REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
111. Bertemu Kaisar Secara Langsung


__ADS_3

"Putri Cheng Qing bisa masuk dan menemui Yang Mulia. " Ucap Liu Chang dengan tatapan rumit.


"Jika begitu maka aku harus mengucapkan terima kasihku pada Kasim Liu karena telah memperlakukan ku dengan sangat baik. " Balas Chang Rui sambil memiringkan kepalanya dan tampak memberikan senyum yang aneh.


Lalu Chang Rui berjalan ke depan dan Liu Chang memandang kepergian orang yang di anggap nya sebagai Yu Cheng Qing.


Paling tidak, dimata Liu Chang, Chang Rui adalah Yu Cheng Qing. Sementara itu, Chang Rui berjalan masuk dan melihat Yu Qingyun yang sedang duduk di samping Yu Lian lalu mengupasi buah anggur untuk ayahnya dengan ekspresi manja.


"Cheng Qing memberi salam kepada Yang Mulia dan Putri Qingyun. " Ucap Chang Rui dengan lemah.


"Kenapa begitu canggung ?" Tanya Yu Lian dengan acuh tak acuh bahkan tidak repot repot untuk menoleh.


"Tentu saja, aku memiliki rasa hormat yang sangat mendalam kepada Ayahanda dan Kakak perempuan pertama, tentu saja aku akan bersikap dengan sopan. " Ucap Chang Rui.


"He he, adik ketiga, kita semua adalah saudari. Bagaimana kamu bisa mengatakan hal yang begitu asing semacam itu ?" Tanya Yu Qingyun dengan nada centil.


"Kakak perempuan pertama begitu cemerlang dan penuh dengan bakat, aku benar benar tidak layak untuk di bandingkan dengan kakak perempuan pertama. " Ucap Chang Rui.


"Hari ini, Cheng Qing datang kemari untuk melaporkan dan berterima kasih kepada Ayahanda karena telah mengirimkan seorang tabib yang sangat handal sehingga bisa membantu Cheng Qing untuk kembali sadar dan bertemu dengan Ayahanda dan Kakak perempuan pertama. " Lanjut Chang Rui.


"Tidak apa apa, itu adalah kewajiban Ayah. " Ucap Yu Lian.


"Tentu saja, Tabib Kekaisaran tentunya sangat sibuk sehingga Ayah terpaksa mengirimkan Tabib Yue ke sisiku, Cheng Qing mengerti hal ini dan tidak akan menyalahkan Ayahanda. " Balas Chang Rui dengan kejam.

__ADS_1


Wajah Yu Lian langsung berubah ketika di hadapkan dengan tuduhan secara tidak langsung semacam ini.


"Jangan salah paham, Tabib Kekaisaran sudah sangat tua sehingga banyak beristirahat. " Ucap Yu Lian berusaha untuk tetap tenang.


"Tentu saja, Cheng Qing tahu bahwa Tabib Kekaisaran telah sangat tua dan sudah waktunya bagi Tabib Kekaisaran untuk beristirahat dengan tenang. " Ucap Chang Rui dengan penuh makna.


"Ehm, aku perlu untuk mempertimbangkan hal ini, Tabib Kekaisaran memiliki banyak kontribusi untuk Kekaisaran, tentu saja aku tidak bisa sewenang-wenang untuk mencabut jabatannya. " Balas Yu Lian dengan canggung.


"Ayahanda, kamu terlalu baik, kamu sangat baik sekali. Bagaimanapun Ayahanda adalah seorang penguasa, sudah kewajibannya untuk merawat dan melayani Istana, bukankah begitu ?" Tanya Chang Rui dengan lembut tapi seperti sambaran petir di telinga Yu Qingyun.


Kalimat itu sama sekali tidak asing, karena Yu Qingyun pernah mengatakan hal yang sama kepada Yu Cheng Qing jadi Chang Rui ingin membalaskan dendam milik Yu Cheng Qing pada Yu Qingyun.


"Kakak Perempuan pertama tentu saja tidak asing dengan kalimat ini bukan ? Kakak Perempuan Pertama telah mengatakan hal ini kepada Cheng Qing jadi Cheng Qing selalu mengingatnya dan membuatnya sebagai pelajaran untuk di masa depan, terima kasih atas kerendahan hati dari Kakak Perempuan Pertama karena telah membiarkan Cheng Qing untuk mendapatkan ilmu yang sangat berharga semacam itu. " Ucap Chang Rui panjang kali lebar tapi setiap kalimat yang di lontarkannya membuat pukulan keras kepada Yu Qingyun.


