REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
64. Keracunan


__ADS_3

"Bagaimana perasaan mu ?" Tanya Chang Rui pada Nangong Li.


"Kekuatan menurun, aku mungkin akan tertidur sejenak. " Ucap Nangong Li dengan lemah.


Chang Rui memegang tangan pria itu untuk meyakinkan Nangong Li, anggap saja sebagai amal baik yang di lakukan nya untuk menolong Nangong Li.


Chang Rui melihat sekitar dan sebelum akhirnya merasakan bahwa ada hawa aneh di sekitar sini, terasa sangat dingin.


Mereka berdua saat ini berada bersebelahan, di atas ranjang. Bukankah ini agak canggung dan aneh ?


Semua orang tahu bahwa mereka berhubungan baik dan mereka adalah sepasang suami istri.


Tapi, mereka berdua tahu dengan jelas bahwa semua ini hanyalah permainan yang dimainkan oleh pihak Istana.


Mereka bukan benar benar merupakan pasangan seperti pada umumnya, mereka memiliki jalan masing masing dan tidak berada di kapal yang sama.


Hanya saja, Nangong Li tidak boleh mati pada saat ini atau dia sebagai Jiu Wangfei akan diburu oleh seluruh pihak untuk kematiannya agar menunjukkan kesetiaan yang dimiliki nya pada suaminya.


Tiba tiba, sebuah panah menembus jendela dan mengarah pada jantung Nangong Li. Chang Rui langsung membawa Nangong Li masuk ke dalam pelukannya dan panah itu menyerempet tangannya yang membuat pakaiannya robek dan lengannya berdarah.


"Siapa disana ?!" Teriak Chang Rui mengeluarkan pedang pendek miliknya.


Teriakan Chang Rui membuat Long Yu dan Zhang Yue yang berjaga di depan langsung berlari masuk.


"Kejar mereka ! " Perintah Chang Rui pada sebuah bayangan hitam yang berniat untuk pergi.


Tapi, melihat bahwa tidak mungkin bagi Long Yu untuk mengejar dari Chang Rui melemparkan bilah pisaunya kearah bayangan hitam itu dan bayangan hitam itu jatuh.


"Lihat dan interogasi orang itu , cari tahu siapa penyebabnya !" Perintah Chang Rui dengan dingin.


"Ya, Wangfei. " Ucap Long Yu dan langsung berjalan pergi.


"Kenapa kamu memilih untuk melindungiku daripada membiarkan ku mati disini ?" Tanya Nangong Li dengan lemah.


"Hmph ! Bahkan jika aku ingin kamu mati tapi tidak saat ini ! " Dengus Chang Rui sambil melihat lengannya.


Chang Rui tiba tiba mendesis dan pandangannya menjadi kabur lalu terbatuk batuk darah.


Chang Rui jatuh berlutut dan berpegangan dengan pinggir ranjang lalu dibantu oleh Zhang Yue untuk berdiri.


"Ada racun dalam panah itu. " Ucap Chang Rui dengan pucat.


Rasa sakit yang dalam menggerogoti tubuh Chang Rui yang membuatnya menjadi sedikit meringis.

__ADS_1


"Jika Wangfei percaya denganku maka aku akan membantu Wangfei untuk mengeluarkan racun, hanya saja cara ini sulit dan menyakitkan. " Ucap Zhang Yue.


Chang Rui tidak memiliki tenaga untuk menjawab hanya sedikit menganggukkan kepalanya.


Zhang Yue mengeluarkan satu set jarum peraknya dan mulai menusuk punggung tangan Chang Rui dengan jarum.


Tubuhnya penuh dengan keringat dan rasa sakit yang tidak tertahankan terasa ditubuhnya.


Chang Rui benar benar ingin berteriak tapi tidak bisa, mungkin karena telah di didik dari kecil untuk memiliki wajah yang tipis.


Maka, Chang Rui akan kesulitan untuk mengakui apa yang dia rasakan karena merasa malu, kali ini pun sama, dia hanya bisa menanggung semua perasaan sakit ini sendiri.


Zhang Yue sendiri juga tidak mudah dan terus berkeringat dingin, tapi tangannya tidak berani bergetar sedikitpun, tatapan Zhang Yue juga tidak beralih sejak tadi dari punggung tangan Chang Rui.


Semua ini terus berlangsung sampai lewat dari tengah malam dan Chang Rui terbatuk batuk dengan darah hitam.


"Tubuh Wangfei akan berubah menjadi lemah untuk beberapa hari dan tidak akan bisa menggunakan ilmu meringankan tubuh. " Ucap Zhang Yue.


"Sialan, harus pada saat ini...... Ketika aku ingin memasuki penjara dan hal ini menimpaku. " Keluh Chang Rui dengan nada rendah.


