
" Sayang, ayo bangun. Kita sudah sampai tujuan." Ucap Fang Huai Li pada putrinya dan pada akhirnya Chang Qing Xin bangun dari tidurnya.
Chang Rui merasa bahwa dirinya mati rasa di seluruh lengan dan tubuh bagian atasnya. Enak juga bagi Chang Qing Xin karena tidur selama 6 jam sementara dia tidak bisa tidur sama sekali.
"Kak, kamu turun saja dulu. Tanganku kaku semua, ayo hadapi dia. " Ucap Chang Rui memanas manasi kakaknya.
Ketika kakaknya turun , Nangong Li tampak mengerutkan dahinya dan ketika dilihat lebih dekat barulah dia menyadarinya.
"Chang Jian Ming ?! Aku tidak menyangka bahwa kamu masih hidup. " Ucap Nangong Li dengan hangat hanya saja kata katanya terlalu menusuk.
"Kenapa aku tidak hidup lagi ? Aku adalah orang yang hebat. " Balas Chang Jian Ming.
"Orang yang hebat ? Hmph ! Kamu masih suka membual seperti dahulu, benar benar memalukan. Aku tidak menyangka bahwa Chang Rui bisa menemukanmu, tengkorak tua. " Ejek Nangong Li.
"Aku pikir kalian sepasang kekasih, bersatu untuk memojokkan ku. Dia bahkan sekarang sudah menghasut istri dan putriku untuk melawan ku juga, kalian benar benar kelewatan. " Keluh Chang Jian Ming.
Walaupun mulutnya terus mengoceh tapi kedua pria itu masih berpelukan satu sama lain dengan penuh perhatian.
"Istri ? Siapa yang ingin menikah dengan pria jorok sepertimu ? Aku ingat bahwa kamu melarangku untuk mandi agar menemanimu yang sudah tidak mandi tiga hari. " Ucap Nangong Li cepat cepat melepaskan pelukannya.
"Kamu harus bertindak dengan sopan padaku saat ini karena aku adalah kakak ipar mu, bisa saja aku tidak memberikan restu pada kalian ! Aku ini adalah orang yang mau bettobat dan menyadari kesalahanku, jadi aku sudah sejak lama berubah dan ya, istriku adalah Fang Huai Li." Ucap Chang Jian Ming dengan bangga.
Nangong Li mengangguk dan tampak tidak terkejut dengan kata kata dari Chang Jian Ming.
"Tidak heran sebenarnya mengingat bahwa hanya Fang Huai Li yang ingin di bohongi olehmu pada saat itu, menggunakan Chang Rui sebagai alasan untuk bertemu berdua adalah cara paling pengecut yang aku tahu. " Ejek Nangong Li menusuk titik sakit Chang Jian Ming.
Dari tadi, Chang Rui sudah mengungkit hal itu berulang kali dan sekarang laki lakinya telah melakukan hal yang sama.
"Dasar kalian sepasang orang yang tidak tahu sopan santun, aku ini lebih tua dari kalian !" Seru Chang Jian Ming dan mereka mulai menarik telinga mereka.
Chang Jian Ming menarik kedua telinga Nangong Li sementara Nangong Li menarik telinga Chang Jian Ming.
Keduanya tampak sangat kekanak kanakan walau sebenarnya sudah sangat tua, Chang Rui yang dari dalam kereta kuda hanya menghela nafas dengan malu.
"Kak Huai Li, apakah kamu bisa keluar terlebih dahulu ? Kamu harus menghentikan mereka terlebih dahulu. " Ucap Chang Rui dengan helaan nafas.
"Bukannya aku tidak mau, hanya saja apakah kamu pernah melihat aku berhasil untuk melerai kakak mu itu untuk bertengkar dengan orang lain ? Nafsu pertengkarannya terlalu tinggi, aku kadang berpikir darimana gelar pendiam yang dia miliki di Kerajaan Langit. Aku pikir semua itu hanya omong kosong sampah. " Ucap Fang Huai Li ikut lelah.
Karena Fang Huai Li sudah menyatakan bahwa dirinya menyerah maka Chang Rui mau tidak mau turun dari kereta dalam kondisi salah satu tangan yang kaku.