Walaupun terjebak di dalam tubuh Yu Cheng Qing, tapi akan dia pastikan bahwa dia akan memiliki sifat yang sama dengan dirinya sebelumnya.


"He he, adik ketiga pasti telah salah mengingat, aku tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya. " Ucap Yu Qingyun menahan geram.


"Jika begitu maka aku telah salah mengingat, mohon maafkan aku Kakak Perempuan Pertama. Bagaimanapun kepalaku terbentur dengan keras sebelumnya sehingga beberapa ingatan menjadi berantakan, aku sungguh tidak tahu apa yang aku pikirkan sampai sampai jatuh ke dalam kolam itu dan membenturkan kepalaku. Kolam itu sudah lama kering, sungguh sangat di sayangkan. " Ucap Chang Rui dengan lemah, tampak sangat menyedihkan dan tidak menunjukkan perlawanan.


"Jika begitu maka Adik ketiga harus berhati hati di masa depan. Jangan sampai hal begitu terulang lagi. " Ucap Yu Qingyun dengan pura pura perhatian.


"Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan oleh Kakak Perempuan Pertama, jika aku bisa bergaul terus menerus dengan Kakak maka itu akan baik baik saja dan aku tidak perlu takut bahwa aku akan jatuh membentur di kolam kering itu lagi. " Sindir Chang Rui.

__ADS_1


"Aku.... aku.... aku merasa bahwa ada seseorang yang mendorongku pada hari itu, apakah mungkin ada hantu disana ?! Aku sangat takut. " Lanjut Chang Rui dengan wajah ketakutan.


"Mana mungkin ada hantu disana, tidak ada kasus semacam itu sebelumnya. Hanya dikosongkan untuk diubah menjadi kebun. " Ucap Yu Lian dengan kerutan di dahi.


"Jika begitu maka aku hanya bisa menuruti Ayahanda, mungkin itu hanya halusinasi ku. Hanya saja itu masih menghantui mimpi ku dan membuatku takut untuk memejamkan mata, setiap kali memejamkan mata maka hantu yang mendorongku akan datang lalu memberikan racun padaku sambil menungguku untuk mati !" Seru Chang Rui dengan dua garis air mata.


"Adik Ketiga , kamu kurang beristirahat. Di masa depan harus beristirahat lebih, jika terus begini maka kamu akan berhalusinasi dan kehilangan kesadaran mu. " Ucap Yu Qingyun dengan pura pura kasihan.


"Y... Ya, Cheng Qing akan beristirahat lebih banyak di masa depan seperti yang di anjurkan oleh Kakak. " Ucap Chang Rui dengan sedih.


"Aku akan mengirimkan orang untuk memeriksa dan menutup tempat itu apabila memang berhantu, jika memang berhantu maka itu akan merusak keberuntungan Istana. " Ucap Yu Lian dengan bijak.


'Tentu saja, hantunya ada di sampingmu dan sedang duduk dengan manja sambil mengupas anggur. ' Keluh Chang Rui dalam hati.


"Terima kasih Ayah, Terima kasih ! Terima kasih karena telah mempercayai Cheng Qing ! Cheng Qing akan berusaha untuk menjadi lebih baik di masa depan !" Seru Chang Rui.


"Ya, kau masih kurang sehat, kembalilah ke kediaman ku dan beristirahat lebih banyak. " Ucap Kaisar dengan pura pura perhatian.


"Tentu saja, terima kasih Ayahanda, kakak, Cheng Qing akan pamit terlebih dahulu. Mohon pertimbangkan permasalahan Tabib Kekaisaran. " Ucap Chang Rui sambil berlutut sebelum akhirnya berjalan pergi.


Chang Rui menoleh ke belakang sejenak sebelum akhirnya menyeka air matanya laku memberikan seringaian jahat.


Di depan, dia bertemu dengan Liu Chang lagi dan Liu Chang tampak penasaran.

__ADS_1


"Betapa membahagiakannya..... setelah bertemu Yang Mulia. " Gumam Chang Rui yang bisa di dengar dengan jelas oleh Liu Chang.


__ADS_2