Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Takdir lain


__ADS_3

"Pah , Raka rindu Mama" , Di pagi hari Raka sudah merengek.


"Raka rindu Mama?" tanya Bob.


"Iya" ,Raka pun mengangguk .


Bob mengeluarkan handphone nya . Mengirim pesan pada Nata.


*****


"Nat ada apa?" tanya Ibu yang sedang bersamanya.


"Bob mengirim pesan"


"Ada apa?" tanya Ibu


"Raka , dia bilang rindu aku" , Ibu mendengarkan.


"Bu , aku akan pergi menemui Raka sebentar"


Nata bergegas mengambil tas nya .


******


"Raka" Nata berteriak dari kejauhan , melambaikan tangan padanya.


"Mama" teriak Raka , yang setelah melihatnya , ia pun berlari memeluk Ibunya .


Nata mengajak Bob bertemu di sekolah Raka.


"Sayang jangan berlari" gumam Nata.


"Ma , apa adik bayi sudah sembuh?"tanya Raka ,


Nata mengelus kepalanya, "Sudah sayang" tersenyum menatapnya.


"Nah Raka sekarang waktunya kamu masuk sekolah" sahut Bob.


"Baik" Raka menjawab dengan penuh suka cita.


.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Bob


"Baik" jawab Nata, setelah sekian lama tak jumpa semua nampak canggung . Mereka hanya tertegun larut dengan pikirannya masing-masing.


"Baiklah, sampai jumpa nanti" , Bob pun pergi , ia hendak segera kekantor.


Nata masih tertegun ,menatap punggung Bob yang berlalu pergi.


.


Setiba kembali kerumah , "Nat kamu sudah kembali!" , tanya Ibu.


"Ya Bu"


Nata tiba dengan merebahkan tubuhnya diatas sofa.


Tring .... (Sebuah pesan email masuk)


"Ah , akhirnya" ,Seru Nata sangat senang.


"Ada apa?"


"Ibu ,aku ada panggilan wawancara"


"Nat, kamu akan bekerja?"


"Ya Bu, sepertinya begitu"


"Kamu sudah izin Alex?"


Nata menggelengken kepalanya.


"Lalu sikembar?"


"Ibu bisakah Ibu membantuku mengurusnya" menatap juga pada dua orang pengasuh sikembar.


"Ibu aku punya rencana"


"Nat" Ibu memegang bahunya.


"Aku ingin kita segera keluar dari rumah ini"


"Tapi , apa kamu sudah yakin dan bicara dengan Alex?"


"Belum lagi Bu"


"Nat, jangan gegabah, bicarakan dulu"


"Hmmm" sahut Nata.


"Aku akan mencoba menemuinya dulu"

__ADS_1


*******


Keesokan hari Nata pergi ke alamat kantor tersebut. Tempat ia melamar kerja.


Nampak beberapa orang juga sedang menunggu interview.


"Silahkan Nona Renata" sapa seorang staf .


.


Beberapa pertanyaan , berhasil Nata jawab .Tinggal menunggu penilaian .Dan tak lama hasilnya pun diumumkan , Nata lolos dan diterima kerja. Besok ia sudah bisa mulai kerja.


.


"Oh senangnya , rasa nya aku ingin cepat-cepat pulang mengabari Ibu". Nata keluar berjalan dari kantor itu dengan perasaan senang .


Ketika sedang berjalan, Nata tak sengaja melihat Unge masuk mobil bersama Alex.


"Mengapa aku merasa canggung melihatnya" Nata ia memegang dadanya yang berdebar.


.


"Ibu" sorak Nata masuk kedalam rumah .


"Unge" Nata terkejut melihat Unge disana .


"Nat, apa kabar?" Unge segera menghampiri dan memeluknya.


"Baik" , menjawab dengan sedikit respon , entah mengapa perasaan Nata tiba-tiba menjadi canggung pada Unge.


"Nat , maaf aku tidak bicara dulu padamu ,jika aku mengajak Unge kerumah" Ucap Alex menghampirinya.


"Tidak apa, duduklah , duduk kembali" bicara pada Unge.


Nata, melihat, disana ada Ibu dan Daniel juga , sepertinya ada hal penting yang akan Alex sampaikan .


"Nat, apa tidak keberatan jika aku memulai bicara?" ucap Alex.


"Ya , silahkan"


"Aku, akan menikahi Unge" .


Nata hanya tertegun, dia tidak terkejut sama sekali mendengarnya , berbeda dengan Ibu juga Daniel .


"Alex , dia kini telah berubah" gumam Nata dalam hati, menatapnya .


"Ok" Nata menjawab dengan reaksi datar.


"Nat" Unge merasa tidak nyaman pada Nata , ia meremas jemari Nata dan menatapnya .


"Lagian, pernikahan ku dengan Alex tidaklah nyata" , gumam Nata dalam hati .


"Mungkin memang ini salahku, yang terlalu mengacuhkannya" terus bergumam dalam hati menatap Alex.


