
"Raka , dimana Mamamu?" tanya Boy
Raka geleng-geleng kepala, Raka terlihat sedih,
"Raka menangis?"
Raka mengangguk,
"Ayo kita cari Mama"
Boy dan Raka mencarinya, menanyakan pada pengurus rumah,
"Mengapa bisa sampai lengah?" gumam Boy dalam hati.
"Gawat jika Alex tahu dia akan marah"
"Raka, sabar ya om akan carikan Mama"
"Iya"
Boy mencari kesetiap sudut rumah. Boy nampak kebingungan,
"Tuan, Nata tidak ada" Boy terpaksa mengirimi pesan.
"Apa maksudmu?" Alex segera membalas , dan menelponnya.
"Dimana kamu?"
"Dirumah, Aku dan Raka sudah mencarinya, dia tidak ada dirumah"
"Berpikirlah, jika dia pergi akan memunkinkan dia pergi kemana?
"Ehm.." berpikir
"Tuan , Nata membawa mobil sendiri"
"Apa??"
Alex mematikan telponnya.
"Kemana dia pergi" terus berpikir
"Jika dia pergi diam-diam?!" Alex terpikir akan Ibunya Nata.
"Mungkinkah dia kesana?!" Alex cepat-cepat pergi.
*******
"Bos ini ,hasilnya sudah keluar" Al memberikan.
Bob segera membukanya.
"Benar" Bob segera beranjak,
"Ayo kita pergi"
Bob dan Al segera pergi meninggalkan kantor.
"Jika ada sesuatu yang penting , tunda dulu"
"Baik" Al dengan sibuk , mengikuti Bob.
Bob segera mencari kerumah Alex , dirumah hanya ada Boy, beberapa penjaga dan pegurus rumah.
Mobilnya berhenti didepan pagar,
"Maaf anda siapa?" tanya penjaga gerbang
"Bos" Al melirik nya
"Kami rekan bisnis Tuan Alex" seru Al
"Maaf kami tidak dapat membuka pagarnya, Tuan sedang tidak ada"
Bob menarik nafas,
"Bos kita tidak dapat menerobos pagar ini" ucap Al.
"Dimana Alex?"
"Mungkin dia dikantornya"
Bob memperhatikan sekeliling rumah Alex yang berpagar tinggi.
Tiba-tiba sebuah mobil yang dikendarai Boy datang ia hendak keluar gerbang.
"Ini kesempatan kita"
Bob siap-siap menancapkan gas.
__ADS_1
Penjaga gerbang tidak memperhatikan mobil Bob , saat Boy keluar , dan pagar masih terbuka, dengan cepat mobil Bob melejit menerobos masuk .
Boy yang melihatnya, segera berbalik mengejarnya.
"Maaf apa yang anda inginkan?, menerobos begitu saja, masuk rumah Tuan kami"
"Boleh kah aku masuk?" Bob bicara dengan santai. berjalan memasuki rumah yang terbuka.
"Apa maunya orang ini?" Boy dia begitu waspada.
"Mana Raka?"
"Untuk apa anda menanyakan Raka"
"Dimana Renata , mengapa rumahnya nampak sepi"
Raka diam dikamar bersama pengasuhnya,
"Syuut, tuan jangan kemana-mana, kita harus sembunyi disini"
"Kenapa"
Sipengasuh sebelumnya sudah mendapat isyarat , Boy menyuruhnya sembunyi. Sewaktu mereka bertemu didepan.
"Ada penjahat datang"
Raka ketakutan.
Bob menelpon Alex ,
"Hallo" jawab Alex
"Aku dirumahmu, kemarilah, aku menunggumu"
Alex merasa tidak baik ,
"Apa yang kamu lakukan dirumahku?"
"Maka daripada itu cepatlah datang, aku menunggumu"
"Sial , apa yang dia inginkan? Renata lebih penting" ucap Alex ,memutus telponnya. Alex terus mengemudikan mobilnya , Alex pun mengirim pesan pada Boy, untuk mengawasi Bob.
Jika sebentar lagi ia sampai rumah Ibu.
"Itu Renata" Alex melihat mobilnya , Renata tampak ragu berjalan , dia masih dekat dengan mobilnya.
Alex segera keluar dari mobilnya , menangkap lengannya dan memeluknya , Renata ia terisak menangis.
"Baik, tenanglah, aku mengerti, tapi ada yang lebih penting, Bob menerobos rumah"
"Untuk apa? apa yang dia inginkan?"
"Aku khawatir pada Raka"
"Raka ? ada apa dengan Raka?" tanya Nata sangat panik.
"Bob mencari Raka"
"Cepat kita harus pergi kesana" Renata menariknya.
"Tapi mobilnya ?!"
