Setelah Menikah

Setelah Menikah
Bab 86


__ADS_3

Tersenyum. 


Kiran hanya bisa tersenyum kala mendengar ucapan sang suami. Lalu air mata jatuh dengan sendirinya. Ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata bahagia. 


Kiran lalu bangkit dari duduknya dan memeluk sang suami yang sudah merentangkan tangan. Keduanya saling memeluk erat, mengungkap kata cinta dari pelukan itu. 


Dan akhirnya, siang itu, Kiran makan siang diatas pangkuan sang sumi. Kedua tangan Aslan memuluk pinggang istrinya erat, sementara Kliran yang bertugas menyuapi suaminya itu, lalu makan sendiri juga untuknya. 


Sesekali tawa terdengar renyah diantara obrolan mereka.


Waktu berjalan begitu lama, namun terasa sangat indah. 


Hingga saat makan siang usai dan mereka pindah keatas ranjang. 


Memulai pergulatan penuh peluh dan lenguh nikmat, tak kalah nikmat dari desert penutup makan siang tadi yang terasa manis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam pulang kantor, Aslan dan Kiran pulang juga ke rumahnya. Yuli dan Iwan sedikitpun tak menatap curiga pada senyum yang terukir dibibir keduanya. Hanya Desi yang merasa aneh, pasalnya seingat Desi, Kiran tak menggunakan baju itu saat berangkat kerja tadi, tapi kenapa majikannya ini sampai ganti baju? 


Bahkan Aslan dan Kiran nampak lebih segar dari biasanya saat mereka pulang kerja, seolah keduanya baru saja selesai mandi. 


Berusaha menebak apa yang terjadi, namun Desi tak menemukan jawaban apapun. 


“Mbak Desi, malam ini, Aydan tidur sama aku lagi ya?” pinta Kiran, saat pulang kerja itu tiba-tiba Kiran langsung menggendong Aydan, biasanya Kiran akan lebih dulu membersihkan diri. 


“Ran, mandi dulu sayang, baru gendong Aydan,” titah Yuli. 


Nah kan, mandi dulu, tapi sepertinya ibu Kiran sudah mandi. Batin Desi. 


“Aku su_”


Ucapan Kiran terhenti saat Aslan langsung menggenggam tangannya erat, bahkan mengerlingkan sebelah matanya genit. Sampai-sampai Kiran dibuat kebingungan. 


“Iya Umi, kami mandi dulu,” jawab Aslan kemudian, lalu menarik sang istri untuk mengikuti langkahnya., masuk ke dalam kamar mereka. 


“Kita kan sudah mandi Mas,” ucap Kiran saat mereka sudah berada didalam kamar, bahkan Aslan sudah mengunci pintu itu rapat-rapat. 


“Kalau Umi tanya mandi dimana? Kamu jawab apa?” tanya Aslan dengan mengulum senyumnya, dan mendengar itu, Kiran tersenyum kikuk.


Nyaris saja, kelakuan mereka hari ini ketahuan. Izin kerja, dan malah checkin hotel. 


“Maaf,” pinta Kiran seraya bergelayut manja dilengan sang suami.  

__ADS_1


Aslan hanya tersenyum tipis, lalu mengelus pucuk kepala sang istri dengan sayang. 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu berlalu, hingga kini tiba hari sabtu. 


Jadwal reuni sekolah SMA , Aslan, Kiran dan Agung. 


Reuni itu diadakan saat malam hari, memilih jam malam agar tak mengganggu sebagian orang yang masih bekerja. Juga menepati malam minggu. 


Kiran memutuskan untuk membawa Aydan, 


Namun karena Aslan masih ada pertemuan dengan klien, ia meminta istrinya itu untuk datang lebih dulu bersama Agung. Dan ia akan menyusul kelak. 


Sementara Agung, hanya bisa datang seorang diri, karena Widya sedang pergi ke Bandung, ziarah ke makam nenek dan kakeknya, pergi bersama kedua orang tuanya. 


“Sini Ay, gendong ayah saja,” ucap Agung, sejak dulu Aydan memang diajari untuk memanggil Agung ayah pula. Aydan menurut, dengan sendirinya ia mengulurkan kedua tangan dan masuk kedalam dekapan sang ayah pura-pura. 


Mereka bertiga masuk ke salah satu cafe yang menjadi tempat reuni itu diadakan. 


