
"Apa yang kamu inginkan? hingga jauh-jauh datang menemuiku"
"Aku minta kamu pergi dari kehidupan Nata , dan jangan pernah mengusik hidupnya lagi "
"Atas izin siapa?"
"Kini aku suaminya" , ucap Alex. .
"Suami??" Bob menyerengeh.
"Aku pastikan akan membawanya pergi sangat jauh, hingga kamu tidak bisa bertemu dengannya lagi, seumur hidupmu" Alex berbisik menyebut Raka.
"Alex, kamu mengancamku? , Kamu pikir aku akan menyerah, Kamu tidak berhak mengancam maupun mengaturku, jika kamu mau kita bertarung saja sampai mati" , Alex menyerengeh .
"Dan aku ingatkan , tidak ada yang bisa mengambil Raka dariku" Bob mencengkram kerah baju Alex.
Alex pun pergi. Dia terus berpikir bagaimana agar dia tidak kehilangan Nata.
*******
"Boy, kamu tidak bisa menghalangiku untuk pergi?! ,biarkan aku dan keluargaku pergi"
"Tidak bisa"
"Bukankah kamu tidak menyukaiku?"
Boy melihatnya, "Benar"
"Maka daripada itu, biarkan aku pergi, katakan saja jika kamu datang, aku sudah pergi , Boy !!"
"Merepotkan!!"
"Boy kumohon"
"Aku sungguh tidak menyukaimu, tapi aku tidak bisa membuat Alex membenciku" Boy menatap Raka.
"Lebih baik kamu patuh saja"
"Bajingan, apa sih yang dia inginkan? Unge.. ya ! mungkin dia bisa membantuku" , Nata mengambil Handphone dan menelpon Unge.
"Baik Nat aku akan kesana" suara jawaban Unge .
Unge segera datang , dan Boy pun mengizinkannya masuk.
"Nge" Nata memeluknya.
"Nat, tenanglah, semua akan baik-baik saja"
Alex kembali dengan cepat.
"Alex" Nata langsung teriak memanggilnya.
"Kamu akan pergi?"
"Ya, Alex kumohon biarkan aku pergi dari sini, kamu tidak butuh aku lagi kan?"
"Nata" Alex berteriak, menariknya masuk kedalam kamar. Semua orang terkejut, Ibu juga Unge.
"Alex, tolong lepaskan aku, Alex kumohon biarkan aku pergi"
"Aku berharap kamu seperti ini karena marah oleh cemburu"
"Cemburu?!"
"Maafkan aku, aku telah salah, sekarang aku hanya akan fokus pada dirimu, percayalah, jangan pernah pergi, jangan tinggalkan aku" Alex memeluk, dan mendekapnya erat.
"Aku tidak bisa hidup tanpamu, terlalu sakit jauh darimu" ucap Alex lagi.
"Mengapa kamu tidak biarkan aku pergi saja Lex, karena semua percuma , aku tidak bisa mencintaimu"
"Coba lagi Nat, berikan lagi aku kesempatan, jika kamu marah karena Unge , aku mohon aku memang salah , aku telah melakukan kesalahan"
"Mengapa kamu mengejar orang yang salah, kamu hanya terobsesi padaku Lex, kamupun tidak sungguh-sungguh mencintai aku"
__ADS_1
"Tidak, itu tidak benar" Alex tidak melepasnya, terus mendekapnya erat.
"Tolong lepaskan aku" Nata melepaskan diri sebisa mungkin.
"Nat, jangan pergi"
Nata berjalan keluar. Namun Unge dia sudah pergi.
"Ibu dimana Unge?"
"Dia baru saja pergi"
Diperjalanan Unge menangis sendiri, tersedu-sedu , memegang jantungnya. Unge tidak berhenti menangis . Terasa begitu sakit, hatinya begitu perih melihat Alex bersama Nata tadi.
Kesedihan yang tidak kian mereda , membuat goyah pada Unge, kemampuan mengendarai nya menjadi tidak stabil . Kepala Unge mendadak pusing . Dan tak sengaja "Duarr" Unge menabrak trotoar jalan dan pingsan seketika. Beberapa orang dilokasi kejadian segera menolongnya . Mengeluarkan Unge dalam mobil.
"Halo" Nata menjawab telponnya .
"Ini siapa? apa ? dimana dia sekarang?" Nata begitu histeris.
"Baik, aku akan kesana , terima kasih pa , terima kasih"
"Nat ada apa?" tanya Ibu.
"Unge, Unge kecelakaan" , suara keras Nata, terdengar Alex.
"Siapa yang kecelakaan?"
"Unge" jawab Nata. Alex dia terperangah.
"Kemana sekarang kamu akan pergi?" tanya Alex , yang melihat Nata akan pergi dengan tergesa-gesa.
"Ke Rumah Sakit"
"Aku ikut" .
Selama perjalanan mereka tidak bicara apapun.
