
"Nat" Unge dan Nata pergi meninggalkan tempat yang lebih aman untuk mereka bicara.
.
Seorang paparazi yang diduga kuat penyebar berita itu ,mengancam Claire untuk segera mengakui dan konfimasi mengenai hubungan dan kedekatannya dengan Bob, dengan ancaman dia akan mengekspos semua kehidupan Bob. Claire dan pihak management dibuat geram .
"Oh baby , jangan sampai karier mu hancur karena seorang pria" ucap managernya.
"Tidak, aku akan mengungkapnya"
"Apa?? Kamu akan angkat bicara ? Sendiri ? Pada media?" tanyanya.
"Ya" bicara dengan yakin dan tegas.
"Ini kesempatanku untuk mendapatkannya kembali" gumam Claire dalam hati .
Bob memanggilnya berulang kali dengan panggilan telpon , namun Claire terus mengacuhkannya. Ia tolak semua panggilan Bob , dengan alih-alih dia sibuk .
Semua reporter , kameramen sudah menunggunya , bersiap dengan alat tempur mereka. Setiap blitz dan Jepretan-jepretan kamera menutupi seluruh ruangan itu.
"Kamu siap Baby" tanya managernya.
"Ya" mengambil nafas panjang , duduk dikursi interview yang sudah disiapkan.
Claire berbohong jika dia sudah konfirmasi hal ini sebelumnya dengan Bob, Claire sudah memantapkan dirinya .
Pertanyaan demi pertanyaan menyerangnya.
"Ya, saat ini saya sedang berkencan" dengan tegas Claire mengkonfirmasi berita itu.
"Siapa pria yang beruntung itu? Apakah dia seorang publik figur?
"Apakah dia dari kalangan pejabat?"
"Apa pekerjaannya, kapan kalian bersiap menikah?"
"Menikah??" pertanyaan itu , jleb menusuk dadanya.
Claire hampir tak dapat membendung air matanya , dia sangat ingin menikah namun Bob malah memutuskannya.
"Kalian ingin aku segera menikah?" jawabnya .
Para wartawan , reporter dan pencari berita lainnya , tertegun sekejap melihat reaksi Claire yang menitikkan air matanya.
"Aku sangat ingin menikah, aku sudah lama menunggu dan mencintainya , aku harap aku bisa cepat menikah dengannya , mohon doanya " , wawancara pun tak lama selesai setelah itu .
Managernya pun merasa heran dengan sikap Claire yang begitu mendalam pada pasangannya .
"Baby , sudahlah, kamu jangan menangis lagi" Ia memberikan Claire tisu , sesudah acara berakhir . Mereka hanya berdua diruang ganti.
"Baby, katakan sejujurnya padaku, apa kamu sedang ada masalah?"
"Tidak, tidak ada" terus meneteskan air matanya , sembari mengelapnya dengan tisu.
"Baby, kamu jangan bohong, aku sudah bisa membaca nya"
"Sok tahu" Claire menimpalnya.
"Baby, kamu itu ya ! Jangan remehkan aku ,masalah cinta aku jagoannya"
Claire terkekeh, "Benarkah? Kalau begitu bilang sama dia agar menikahiku"
"Whaaat??? Baby .. jadi kamu serius ingin menikah?"
Claire menangis dan tersenyum.
"Oh , Baby jadi tangis itu tangis cinta, kamu sedang jatuh cinta, katakan siapa laki-laki itu ? Apa dia tampan? Punya tubuh bagus, miliknya kuat dan kekar? Katakan"
"Apa yang kamu katakan , gila" Claire mulai tersenyum .
"Baby, katakan dulu apa yang kamu lakukan disana berdua dengan berpelukan?" (*disana itu bandara)
"Aku , aku hanya tidak ingin berpisah dengannya"
"Oooh, sweet honey, lalu??"
__ADS_1
"Tidak ada , hanya seperti itu" Claire masih mengelap-elap hidung dan air mata dipipinya .
"Sayang, sepertinya dia pria yang sangat istimewa, aku bisa lihat dari caramu mencintainya"
Claire mendekat dan memeluknya.
"Aku sungguh-sungguh mencintainya" bicara dengan menangis lagi.
"Baby, kenapa kamu menangis lagi" Managernya Rio dikejutkannya lagi.
"Tapi dia suami orang" , rengeknya lagi.
"Ya ampun Claire, kamu pelakor?"
"Tidak, awalnya tidak begitu, aku hanya tahu jika priaku itu dia lajang , duda"
"Lalu"
"Dan dia bicara, jika ia belum bercerai"
"Ya tuhan , biadab!!!"
"Rio...!!!"
"Maaf sayang keceplosan!"
"Terus gimana sekarang?!"
"Aku ga mau putus sama dia"
"Jadi kalian bertemu saat itu ,dia sedang memutuskanmu?!" ,Claire mengangguk.
" Tapi aku menolaknya dengan keras" terisak lagi.
"Oh Baby" Rio memeluknya lagi.
"Tunggu, apa itu masih aman?" bola matanya melihat kebawah, melihat tubuh Claire paling inti.