"Simpan saja, ayo" Alex menariknya.
"Kamu bertanya ,apa yang dia inginkan?" tanya Nata ,
"Ya, aku hanya diminta untuk menemuinya"
****
Alex berjalan memasuki rumah, dia menyorotinya dengan tajam. Bob tersenyum sinis.
"Ada apa?"
"Proyek baru ku berhasil , dan aku mendapatkan untung yang banyak, maksud kedatanganku adalah ingin mengembalikan saham yang kamu beli, aku tidak butuh saham mu lagi"
Alex nampak marah , "Dan satu lagi ini (menyodorkan) , aku akan membawa anak dan istriku"
Alex semakin geram . bergumam dalam hati, sembari melihat kertas itu.
"Kapan dia melakukan tes DNA pada Raka? kapan dia mengambil untuk tes nya" Alex melotot pada Boy , Boy pun sangat terkejut.
"Sial mengapa begini" Alex terus berceloteh dalam hati.
"Dimana mereka, aku ingin menemuinya"
"Kami tidak akan ikut denganmu" tiba-tiba Renata datang.
Bob sangat marah,
__ADS_1
Renata mengambil hasil tes itu dari tangan Alex,
"Ini perbuatan ilegal, kamu melakukan tes ini tanpa izin"
"Tapi tes nya sudah keluar, aku akan tetap mengambil putraku, jika kamu mau bersamanya" melihat pada Alex.
"Tidak , aku tidak akan memberikannya" tegas Nata.
"Bisakah kamu tidak membuat keributan disini?" Renata mengusirnya.
"Baiklah , aku akan pergi . Bersiaplah aku akan menempuh jalur hukum"
Bob pergi meninggalkan Nata.
Renata sangat berat, dia ada diantara dua pilihan.
satu, ia terlanjur berjanji akan menikah dengan Alex
kedua, ia sangat ingin ikut bersama Bob, namun ia tak dapat menempatkan Raka diposisinya saat ini , terlalu berbahaya, memikirkan kejahatan Dila.
"Alex bagaimana ini?" Renata sangat cemas
"Terimakasih kamu sudah tidak pergi"
Renata terdiam .
******
"Bos bagaimana dengan pernikahan anda?"
"Kamu sudah dapat menemukan penelpon asing itu?"
"Ini, hasilnya baru keluar"
"Siapa dia?"
"Sekarang nomornya tidak aktip"
"Suruh orang mencari kesana , mungkin kita akan menemukan bukti"
"Kini Raka sudah terbukti adalah anakku. Renata , kau begitu kejam menyembunyikannya dariku, apa maumu?, apa karena mencintai si Alex itu?!" gumam Bob dalam hati.
Dila ia tak berani menunjukkan batang hidungnya dihadapan Bob. Sampai hari pernikahan.
"Rasanya aku ingin menundanya" Bob sangat menyesal mengenai pernikahannya.
Al sudah mengurus dan menunjuk seorang pengacara untuk menuntut hak asuh Raka.
Renata diam -diam menemui Bob dikantornya.
Pintu ruangannya diketuk, Renata pun masuk , setelah mendapat izin darinya.
Al segera pergi meninggalkan mereka berdua.
"Apa ini" ,melempar kertas dari kuasa hukumnya Bob.
"Tidak bisakah kamu berbaik hati, membiarkan kami hidup tenang, Raka masih kecil dan kamu ingin memisahkannya dariku? Ibu kandungnya dan kamu memilih ia diurus oleh Ibu tiri?"
Bob tidak senang ,beranjak dari tempatnya .
"Dan kamu berharap dapat bahagia bersama Alex?"
Bob berjalan menghampirinya .
"Benarkah kalian sudah menikah" ,tiba-tiba Bob penasaran. Renata gugup, tak dapat menjawabnya.
"Katakan? benarkah kalian sudah menikah"
"Ya , kami sudah menikah" Renata menahan Bob yang terus berjalan mendorongnya.
Bob sangat marah,
"Hahaha Istriku telah mengkhianatiku, demi hidup bersama kekasihnya ,ia membuat kecelakaan palsu"
Renata merasa dicemooh . ia ingin sekali berontak mengatakan yang sejujurnya.
"Dengar baik-baik , aku akan tetap mengambil Raka. Raka adalah anakku" kecam Bob.
"Tidak, tidak boleh"
"Al, cepat usir dia"
Al segera masuk dan menangkap lengan Nata,
"Brengsek, kamu brengsek"
Alex ia tak memiliki hak lagi diperusahaan milik Bob . Bob sudah mengembalikan semuanya dengan lebihnya.
Alex melihat Renata yang berjalan keluar,
__ADS_1
"Ayo kita pulang" Alex mendekapnya.
Bob masih kesal .