REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
182. Perasaan Apa Ini?


__ADS_3

Chang Rui kembali ke ruang bacanya dan duduk sendirian di sana dengan wajah penuh senyum sampai akhirnya Jiu Qing masuk dengan wajah datar.


"Tersenyum seperti orang bodoh, aku benar benar tidak tahu apa yang dikatakan oleh orang Dinasti Qing itu padamu. " Ucap Jiu Qing dengan sinis.


Chang Rui yang mendapatkan komentar buruk itu tidak marah dan hanya tertawa kecil kepada Jiu Qing, mungkin karena suasana hatinya sedang baik.


"Jika kamu tidak bisa mengatakan hal baik, maka ada baiknya untuk menutup mulut busukmu itu. " Ucap Chang Rui dengan candaan.


Sementara Jiu Qing duduk di depan Chang Rui dengan helaan nafas.


"Apakah kamu tahu, bahwa selain seorang Jenderal yang memiliki kekuasaan besar, apalagi yang bisa mengancam posisi Kaisar ?" Tanya Jiu Qing dengan serius.


Chang Rui menatap Jiu Qing dan tahu kemana arah pembicaraan milik Jiu Qing, tentu saja tidak lain adalah Nangong Li.


Karena Nangong Li adalah pemeran utama di penceritaan mereka.


"Tentu saja, calon pewaris tahkta yang sah. " Jawab Chang Rui.


"Kamu jelas jelas sudah tahu dengan jelas, Nangong Li itu adalah satu satunya keturunan dari Kaisar terdahulu. Dia bisa menjadi ancaman dari Kaisar baru kapan saja, dia mungkin tidak tertarik dengan tahkta. Tapi, apakah Kaisar baru bisa melihat niat baiknya ?" Tanya Jiu Qing.


"Belum lagi dengan dia tidak memiliki kemampuan yang cukup, jika tidak kenapa dia harus membiarkan keponakannya yang naik tahkta alih alih dirinya sendiri yang naik ke atas tahkta ?" Lanjut Jiu Qing.


"Setiap orang memiliki alasannya sendiri, untuk saat ini aku tidak tahu alasannya. Terutama karena Dinasti Qing terpisah begitu jauh dari Dinasti Yuan, dipisahkan oleh daratan Orang Bar bar dan sungai luar di Utara. " Ucap Chang Rui.


"Jika begitu, jika kamu menikah dengannya. Bagaimana jika orang orang akan mengincar mu ? " Tanya Jiu Qing dengan kesal sekaligus khawatir.


Chang Rui tidak marah dan hanya menyilangkan tangannya di depan dada lalu menatap Jiu Qing dengan seringaian.

__ADS_1


"Kamu biasanya hanya begitu datar dan sibuk untuk membalas Yu Lian, sekarang apakah kamu sudah tahu bagaimana caranya untuk mengkhawatirkan orang lain ? Jujur saja, kamu khawatir denganku bukan ?" Tanya Chang Rui dengan usil.


"Kamu telah bermimpi ! A.aa... aku hanya tidak ingin kamu meninggal dengan tidak adil, bagaimanapun dendam belum di balaskan. " Jawab Jiu Qing memalingkan wajahnya dengan salah tingkah.


"Kamu ternyata begitu lucu ketika sedang khawatir, aku merasa sangat tersentuh. Tapi, tentang masalah itu maka kamu tidak perlu khawatir denganku. Aku bukan orang yang akan tergila gila dengan cinta. Aku memiliki pertimbangan sendiri. " Ucap Chang Rui dengan santai.


"Sudah ku bilang aku tidak khawatir denganmu !" Seru Jiu Qing sebelum akhirnya berdiri dan bersiap untuk pergi.


"Tunggu sebentar, kamu melupakan sarung tangan milikmu. " Ucap Chang Rui menertawakan sikap Jiu Qing yang malu malu.


Jiu Qing segera mengambilnya dan berlari pergi dengan ekspresi kesal sekaligus malu, sementara Chang Rui sendiri memikirkan kata kata Jiu Qing.


Orang yang paling berbahaya pada saat ini adalah Nangong Li, mengingat bahwa seharusnya tahkta jatuh ke tangannya alih alih kepada keponakannya.


