REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
291. Puncak Perang III


__ADS_3

Mereka bertiga bertarung dengan sengit, kekuatan Iblis selalu saja lebih unggul dibandingkan para Dewa Dewi.


Hanya saja dikarenakan mereka mendapatkannya dari cara penyiksaan alih alih latihan akumulasi, itu mendapatkan beberapa efek samping seperti bentuk tubuh yang berubah dan beberapa penyiksaan lain.


Chang Rui tidak melakukan hal hal yang terlarang ini dan memilih untuk melakukan pelatihan yang mengakumulasi kekuatannya secara bertahap.


Dengan bantuan dari Kediaman Bulan dan bakat alaminya maka dia akan mencapai kekuatan yang sama dengan milik Nangong Xi pada saat ini dalam tiga tahun tanpa efek samping.


Tapi, karena waktu yang sangat mendesak, dia bahkan tidak memiliki waktu untuk berlatih terlebih dahulu.


Seandainya dia diberikan waktu lebih maka tentu saja dia tidak akan menyedihkan sampai ke titik ini. Dia tidak akan kesulitan dalam mengalahkan para Iblis ini. Chang Rui mengalihkan pandangannya dan melihat bahwa Huang Yi membantu pasukan Dewa Dewi kecil yang kewalahan dalam melawan Pasukan Iblis yang jauh lebih banyak dibandingkan pasukan Dewa.


Dengan panah cahaya Huang Yi, itu bahkan sangat membantu, menggantikan hampir dua puluh kekuatan Dewi Dewi kecil.


Huang Yi tidak memerlukan jarak yang terlalu dekat dengan mata yang sangat bagus miliknya dapat membidik musuh dari jarak 5 kilometer dengan akurat tanpa kesalahan sedikitpun.


Melihat Huang Yi seperti ini membuat Chang Rui bangga, dialah yang melihat pertumbuhan Huang Yi.


Tidak menyangka bahwa Huang Yi sudah tumbuh menjadi Centaur dewasa yang gagah dan pemberani sementara dia sendiri masihlah gadis kecil yang sama pada tahun itu.


Chang Rui terlalu tenggelam dalam pemikirannya sampai sampai dia hampir saja terdorong jatuh oleh Nangong Xi, untungnya Nangong Li dengan sigap menahan pinggangnya.


"Kamu terlalu meremehkanku, apakah kamu berpikir karena kalian berdua melawan ku bersama membuatmu bisa fokus pada pertandingan lain ?" Tanya Nangong Xi dengan geram karena merasa diremehkan.


"Tidak juga, aku hanya merasa bahwa kamu tidak sepadan. " Jawab Chang Rui dengan asal asalan.


Kata kata Chang Rui seperti minyak yang ditumpahkan kedalam kobaran api, Nangong Xi sudah meledak dari tadi dan ketika mendengar kata kata Chang Rui membuatnya jauh lebih marah lagi.


"Ada baiknya untuk menutup mulutmu ! Dasar wanita murahan ! " Teriak Nangong Xi dan mengarahkan pedangnya ke arah kaki Chang Rui.


Chang Rui yang melihat ini mundur ke belakang dua langkah dan menangkap pedang Nangong Xi dengan Cambuk Tulang Naga miliknya.


Nangong Xi memberontak sementara Nangong Li menahan pedang yang satunya lagi, mereka bertarung dengan sengit sampai akhirnya Chang Rui menarik pedang Nangong Xi sampai patah dan terbelah menjadi dua.


Chang Rui yang melihat pemandangan ini tertawa terbahak bahak dan menatap ke arah Nangong Xi dengan tatapan membunuh.


Dendam di antara mereka benar benar mendalam, atas dasar apa Nangong Xi bisa memaksanya untuk bunuh diri sebelumnya ?


"Sepertinya, bahkan jika kamu menjadi Raja Iblis masih tidak bisa membuatmu mendapatkan pedang yang baik. " Ucap Chang Rui memanas manasi.


"Nangong Xi, gunakan Pedang Raja Iblis !" Seru Zhang Yue.


Nangong Xi melakukan sebuah segel yang menampilkan sebuah Pedang merah dan hitam yang sangat kuat.


Nangong Xi mengayunkan pedang itu dan seluruh urat ditubuhnya muncul lalu dia menjerit penuh kesakitan tampak seperti kerasukan.


Chang Rui menarik Nangong Li untuk mundur tapi terlambat , ketika Nangong Xi mengayunkan pedangnya, semua orang terjatuh ke belakang.


