REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
197. Melihat Keadaan


__ADS_3

"Benar ! Dia harus dihukum !"


"Yuan Lai harus diadili karena tindakannya yang kejam dan semena mena !"


"Jika bukan karena Walikota Chang maka kita semua akan mengalami bencana besar !"


Teriakan demi teriakan terdengar dan orang orang mulai mengutuk Yuan Lai dengan kejam. Chang Rui juga tidak menghentikan mereka.


"Dari sini kita bisa melihat bahwa apa yang terlihat baik belum tentu baik dan apa yang terlihat buruk belum tentu buruk. Kalian semua merendahkan Jia Li karena masa lalunya, tapi jiwanya dan ketulusannya tidak bisa dibandingkan dengan orang yang terpelajar seperti Yuan Lai. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


"Yuan Lai memiliki pendidikan dan pengetahuan di atas rata rata, tapi tidak menggunakan kepintarannya untuk hal yang baik justru menggunakannya untuk menipu orang lain. " Lanjut Chang Rui.


Jia Li yang mendapatkan pujian dari Chang Rui langsung tersenyum malu malu sementara warga lain yang sebelumnya merendahkan Jia Li langsung merasa tidak enak hati.


"Nona Jia, maafkan aku. Sebagai gantinya , aku keluarga Hu akan mentraktir mu makan di rumah makan milik keluarga kami. " Ucap seorang pria paruh baya yang mengambil langkah terlebih dahulu.


"Kami juga meminta maaf, Nona Jia. Kami akan merangkai bunga untukmu sebagai bentuk permintaan maaf. " Ucap yang lain.


Permintaan maaf dilayangkan untuk Jia Li dan Jia Li pun membungkukkan tubuhnya dalam dalam sebagai bentuk rasa syukur dan hormat kepada semua orang.


"Jika harus berterima kasih maka harus berterima kasih kepada Nona Chang. Tidak ada keuntungan yang di dapatkan dari Nona Chang untuk Kota Wu, tapi dia sudah mengeluarkan jutaan tael hanya untuk membangun Kota ini. " Ucap Jia Li dengan bijak.


"Terima kasih, Nona Chang ! Kami akan selalu setia padamu !" Teriak orang orang dengan kompak.


"Aku senang apabila melihat bahwa Kota Wu sangat kompak. Bagaimanapun mulai saat ini, baik tua muda, kaya miskin, kita semua adalah keluarga besar yaitu warga Kota Wu. " Ucap Chang Rui.

__ADS_1


"Kita adalah keluarga ! Kalahkan musuh bersama !" Teriak orang orang.


Chang Rui mengangguk setuju dengan pendapat orang orang ini akhirnya memutuskan untuk membawa Yuan Lai dah keluarganya ke dalam penjara untuk di interogasi terlebih dahulu dan memastikan bahwa ini hanya keserakahan semata.


Jika hanya keserakahan satu keluarga saja maka masih bisa dimaklumi dan masih bisa diselesaikan dengan mudah.


Tapi, jika ada orang yang berada di balik Yuan Lai maka itu akan merepotkan dan melelahkan. Benar benar membuat kesal jika harus menangani hal hal semacam itu.


"Dimana Nangong Li ? Kenapa aku tidak melihatnya sama sekali belakangan ini ?" Tanya Chang Rui dengan heran.


"Tidak tahu, tapi belakangan ini dia selalu mengurung diri di dalam kamarnya dan tidak ada yang keluar dari kamarnya hanya menerima makanan yang di antarkan. " Ucap Jiu Qing memberikan laporan.


"Apa yang terjadi padanya sampai sampai dia melakukan itu ? Apakah dia sakit ? Jika dia sampai kenapa kenapa disini maka Kota Wu akan sulit untuk menjelaskannya kepada Dinasti Qing. " Ucap Chang Rui sambil berlari ke arah kamar Nangong Li.


"Bilang saja kamu mengkhawatirkan nya, pakai acara mengatakan sulit menjelaskan atau apalah itu benar benar tidak sesuai dengan dirimu. Tampaknya kamu sekarang sudah berubah terlalu banyak. " Ucap Jiu Qing sambil menilai Chang Rui.


