
Bob nampak murung , Al terus memperhatikannya dikaca spion mobil.
"Tuan sepertinya anda kurang sehat?",Al bicara padanya , namun Bob tidak menghiraukannya.
Bob berpikir untuk bicara pelan-pelan pada Ibu, agar Ibu dapat memahami dan memaafkannya .
"Apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" tanya Al ,
"Dalam hal apa yang kamu tanyakan?"
"Perihal Nyonya besar?"
"Kamu benar, ini harus segera diselesaikan"
Mereka pun tiba dikantor, para sekretaris management kecil menyapanya , mereka berdandan sungguh cantik , kini Bob meliriknya . "Siapa mereka" Bob bertanya pada Al, Al berbisik seraya berjalan masuk kedalam gedung . "Panggil mereka keruanganku" , tegas Bob.
Setelah selesai kuliah ,Renata keluar kampus dengan perasaan ragu , bagaimana hari ini dia menyikapi Bob. Ada rasa serba salah , Renata berjalan masuk kedalam gedung, semua orang telah mengenalna sebagai karyawan sekretaris Bos . Renata segera masuk kedalam ruangannya, dan ini sungguh-sungguh pemandangan yang tidak nyaman dilihat, ada apa dengan ruangan Bos Bob hari ini, begitu sesak , siapa wanita-wanita ini? .
"Eheeem" Renata berdehem sangat keras, Bob sudah menyadari dari tadi , namun tidak menghiraukannya . Semua wanita sedikit menyingkir , memberi jalan pada Nata untuk duduk . Namun tetap tidak nyaman, ini seperti kamar pelacuran . Renata tidak tahan lagi , dia memukul meja cukup keras dengan beberapa kertas yang dipegangnya, lalu pergi meningalkan mejanya , "Renata" Bob memanggilnya ,
"Kembali, ikutlah bergabung disini ", Renata berbalik melihatnya,
"Maaf tuan, aku sibuk masih ada pekerjaan lain" , pergi mengacuhkan ,
"Renata, aku bilang kemari" Bob membentaknya . Renata menahan kesal , menghampirinya , menaruh berkas diatas mejanya terlebih dahulu " Tuan ,ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"Buatkan aku kopi"
"Baik" Renata membuatnya dan memberikannya pada Bob, Bob meminta para wanita itu untuk keluar pergi dari ruangannya .
"Dinginkan kopi itu"
"Apa??" teriak Nata, Bob melotot padanya, Renata mencari kertas bekas dan mengipasinya , "Jangan, jangan begitu , ambil sendok", perintah Bob.
Renata pun menurut dan mengambilnya , "Ambil kopinya ,tiupi lalu suapi aku". Mendengar itu Renata sungguh geram , namun Renata mengikuti perintahnya, dia meniupi kopi nya dengan sendok, lalu menyuapi Bob, hingga kopi itu habis.
"Pijit" , Renata menurut memijatnya , dengan sangat kesal ingin sekali rasa nya menimpuknya. Bob tiba-tiba memegang lengannya, menariknya duduk dipangkuannya, Renata sangat gugup ,ini begitu dekat dalam hatinya ,jantungnya tidak berhenti berdetak dengan cepat , Bob membelainya , sungguh jijik, dan risih , Renata tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya , Renata mencoba berontak, namun Bob menahannya , dia berbisik ditelinga Nata , "Wanita lain bisa melakukannya untukku, mengapa kamu tidak?", Sungguh Renata terkejut dengan apa yang dikatakan Bob, ia tidak mengerti mengapa Bob tiba-tiba bicara seperti itu padanya . Renata mencoba melawan sekali lagi. Kini Bob berdiri menahan Renata yang duduk dikursinya . "Aku masih ingat dengan apa yang ku katakan tadi malam , dan kamu belum menjawabnya". Kedua mata mereka bertatapan , tidak lepas sedetikpun bertatapan , Renata tidak berdaya dia terdesak dikursi itu , "Aku mohon lepaskan aku"
"Tidak, aku ingin jawabanmu"
Bob tertawa , "Kamu tidak tahu? aku pikir kamu sudah dewasa ,dan cukup memahami itu" ,Renata mengerenyitkan dahi, mata nya terpejam karena takut . Bob melihat kearah tubuhnya yang seksi . "Bukankah kamu berpakaian pendek untuk menggodaku?" , Renata tidak tahan lagi , memberontak menampar Bob , pergi beranjak keluar dari ruangan itu , Al yang duduk dimeja depan ruangannya terkejut melihat Renata dengan keras membuka pintu, lari dari ruangan itu .
Renata mencari tempat yang sepi untuk menangis .
Al segera melihat kedalam, mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi . Terlihat sedikit kacau , meja yang berantakan tidak seperti Bob biasanya , "Apa yang dia pikirkan, untuk apa hari ini dia memanggil begitu banyak wanita keruangannya?", Al bertanya-tanya dalam hatinya , memandang Bob yang membelakanginya menatap kearah jendela luar.
Renata, pergi menaiki taxi, dia pulang ke rumah kos .
