
"Ibu akan mengajak Renata menginap dirumah Ibu" Ibu berbisik pada Bob .
"Ibu akan mengatur semuanya" Ibu cukup bersemangat.
"Bu , aku rasa itu tidak perlu" Bob saat itu bicara dengan memikirkan keadaan hati Renata.
"Pokoknya hari ini kalian menginap disini, lagian selama menikah kalian tidak pernah menginap dirumah Ibu"
Bob tidak berani menyela perkataan Ibu , Renata yang menunggu di ruang tamu, tidak tahu apa yang direncanakan Ibu.
"Nat, malam ini kalian menginap disini ya, Ibu sangat ingin sekali kalian menginap disini, temani Ibu ya" Ibu membujuk dengan halus dan manja.
Renata membalas dengan senyuman, tak dapat menolak, meskipun ada perasaan was-was dalam dirinya .
"Perasaan apa ini, mengapa aku merasa sangat takut dekat dengannya, hatiku berdebar " , Renata berjalan menuju kamar terus memandangi Bob yang tepat dihadapannya, Bob tersenyum mengajak masuk kedalam kamar.
"Ibu menyiapkan semua ini?" Diatas ranjang, terletak sepasang pakaian tidur yang Ibu siapkan.
"Baju ini nampak baru, tercium dari wanginya"Renata bicara pada Bob, Bob tersenyum pergi ke kamar mandi .
"Istriku, tolong ambilkan pakaianku" Bob memanggil didalam kamar mandi .
Renata menoleh pada pakaian yang Ibu siapkan , "Apa? dia menyuruhku" ,
"Cepat" terdengar Bob teriak,
Dalam pikiran Renata terbayang, adegan-adegan mesum dikamar mandi dalam drama .
"Tidak, aku tidak ingin ditarik masuk ke dalam bersamanya" menggeleng-gelengkan kepala.
Bob yang jengkel, keluar dari kamar mandi, tubuhnya masih bercucuran air . Renata terkejut melihatnya,
"Kamu tidak mendengar?" Bob mengambil bajunya sendiri dan masuk kedalam kamar mandi . Renata melongo sendirian .
Tak lama setelah itu, Bob berjalan keluar dari kamar mandi mata melihat pada Renata yang terbaring ,namun ia belum tertidur ,Bob naik keatas ranjang. Tidur membelakangi dan tak lama tertidur begitu saja . Renata diacuhkannya begitu saja, Renata menatap nya dengan perasaan lega, setelah sebelumnya dia begitu was-was karena banyak berpikir , memikirkan hal yang ia takutkan akan terjadi.
Dipagi hari, Ibu sangat senang ,Ibu membantu bibi menyiapkan makanan. Renata sangat gugup dia berjalan menghampiri Ibu, berniat untuk membantu .
"Kalian sudah bangun?!", tanya Ibu yang melihat Renata bangun lebih awal.
"Kalian nyenyak?" tanya Ibu
Renata tersenyum ,mengangguk .Ibupun bernafas lega tersenyum.
Bob datang dan duduk dikursi makan, Ibu bergegas memberikannya segelas air .
"Bagaimana,Terjadi?" Ibu sedikit menggoda Bob.
"Ibu"
"Kenapa?? berhasil?" tanya Ibu penasaran,
__ADS_1
Bob sangat marah dan malu takut terdengar orang lain disana . Bob segera berdiri dari kursinya, menarik lengan Renata, untuk mengikutinya .
Ibu menatapnya dengan heran,
"Bob , kalian akan kemana?"
"Ibu aku sibuk, aku harus cepat pergi kekantor"
"Tapi, kalian belum sarapan, belum makan apapun"
"lain kali saja", jawab Bob , berjalan pergi.
Renata merasa heran ada apa dengan sikapnya pagi ini, tanya nya dalam hati.
"Kamu sudah tahu jadwalku hari ini?" tanya Bob.
Renata sangat bingung, dia tidak tahu hari ini ada jadwal apa untuk Bob.
"Maaf aku, aku tidak ingat" , menunjukkan tangan yang kosong .