Tak lama Alex pun izin untuk mengantar Unge pulang . Setelah beberapa lama mengizinkan Unge mengobrol santai dengan Nata.


"Tunggu" , Nata memanggil Alex.


"Cepatlah kembali, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Nata.


"Baik" Alex pun pergi bersama Unge.


.


Berjam-jam Nata menunggu nya , waktu sudah malam. Nata nampak cemas.


Alex pun datang.


"Lex" memanggilnya .


"Apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Lex , aku dan keluargaku akan segera pindah dari rumah ini, dan akupun sudah mendapat pekerjaan"


Alex merasa tidak senang mendengarnya, dia hanya tertegun, entah apa yang sedang ia pikirkan .


"Kamu senang?" tanya nya.


"Apa??" ,Nata kurang memahami omongan Alex.


"Kamu akan meninggalkanku?" tanya nya.


"Apa maksudmu Lex?" , Alex nampak menyerengeh .


memukul-mukul dadanya yang dia rasa sangat sesak dan sakit.


"Lex apa yang kamu lakukan , hentikan" , terlihat Alex nampak merengek .


"Tidak, jangan katakan dia akan menangis" gumam Nata dalam hati. Benar saja Alex menangis sendu . Ia pun duduk di sofa , saat itu Nata dan Alex bicara berdua diruang kerja.


"Lex" Nata menghampirinya , dan Alex memeluknya .


"Maafkan aku, maafkan" menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Apa salahmu, hinggu kamu harus meminta maaf, kamu sama sekali tidak salah" ucap Nata menenangkan.


"Kamu tidak marah, melihat suamimu bajingan ini?"


"Alex jangan bicara begitu! , akulah yang tak baik menjadi istrimu"


Alex masih menangis tersedu-sedu dan memeluknya .


"Aku tidak ingin kehilanganmu"


"Mustahil" gumam Nata dalam hati.


"Tidak, hidupmu saat ini adalah Unge, pikirkan anak kalian"


"Nat, aku masih mencintaimu"


"Kita masih bisa bersama Lex, dalam ikatan teman"


"Aku menyesal tidak segera mendaftarkan pernikahan kita"


Nata tersenyum , "Itu tidak sampai terjadi, karena sampai saat ini Bob masih belum menandatangani surat cerai" gumamnya dalam hati.


Alex menangis dipelukan Nata ,


"Jika Alex mencintai Unge mungkin dia tidak akan menangis begini , sebenarnya perasaan Alex pada Unge seperti apa?" , Nata terus bergumam dalam hati .


"Lex , Unge adalah teman baikku , jangan pernah kau sakiti dia, cintailah dia " ,Alex mengangguk .


"Tidak kuduga Alex bisa senaif ini , hanya dalam beberapa hari situasi bisa berubah seperti ini" Tegun Nata.


.


"Bugh" Terdengar suara diluar . Nata terkejut, juga Alex. Apakah ada seseorang yang menguping , gumam mereka.


"Siapa?" , Alex segera beranjak melihat. Namun tak ada seorangpun .


"Siapa?" tanya Nata menghampirinya .


"Tidak ada siapapun" jawab Alex.


Nata pun izin masuk kamar nya pada Alex.


"Tunggu" , mengejutkan Alex menarik lengannya dan mendekap erat Nata.


Pengasuh sikembar melihatnya , dibalik tempat persembunyiannya.


.


Keesokan pagi, Bob dikejutkan dengan pesan baru dari sang pengasuh, yaitu orang suruhannya , ia nampak serius dan marah.


"Raka sayang , cepat turun , kita sarapan" teriak Bob pada Raka.


"Ok Papa" Raka berlari, sangat bersemangat.


"Papa" tegur Raka yang melihat Papanya melamun dimeja makan.


"Papa" panggilnya sekali lagi.


"Ya , ada apa ?"


Raka menatapnya , ia memperhatikannya dengan seksama.


"Hai, anak Papa ada apa?" mengacak-ngacak rambutnya.


"Lepas" Raka nampak cemberut.


"Oh, maaf sayang, Papa rapikan kembali" kini mengusap -ngusap rambut Raka, merapikan.


"Makanan nya sudah habis?" tanya Bob.


"Sudah daritadi" menjawab sedikit kesal .


"Oh" melihat pada piring Raka yang sudah kosong.


"Pintar, ayo kita pergi" , ajak Bob . Raka pun mengambil tasnya , berjalan dituntun Bob .


Disela perjalanan , didalam mobil .


"Papa"


"Ya"


"Raka bosan"


"Bosan ? bosan kenapa?"


"Dirumah tidak ada Mama, juga Oma"


Bob terdiam mendengarnya . Memikirkan sebuah ide.


"Raka ingin tinggal bersama Mama juga Oma?"


"Memang boleh?" tanya nya polos.

__ADS_1


"Akan Papa usahakan" , Bob tersenyum dan Raka teriak senang .


"Hore .. Hore" , suasana didalam mobil berubah menjadi riang. Al dan Bob tertawa gemas .


__ADS_2