REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
209. Babak Pertama


__ADS_3

"Berlaku hina dengan serangan diam diam, bahkan dengan itu masih tidak bisa membuatmu mengalahkan ku. " Ucap Chang Rui dengan senyum mengejek.


"Ayo, siapa lagi yang masih ingin datang untuk melawan ku ? Aku tidak akan menolak ajakan dari kalian. " Lanjut Chang Rui.


Setelah mendengar kata katanya, tiga orang pria yang tidak di ketahui olehnya tiba tiba menyerang ke arahnya.


Satu menggunakan tombak , sementara dua yang lain menggunakan pedang. Chang Rui hanya terkekeh ringan.


Orang orang idiot ini, benar benar bangga akan dirinya sendiri.


"Kami sadar bahwa kami tidak akan bisa mengalahkan mu sendirian, tapi kami tidak percaya bahwa kami tidak bisa mengalahkan mu !" Seru orang yang membawa tombak.


"Bahkan , jika kalian bisa mengalahkan ku. Tapi bagaimana kalian akan membagi posisi ini ? Aku hanya satu orang sementara kalian ada tiga orang , apakah kalian akan membunuh untuk hal itu ? Haruskah aku menyerah hanya untuk melihat kalian saling membunuh ?" Tanya Chang Rui memprovokasi lawannya sambil menangkap gagang tombak yang di arahkan nya.


Sementara kakinya terangkat untuk menahan pedang yang akan menebas tubuhnya. Masih ada satu orang lain dan Chang Rui benar benar mengangkat tubuhnya dari tanah dan menggunakan kaki satunya lagi untuk menendang orang yang akan menyerangnya.


Pada saat ini, dia hanya mengandalkan kaitan di kakinya pada pedang kecil yang dipegang oleh orang ini.


Dan tangannya juga memegang tombak untuk bertahan dalam posisi ini lalu setelah itu dia melompat dari posisi itu dan mendarat dengan mulus.


Kekuatannya benar benar besar sampai sampai arena ini menunjukkan retakan halus di tempat dia mendarat.


Dalam satu serangannya, dia mampu untuk memukul mundur 3 orang. Chang Rui berlari ke depan dan dengan ilmu meringankan tubuhnya dia naik ke atas tubuh orang yang membawa pedang besar.


Chang Rui menaiki bahunya lalu menginjak kepala dari ketiga orang ini lalu mendarat di pembatas arena dengan satu kaki.


"Sebelum kalian menyerah, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dahulu , bukan ?" Tanya Chang Rui.


Tidak ada salah satu dari mereka yang menjawabnya sebelum akhirnya seseorang membalas pertanyaannya.


"Mereka adalah tiga bersaudara idiot Zhang, yang membawa pedang besar adalah Zhang Yi. Yang membawa tombak adalah Zhang Er, dan yang terakhir Tuan Feng pasti tahu. " Ucap orang itu dengan tawa meremehkan.


"Apakah mungkin namanya Zhang San ?" Tanya Chang Rui sambil menahan tawa.


Sebenarnya dia tidak ingin ikut tertawa meremehkan, hanya saja ini benar benar lucu untuk ditahan.

__ADS_1


Satu adalah Zhang satu, selanjutnya Zhang dua dan yang terakhir adalah Zhang tiga. Chang Rui benar benar merasa geli bagaimana orang orang ini memberikan nama dengan asal asalan.


Memang, karena kurangnya pengetahuan bagi rakyat menengah kebawah membuat mereka menamai anak mereka dengan nama seadanya yang sederhana.


Tidak terkecuali seperti hitungan ini, bahkan ada yang sampai ke dua belas. Jadi Chang Rui tidak terlalu terkejut akan hal ini.


"Jadi kalian bertiga ternyata sedang belajar menghitung, tentu saja seru. " Ucap Chang Rui mengejek mereka.


Chang Rui duduk di atas pembatas arena dan menatap mereka bertiga yang masih berlutut.


"Kalian sebaiknya kembali saja, tidak ada gunanya terus berlutut di hadapanku dengan wajah menjijikkan itu. Aku tidak akan merasa kasihan justru aku akan merasa ingin muntah. "Lanjut Chang Rui.


"Kauu !!!" Zhang San langsung berdiri dan ingin menyerangnya tapi dengan satu tendangan dari Chang Rui, pedang tipis milik Zhang San langsung berubah menjadi abu.


"Jangan mengatakan bahwa aku tidak memberi peringatan terlebih dahulu kepadamu. " Ucap Chang Rui dengan dingin.


"Kalian bertiga telah bersamaan menyerang tapi masih tidak bisa mengalahkan ku, aku tidak tahu apakah aku yang terlalu kuat atau kalian yang terlalu lemah. " Lanjut Chang Rui sambil memelintir rambutnya dengan pelan.


Sementara Zhang San masih meratapi pedangnya yang telah berubah menjadi abu, Zhang San ingin menyerang lagi tapi Zhang Yi telah menarik pakaian Zhang San terlebih dahulu.


