
Chang Rui tertidur cukup lelap selama 3 jam sebelum akhirnya terbangun dan melihat bahwa kudanya masih kelelahan sehingga dia kembali tidur.
Dia tahu bahwa dirinya harus beristirahat dengan baik jika tidak maka dirinya akan berubah menjadi tengkorak hidup.
Chang Rui tidur cukup lama kali ini, selama 6 jam. Jadi total nya dia tidur selama 9 jam, jadi ini sudah lebih dari cukup bagi nya untuk beristirahat.
Chang Rui melihat ke arah kuda nya dan membelai kuda nya dengan perhatian dan kuda nya mulai meringkik dengan semangat.
Menunjukkan bahwa kuda jangan itu sudah siap lagi untuk menempub perjalanan panjang.
"Anak baik, maaf menyusahkan mu. Bagaimana jika aku melepaskan mu nanti di Desa selanjut nya dan aku bertukar dengan kuda lain ?" Tanya Chang Rui dengan perhatian.
Chang Rui melakukan ini bukan karena dia tidak berperasaan tapi karena kuda ini telah menemani nya selama lebih dari satu minggu, jika kuda nya terus seperti ini maka kuda nya akan meninggal dengan cepat dan Chang Rui tidak menginginkan itu untuk kuda nya yang sangat di sayangi nya.
Kuda itu meringkik dengan sedih ketika mendengar itu, Chang Rui yang melihat ini mengerutkan dahi nya lalu menghela nafas dengan sedih.
Kuda ini sangat keras kepala dan angkuh, memiliki harga diri nya sendiri sangat mirip dengan seseorang dan satu lagi, sangat sulit untuk di hadapi.
"Bagaimana mungkin, kamu begitu mirip dengan Nangong Li ? Apakah kamu adalah reinkarnasi pria itu ?" Tanya Chang Rui dengan geli sendiri ketika menanyakan hal ini.
Itu adalah pertanyaan yang tidak masuk akal tentu saja, bagaimana mungkin Nangong Li berubah menjadi seekor kuda bukan ? Itu sangat tidak masuk akal.
Chang Rui menghela nafasnya dengan pelan ketika memikirkan ini. Setelah itu Chang Rui berjalan dengan langkah yang mantap menuju ke depan, langkah itu penuh dengan keyakinan.
Tidak tahu keyakinan pada apa yang membuatnya begitu buta dan tidak masuk akal.
Chang Rui berjalan ke depan dengan tenang lalu menaiki kuda nya, Chang Rui memacu kuda nya dengan cepat dan berharap bahwa dia bisa kembali.
Tapi , entah kenapa Chang Rui mendapatkan perasaan bahwa dia tidak akan kembali dengan mudah, perjalanan kali ini tidak akan menjadi perjalanan yang mudah baginya.
Chang Rui memikirkan ini dengan helaan nafas sebelum akhirnya menyemangati diri nya sendiri dan berpikir bahwa seharus nya dia tidak meras pesimis, selama masih ada harapan maka dia akan terus melakukan nya.
__ADS_1
Selama dia masih memiliki satu kemungkinan maka dia akan mencoba nya, satu satunya kalimat yang dia benci ketika dia masih menjadi dokter adalah ketika dia harus mengatakan bahwa pasien tidak bisa di selamatkan dan mereka telah bekerja keras untuk menolong nyawa pasien.
Chang Rui selalu merasa bahwa selama dia tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien tersebut maka dia belum bekerja dengan keras.
Sampai akhirnya ada satu keluarga pasien yang merasa kasihan dengannya dan mengatakan pada nya bahwa semuanya bergantung dari restu yang maha Kuasa sementara dia hanya bisa mencoba yang terbaik.
Chang Rui tersenyum pahit pada saat itu dan tidak bisa tidak langsung kabur dari sana dengan malu.
Chang Rui merasa malu untuk setiap kegagalan nya dan melupakan bahwa sendiri sendiri hanyalah seorang manusia yang masih bisa merasakan kegagalan.