Nangong Li membentur ke arah pilar dan terbatuk batuk darah, sementara Chang Rui sendiri menghantam dinding.

__ADS_1


Chang Rui merasa bahwa perutnya mengalami kejang karena pukulan ini, dia benar benar merasa bahwa kesadarannya hampir hilang.


Tapi, dia menggigit lidahnya sendiri agar tetap sadar dalam kondisi ini, melihat bahwa Nangong Xi berjalan menuju Nangong Li membuatnya cepat cepat berdiri dan sebelum itu Huang Yi sudah melindungi Nangong Li terlebih dahulu dengan panahnya.


Chang Rui menghela nafas lega dan menarik nafasnya dalam dalam sebelum akhirnya mengarahkan tangannya ke langit.


Cahaya yang cerah berubah menjadi gelap dan dari langit turun petir petir yang mengejutkan, rambut Chang Rui perlahan lahan memutih sampai berubah menjadi perak.


Sementara pakaiannya berubah menjadi pakaian zirah putih yang senada, matanya berubah menjadi merah dan ditangannya ada sebuah Pedang perak yang panjang dan gagangnya memiliki ukiran bulan sabit.


Chang Rui tampak sudah berubah jauh dibandingkan sebelumnya, tatapan Chang Rui sangat mengerikan sampai sampai semua Dewa Dewi sekalipun tunduk di hadapannya tanpa terkecuali.


Chang Rui berjalan menuju ke arah Nangong Xi dan menyerang Nangong Xi dengan brutal , kekuatannya pada saat ini sebanding.


"Jika kamu menggunakan kekuatan Jiwa Bulan mu terus menerus maka kamu akan mati. " Ucap Nangong Xi dengan ejekan.


"Tidak apa apa, demi membalas dendam terhadap kalian para Iblis yang telah membunuh ayah dan ibuku !" Teriak Chang Rui meraung dan menerjang ke depan.


Gerakannya gesit dan setiap serangan mereka membawa aura penghancur yang besar. Chang Rui terus menerus menyerang sementara Nangong Xi kebanyakan bertahan karena tidak mampu menggunakan Pedang Raja Iblis dengan benar.


Chang Rui mendorong Nangong Li sampai ke pilar dan mendorong sekuat tenaga sementara Nangong Li memegang pedangnya di depan dada sekuat tenaga untuk menahan pedang Chang Rui.


Dari belakang, ada Zhang Yue yang akan memukul punggung Chang Rui tapi Huang Yi dan Huang Lingyi telah bekerja sama untuk menahan Zhang Yue.


Tapi, ketika Pedang Raja Iblis dikeluarkan maka kekuatan para Iblis ini menjadi menggila bahkan menjadi dua kali lipat.


"Nangong Li , kakak ku mengabdikan nyawanya yang berharga untuk mati sia sia demi dirimu dan kamu sekarang dalam upaya untuk membunuhku ?! Apakah kamu tidak merasa malu ?!" Tanya Zhang Yue.


"Zhang He adalah orang yang hebat, dia juga orang yang penuh belas kasih dan jujur, jika dia tahu kamu seperti ini maka dia akan marah. Anggap saja aku sedang membantunya untuk mencegah adiknya melakukan hal yang salah !" Seru Nangong Li.


Nangong Li menggunakan kekuatan maksimalnya dan menyerang Zhang Yue bersama dengan Huang Lingyi, Huang Yi dan Ling Jun yahh baru bergabung.


Sementara Nangong Xi dan Chang Rui sendiri masih bertarung dan sibuk dengan pertarungan mereka sendiri seolah olah yang lain tidak ada disini.


Dewa besar lainnya yang tersisa, membantu melawan para petinggi Iblis yang tersisa, itu juga agak tidak tertahankan.


Mereka tidak akan menang dengan jumlah yang kalah ini, ditambah lagi dibantu dengan Pedang Raja Iblis.


Sampai akhirnya langit terbelah dan pasukan dengan pakaian zirah putih bersih turun dengan sayap mereka yang lebar.


"Tetua !" Seru Huang Lingyi dengan terkejut.


Dewa Dewi yang sudah pensiun tidak boleh dipanggil kembali dengan paksa dan kondisi mereka juga tidak diketahui.


Pada saat ini, mereka telah bersatu dan kembali lagi kemari untuk membantu pasukan Dewa yang kesulitan untuk mengalahkan pasukan Iblis.


Chang Rui yang melihat ini ingin memberi hormat tapi tidak dapat melakukannya karena Nangong Xi sangat merepotkan.


