
Chang Rui menatap dengan acuh tak acuh lalu mengeluarkan pedang pendek miliknya dari sela lengan pakaiannya.
Lan Ming tampak terkejut ketika melihatnya ternyata membawa sebuah senjata.
"Kenapa kamu terkejut, hm ?" Tanya Chang Rui dengan lembut, tampak begitu lemah dan perhatian.
"Apakah kamu tahu bahwa aku bisa membunuh mu dengan mudah ?" Tanya Lan Ming lebih berani karena tahu dia adalah seorang putri yang tidak berguna, Yu Cheng Qing.
Tapi , memang itulah yang diinginkan Yu Cheng Qing, semakin lengah musuhnya maka semakin dia merasa senang.
Lan Ming langsung menerjang nya dengan pedang jadi jadian itu dan Chang Rui hanya terkekeh lembut.
Lalu mendorong tubuhnya ke belakang dan dalam posisi kayang, sebuah pedang melintas di tempat yang seharusnya tempat kepalanya.
Jika dia tidak mendorong kepalanya ke belakang maka kepalanya akan terkena pedang itu. Chang Rui benar benar mengakui bahwa Lan Ming ini cukup ahli dalam hal ini.
Tapi sayangnya tidak terlalu berbakat juga, Lan Ming ini pasti telah bekerja sangat keras untuk mencapai dalam posisi ini.
"Lan Ming, menyerahlah. Pada saat ini, putramu, Lan Qing berada di tanganku. Jika kamu terus menyerang maka tidak akan ada yang bisa dikatakan lagi. " Ejek Chang Rui dan ingin melihat apakah kedua pria ini pantas mati atau tidak.
Jika Lan Ming menunjukkan belas kasihan terhadap Lan Qing maka Chang Rui hanya akan membuat mereka cacat.
Tapi, jika mereka melakukan hal yang sebaliknya maka jangan harap ada kelanjutan dari kedua orang ini.
Semula, Chang Rui tidak pernah ingin menganggu Lan Yang, itu adalah Lan Yang sendiri yang datang ke hadapannya dan mencoba untuk mencari masalah dengannya hanya karena dia adalah seorang wanita.
Apa yang salah dengan hal itu ? Apakah wanita tidak boleh melakukan hal hal semacam ini ? Memikirkannya saja sudah membuat hati Chang Rui menjadi sesak.
Berbeda dengan di kehidupan modern dimana wanita bisa bersekolah dan menuntut ilmu lalu memilih setiap pekerjaan yang mereka mau.
Disini, takdir wanita telah ditentukan oleh orang tua dan siapapun yang bisa memberikan mahar tertinggi adalah suaminya.
__ADS_1
Chang Rui bertekad untuk mengubah semuanya, dia akan mengukir namanya sendiri dengan baik dan tidak terlupakan.
Chang Rui juga berharap bahwa dirinya tidak akan pernah mendengar lagi sebuah kata kata dari orang lain.
'Betapa berbakat nya dirimu, tapi sayangnya kamu dilahirkan sebagai perempuan. Takdir pasti sangat membencimu dan iri padamu'
Apa yang salah dengan terlahir sebagai seorang perempuan ? Apa maksud dari berkata seperti itu ?
Apakah berniat untuk memuji atau merendahkan ? Chang Rui tersadar dari lamunannya yang mendalam ketika dia menyadari bahwa Lan Ming menjawab.
"Selama pengorbanan nya bisa membantu leluhur nya maka aku tidak akan keberatan. Dia dilahirkan hanya untuk membantu ku, bukan ?" Tanya Lan Ming.
Tatapan Chang Rui menggelap dan senyumnya telah mekar sepenuhnya layaknya bunga marah hitam yang beracun.
Seolah olah bersiap untuk memikat mangsanya ke dalam jeratan kematian miliknya. Lan Ming telah memilih jalan untuk dirinya sendiri.
Chang Rui sudah memberi kesempatan kembali ke Lan Ming tapi pada akhirnya Lan Ming masih tidak tahu yang mana yang baik untuk dirinya sendiri dan masih memandang dirinya sendiri seolah olah dirinya adalah Dewa.