Ibu kos melihat Renata ada kembali, dia pun buru-buru menyusul . Renata berbaring diranjangnya , tidak menyangka Bob akan melakukan itu padanya , terdengar suara ketukan pintu " Renata , kamu didalam? Ibu melihatmu masuk " ,Renata segera beranjak dari ranjangnya , membukakan pintu .Renata menyapa pada Ibu kos , dan mempersilahkannya masuk , "Senang sekali bertemu, kebetulan Ibu mampir untuk menengok rumah, Oya sudah saatnya kamu membayar uang sewa" ,pinta Bu kos , Renata mengangguk, "Kapan kamu membayarnya?" ,Ibu kos menengadahkan tangannya . "Hari ini aku belum membawa uang"
Ibu kos melihat Renata yang cukup berantakan dan memakluminya . "Aku akan kembali minggu depan ,ingat itu" ,Renata mengangguk dan menutup pintu kamar , setelah Ibu kos berjalan keluar dalam kamarnya .
__ADS_1
Dalam Rumah besar, Ibunya Bob masih melamun , dia tidak memahami mengapa Bob sungguh tega telah membohonginya ,Ibu melihat foto keluarga yang diambil saat pertunangannya dengan Dila , Ibu tidak menyangka telah menuruti Bob, dan membuat kekacauan . Sedikit rasa menyesal tersimpan dalam hati Ibu .Dalam pikiran Ibu, Renata adalah wanita yang cukup baik , namun mengapa ia sebagai wanita tidak perduli pada harga dirinya , hingga berani berpura-pura menikah dengan Bob karena sejumlah uang, sungguh disayangkan. Dalam benak Ibu , tersimpan harapan yang begitu besar pada Renata , dia akan memberi kebahagiaan pada keluarga kecilnya , memberinya cucu , menjadi istri yang baik dalam mengurus suami. Semua terasa hancur sudah .
Waktu telah larut , Renata tidak berniat kembali kerumah itu , dia sudah berganti pakaian piyama , berniat untuk tidur.
Al mengantarkan Bob pada alamat kos Renata, untuk memastikan apakah Renata ada pulang kemari . Namun Al tidak tahu kamarnya dimana , dia bertanya pada penghuni lain disana, dan orang itu menunjukkannya . Al berjalan melewati jalan yang sempit ,mengetuk pintu kamar Renata, yang terletak diujung dengan penerangan gelap didepan kamarnya , Renata mendengar ada seseorang yang mengetuk pintunya , "Siapa?" bertanya dari dalam dan membukanya , Bob segera masuk kedalam dan Al meninggalkannya , sungguh tercengang Renata melihatnya , mendorong dan menarik Bob untuk pergi dari kamarnya , "Apa yang kamu lakukan?" bentak Bob,
"Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu " mereka terdiam saling menatap, "Pergi , pergi dari kamarku sekarang" Renata menarik-narik lengan Bob,
"Tidak mau"
"Apa??"
"Ini kosan putri"
"Dan aku suamimu"
"Stop jangan katakan itu"
"Kenapa?" ,
Renata menutup mulut Bob dengan tangannya, "Jangan membicarakan itu disini " dan menyuruh Bob untuk diam . Karena ruangan disini begitu kecil, jadi apa yang dikatakan dengan keras disini akan langsung cepat terdengar kekamar sampingnya. Bob menepuk-nepuk tangannya di ranjang , Renata hanya melihatnya , tidak ingin merespon nya, "Jika kamu tidak kemari,aku akan teriak" Renata melotot dan duduk disampingnya , Bob melihat seisi kamar, kamar yang mungil namun tertata rapi, "Mau apa kamu kesini?" tanya Renata sangat kecus, Bob memahami jika Renata sedang marah padanya , dan ia pun menyadari jika apa yang sudah dia lakukan hari ini cukup keterlaluan . Bob berniat hari itu akan mengatakan jujur semuanya pada Nata, dia hendak mengambil sesuatu dari saku jasnya, melihat itu Nata salah menduga ,jika Bob akan berbuat mesum pada nya , Renata cepat mengambil buku yang tebal memukulkannya pada Bob dengan keras, hingga Bob pun kesakitan , Renata keluar pergi dari dalam kamar .
"Dasar mesum , aku .. aku harus lari kemana ?" Renata berlari tanpa tahu arah. Al yang masih menunggu di mobil melihat Nata berlarian . Tak lama Bob pun keluar mencarinya , Al segera berlari menghampiri Bob, "Ada apa?" melihat Bob yang kesakitan , "Kemana lari nya wanita itu?"
, "Dia kearah sana", Al menunjukkan arahnya , "Ayo kejar dia " , Bob dan Al mengejarnya dengan menaiki mobil , menyisir sepanjang jalan itu , Renata bingung dia harus berlari sampai mana , Al dan Bob melihatnya , Al memberi klakson , Renata sangat gugup dan ketakutan , dia kucar kacir mencari tempat untuk sembunyi . Renata Sembunyi dibelakang gerobak rumah orang , digang yang cukup gelap , Mobil Bob dan Al berhenti dijalan mereka terakhir melihat Nata, Al keluar juga Bob mencarinya , namun tidak terlihat Nata . Mereka pun pergi , jalan kearah lain . Renata yang cukup lega setelah beberapa lama sembunyi ,segera keluar berjalan kembali ke kamar kosnya . Namun "Greeep" Renata di sergap dari belakang dan diseret masuk kedalam mobil .
__ADS_1