REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
190. Paman Putri Mahkota


__ADS_3

"Aa.... apa ?!" Tanya Cui San dengan terkejut ketika mendengarnya menyebutkan kata kata itu.


"Kenapa ? menyesal ? Sudah terlambat, selain menjadi seorang Walikota Kota Wu. Satu hal lagi yang harus aku katakan, aku adalah seorang Putri. Putri Yu Cheng Qing. " Ucap Chang Rui dengan sombong.


"Tidak.... tidak mungkin ! Aku adalah Paman dari Putri Mahkota !" Teriak Cui San.


"Paman Putri Mahkota ? Yu Qingyun ?" Tanya Chang Rui dengan heran.


Entah darimana orang ini mengarang. Hal hal aneh semacam ini, apakah mungkin ini salah satu paman jauh dari Yu Qingyun.


"Benar ! Qingyun adalah keponakan ku !" Seru Cui San dengan antusias dan tampak sombong karena Chang Rui mengenalnya.


"Ah ternyata Qingyun, bagaimana jika aku menyeretnya dari Istana dan membawanya untuk bertemu dengan Pamannya ini ?" Tanya Chang Rui dengan senyum iblis.


"Jika aku memperkarakan ini, maka orang orang akan menganggap bahwa Paman dari Putri Mahkota adalah orang yang sangat jahat dan melakukan banyak tindakan yang bertentangan. Dia bisa saja dihukum dan diasingkan, aku pikir dia juga tidak akan menganggap mu sebagai Paman lagi. " Canda Chang Rui tapi Cui San benar benar sadar bahwa apa yang dikatakan oleh Chang Rui sama sekali tidak sadar.


Jika memang sesuai dengan kata kata Chang Rui, maka pada saat ini dia dalam bahaya. Tidak akan ada yang bisa menolongnya.


Creshhhtt !


Suara terdengar dari sampingnya dan terlihat bahwa seorang anak kecil telah menyelinap ke belakang Cui Xilan dan dibunuh ditempat.


Ketika dia melihat, itu adalah Yuan Qiqi yang membunuh Cui Xilan dengan sebuah pedang yang di dapatkan dari bekas prajurit.


Chang Rui hanya menatap dengan datar sementara Yuan Qiqi menyeret kakinya yang terluka, terseok Seok ke depannya dan berlutut di depannya.


"Bunuhlah aku juga, aku sudah selesai membalaskan dendamku. " Ucap Yuan Qiqi dengan berani.

__ADS_1


Chang Rui menyeringai sementara Cui San akan menerkam Yuan Qiqi, Chang Rui telah menendang Cui San menjauh terlebih dahulu.


"Aku akan membunuh mu ! Aku akan membunuh mu ! Kamu membunuh putraku yang berharga !" Teriak Cui San dengan tangisan yang sangat kuat.


Sementara Chang Rui menatap dengan tajam ke arah Cui San tapi pada akhirnya tertuju lagi pada Yuan Qiqi.


"Lihatlah pada tanganmu, itu sudah ternoda darah dan tidak akan pernah bersih lagi. Apakah kamu mengerti dengan apa maksudku ?" Tanya Chang Rui.


"Aku mengerti. " Ucap Yuan Qiqi dengan polos menatap mata Chang Rui.


"Sejak saat itu maka kamu tidak akan memiliki jalan mundur lagi dan di takdirkan untuk menjadi seorang pembunuh, hanya aku yang bisa membantumu. Jadilah budak ku, aku akan merawatmu dengan baik. "Ucap Chang Rui sambil mengelus wajah Yuan Qiqi.


Wajah Yuan Qiqi ini mirip dengan seseorang yang pernah di temui olehnya di masa lalu, hanya saja Chang Rui tidak tahu itu mirip dengan siapa, Chang Rui telah lupa hanya saja merasa bahwa itu akrab dan tidak asing.


Keduanya saling menatap satu sama lain dan Chang Rui mengambil sesuatu di dadanya dan membiarkan Yuan Qiqi membacanya, memang benar kata Nangong Li bahwa Yuan Qiqi sudah bisa membaca.


Latar belakang Yuan Qiqi pastilah tidak sesederhana yang terlihat, tidak mungkin hanya anak seorang penebang kayu.


