REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
165. Kenalan Lama


__ADS_3

"Betapa murah hatinya, aku benar benar akan berubah menjadi kaya. " Ucap Chang Rui sambil tertawa terbahak bahak dan memukul meja.


"Aku akan berhenti tidak akan berjudi lagi. " Lanjut Chang Rui tanpa diduga duga menyebabkan musuh terkejut.


Musuhnya tentu saja bukan orang pemula, tidak mungkin tidak mengetahui trik yang ada di balik dadu yang sudah di curangi.


Jadi, satu satunya alasan yang bisa di temukan oleh Chang Rui adalah musuhnya menunggu dirinya sampai lengah karena terlalu senang akan kemenangan.


Pada saat itu maka musuhnya akan menang sepenuhnya dan merebut semua kebanggaan yang di pegang oleh Chang Rui.


Chang Rui tidak sebodoh itu, karena dia sudah menyulap 300 ribu Tael nya menjadi 1,2 juta Tael maka dia tidak berani untuk menjadi lebih serakah.


"Kenapa berhenti ? Tidakkah permainan ini baru saja dimulai ?" Tanya musuhnya.


Setelah mendengar lagi, Chang Rui akhirnya menyadari sepenuhnya bahwa orang dibalik topeng itu bukanlah suara seorang pria melainkan seorang wanita.


Mungkinkah ini adalah kenalan lamanya ?! Chang Rui tampak lebih antusias, siapa lagi jika bukan Yu Hua Jin ?


"Aku tahu bahwa Dewi Keberuntungan berada adi pihak ku, tapi jika dipaksakan secara berlebihan maka orang orang akan menyebutku sebagai orang yang serakah. " Balas Chang Rui.


"Di tempat perjudian ini, siapa yang tidak serakah ? Bagaimana kamu bisa berhenti disaat itu akan mencapai puncaknya ?" Tanya Yu Hua Jin.


Tidak tahu apa yang membuat Yu Hua Jin berubah menjadi putih, rambutnya itu seperti cahaya bulan.


Chang Rui pernah membaca sebuah buku yang berdebu bahwa ada sebuah Klan yang disebut dengan Klan Bulan.


Klan Bulan memiliki kekuatan yang luar biasa tapi pada saat ini sudah punah sejak Dewi Bulan yang terakhir.

__ADS_1


Chang Rui menatap ke arah Yu Hua Jin yang memiliki rambut putih seperti cahaya bulan, tampak begitu terang dan menyilaukan.


"Tentu saja sebagian orang serakah akan kekayaan disini, tapi sebagian orang hanya datang untuk mendapatkan kesenangan , bukan ? Sensasi ketika mengalahkan musuh mu sepenuhnya , tentu saja tidak bisa dibayar dengan uang bukan ?" Tanya Chang Rui sambil menundukkan kepalanya dan menyamakan tingginya dengan Yu Hua Jin.


Mereka saling menatap satu sama lain, Chang Rui mengangkat salah satu sudut bibirnya lalu kembali menegakkan tubuhnya.


"Tidak ada gunanya untuk menjelaskan hal ini kepada gadis kecil sepertimu. " Ucap Chang Rui dengan wajah bosan.


"Siapa yang kau sebut dengan gadis kecil, hah ?!" Teriak Yu Hua Jin dengan marah.


Chang Rui tertawa ringan dan membawa pergi 1,2 juta tael. Kenalan lama ini masih sama sama tidak bisa di duga.


Yu Hua Jin ini, dia berterimakasih di dalam hati kepada Yu Hua Jin. Jika di masa depan Yu Hua Jin membutuhkan bantuannya maka dia tidak akan segan untuk membantu.


Karena Yu Hua Jin memberikannya semua uang ini secara cuma cuma walaupun sebenarnya semula memiliki niat tersembunyi.


"Apakah kamu tidak takut bahwa orang orang akan menyebut mu sebagai seorang pengecut ? Seorang pengecut di perjudian ini akan lebih buruk daripada seseorang yang kalah karena bertaruh habis habisan. " Ucap Yu Hua Jin masih mencoba untuk memprovokasi nya dengan berbagai kata kata yang aneh ini.