Ini adalah kesalahan nya karena tidak mengerti diri nya sendiri, Chang Rui memandang dirinya sendiri.
Lalu memahami bahwa semuanya tidak bisa di selamatkan tapi dia tetap akan mencoba yang terbaik , sama hal nya dengan kasus Nangong Li.
Walaupun dia akan berlari ke ujung bumi, dia masih akan mencoba untuk mengobati Nangong Li karena Nangong Li adalah pasiennya.
Karena Nangong Li adalah pasien nya maka dia bertanggung jawab untuk menjaga pria itu dan menyelamatkan pria itu sekuat tenaganya.
Chang Rui dengan semangat menempuh perjalanan nya.
"Pemandangan di sini sangat indah bukan ?" Tanya Chang Rui dengan senyum cerah.
Entah di tujukan untuk Nangong Li atau untuk dirinya sendiri. Chang Rui memandang sekitar nya.
Chang Rui berjalan dengan penuh semangat , Chang Rui bersenandung kecil untuk menambah semangat.
Di sana, akhirnya dia keluar dari Hutan yang panjang itu. Dia menatap ke arah Desa Qin, disana adalah Desa pandai besi dan menciptakan puluhan mahakarya dalam senjata.
Puluhan Dewa pandai besi sebagian besar di ciptakan dari Desa kecil ini, karena perbatasan ini berbatasan dengan Selatan maka ini akan menjadi tempat yang paling rawan untuk terjadinya pecah perang.
Jadi, hampir setiap orang nya memegang senjata yang telah mereka buat. Chang Rui menginap disana selama tiga hari untuk mengembalikan semua tenaga yang telah terkuras habis.
__ADS_1
Chang Rui membeli sebuah pisau kecil, ada delapan disatu tas itu dan akan sangat baik untuk serangan diam diam.
Tinggal melumuri nya dengan racun maka akan bisa melumpuhkan musuh yang lebih kuat di depan nya.
Chang Rui memandang diri nya sendiri di depan pantulan pedang pendek yang ada di tangannya.
Pedang pendek ini sangat luar biasa, Chang Rui membalik balikkan nya dengan sangat semangat.
Chang Rui dengan semangat membalikkan pedang nya dan melihat lihat pedang ini dengan penuh kebanggaan.
Ini sebenarnya bukan pedang pendek melainkan sebuah belati.
Dia telah salah menyebut nya dan membuatnya tampak seperti orang bodoh, jadi setelah itu Chang Rui menginap.
1 Bulan berlalu dan Chang Rui telah sepenuh nya berubah, tidak seperti Chang Rui yang lama lagi.
Chang Rui pada saat ini tampak lebih gelap tapi lebih mempesona dengan cara nya sendiri, tubuh nya dipenuhi dengan pasir dan dia berjalan sendirian.
Tidak membawa kuda nya , jika berjodoh maka dia akan kembali dan bertemu dengan kuda yang ditemui nya sebelumnya.
Di padang gurun ini, Chang Rui memegang dua guci arak di kanan dan kiri, masing masing lima liter.
Tidak ada yang tahu berapa banyak dia butuhkan disini, Chang Rui takut bahwa persediaan nya akan kurang jadi Chang Rui membawa nya cukup banyak.
Tiba tiba ada badai pasir yang cukup besar sehingga membuat Chang Rui harus menepi di pinggir.
Chang Rui mengerutkan dahi nya ketika melihat ini dan melihat bahwa dia harus bertahan.
Chang Rui mengenakan syal nya untuk menutupi hidung dan mulut nya sementara mata nya dilindungi oleh topi bambu udang yang telah di gunakan nya untuk waktu yang lama belakangan ini.
Chang Rui mengenakan tenaga nya untuk berjalan dengan langkah yang kuat agar tidak terseret masuk ke dalam pusaran angin.
__ADS_1