Kedatangan Agung dan Kiran sontak mencuri perhatian semua teman-temannya. Ada yang menyangka jika mereka akan menikah dan ada pula yang tak menyangka jika akhinya Kiran the most wanted di sekolah akan menikah dengan Agung. 


Bahkan sebagian ada yang bersorak menyambut mereka berdua. 


Agung sih senang-senang saja, tanpa peduli apa yang teman-temannya pikirkan, ia mengenalkan Aydan sebagai anaknya. 


Reuni akbar. 


Namun banyak juga yang tak menghadiri acara reuni itu. 


Tak hanya makan malam, mereka juga menggelar acara charity, mengumpulkan sumbangan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. 


Nama Aslan disebut, bahkan dipanggil-panggil untuk maju kedepan. Jaman sekolah dulu, biasanya Aslan lah yang mengumpulkan sumbangan dari kelas 1 sampai kelas 3. 


Mendengar nama suaminya disebut-sebut dengan nada meledek, Kiran mulai mengeram. Smentara Agung langsung mengatupkan kedua tangannya didepan dada, memohon ampun. Sebenarnya dulu meminta sumbangan adallah tugas OSIS, yaitu Agung and the genk, tapi karena keusilan mereka, mereka meminta Aslan yang menggerjakan tugas itu. 


“Ampun Ran, ampun!” Pinta Agung dengan sungguh-sungguh. 


“Sana maju!!” titah Kiran dan Agung langsung mengangguk patuh, akhirnya, Agung lah yang memimpin acara charity itu. 


Saat acara charity itu berlangsung dipertengahan jalan, Aslan datang. Masuk ke cafe itu dan menyisir tiap penjuru, mencari dimana istri dan anaknya duduk.


Dapat, ternyata Kiran duduk didepan sana, paling depan dekat podium dimana Agung berdiri disana.

__ADS_1


Tanpa mengulur waktu, Aslan pun menghampiri. Seorang pria tampan, menggunakan setelan jas lengkap, berjalan diantara mereka, seketika saat itu juga Aslan mencuri perhatian semua orang.


Mereka terus mengingat, siapa sebenarnya pria tampan dan rupawan ini?


Namun ternyata, tak ada satupun yang mengingatnya. Hingga Aslam sampai disamping Kiran dan duduk disana.


Lalu tanpa cangung, Kiran memeluk lengan suaminya erat.


Hingga sebagian temannya menatap tak percaya pada tingkah Kiran itu, bahkan didepan suaminya sendiri, ia memeluk pria lain.


Kiran lalu menjelaskan pada suaminya yang baru datang, bahwa sekarang sedang diadakan charity. Namun dibuat seperti lelang, tiap orang yang hendak menyumbang, menunjukkan jumlah dipapan kecil berbentuk lingkaran.


Agung mencatat dan nanti akan melihat siapa yang paling banyak menyumbang, orang yang terbanyak menyumbang itulah yang nanti akan menentukan dimana uang ini akan mereka salurkan.


"Kamu sudah?" tanya Aslan dan Kiran mengangguk, Aslan lalu menoleh ke papan tulis besar didepan sana, istrinya itu menyumbang sebanyak 5 juta.


"Tambahlah, 20jt lagi," ucap Aslan kemudian.


Belum lama ini Aslan memang berniat untuk memberikan santunan pada salah satu panti jompo. Saat kini ada kesempatan, maka sekalian saja ia laksanalan niatnya itu.


Kiran mengangguk, lalu kembali mengangkat papan miliknya yang sudah bertuliskan 20 juta.


Seketika semua orang bersorak, pasalnya Kiran adalah penyumbang terbanyak hingga detik ini.


Bisik-bisik pun mulai terjadi, mereka yakin, pria disebelah Kiran lah yang menambah jumlah sumbangan itu.


"Wah wah wah, Nyonya Aslan memang terbaik," ucap Agung diatas sana, seraya mencatat angka 25 juta dinama Kiran.


Mendengar nama Aslan disebut, semua orang seolah tak percaya.


Aslan?


Aslan siapa?


Aslan si cupu?


Benarkah pria tampan itu Aslan?


Dia suami Kiran? bukan Agung?


Bisik semua orang.


"Sstt! berisik banget sih," keluh Agung.

__ADS_1


"Yang duduk disebalah Kiran itu adalah Aslan, suami Kiran," jelas Agung lantang.


Dan semua orang terbelalak.


__ADS_2