
Nangong Li tidak langsung menjawab dan menundukkan kepalanya yang membuat Chang Rui bingung, apakah dia sudah mengucapkan kata kata yang salah pada Nangong Li ? Jika tidak kenapa wajah Nangong Li tampak sangat muram ?
"Apakah kata kata ku telah menyinggung Tuan Nangong ? Jika Tuan Nangong kesulitan untuk menyebutkan orang tersebut maka lebih baik tidak perlu menyebutkannya. " Ucap Chang Rui dengan bijak.
Tidak peduli seberapa penasaran dia, dia masih tidak boleh menjadi orang yang egois. Karena Nangong Li tidak ingin mengatakannya maka dia tidak memiliki hak untuk memaksa Nangong Li menyebutkan nama orang tersebut.
Chang Rui adalah orang yang terdidik, tidak akan melakukan hal semacam itu.
"Tidak apa apa, santai saja. Hanya saja aku mengingat masa lalu dan agak terbenam ke dalamnya. Nona Chang tidak perlu meminta maaf. " Ucap Nangong Li dengan santai.
"Tidak perlu menyebutkannya lagi jika orangnya tidak ingin disebutkan, daripada membuat Tuan Nangong menjadi canggung. " Balas Chang Rui.
"Percuma, hubunganku dengan dia tidak akan menjadi canggung, karena orangnya sudah tiada. Itu adalah istri pertamaku, dia sudah meninggal untuk beberapa tahun lalu tapi aku masih sulit untuk melupakannya. " Ucap Nangong Li menatap Chang Rui dengan dalam.
"Memiliki orang yang bisa menemani Tuan Nangong dalam keadaan seperti itu, maka itu adalah sebuah keberuntungan besar bagi Tuan Nangong. " Balas Chang Rui.
"Memang benar, itu adalah sebuah keberuntungan ku dan tidak akan pernah bisa digantikan. Aku benar benar merasa beruntung dengan hal ini. " Puji Nangong Li.
Chang Rui menatap Nangong Li dengan tatapan sedih, tidak bisa tidak merasa sedih dan agak iri pada orang yang beruntung itu.
Istri pertama Nangong Li pastilah orang yang sangat hebat sehingga bisa bertahan dengan sabar dan mengobati Nangong Li.
Sayang sekali sesuai dengan pepatah yang terkenal, orang baik tidak akan hidup lama. Bahkan istri pertama Nangong Li yang baik inipun salah satunya.
"Jangan memanggilku sebagai Tuan Nangong lagi, jika tidak maka akan terasa sangat canggung. " Ucap Nangong Li sambil tertawa.
"Kalau begitu maka jangan panggil dengan Nona Chang. Aku merasa seperti sangat tua. " Canda Chang Rui.
Keduanya saling tertawa satu sama lain dan situasi tegang itu kembali cair dan kembali menghangat, keduanya saling memandang satu sama lain.
Sampai akhirnya tiba di Desa Hongli dan pada saat itu terlihat keributan yang ada di depannya, hanya sekelompok anak kecil yang bertengkar untuk memperebutkan mainan bambu dari seorang anak laki laki.
__ADS_1
Anak laki laki itu sepertinya sedang di rundung, dilihat dari anak itu yang duduk di lumpur dengan kepala yang tertunduk.
"Apa yang sedang kalian lakukan ? " Tanya Chang Rui turun dari kuda.
"Siapa kamu ?! Aku adalah kepala anak desa ! Aku menginginkan mainan si miskin ini tapi dia benar benar tidak mengetahui tempatnya sendiri !" Seru anak laki laki yang berdiri itu.
"Jika kamu anak kepala desa maka kamu harus mencerminkan contoh yang baik, bukannya menindas temanmu. " Ucap Chang Rui berusaha untuk sabar.
Jika dia tidak sabar, maka anak kepala desa ini tidak akan berakhir baik.
"Kenapa aku harus ? Aku menginginkan barang yang di miliki nya adalah kehormatan yang dimilikinya, ini adalah apa yang ayah ajarkan padaku. " Seru anak laki laki itu dengan sombong.