Pada zaman ini berbeda dengan zaman modern dimana hampir semua orang bisa berbicara dan menulis dengan lancar.


Tapi, di zaman ini hanya orang terhormat yang bisa belajar membaca dan menulis, termasuk Yu Cheng Qing sendiri tidak mendapatkan kesempatan untuk membaca dan menulis.


Jika orang biasa memiliki kemampuan itu maka ada dua kemungkinan, memang dia adalah orang yang pintar dan mempelajarinya secara otodidak.


Atau ada seseorang yang telah mengajarinya, misalnya seorang pelayan yang bekerja untuk keluarga besar biasanya mengetahui beberapa huruf sederhana dan di ajari oleh tuannya.


Itu adalah hal yang biasa. Tapi, jika melihat dari posisi Desa ini yang begitu dalam, pejabat mana yang memiliki kemungkinan untuk datang kemari ? Kecuali jika Yuan Qiqi bukan berasal disini.

__ADS_1


Yuan Qiqi sejak tadi tidak setuju dengan apa yang di tawarkan olehnya dan hanya menatap kertas perjanjian dengan wajah murung, tampak bingung dengan apa yang harus di lakukan olehnya.


"Putuskan dengan cepat, kesabaran ku tidak sebesar itu , jangan anggap bahwa aku tidak berani untuk membunuh mu.. Jika kamu memikirkan terlalu lama mungkin aku akan bosan dan tidak menunggu lagi. " Bisik Chang Rui pada Yuan Qiqi.


Yuan Qiqi mengepalkan tangannya sebelum akhirnya menggigit jarinya sendiri sampai berdarah lalu meneteskan darah di atas kertas perjanjian dan sebuah gelang lain terbentuk di tangannya, tampak sangat indah menghiasi lengannya yang putih pucat.


"Seharusnya aku membawa Lan Qing kali ini, kamu pasti memiliki teman yang sepadan dengannya. " Ucap Chang Rui dan kembali fokus dengan masalah Cui San.


"Jadi, apa yang harus aku lakukan padamu ?" Tanya Chang Rui.


"Dasar orang tidak tahu malu ! Dan pilih kasih ! Aku akan mengutuk mu dan seluruh keturunan mu bahwa kamu tidak akan pernah bahagia !" Teriak Cui San berusaha untuk meludahi nya sementara Chang Rui hanya menatap dengan jengah.


"Bagaimana jika aku membawamu ke Ibukota ? Orang orang pasti banyak belum tahu bagaimana rupa dari Paman Putri Mahkota. Aku ingin semua orang mengenal mu, bukankah niat ku baik ? Qingyun pasti akan sangat bersyukur padaku. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis.


"Aku adalah Paman Putri Mahkota ! Aku pasti akan membuatmu menangis dengan keras nanti !" Teriak Cui San masih berusaha untuk menggertak nya sementara dia sendiri hanya memandang dengan acuh tak acuh.


"Aku akan membuat dia dan dirimu berlutut di depanku nanti, jadi jangan terburu buru. " Ucap Chang Rui santai.


Bahkan jika Yu Qingyun melawannya, Chang Rui tidak pernah merasa takut dengan Yu Qingyun. Yu Qingyun hanyalah seorang wanita tanpa otak yang hanya tahu cara untuk memarahi orang lain.


"Yang merasa bahwa diri kalian adalah Anggota Keluarga Cui bisa keluar dan aku akan membawa kalian sekeluarga untuk menemui keponakan kalian. " Ucap Chang Rui dengan lantang.


Tapi tidak ada yang keluar, Chang Rui tertawa terbahak bahak sementara wajah Cui San berubah menjadi pucat ketika melihat pemandangan ini.


"Lihatlah, semua orang tidak ingin mengakui mu sebagai keluarga mereka lagi. Atau memang keluarga mu hanya lah putramu yang itu ?" Tanya Chang Rui pada Cui San.


"Kalian semua, orang orang terkutuk ! Pengecut dan wanita rendahan yang hina ! Aku akan menceraikan mu nanti dan menikah dengan wanita yang lebih cantik nanti ! Lihat saja !" Bentak Cui San pada seorang wanita paruh baya yang menundukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2