Darah mengalir dengan begitu deras, tidak ada di antara kedua itu yang bisa bereaksi tepat waktu , Chang Rui sendiri menatap dengan jijik dan mengibaskan pedangnya untuk menyingkirkan darah milik Lan Ming yang menempel di Pedang Pendeknya.
Chang Rui benar benar kesal dengan hal hal semacam ini dan benar benar benci dengan darah yang menempel di pedang pendek kesayangannya.
"Ini adalah salah kalian sendiri bahwa kalian tidak mampu untuk merespon tepat waktu dan melakukan hal hal bodoh. " Balas Chang Rui dan berjalan menuju ke arah Lan Yang.
Lan Yang langsung merangkak mundur dengan ketakutan dan Chang Rui sedikit memiringkan kepalanya lalu tersenyum manis.
"Jangan mendekat ! Jika kamu membunuh ku maka kamu akan mendapatkan kerugian ! Kamu akan di hukum dengan keras oleh Kaisar !"Seru Lan Yang dengan ketakutan sementara Chang Rui tetap tidak memberikan reaksi apapun.
Itu bahkan membuat Lan Yang menjadi lebih ketakutan, semakin diam maka semakin Lan Yang merasa ragu.
"Kenapa aku harus mendapatkan hukuman ? Aku pikir Ayah akan sangat menghargai tindakan ku, menyingkirkan seorang pejabat yang menyebalkan. Telah duduk di posisi ini selama lebih dari 20 tahun tentu saja membosankan, terutama ketika aku membawa uang yang telah kamu telan selama ini. " Bisik Chang Rui dengan lembut.
__ADS_1
Tangannya meraih wajah Lan Yang yang berkeriput lalu mengelus nya sedikit sebelum menarik tangannya.
Plakkk !
Tangan Chang Rui menampar wajah Lan Yang dengan sangat kuat yang membuat pria tua itu terbaring di atas ranjang tanpa daya.
"Apakah kamu tahu apa hal baik yang harus diambil dari kejadian ini ? Jangan menjadi orang yang serakah. Aku awalnya hanya ingin meminta sedikit harta mu, siapa yang menyangka bahwa kamu akan begitu serakah. Ingin pengobatan ku secara gratis lalu membunuhku. " Ucap Chang Rui dengan marah.
Chang Rui tidak pernah bertemu dengan orang yang lebih tidak tahu malu lagi daripada Lan Yang pada saat ini.
"Kita tidak akan berakhir dengan begitu cepat pada saat ini. " Ucap Chang Rui.
Lan Yang membulatkan matanya dan berusaha untuk berteriak tapi tidak ada yang bisa dilakukannya karena tangan Chang Rui bergerak dengan sangat cepat.
1 jam kemudian, Chang Rui keluar dengan gaun putihnya yang memiliki bunga bunga merah kecil.
Itu bukan hal yang sudah ada melainkan hal yang baru ada, ketika baru datang tidak ada motif apapun di gaun putih milik Chang Rui.
Benar, itu bukan motif melainkan percikan darah Lan Yang dan Lan Ming. Chang Rui menatap sekeliling dan rumah ini berubah menjadi sangat sepi.
Lalu, ketika sampai di kediamannya dan Cuiyun terdengar suara perdebatan dari dalam.
"Aku tidak akan melepaskan mu ! Jangan pernah berharap !" Bentak Cuiyun dari dalam.
"Aku akan membayar mu !" Balas suara pria di dalam yang di duganya sebagai Lan Qing.
"Jika Nona ku mengalahkan, semua orang di kediaman ini. Maka semua uang di kediaman ini adalah milik Nona. Untuk apa aku harus mencarinya lagi lewat dirimu ?" Tanya Cuiyun dengan dingin.
"Ha ha ha, hanya dengan seorang wanita ingin mengalahkan semua orang di kediaman ini ? Seorang wanita yang menyamar sebagai seorang pria ?" Tanya Lan Qing.
"Kenapa memangnya ? Apakah ada yang salah dengan hal itu ?" Tanya Chang Rui sambil melangkah ke dalam dan Cuiyun langsung berlutut di hadapannya.
__ADS_1