Nangong Li melihat bahwa itu adalah Pamannya, adik dari Ibunya, seorang Dewa Matahari.

__ADS_1


"Paman, aku sudah lama tidak melihatmu. " Ucap Nangong Li dengan sopan.


"Aku juga sudah lama sekali tidak melihatmu dan sekali melihatmu, kamu sudah berubah menjadi sangat tampan dan gagah. " Puji pamannya, Nangong Yin.


"Ha ha ha, paman terlalu memuji. Tampaknya pada saat ini aku memang membutuhkan bantuan Paman. " Ucap Nangong Li.


Keduanya memiliki esensi Yang Murni yang paling baik dibandingkan Dewa lainnya, sama seperti Chang Rui tapi kebalikannya.


Jika Chang Rui menguasai Yin Murni maka kedua orang ini menguasai Yang Murni. Nangong Li dan Nangong Yin langsung bekerja sama untuk mengalahkan Zhang Yue bersama dengan Huang Lingyi dan Huang Yi.


Sementara Ling Jun sendiri berganti tugas untuk membantu menekan Petinggi Iblis yang telah menggila.


Chang Rui sendiri tidak memiliki seorang pun di sisinya untuk membantu, bukan karena tidak ingin ada yang membantunya tapi itu adalah karena tidak ada yang bisa mendekati lingkaran pertarungannya.


Sementara di dunia Fana,


Nangong Xiu menggunakan pakaian perangnya dan memimpin peperangan bersama dengan Long Yu yang menjadi wakil Jenderalnya untuk melawan Dinasti Ming dan Dinasti Yuan.


"Aku tidak takut bahkan jika aku harus mati disini, hanya saja dibandingkan memihak kejahatan maka aku lebih baik mati. " Ucap Nangong Xiu dengan berani.


Dia berdiri di barisan paling depan bersama dengan Kaisar Dinasti Ming dan Dinasti Yuan yang berada di hadapannya.


"Aku tidak memerlukan orang orang yang berkhianat dan memutuskan untuk mendukung kehancuran demi kepentingan kalian sendiri. " Ucap Nangong Xiu.


"Kamu hanyalah anak kecil, tidak akan berpengaruh banyak bahkan jika kamu banyak mengoceh. Kamu harus tahu apakah kamu bisa mempertahankan lidahmu atau tidak. " Balas Yu Qing.


"Kalau begitu maka harus melihat apakah kamu memiliki kemampuan atau tidak. " Ucap Nangong Xiu dengan gagah berani dan menarik pedang panjang miliknya.


'Paman, mungkin inilah terakhir kalinya kita bertemu. Aku mungkin tidak akan bertahan setelah peperangan ini. ' Pikir Nangong Xiu dengan perasaan sedih di dalam hatinya.


Dia selalu merindukan hari hari dimana dia berlatih pedang dengan Pamannya, memanjat dinding untuk menghindari pelatihan Ayahnya yang keras.


Setiap hari, Ayahnya hanya tahu bahwa dia harus mempelajari tentang filsuf. Tapi, pamannya mengatakan bahwa itu bisa dipelajari seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman.


Pamannya akan membawanya kabur lewat halaman belakang Istana dan berlatih pedang di kediaman Pamannya.


Jika dia akan dimarahi oleh Ayahnya setiap pulang maka tidak masalah selama dia bisa bersama dengan pamannya seperti waktu waktu itu.


Tapi, seiring berjalannya waktu, seiring bertumbuhnya dia, itu semakin memudar dan kenangan kenangan itu berubah menjadi kenangan yang langka.


Pada saat ini, Pamannya adalah seorang Dewa yang gagah berani dan melawan Iblis, maka dia juga ingin dikenang sebagai Pahlawan sebagaimana Pamannya melakukannya.


Long Yu mendekatinya dengan ekspresi khawatir seolah olah ingin Nangong Xiu untuk tidak ikut dalam pertarungan.


"Jika aku tidak ikut disini maka semuanya akan sia sia. Tidak ada gunanya untuk duduk di atas tahkta yang hancur. Jika semua orang mati hari ini maka aku akan ikut bersamanya. " Ucap Nangong Xiu dengan penuh keberanian.


Dia benar benar tidak cocok dengan usianya yang baru menginjak 11 tahun, hampir 12 tahun pada saat ini.


Dia benar benar pemberani, bahkan Ayahnya tidak memiliki keberanian ini. Bagaimana jika Nangong Xiu tahu bahwa dalang dibalik semua ini adalah Ayahnya ?

__ADS_1


__ADS_2