Chang Rui mengepalkan tangannya dengan erat dan berdiri lalu berbaring di samping Nangong Li.


"Terima kasih atas bantuan dari Tuan Zhang. " Ucap Chang Rui dengan lemah.


Chang Rui menganggukkan kepalanya dan berniat untuk berada di paling ujung sebelum akhirnya Nangong Li menarik Chang Rui.


"Wangye, apa yang kamu lakukan ?" Tanya Chang Rui.


"Kamu mengambil keuntungan ketika aku lemah dengan memelukku tadi, sekarang aku akan membalasmu dengan memelukmu balik. " Ucap Nangong Li.


Chang Rui tidak memiliki tenaga untuk melawan dengan racun yang baru saja di keluarkan dari tubuhnya, jadi dengan patuh berbaring di dalam pelukan Nangong Li.


"Wangye, kenapa tubuhmu sangat dingin ?" Tanya Chang Rui.


"Entahlah, aku juga tidak mengerti. " Jawab Nangong Li.


Entah kenapa, Chang Rui merasa bahwa itu semua bohong , jika tidak mengapa nada Nangong Li sedikit membawa keraguan.


Tapi, karena Nangong Li tidak ingin mengatakannya maka Chang Rui tidak akan memaksa.


Hari hari damai seperti ini tidak akan bisa ditemui dua kali , besok entah apa yang menunggunya di penjara Istana.


"Wangye, bagaimana jika aku tidak bertahan di penjara Istana ?" Tanya Chang Rui dengan usil dan penasaran bagaimana dengan reaksi Nangong Li.

__ADS_1


"Selama aku belum mengizinkan, maka Raja Neraka sekalipun tidak bisa membawamu. " Balas Nangong Li masih dengan mata terpejam.


"Terlalu sombong..... " Lirih Chang Rui dan ingin tertawa tapi tidak bisa.


Tanpa sadar, Chang Rui tertidur dengan sangat nyenyak dan ketika bangun itu sudah pukul lima pagi, Nangong Li sudah merasakan sebagian kekuatannya kembali.


"Apakah begitu nyaman untuk tidur di pelukan ku sehingga kamu terus berusaha berpura pura tidur dan mengambil keuntungan dariku ?" Tanya Nangong Li.


Chang Rui tidak menjawab dan hanya memutar matanya, seluruh tubuhnya terasa kedinginan dan menatap sekitar dengan malas.


Memang, seperti yang dikatakan oleh Zhang Yue, kekuatannya saat ini telah melemah karena keracunan kemarin.


"Saat kembali, aku akan membahas masalah ini dengan Wangye. " Ucap Chang Rui.


Nangong Li menganggukkan kepalanya lalu pintu di ketuk dan Long Yu membawa masuk pedangnya dengan kedua tangan.


"Terima kasih. " Ucap Chang Rui dan mengambil pedangnya.


"Maafkan aku karena tidak bisa mengambil informasi apapun dari orang yang ditangkap kemarin !" Ucap Long Yu sambil berlutut.


"Oh ? Dimana orang itu ? "Tanya Chang Rui.


"Wangfei, tubuhmu lemah. Apakah kamu yakin ingin pergi ke penjara ?" Tanya Long Yu.


"Biarkan aku menemani Wangfei, sementara kamu menjaga Tuan. " Ucap Zhang Yue yang entah muncul darimana.


Chang Rui dengan Zhang Yue dan beberapa penjaga lain berjalan menuju penjara bawah tanah yang lembab.


Zhang Yue melihat Chang Rui dan melihat tatapan dingin dimata gadis itu. Walaupun terlihat agak terganggu dengan kondisi disini tapi tidak sepenuhnya terganggu.


Sampailah ke sebuah sel penjara, dimana orang itu penuh dengan luka tapi tidak parah.


"Orang ini tidak ingin mengatakan apapun ? " Tanya Chang Rui.


"Menjawab Wangfei, dia hanya mengatakan namanya, Qiu Yong. " Ucap seorang penjaga penjara.


"Oh, jadi namamu Qiu Yong. Apakah kamu masih berhubungan dengan Kaisar terdahulu ? Qiu Tian ? " Tanya Chang Rui dengan senyum dingin.


Pria itu tampak gugup tapi Chang Rui telah terlebih dahulu menendang wajah pria itu sampai rahangnya patah.


"Wangfei !" Ucap Zhang Yue dengan peringatan.


"Dia berusaha untuk menggigit racun yang tersimpan di giginya. " Chang Rui mengatakan niatnya.

__ADS_1


"Karena sekarang kamu bahkan tidak bisa menemukan jalan pintas, maka sebaiknya kamu mengatakan semuanya dengan baik baik layaknya seorang putra penurut, jika tidak maka jangan salahkan aku karena kejam. " Ucap Chang Rui dengan seringaian dingin.


__ADS_2