Apakah Nangong Li benar benar selemah itu sampai sampai tidak bisa melawan keponakannya ? Chang Rui memikirkan hal ini dengan bingung dan merasa bahwa dirinya tidak akan pernah bisa memahami pemikiran Nangong Li bahkan jika dunia ini berputar 180 derajat.


Karena, jika bukan karena Nangong Li tidak ada kekuatan maka ada kemungkinan lain. Yaitu, Nangong Li sendiri yang menolak kekuasaan itu.


Tapi, di dunia ini apakah ada orang yang tahan dengan godaan sebesar itu, apakah ada yang Chang Rui benar benar di buat bingung oleh Nangong Li ini.


Pria ini tampak sangat mudah di dekati, tapi ketika dia mencoba untuk mendekati. Orang itu terasa sangat jauh dan asing, serta misterius.


Chang Rui bertanya tanya, seberapa dalam pria ini bersembunyi ? Atau memang dirinya yang telah berpikir berlebihan.


Tapi, semakin dia memikirkan hal ini maka semakin jantungnya berdebar dengan kencang. Chang Rui benar benar tidak tahu perasaan apa ini.


Sementara disisi lain, di luar ruangan Chang Rui. Jiu Qing yang berlari keluar tadi, terlihat sedang menyenderkan tubuhnya di dinding dengan mata yang terpejam lalu melipat tangannya di dada seolah olah sedang memeluk dirinya sendiri.

__ADS_1


Tapi, sebenarnya menyembunyikan jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat layaknya bom waktu yang menunggu untuk meledak.


Tidak tahu apa yang terjadi dengannya dan tidak tahu apa yang salah dengan dirinya sendiri, perasaan apa ini ?


Jiu Qing mengenyahkan semua kemungkinan yang muncul di kepalanya, dia tidak mungkin menyukai Chang Rui dan itu adalah sebuah ketidak mungkinan besar. Seperti dia seolah olah sedang mengejar bulan.


Dia dan Chang Rui tidak memiliki pemikiran yang sama, dia adalah orang yang sangat ingin meminimalisir kecelakaan dan mengambil jalan dengan resiko sekecil mungkin.


Berbeda dengan Chang Rui yang terobsesi untuk mengambil tantangan baru dan tidak pernah takut dengan kematian.


Chang Rui tidak pernah takut untuk mengambil jalanan yang berbahaya , sama seperti di perjudian.


Chang Rui senang dengan perjudian dan tidak akan pernah melupakan sensasi ketika dia keluar sebagai pemenang, itu juga sama dengan keputusan yang dia buat.


Tapi, bukan berarti dia akan menjadi orang yang mempertaruhkan semuanya. Chang Rui adalah orang yang penuh pertimbangan, di permukaan tampak ceroboh tapi aslinya memiliki beberapa rencana di dalam hatinya yang dalam.


Jiu Qing berjalan pergi lalu melewati kolam teratai dan memandang dirinya sendiri yang tampak memerah karena hal sederhana tersebut dan Jiu Qing tiba tiba merasa bahwa dirinya terlalu memalukan.


"Selama balas dendam belum di lakukan maka aku tidak berani untuk memikirkan kisah asmara. Jika tidak, maka leluhur ku tidak akan mengampuni ku. " Gumam Jiu Qing berusaha untuk menutupi dirinya sendiri.


Karena, Jiu Qing sendiri tahu jika dia benar benar menyukai Chang Rui maka dia sudah kalah sejak awal.


Chang Rui adalah orang yang keras kepala, tidak bisa dipaksa untuk menikah dengan seseorang yang tidak di sukainya.


Karena Nangong Li beruntung untuk mendapatkan cinta berharga dari Chang Rui, maka Jiu Qing hanya bisa bertindak sebagai penonton dari kejauhan dan ditakdirkan untuk keluar sebagai pecundang.


Itulah kenapa Jiu Qing lebih suka bahwa dirinya tidak pernah menyukai siapapun daripada dia menyukai Chang Rui, itu bagaikan terjerumus kedalam kecanduan perjudian dan alkohol, sebuah jalan tanpa jalan pulang.

__ADS_1


__ADS_2