"Jangan menyerang lagi, kamu bukan tandingannya. " Ucap Zhang Yi dengan peringatan.


"Ada baiknya untuk mendengarkan kata kata orang yang lebih tua, sebelum mendatangkan bencana bagi diri sendiri dan orang lain. " Ucap Chang Rui.


Sementara yang lain langsung tertawa dan orang yang menyebutkan nama mereka langsung tertawa paling keras.


"Mereka ini hanyalah kelompok pendekar yang mencuri seni bela diri orang lain, jika tidak bagaimana mereka bisa melatih seni bela diri dengan kemiskinan mereka yang membuatku merasa jijik ini. Bukankah begitu Tuan Feng ?" Tanya pria itu berusaha untuk menjilat Chang Rui.


Tapi, bukannya membuat senang justru membuat Chang Rui tidak senang.


"Tutup mulutmu, aku tidak menyuruhmu untuk berbicara !" Bentak Chang Rui.


Pria itu langsung mundur dan menciut di balik punggung teman temannya.


"Kemiskinan bukan berarti tidak boleh berlatih seni bela diri, selama di dukung oleh bakat yang memadai kenapa tidak memanfaatkannya. Daripada orang yang ditopang oleh sumber daya tapi tidak memiliki bakat apapun selain menjilat orang lain. " Ucap Chang Rui.

__ADS_1


"Kau !! " Ucap pria itu sambil menunjuknya dengan marah dan tersinggung.


"Kenapa ? Kamu merasa tersinggung ? Aku tidak menyebut namamu sama sekali dan kamu merasa tersinggung. Atau apakah kamu memang sengaja mencari masalah denganku dan ingin bertarung denganku sampai mati ?" Tanya Chang Rui dengan berani.


Pria itu memilih untuk mundur dan menahan semua amarahnya, Chang Rui berdiri dan membantu Zhang Yi, Zhang Er dan Zhang San.


"Kita semua hanya bertarung di atas arena. " Bisik Chang Rui, lalu membantu ketiganya turun dari atas arena.


Chang Rui yang berdiri di atas arena menatap dimana tempat orang orang Kekaisaran duduk, lalu Chang Rui menatap pada wanita cantik yang mengenakan cadar.


Disisi lain, Hua Jin yang sedang menyamar sebagai Yu Cheng Qing, masih tidak menyadari bahwa orang yang sedang dibantu nya adalah pemuda Feng Xian itu.


Hua Jin merasa khawatir ketika dia tidak menemukan Chang Rui ditengah kerumunan orang orang yang mengikuti Pendekar Bulan.


"Kenapa kamu menggunakan cadar ?" Tanya Yu Lian dengan tidak senang.


"Cheng Qing pada saat ini sedang sakit flu, jika tidak menggunakan cadar maka Cheng Qing takut akan menyebarkannya kepada saudara saudari. Tapi, jika tidak datang maka orang orang akan mengira bahwa kita, ayah dan anak memiliki keretakan hubungan. " Ucap Hua Jin dengan suara yang di halus haluskan.


Yu Lian langsung membuang wajah dan mendengus sementara putra putri yang lain hanya diam saja dan menonton keributan antara ayah dan anak ini.


Sementara Hua Jin dibalik cadar merasa sangat lega karena menjawabnya dengan baik, tampaknya Yu Cheng Qing telah memikirkan hal ini dengan baik, pikir Hua Jin.


Hua Jin tidak tahu bahwa Chang Rui dan Yu Cheng Qing adalah orang yang sama. Jadi Hua Jin tidak memiliki kesan yang mendalam untuk Chang Rui.


Sementara disisi lain, Chang Rui merasa bahwa telinganya gatal, apakah ada yang sedang membicarakannya ?


Refleks, Chang Rui langsung menatap ke arah tempat duduk Kekaisaran. Lalu melihat bahwa Yu Lian membuang wajah dengan tatapan kesal.


Chang Rui menebak bahwa Hua Jin pasti telah mengatakannya kepada Yu Lian dan Chang Rui merasa senang, semakin Yu Lian kesal pada Hua Jin maka semakin itu tidak mencurigakan.


"Sudah diputuskan bagaimana hasilnya, Pendekar Bulan dari kelompok ini telah mengeluarkan 15 orang. Silakan turun arena dan pergi untuk mencatat nama masing masing lalu mengambil giok nama kalian. " Ucap Kasim Liu.


Chang Rui memutuskan untuk tidak berdesak desakan di tangga dan melompat ke bawah dari pagar pembatas arena.


Lalu berjalan menuju seorang pelayan yang ditugaskan untuk mencatat nama mereka.

__ADS_1


"Feng Xian, Feng dari angin dan Xian dari kata Pertama. " Ucap Chang Rui dengan senyum yang memukau.


Pelayan wanita itu tampak terpesona tapi tidak bisa melihat keseluruhan wajah milik Chang Rui.


__ADS_2