Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Dua wanita


__ADS_3

"Tuan, saya saat ini sedang di Rumah Sakit menemani si kembar, juga bersama nyonya besar dan tuan muda Daniel"


"Baik, tunggulah disana, awasi"


Rani dengan sigap melaporkannya pada Bob.


Disela waktu itu , Ibu sedang bicara bersama Daniel.


"Jadi semua direncanakan oleh Kakak iparmu?"


"Ya Bu , lihatlah dia masih perhatian dan baik pada kita"


"Lalu bagaimana jika Kakakmu nanti tahu?"


"Sudah , Ibu jangan mencemaskan itu" menepuk-nepuk bahu Ibu dengan lembut.


"Daniel, bagaimana hubunganmu dengan Dita?"


"Uhuk" terbatuk mendengarnya


"Dita??" mata Daniel membulat , saat Ibu menyebutnya.


"Apa yang Ibu bicarakan?"


"Pertemanmu maksudnya, sudah lama dia tidak mengunjungi Ibu" senyum Ibu menggodanya.


"Ooh , aku pikir apa?!"


Bob datang bersama Al, Daniel terkejut juga Ibu.


Ternyata Bob sudah menemui Dokter untuk mengambil sampelnya , untuk pencocokan tes DNA.


"Nak Al, dan anda?" Ibu terasa canggung menyapanya.


"Ibu apakabar?" sapa Bob, menghampirinya.


"Baik, bagaimana dengan kalian?"


"Baik" Bob tersenyum tipis pada Ibu.


Para pengasuhpun sudah keluar dari ruangan pemeriksaan. Mereka itu disiapkan bukan sekedar sebagai pengasuh, tapi orang-orang yang berbasic kan seorang perawat anak dan juga sudah sangat berpengalaman.


"Oh, urusan kami disini sudah selesai , maaf saya pamit duluan" Ibu menunduk, pamit pergi lebih dulu pada Bob.


"Tunggu dulu" , Bob menghampiri sikembar , untuk melihatnya.


"Ini pertama aku melihat mereka, seperti apa rupa bayiku?" gumamnya dalam hati, sembari melangkahkan kakinya .


"Bayi yang sangat lucu" Bob begitu terharu, hampir saja ia meneteskan air matanya .


Ibu merasa penasaran, pertemuannya dengan mereka yang tiba-tiba.


"Pengasuh" sahut Ibu.


"Ya, nyonya" ,


"Permisi tuan"


"Silahkan!" lirih Bob.


Mereka membawa sikembar pergi, keluar dari Rumah Sakit.


.


Setiba dirumah bersama Raka ,


"Surprise" Bob terkejut , dihadapannya sudah ada Claire , dia berlari langsung memeluknya.


"Sayang, aku datang" pelukan Claire begitu hangat , menggugah kerinduan kelaki-lakiannya.


"Claire, kapan kamu datang?"


"Tadi" , Raka kesal diacuhkan, dia langsung berjalan menuju kamarnya seorang diri.


"Mengapa kamu tidak bilang dulu, jika akan datang!"

__ADS_1


"Hmm" Claire masih mengalungkan kedua lengannya pada leher Bob.


"Setidaknya aku bisa menjemputmu" lanjut Bob.


"Tidak perlu, kan aku sudah disini" , Bob melepaskan lengannya, duduk disofa dan Claire mengikutinya.


"Kamu tidak rindu?" menjatuhkan kepalanya dipundak Bob , dengan jemarinya bermain diatas dada Bob.


"Aku rindu" Claire mendongak, mendekatkan dirinya , sangat dekat, Bob tak mampu menahannya ia langsung ******* bibir Claire yang merah jambu.


"Hmmmm...mmmh" mereka tak perduli sedang berada dimana , Bob dan Claire mereka berci*man, Claire memanfaatkan kesempatan itu , untuk menarik Bob pada permainan yang lebih panas, meraba dan melepas jasnya, membuka beberapa kancing kemejanya.


"Ahhhrg...mmmm" , Bob sadar saat Claire melakukannya, mendorongnya perlahan, melepaskan bibirnya yang masih melekat.


"Bob" Claire ingin menyerangnya lagi.


"Hentikan" Bob segera berdiri , terasa sudah ada yang bergerak dibawahnya sana.


"Sayang, apa yang kamu pikirkan?"


"Aku lupa Raka belum makan malam" , hendak meninggalkan Claire, namun Claire menahan lengannya, beranjak.


"Sayang, bukankah kita akan menikah? , aku rindu kamu" bersandar pada punggungnya.


"Kita makan dulu" melepaskannya.


Claire berdiri mematung sendiri. Bob melangkah pergi menuju kamar Raka.


"Sedikit lagi, hampir saja" , geram Claire.


"Sayang" Bob muncul dibalik pintu kamarnya, Raka segera menutup dirinya dengan selimut .


"Hei, ayo bangun , kita makan malam"


"Tidak, aku tidak lapar"


"Benarkah?? , bukankah kita sudah membicarakannya sejak tadi , Oya Bibi sudah memasak makanan kesukaan mu itu , ayo"


"Laparku sudah hilang" mengintip sedikit dari balik selimut, terlihat bayangan Claire di balik pintu kamarnya.


"Temani saja Pacar Papa, jangan perdulikan aku" ,ketusnya.


"Sayang, ayo jangan begitu" ,Bob menyingkap selimutnya .


"Ayo cepat" menarik pelan tubuh kecil Raka , dan menariknya keluar dari kamar.


Claire segera perlahan mundur pergi dari sana .


