Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Bab 136. Minta bantuan


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Kenapa semua berubah seketika," gumam Aisyah dalam bilik nan sempit.


Aisyah masih membayangkan bagaimana orang-orang memperlakukannya tadi. Sungguh di luar dugaan, hanya hitungan menit semua berubah. Tatapan mereka seketika manis terhadapnya.


"Apa benar pria itu yang membuat semua ini? Memang sih, dia berkuasa di sana. Tapi, ini hanya hitungan menit. Luar biasa sekali."


Tanpa sadar Aisyah memuji David. Namun, dengan cepat pula dia menyadarkan diri.


"Tidak! Ini semua pasti tipu muslihatnya. Dia, 'kan, sudah punya wanita yang seksi. Untuk apa juga mengejarku. Pasti dia menginginkan sesuatu dariku," ucap Aisyah curiga.


"Biarlah. Aku lihat saja permainannya dulu."


Namun, walaupun sekarang semua orang sudah baik padanya, hasil jualan Aisyah tak juga menunjukan peningkatan. Kian hari, gadis itu hanya merasakan lelah dengan semua ini.


Beberapa hari setelah itu, Aisyah hanya membawa lima kotak pesanan saja. Uang yang didapatnya kian hari kian berkurang. Dia termenung di taman dengan perasaan sedih.


Namun, seseorang telah mengejutkannya. Denok datang tiba-tiba, lalu duduk di samping Aisyah. Gadis itu tersenyum sangat ramah kepadanya.


"Denok, ada apa?" tanya Aisyah penasaran.


 

__ADS_1


Denok hanya memperlihatkan gigi-gigi putihnya. Dia tak segera mengatakan tujuannya menemui Aisyah. Wanita itu merasa malu dan tidak enak hati kepadanya.


 


Untuk pertama kali bagi Aisyah melihat Denok tersenyum ke arahnya. Hal itu membuatnya bahagia. Gadis itu sangat bersyukur akan hal itu. Denok tak seperti dulu yang sangat membencinya.


 


Aisyah telah melupakan semua yang dilakukan Denok kepadanya karena dia memang bukan tipe pendendam. Gadis itu malah bersyukur karena Denok yang dekat dengan Ari. Mungkin dengan demikian, Pria itu dapat melupakannya.


 


"Malah meringis. Ada apa, sih? Ayo, katakan saja." Aisyah semakin penasaran.


 


 


"Ngomong aja. Kalau bisa, aku pasti bantu." Aisyah tersenyum ke arah Denok.


"Aisyah, tolong aku buat ngeluluhin hati Ari!" pinta Denok dengan wajah memohon.

__ADS_1


Aisyah cukup kaget akan perkataan Denok. Setahu dia, mereka sudah menjalin hubungan sebagai kasih. Namun, kenapa kali ini Denok meminta bantuannya? Sungguh sangat membuat gadis itu bingung.


"Bukankah kalian sudah pacaran?" tanya Aisyah.


"Tidak! Kami belum pacaran sama sekali. Dia masih cuek denganku. Dia hanya manis kepadaku saat di depanmu. Setelah itu, Ari mendiamkanku seperti dulu," jelas Denok.


Aisyah mengingat kembali kejadian saat itu, ketika Ari berjalan lebih dulu dari Denok. Waktu itu Aisyah menganggap mereka sedang ada masalah. Akan tetapi, ternyata semua perkiraannya salah.


Aisyah kini mengerti situasinya. Ternyata Denok hanya digunakan sebagai alat supaya dirinya tidak mendekati Ari lagi, dan menjelaskan tentang semuanya. Dengan begitu, Ari tidak sakit hati karena tidak pernah melihat Aisyah. Memang benar, setelah itu, dia tidak pernah lagi bertemu pria itu.


"Baiklah, aku akan membantumu," ucap Aisyah sungguh-sungguh.


Aisyah berencana menyatukan mereka supaya Ari tidak terlalu memikirkannya. Dia sebenarnya tahu bahwa Denok adalah gadis yang baik. Dirinya menyadari sikap Denok terhadapnya waktu dulu.


Perundungan itu wajar di mata Aisyah karena Denok sangat mencintai Ari. Wanita mana yang tidak terbakar cemburu saat orang yang dia cintai sedang bercanda dengan wanita lain. Semua itu juga pernah Aisyah rasakan kepada dua pria yang telah masuk ke dalam hatinya.


Di sudut lain, David yang hanya memperhatikan Aisyah sejak awal, merasa heran. Dia tersenyum tipis ketika melihat gadis itu seperti sudah akrab dengan wanita perundungnya. Pria itu membatalkan niatnya untuk bertemu Aisyah.


Aisyah, aku pasti akan mendapatkanmu. Sebentar lagi, kamu akan memohon padaku, batin David dengan senyum seringai.


David duduk di bangku taman. Dia sudah lelah berdiri karena telah mengamati Aisyah sejak tadi. Pria itu tersenyum ketika mengingat kejadian waktu itu.

__ADS_1


Kejadian beberapa minggu yang lalu ketika Aisyah mengatakan pada David agar tidak mengganggunya lagi. Pada saat itu pula dirinya mengatakan dengan tegas bahwa beasiswa Aisyah di cabut.1


Bersambung.


__ADS_2