Chang Rui menyeringai dan menatap dengan dingin, sepertinya akan ada tontonan seru di Desa Hongli ini.
Karena Desa Hongli masuk ke dalam bagian Kota Wu, maka Chang Rui akan menunjukkan apa itu patuh dan tunduk pada atasan.
Untuk menunjukkan bahwa Kota Wu memiliki hukum yang jelas dan membela keadilan. Orang orang di Desa ini sudah berlari terlalu jauh dari moral.
"Siapa namamu ?" Tanya Chang Rui.
"Cui Xilan !" Ucap anak itu dengan percaya diri.
Chang Rui mengangguk dan memutuskan untuk mengingat nama ini, lalu menggendong anak yang penuh lumpur itu dan naik ke atas kuda.
"Putri, baju mu menjadi kotor. " Ucap anak itu dengan tidak jelas.
"Putri ? Kenapa kamu memanggilku Putri ? Aku hanya seorang pendekar biasa. " Ucap Chang Rui dengan kekehan.
"Kamu cantik dan manis, apakah bukan seorang putri ?" Tanya Anak itu dengan polos dan matanya mengerjap.
"Siapa namamu anak manis ?" Tanya Chang Rui.
__ADS_1
"Yuan Qiqi, ayahku adalah seorang penebang kayu di sekitar sini. Dia akan pergi pada pukul lima dan kembali pada pukul sepuluh malam, jadi karena dia sudah lelah jadi aku tidak ingin membuatnya khawatir , tidak ingin dia tahu semua ini. Apakah putri bisa membantuku berjalan ke rumahku ?" Tanya Yuan Qiqi.
"Kamu adalah anak yang sangat pintar, aku akan membawamu. " Ucap Chang Rui.
"Berapa umurmu ?" Tanya Chang Rui.
"Seharusnya, jika tidak salah maka tahun ini adalah 10 tahun. " Jawab Yuan Qiqi.
Chang Rui terkejut ketika mendengarkan angka yang di sebutkan oleh Yuan Qiqi.
Apakah ini benar benar cocok dengan yang di sebutkan oleh Yuan Qiqi ? Ini benar benar tidak terlihat seperti seorang anak berumur 10 tahun.
Alih alih sepuluh tahun, jika menyebutkan 8 tahun atau 6 tahun mungkin Chang Rui juga akan percaya.
Benar benar membuatnya tercengang sekaligus sedih, anak anak seperti Yuan Qiqi telah mengalami malnutrisi parah sampai akhirnya seperti ini.
Bahkan rambut anak ini telah berubah menjadi sedikit kekuningan, tidak dapat dijelaskan dengan kata kata lagi.
Chang Rui merasa sedih di dalam lubuk hatinya dan mengedipkan matanya berulang kali untuk menahan kesedihannya.
Chang Rui tiba di sebuah kediaman yang tidak bisa disebut dengan kediaman, itu hanyalah beberapa tiang kayu dan penutup.
Hanya sebuah petak kecil yang tidak lebih besar dari sebuah bilik toilet. Tidak dapat dikatakan, dimana ayah dan anak ini akan tidur.
Di sebelahnya ada sebuah anak sungai yang kecil, mungkin Yuan Qiqi akan mandi disini. Pada saat ini, kaki Yu Qiqi sedang terkilir. Bagaimana anak itu bisa mandi didalam anak sungai ini ?
Alih alih mendapatkan kebersihan, justru akan hanyut dibawa oleh arus anak sungai yang sangat deras ini dan membuat Chang Rui sakit kepala.
"Begini saja, aku akan mengambil air bersih dan Qiqi kamu mandilah dibalik pohon itu. " Ucap Nangong Li yang sejak tadi diam.
"Baik." Ucap Yuan Qiqi terseok seok.
__ADS_1
"Bagaimana kamu akan menjelaskan hal ini kepada ayahmu ? Seharusnya, kamu bukannya tidak mengatakan semuanya kepada ayahmu karena kamu khawatir bahwa akan membebani pikiran ayahmu melainkan ayahmu adalah seorang pemabuk berat, apakah aku benar ?" Tanya Chang Rui dengan tatapan menyelidik.