"Raka" sapa Claire.


Claire mengikuti nya sampai ruang makan.


"Sayang, tadi aku juga membantu Bibi menyiapkan makan malam ini"


"Benarkah?" melihat begitu banyak menu makanan yang tersaji diatas meja makan.


"Terima kasih" , ucap Bob , Claire tersenyum senang , tidak begitu pada Raka dia bersikap dingin menyikapinya.


.


.


"Nat, apa kamu lembur?" Ibu bertanya setelah Nata datang, dan membukakan pintu untuknya.


"Ya bu , aku lelah sekali"


"Nat, bagaimana hubunganmu dengan Alex , apakah benar sudah selesai?" , Ibu langsung bertanya , tanpa melihat Nata yang sedang lelah dan langsung melahap roti yang sudah tersaji diatas meja.


"Ya, kami sudah resmi berpisah" , Ibu tertegun .


"Pernikahannya yang sah hanyalah bersama Bob, yang belum selesai saja ia urus" (gumam Nata dalam hati) memakan dengan kesal .


"Ibu aku rindu pada bayi-bayiku" Nata segera pergi mencari mereka dikamarnya.


"Nat, mandi dulu, pakaianmu kotor" seru Ibu.

__ADS_1


"Ibu benar" Nat merasa sedih .


"Aku pergi mandi dulu" Natapun masuk kedalam kamarnya .


"Malangnya anak itu" gumam Ibu dalam hati, memikirkan Nata.


Rumah yang tinggali Alex kini menjadi sepi, merasa kosong dan hampa , Alex mengeluarkan semua pengurus rumah satu persatu. Alex ia tak pulang lagi, selama beberapa hari ia tinggal di Bar, kadang tidur dikantor.


"Begitu banyak jejak yang Nata tinggalkan dirumah ini , aku rindu dia" meneteskan airmatanya , melihat isi rumah yang gelap dan kosong.


.


"Sayang, mengapa kamu tidak mengizinkanku menginap" Claire menyelisipkan kedua lengannya pada pinggang Bob, mendekapnya dengan erat.


"Kita belum menikah" Bob tersenyum tipis menjawabnya.


"Tapi apa bedanya? ,nanti dengan saat ini, aku ingin tidur disini bersamamu" menggesek-gesekkan kepalanya pada dada Bob.


"Ahhh" terasa dibawah sana sudah meraung , Bob tak ingin malam ini terpancing Claire.


"Sudahlah, aku akan mengantarmu sekarang, ayo" beranjak dari sofanya.


"Terlalu" senyum Claire yang memekik.


.


Bob memesan sebuah hotel untuk Claire , dan mengantarnya kesana .


"Hanya sampai sini mengantarnya?" ketus Claire.


"Masuklah" mereka berdiri di loby , dengan wajah kesal Claire pun pergi menurutinya.


"Sial, aku kemari untuk menemuinya , mengajaknya bersenang-senang, tapi dia malah mengusirku begini" celoteh Claire dalam hati, seraya melangkah kakinya masuk kedalam lift. Claire memendam kekesalan dan amarah malam itu pada Bob.


Bob segera masuk kedalam mobilnya , ia merenung sejenak dengan apa yang baru saja terjadi antara dirinya bersama Claire.


"Seandainya itu kamu" terucap kata itu ,


"Ahh, aku tidak bisa berhenti memikirkannya" ,Bob segera mengeluarkan Hpnya .


"Temui aku sekarang, ada hal penting yang akan aku sampaikan" , Bob menelpon Nata dan dengan cepat memutusnya.


Bob pun mengirim pesan pada Nata, mengirim alamat tempat pertemuannya.


"Semalam ini? Ada hal penting apa?" yang Nata pikirkan adalah Raka. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Raka , tanpa berpikir panjang Nata pun bergegas berganti pakaian , untuk menemuinya.


"Tunggu, ini??" melihat hotel dihadapannya.


"Apa yang mereka lakukan disini?" ,Nata masih berpikir Bob bersama Raka.


Nata pun segera bergegas , dan berlari mencari kamar yang dimaksud.


Mengetuk pintunya perlahan , Bob segera membuka dan menariknya masuk kedalam . Nata sangat terkejut , "Aaah" tangannya tertarik langsung masuk kedalam kamar. Dan Bob dengan cepat menguncinya.


"Kau" membulatkan kedua matanya , nafas terengah-engah .


"Emmmmmh" Bob langsung melum*at bibirnya yang lembut , mendorongnya hingga tepi ranjang .


"Emmmh" Nata kesulitan bernafas , Bob sudah memainkan lidahnya, menekuk leher Nata , membuat mereka semakin erat , satu tangannya mulai bergerilya kearea tubuh intimnya.


"Aaaahhhh" ,Nafas Nata sudah tersengal-sengal ,


"Hen... Ahhhh .. henti .. kan" , Nata tak mampu melawan.


"Ada apa dengan Bob malam ini" gumam Nata dalam hati, Pakaiannya satu persatu terlepas.


"Tunggu , henti... " Bob melepasnya sejenak, untuk mengambil nafas dan mendesaknya lagi .


"Sayang, kamu basah"


"Kau" kedua mata Nata membulat dibuatnya .


"Tunggu , jangan lakukan" Nata memohon.


"Yang satunya memberikan, yang satunya menahan" memikirkan Nata dan Claire dalam bersamaan , gumam Bob dalam hati.

__ADS_1


"Kita akan bersatu lagi" gumam Bob melepas semua pakaiannya .


" Aaaaaa" jerit Nata.


__ADS_2