"Tentu saja" Claire malu mengatakannya.
"Syukurlah Bab"
"OMG , Claire !!"
"Aku bilang aku sangat mencintainya , aku rela melakukan apa saja untuknya , bahkan sebagai penghangat ranjangnya saja"
"Gila ... Ya tuhan cinta memang gila"
"Sudahlah , Bab jangan lagi kau katakan Ok! Aku ga kuat dengarnya!"
"Kamu yakin dengan cintamu bisa memilikinya ??" lanjut Rio , dan Claire mengangguk ,
"Tunjukkan , runtuhkan yang jadi pemisah antara cintamu dengannya"
"Kamu menyuruhku jadi pelakor?"
"Ya , jika tidak! ,mundurlah dari sekarang, cari cinta yang lain, karena cinta itu sudah gila sayang!!"
"Hahahaha" mereka pun tertawa.
.
Ditempat lain Bob sangat kesal dengan pemberitaannya, meski jati dirinya tidak terungkap. Namun ini bisa berakibat fatal pada hubungannya dengan Nata.
"Sayang" Bob menemui Nata dikamarnya , sepulang dari kantor.
Bob membuka dasi dan jasnya , melihat Nata yang menjadi acuh, ia pun pergi untuk mandi dahulu.
"Sayang" panggil Bob berulang kali dari dalam kamar mandi, Nata masih acuh dia terbaring diranjangnya ,tak perduli.
"Sayang tolong ambilkan handuk"
Nata melihat bathrobenya yang tertinggal ditepi ranjang.
"Ini" mengetuk dan memberikan .
__ADS_1
Bob menariknya.
"Apa yang kamu lakukan?" Marah.
"Berhentilah bersikap kasar " Bob bicara dengan menunjukkan dadanya yang telanj*ang.
"Cepat pakai ini" , memberikan bathrobenya ,Nata tak ingin melihatnya.
"Sayang, tunggu dulu , aku butuh kehangatanmu" Bob memeluk dari belakang, merayunya.
"Sehangat apa pelukan Claire saat itu?"
"Nat, kamu hendak memancingku?"
Bob berjalan keluar kamar mandi, mengikuti Nata sampai kamar.
"Sayang, percayalah , itu semua tidak benar, hanya kamu satu-satunya yang kumiliki"
"Benar aku hanyalah satu-satunya istri sahmu, tapi kekasih ?? Aku tidak yakin hanya satu" Nata mengungkit masa lalu Bob dulu, banyak bermain cewek dihadapannya.
"Kamu mengungkitnya??"
"Itu tidak salahkan?"
"Hanya untuk menguji cintamu" tegas Bob.
"Ingat dulu kita menikah karena kontak, kamu begitu menjaga jarak denganku, tanpa tahu jika pernikahan itu sebenarnya sah dan sakral , kamu tidak bisa mengabaikan itu, dan tanggungjawabmu sebagai istri" lanjut Bob dengan tegas.
"Ya dan aku yang salah" mengintimidasi.
"Berhentilah marah sayang" mengangkat dagunya .
"Aku hanya melihatmu seorang, tidak ada wanita lain disini" menunjuk pada hatinya .
Nata pun terbuai , memejamkan mata , disaat Bob mendekat , begitu dekat jaraknya hingga itungan inchi.
"Aaah " Bob langsung melum*at bibirnya . Menjatuhkannya diranjang .
Membuka bathrobe nya dengan cepat , Fu*ll n*ked.
"Aku mohon jangan disana" Nata menahan dadanya ,yang sudah mengungkung , menindihnya.
"Aku tidak tahan menahannya" lirih Nata, rasa itu malah meningkatkan dan menantang g*air*hnya.
Bob tidak mendengar, malah itu adalah kata-kata bodoh yang seharusnya tidak Nat katakan .
"Aaaa....gh" menggeli*t .
"Sayang , katakan kamu mencintaiku" Nat menatapnya sangat intens, ketika Bob mengatakannya, bercucur jatuh keringatnya , membasahi seluruh tubuh Nat.
Mengangguk "Aku mencintaimu" .
Lagi-lagi Nat terduduk lemas sesudahnya.
"Ini seperti pembalasan dendam" gumamnya, melihat pada Bob yang santai mengenakan pakaian kerjanya.
"Aku benar-benar dibuat keletihan olehnya" gerutunya dalam hati.
"Sayang" panggil Bob , Nata segera menunjukkan senyum terbaiknya.
"Ya sayang"
"Tolong" Bob minta Nata memakaikan dasinya.
Cup .. Bob menci*mnya.
"Kamu" Nata tersipu.
"Sayang , kamu sangat enak!" menatapnya.
"Apa maksudmu enak?"
"Ini ... Ini , ini dan ini juga ini , ini yang terpenting, aku suka semuanya" Bob menunjuk beberapa area tubuhnya , dengan jari-jari nakalnya.
"Hentikan"
__ADS_1
"Sayang, percayalah padaku" ,Nata kini tertegun mendengarnya.
"Aku ingin hidup bahagia bersamamu dan anak-anak kita" Nata tertegun , dan memeluknya.