Nata segera mencari dimana Unge dirawat.
"Nona disini" pria itu menunggunya.
"Tuan, anda yang tadi menelpon?"
"Ya, ayo ikut saya" ,pria itu juga memberikan Handphone milik Unge.
"Terima kasih"
"Sama-sama, oya apa hubungan anda dengan korban?
"Teman, teman dekatnya"
"Oh, maaf saya tidak berani mencari kontak lain, saya hanya melihat orang terakhir yang dia hubungi saja, maka saya langsung menghubungi anda"
"Tidak apa pa, terima kasih banyak bapa langsung membantu teman saya dan membawanya kemari".
Pria itu menunjukkan ruangan nya , dan diapun pamit pergi.
Alex dan Nata melihat kondisi Unge yang masih tertidur , Nata menangis duduk disampingnya.
"Unge" bicara dengan lirih.
Alex hanya diam tertegun . Tiba seorang Dokter dengan beberapa perawat .
"Maaf, Nona keluarga pasien?" tanya nya.
"Ya" ungkap Nata.
"Nona Unge saat ini dalam fase hamil muda, mungkin baru satu atau dua minggu, dini sekali, namun anda jangan khawatir kandungannya baik-baik saja, tidak ada luka serius, hanya benturan dikepala saja"
"Hamil" gumam Nata dalam hati.
Alex terkejut mendengar kabar itu.
__ADS_1
"Mungkin Sodari Unge bisa pulang besok, setelah dia benar-benar pulih, permisi" ucap Dokter .
"Dia bicara begitu singkat, berarti tidak ada hal yang serius lagi" gumam Nata dalam hati.
Nata tertegun mengetahui Unge hamil . Dan Alex tak kuasa menahan diri, dia keluar dari ruangan rawat tersebut.
"Dia hamil, Unge telah hamil" Alex kini gusar.
"Sial" dia melampiaskan amarahnya pada sebuah tembok disampingnya.
"Unge" Nata terus menatapnya, dia mengelus dan membelai Unge yang tidur , mengecup keningnya .
"Unge kamu akan baik-baik saja, aku akan menjagamu" Nata menggenggam tangannya.
******
Keesokannya Bob pulang, kembali ke Negara S.
"Halo" Nata mengangkat telpon darinya.
"Dimana Raka sekarang?"
"Dia pergi sekolah" jawab Nata.
"Lalu dimana kamu?"
"Aku .. aku diRumah sakit"
"Kamu sakit?"
"Tidak, bukan aku ,tapi Unge"
"Ooh, jika kamu ada waktu, aku ingin bicara denganmu"
"Baik, nanti aku akan menemuimu", Nata memutus telponnya.
"Alex dimana dia? apa dia tidak perduli pada Unge juga bayi yang dikandungnya?" Unge tidak melihat Alex , setelah ia pergi meninggalkannya.
Saat Nata kembali, Unge sudah sadar . Ia sedang melihatnya masuk kedalam kamarnya.
"Nge, kamu sudah sadar?" , Unge tersenyum . Sebenarnya Unge sudah sadar dari sejak malam, namun ia tidak ingin membangunkan Nata.
"Kamu sudah lebih baik?" tanya Nata.
Unge tersenyum . Unge tidak tahu jika dirinya sedang hamil. Terlihat Unge memakai perban dikepalanya. Karena terbentur stir.
"Kita makan ya!" serengeh Nata. Unge membalasnya dengan senyuman lagi. Nata menyuapinya dengan suka cita. Nata ia tampak canggung untuk membicarakannya.
"Apa Dokter sudah bicara?" tanya Unge tiba-tiba.
"Dokter? , Ya , kamu baik-baik saja" Nata menyerengeh.
"Dan pagi ini jadwalna mengunjungi pasien lagi , bagaimana nanti jika Unge tahu, jika kini dia sedang hamil" gumam Nata dalam hati. Benar saja tak lama Dokterpun datang menyapa Unge.
"Silahkan, lanjutkan saja" ucap Dokter, yang datang melihat Unge sedang makan.
"Anda sudah sehat?", Unge mengangguk,
" Sudah benar-benar pulih, dan baik-baik saja" ,
"Ya"
"Bagus, nanti siang anda boleh pulang dan jangan lupa vitamin nya diminum ya , sehat terus untuk Ibu dan janin nya , permisi"
Deg ... Unge terkejut mendengar satu kalimat itu .
"Sehat Ibu dan Janinnya? apa itu maksudnya Nat?"
Nata terdiam sejenak , "Ya , kamu kini sedang hamil"
"Apa?? hamil?? aku hamil??" Unge semakin terkejut.
"Tidak, aku , aku tidak ingin hamil" ,Nata terkejut mendengar Unge mengatakan itu.
__ADS_1
"Nge , tenanglah " Nata segera memeluknya , setelah Unge histeris tidak terima kabar dirinya hamil.