"Kamu terlihat lebih riang setelah tinggal di Kota Wu, apakah kamu tidak ingin mengejar tugas yang diberikan oleh Yu Lian lagi ?" Tanya Jiu Qing.


"Tidak perlu lagi, sebelumnya kekuasaan ku terlalu kecil tapi pada saat ini maka akan mudah bagiku untuk keluar masuk Istana. Pada saat itu maka tidak di perlukan lagi semua misi yang sulit dan tidak masuk akal itu. " Ucap Chang Rui.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu cari dari Istana ?" Tanya Jiu Qing dari belakang.


"Kenapa kamu menjadi begitu banyak bertanya hari ini, apakah kamu telah memakan obat yang salah sampai sampai menjadi seperti ini ?" Tanya Chang Rui dengan heran ketika melihat bahwa Jiu Qing benar benar berbicara terlalu banyak.


"Tidak apa apa, aku hanya khawatir denganmu. Jadi aku menanyakan hal ini. " Jawab Jiu Qing dengan buru buru dan tidak sengaja keceplosan bahwa dia benar benar khawatir dengan keadaan Chang Rui.

__ADS_1


"Jadi memang benar bahwa kamu mengkhawatirkan ku selama ini, kenapa harus diam diam dan memendamnya sendiri ?" Tanya Chang Rui menggoda Jiu Qing sampai akhirnya mereka tiba di depan pintu kamar Nangong Li.


Chang Rui mengetuk pintu dan pintu dibuka oleh seorang pria yang jauh lebih tinggi darinya, ketika dia mendongak.


Chang Rui bisa melihat bahwa itu adalah Nangong Li dengan rambut yang terurai dan jubah sutra berwarna putih pucat yang menunjukkan kesamaan pada warna kulitnya yang sama pucatnya dengan warna pakaiannya.


"Apakah aku boleh masuk ?" Tanya Chang Rui.


"Tentu saja. " Ucap Nangong Li dengan suara serak.


Chang Rui mencium bau obat obatan di dalam ruangan dan merasa bahwa ini tidak asing hanya saja dia tidak bisa mengenali harum dari obat obatan ini.


"Apakah Tuan Nangong sedang sakit ? Apakah memerlukan ku untuk memeriksa keadaan mu ?" Tanya Chang Rui.


"Tidak perlu, aku tidak sedang sakit. Aku hanya sedang suka menghirup udara dari obat obatan herbal yang menenangkan dan membantuku mengatasi kesulitan tidur saja. " Jawab Nangong Li lalu berbaring di atas ranjang dengan rapih.


"Belakangan ini aku kesulitan untuk tidur, itu adalah alasanku tidak keluar belakangan ini dan telah merepotkan Nona Chang. "Lanjut Nangong Li.


"Tuan Nangong telah berpikir terlalu banyak, seorang tamu datang ke tempatku dengan ramah maka aku harus menjamunya dengan baik. Jika tidak baik, bukankah semua orang akan menghujatku ?" Tanya Chang Rui dengan candaan.


Keduanya tertawa lemah dan saling menatap wajah satu sama lain dibalik cahaya yang remang remang ini.


Terlihat wajah Nangong Li yang sangat pucat, layaknya kekurangan darah. Tidak ada yang tahu apakah itu wajah milik manusia hidup atau bukan.


Chang Rui refleks mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Nangong Li dengan lembut, dan ketika tangannya tiba.

__ADS_1


Itu adalah permukaan yang datar dan halus, tapi sangat keras dan dingin. Lalu Chang Rui merasa bahwa tangannya seperti tersengat oleh aliran listrik lalu dia dengan segera menarik tangannya dari sana dengan wajah salah tingkah.


"Maafkan aku, aku tidak seharusnya lancang dan menyentuh wajah Tuan Nangong. " Ucap Chang Rui dengan menyesal karena tangannya bertindak lebih cepat daripada kecepatan otaknya mencerna situasi yang sedang terjadi pada saat ini.


__ADS_2