"Pergi kesana kemari berusaha untuk mendapatkan reputasi baru yang berbeda dari saudara saudari mu, berusaha untuk menonjol ditengah tekanan. Berusaha untuk mendapatkan pandangan sekilas dan belas kasih dari Putra Surga. " Lanjut Chang Rui.


Wajah Yu Hua Jin tampak berubah ketika mendengar kata katanya dan Chang Rui tersenyum tipis.


"Putra Surga........ tentu saja menyukai seseorang yang berbakat. Tapi, ketika dia menemukan orang lain yang lebih berbakat darimu maka dia akan memindahkan semua kasih sayangnya kepada orang baru. " Ucap Chang Rui memberi saran.


Chang Rui memberi saran kepada Yu Hua Jin untuk berhenti mengejar kasih sayang dari Yu Lian karena Yu Lian bisa berubah dengan begitu cepat.


Percuma bagi Yu Hua Jin untuk menghabiskan seluruh hidupnya dibawah tekanan karena Yu Lian tidak akan menghargai nya.

__ADS_1


Yu Lian sangat mudah berubah dan hanya memanfaatkan orang lain, Yu Lian adalah seorang bajingan yang hanya tahu bagaimana untuk menggerakkan orang lain.


Semoga saja Yu Hua Jin menyadari apa yang di maksud olehnya di balik kata katanya karena jika Yu Hua Jin masih tidak mengerti maka dia tidak akan memiliki cara lain untuk menjelaskan hal ini kepada Yu Hua Jin.


Di satu sisi, dia kasihan dengan Yu Hua Jin karena terus mengejar hal yang kosong, semua yang di kejar oleh Yu Hua Jin adalah sebuah ilusi yang kabur.


Sementara di sisi lain, dia tidak bisa mengungkapkan identitas nya secara langsung kepada Yu Hua Jin.


Chang Rui berjalan pergi sebelum akhirnya Yu Hua Jin kembali memanggilnya dan Chang Rui menghentikan langkahnya dengan malas dan menatap ke belakang.


" Terima kasih....... aku sudah mengerti. Aku pikir aku selama ini akan mendapatkannya tapi pada akhirnya aku tahu bahwa sebenarnya itu hanya ilusi ku, aku pikir aku harus puas dengan apa yang aku miliki pada saat ini. Terimakasih, kita akan bertemu lagi di masa depan. " Ucap Yu Hua Jin panjang.


Chang Rui tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya berjalan keluar dari tempat perjudian itu.


Yu Hua Jin harus puas dengan apa yang dimilikinya pada saat ini, mengingat bahwa dia mendapatkan kasih sayang penuh dari ibu dan kakek neneknya.


Daripada Yu Cheng Qing yang sendirian, lalu mendapati bahwa kakeknya adalah seorang pengkhianat.


Walaupun yang salah adalah Yu Lian, tapi Chang Yue Qing telah melakukan kesalahan dengan mengkhianati Istana demi menolong orang seperti Yu Lian.


"Nona, siapa orang tadi ? Kenapa kamu tampaknya sangat kenal dengannya ? Kenapa membahas tentang Yang Mulia ?" Tanya Cuiyun dengan bingung.


"Tebak, menurutmu siapa orang itu ?" Tanya Chang Rui dengan perasaan yang baik.


Dia lalu melihat orang dengan seragam pelayan yang tampak asing di matanya, berlari kesana kemari membawa selebaran untuk menempel nya di dinding.


"Setiap tabib di panggil ke kediaman Menteri Lan !" Teriak salah seorang pelayan.

__ADS_1


"Nah ini yang aku tunggu tunggu dari tadi, betapa menyenangkannya. Sudah membawa 1,2 juta Tael dan sekarang aku akan mendapatkan uang lagi. " Ucap Chang Rui dengan senyum puas.


"Nona, kamu sudah merencanakan semuanya dengan sangat sangat matang sekali. " Ucap Cuiyun dengan terkesima.


__ADS_2