"Nangong Li ! Chang Jian Ming ! Jika kalian berdua masih bertengkar satu sama lain maka aku akan mematahkan kaki kalian dan lihat bagaimana kalian masih akan bertengkar !" Teriak Chang Rui.
Nangong Li menoleh padanya dan mendorong Chang Jian Ming ke belakang sampai terjungkal lalu memeluk Chang Rui dengan erat erat.
"Sayangku, kenapa tanganmu tidak bisa bergerak ? Apakah kamu terluka ?" Tanya Nangong Li dengan panik.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya terlalu kaku. Karena aku memeluk keponakanku. " Jawab Chang Rui dengan santai.
"Keponakan ? seorang putri atau putra ?" Tanya Nangong Li dengan antusias.
"Putri tapi dia masih setengah sadar di dalam kereta karena aku memberinya obat penenang agar dia tidak mabuk perjalanan. " Jawab Chang Rui.
"Oh, baiklah. Chang Jian Ming, karena istriku sudah mengatakan untuk berhenti maka aku akan berhenti. " Ucap Nangong Li sambil menjulurkan lidahnya.
"Betapa kekanakannya, Chang Rui kamu harus mendisiplinkan suami mu lagi agar dia tidak sembarangan menarik telinga kakak iparnya. "Keluh Chang Jian Ming.
"Tapi telingaku juga sakit untuk itu..... " Ucap Nangong Li dengan nada manja.
"Kalian berdua layak untuk itu. " Balas Chang Rui dengan ketus lalu masuk ke dalam kediaman Nangong Li.
Nangong Li menjulurkan lidahnya pada Chang Jian Ming terlebih dahulu sebelum akhirnya berlari ke dalam untuk menyusul Chang Rui.
Nangong Li merangkul bahu Chang Rui yang membuat mereka begitu dekat.
"Uh, aku berpisah denganmu beberapa hari membuatku menggila. Apakah kamu ingin kita memiliki beberapa orang putra dan putri juga seperti Chang Jian Ming ?" Tanya Nangong Li.
"Tentu saja ingin , tapi tidak saat ini. Bagaimanapun ini adalah saat peperangan, aku benar benar takut bahwa aku tidak bisa melindunginya jika aku sedang mengandung. " Jawab Chang Rui dengan kegelisahan nya.
"Lalu apa gunanya aku sebagai suamimu, aku bertugas sebagai garda terdepan untukmu dan putra putri kita. Akan ku pastikan bahwa kalian akan baik baik saja. " Ucap Nangong Li.
"Selama kalian tidak apa apa maka aku juga tidak akan apa apa, jangan khawatir. " Jawab Nangong Li sambil mengelus kepalanya.
Tanpa sadar mereka berdiri di depan pintu kamar mereka, Chang Rui berjinjit dan mengalungkan tangannya di leher Nangong Li lalu memejamkan mata.
Nangong Li menjawab keinginan Chang Rui dan menyambar bibir manis milik Chang Rui , keduanya bercumbu dengan panas di depan pintu.
Layaknya seseorang yang tidak bertemu dalam waktu yang lama, di dalam ciuman itu mengandung banyak emosi.
Bahagia, sedih, marah, dan rasa takut kehilangan satu sama lain yang sangat besar. Nangong Li menggendong Chang Rui dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Nangong Li membaringkan Chang Rui dengan lembut di atas ranjangnya lalu mengunci pintu, Nangong Li lalu menggunakan kedua tangannya untuk menopang dirinya di atas Chang Rui.
"Aku benar benar menginginkanmu hari ini, entah kenapa perasaanku padamu benar benar tidak terbendung. " Ucap Nangong Li dengan suara serak yang membuat udara di ruangan ini menjadi lebih panas.
"Hari ini, aku adalah milikmu seutuhnya. Lakukanlah apa yang kamu inginkan. " Ucap Chang Rui sambil melingkarkan kakinya di pinggang Nangong Li.
Lalu mereka mulai berciuman lagi sementara tangan Nangong Li mulai menjalar kemana mana. Keduanya tentu saja tidak berakhir dengan cepat.
