


"Kamu ingin menantang ku ? Atas dasar apa kamu memiliki hak untuk menantang ku ? Bagaimana jika aku menolak untuk bertarung padamu ? Bagaimanapun kekuatan ku tinggi dan tidak akan melakukan hal hal remeh semacam ini pada pria cantik sepertimu. " Ucap Murong Fei.

__ADS_1


"Pria cantik ? Sebutan yang baru dan indah, aku menyukainya. Bagaimana jika kita mencoba untuk bertarung terlebih dahulu dan kita akan tahu bagaimana hasilnya, siapa yang lebih hebat." Balas Chang Rui dengan tatapan tajam.


__ADS_2