Setiba dikantor, para wanita genit itu lagi , mereka sudah bersiap-siap ,mereka menunggu Bob setiap harinya, datang lebih pagi, untuk dapat berpapasan dengannya dan dapat menyapanya.
"Selamat pagi " menyapa
Bob acuh, dia berjalan melewati mereka begitu saja, Renata mengikutinya berjalan. Para wanita agak sedikit kesal, dan heran dengan sikap Bob hari ini, yang kembali acuh pada mereka.
"Aku tidak menyukai mereka"Terlihat dari tatapan Bob melihat para wanita itu.
Setelah beberapa saat, terus memperhatikan,
"Aku lapar, belikan makanan"
"Ya??", Renata agak terkejut
"Aku lapar" Bob mengulangi perkataannya
Renata segera beranjak dari kursinya , "Baik, aku akan membelinya"
"Tunggu" tanya Renata
"Ya"
"Tuan mau dibelikan apa?"
"Apa saja, asal jangan yang pedas"
"Baik" Renatapun menurut .
"Apakah ini yang dia inginkan? dengan diperlakukan seperti ini?!" Bob bicara setelah melihat Renata keluar dari ruangannya.
"Bos, ini" Al masuk menunjukkan beberapa dokumennya untuk ditandatangani.
__ADS_1
"Kamu punya pacar?" tanya Bob.
"Pacar??" , jawab Al yang heran
"Pernah berkencan?" tanya Bob lagi.
"Tidak" Al tersenyum malu, wajahn nmpak merah
"Ternyata kamu lebih payah dariku" Bob menyerengeh, Al merasa heran ada apa dengan Bob, tiba-tiba menanyakan itu padanya.
Al keluar dari ruangan Bob, nyinyir "Beraninya dia mengejek, aku seperti ini itupun karena dia".
Renata nampak bergegas membawa beberapa makanan juga minuman dari tangannya .
Seseorang bersama Dila melihatnya , Dila menyerengeh, ada tatapan jahil dalam raut wajahnya .
"Nona silahkan" celoteh orang yang bersamanya.
"Tunggu" ,Dila menyuruh orangnya untuk diam .
Dila berjalan mendekat tanpa diketahui Renata, dengan cepat dia menyandung Renata yangbtak awas pada Dila .
"Ahh" teriak ,Renata terjatuh.
Dila terkekeh sinis,"Wanita bodoh, makanya kalau jalan lihat-lihat" Dila berjalan melewati nya begitu saja .
Sungguh mengesalkan , Renata segera berdiri , menarik lengan Dila , "Aw ,lepaskan"
Semua orang berkumpul menatapnya dari kejauhn, beberapa orang ingin melihatnya dari dekat.
Al mendengar ada keributan , segera memberitahu Bob .Bob keluar dari ruangannya untuk melihatnya .
"Wanita gila, apa yang kamu lakukan" Dila berteriak.
Bob berjalan cepat diikuti Al , melihatnya dari atas , "Hentikan" berteriak , namun tidak didengar, dan dihiraukan .
Bob berjalan turun menuruni beberapa tangga, menarik lengan Renata melindunginya . Bob berdiri di hadapan Dila , yang sedang marah .
"Kamu datang untuk membelanya?"
"Tidak, aku datang untuk menghentikan keributan kalian"
Dila merasa tenang, dan berlalu pergi dengan tatapan tajam pada Renata .
Bob melihat kekacauan , makanan yang berserak dan kotor, menatap Renata sejenak yang tertunduk ,lalu pergi meninggalkannya, kembali ke ruangannya. Semua pegawai disana berbisik dan membicarakannya.
Renata sedikit kecewa dengan sikap Bob, yang ia kira akan membelanya , namun ia tidak menghiraukannya , mengabaikannya pergi begitu.
"Sampai kapan dia akan bersikap begitu" Bob sangat kesal pada Dila. Bob duduk dimeja kerjanya , seraya memikirkan cara untuk membalas Dila .
Renata pergi ketoilet, membersihkan pakaianyna yang kotor , berderai air mata , menatap kearah kaca . Merasakan kesedihan yang ia pun tak tahu , apa yang sedang dia sedihkan .
__ADS_1