Membutuhkan beberapa waktu untuk menyelesaikan kegiatan panas mereka, suhu udara meningkat dengan drastis dan keringat mengalir dengan deras.
Tidak ada suara lain selain rangkaian suara yang indah dari hasil kegiatan berdua mereka, setelah beberapa jam kemudian, Chang Rui membuka matanya dan melihat bahwa tubuhnya polos.
__ADS_1
Tubuhnya sangat lengket dan penuh dengan keringat. Dia mencoba untuk bangkit tapi tangan Nangong Li menahan tubuhnya yang ingin bangkit.
"Jangan buru buru. " Ucap Nangong Li dengan suara seraknya yang seksi.
"Aku ingin membersihkan diriku, bagaimana kamu bisa menahanku seperti ini ? Aku benar benar ingin mandi. "Rengek Chang Rui dengan manja.
"Jangan mengeluarkan seperti itu, apakah kamu tahu bahwa tindakan ini bisa menyebabkan pedang ku kembali bangkit berdiri ?" Tanya Nangong Li.
"Bagaimana mungkin kamu tidak puas puas ? Kita sudah bermain selama beberapa jam. " Keluh Chang Rui.
Lalu Nangong Li mengubah posisinya dengan menindih Chang Rui lalu mendekatkan wajahnya dengan Chang Rui.
"Jika denganmu maka itu tidak akan pernah puas, denganmu aku seolah olah seperti kecanduan. Kamu harus tanggung jawab karena telah membuatku kecanduan seperti ini. " Bisik Nangong Li di telinganya.
Beberapa jam kemudian, Chang Rui benar benar tertidur pulas dan Nangong Li menyelimuti tubuh Chang Rui dengan hati hati.
Lalu Nangong Li mulai membasuh dirinya sendiri, setelah mendengar suara gemericik air, Chang Rui akhirnya terbangun dan melihat bahwa Nangong Li baru saja selesai mandi.
"Kamu sudah selesai mandi ?" Tanya Chang Rui.
"Hm, apakah kamu ingin mandi bersama denganku ? Tentu saja aku bisa mandi lagi bersama denganmu jika kamu menginginkannya." Ucap Nangong Li dengan kedipan nakalnya.
"Tidak akan, bermimpilah terus. Aku akan mandi sendiri. " Ucap Chang Rui dengan kesal lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri.
Sementara Chang Jian Ming terus menerus mondar mandi gara gara adiknya pada saat sarapan tidak ada dan sekarang sudah jam 3 sore.
Mereka tiba pukul 5 pagi tadi dan belum sarapan, tapi sampai 3 sore adiknya belum muncul sedikitpun seolah olah telah ditelan oleh bumi.
"Kenapa kamu begitu khawatir ?" Tanya Fang Huai Li dengan jengah.
"Aku benar benar khawatir padanya, dia belum makan apapun. Apakah Nangong Li menyiksanya ?" Tanya Chang Jian Ming dengan tidak masuk akal.
"Aku pikir kamu benar benar harus mencuci otakmu, kamu seperti tidak tahu saja bagaimana pasangan yang bertemu setelah sekian lama berpisah. " Jawab Fang Huai Li dengan bosan melihat suaminya yang seperti orang gila.
Seingat Fang Huai Li, yang dinikahinya adalah orang normal. Siapa yang menyangka bahwa dia akan menjadi gila seperti ini setelah agak lama.
Bahkan orang yang belum menikah seperti Long Yu dapat menebak apa yang terjadi pada Nangong Li dan Chang Rui dengan mudah sementara pada saat ini, Chang Jian Ming bertindak layaknya anak kecil.
Ketika Chang Rui keluar dengan Nangong Li, Chang Jian Ming tampak sangat histeris.
"Chang Rui ! Kamu belum makan sarapan. " Ucap Chang Jian Ming sambil mendekati adiknya.
"Aku tahu jadi sekarang aku ingin makan dulu. " Balas Chang Rui dengan antusias ketika melihat makanan yang tersaji di meja makan.
up : 2 / 3
__ADS_1