
"Aaah" kepala Claire kesakitan, dia bangun menyadari dirinya sudah berada dikamar.
"Hmmm , siapa yang membawaku kemari" Claire mencoba mengingatnya .
Terlintas bayangan saat ia dipapah Bob, dan Bugh ... Bob menjatuhkannya, tak sengaja diatas ranjang, Claire sekilas mengingat , jika malam mereka bertatapan sangat intim saat itu , dan begitu dekat . Sebelum Bob benar menidurkannya dan pergi.
"Deg" Claire merasakan denyut jantungnya (memegang dada).
"Nona" Sekretarisnya Claire datang, dia seorang wanita namanya Loly.
"Loly?!", Loly pun masuk .
"Nona ,ayo kita pergi sauna " ,Loly membantunya berbenah kamar.
"Loly, apakah aku punya jadwal lain setelah ini?"
"Tidak ada Nona ,anda free"
"Benarkah!" Claire sangat senang .
Claire dan Loly pergi kesauna .
"Loly , bagaimana jika kita tinggal disini beberapa hari lagi ?!" Celoteh Claire , malu-malu.
"Nona , ada apa dengan anda?" gumam Loly dalam hati. Merasa aneh dengan sikap Claire yang tiba-tiba.
Loly mengangguk tak dapat membantah Claire.
Setelah selesai sauna, Claire bersikap aneh lagi .
"Loly, bagaimana menurutmu, apakah ini cantik?" menunjukkan bajunya.
"Ya , sungguh cantik"
"Oiya , tolong tanyakan pada sekretaris Al, apakah tuan Bob sibuk hari ini?" Claire berdandan sangat centil .
"Baik" ,Loly hanya mengikuti perkataannya saja.
"Nona , katanya tuan saat ini sedang bermain golf"
"Dimana? bolehkah kita mengikutinya" Claire berbisik saat Loly sedang menelpon Al .
"Ya" jawaban Loly membuat Claire sangat senang .
Claire tidak mengira jika Bob sudah menikah, dia tidak bertanya lebih dulu.
Beberapa teman , bertepuk tangan memuji Bob.
Al berada disana mengawasinya .
Claire berjalan menghampiri Bob, ia sudah siap dengan setelan golfnya .
"Hai , tuan Bob" melambaikan tangannya.
Claire gadis yang riang , dan cantik.
Bob memandangi penampilan Claire dari atas sampai bawah, yang berjalan kearahnya.
"Permisi, bolehkah saya ikut bergabung?" menyapa beberapa orang disana juga .
"Tuan saya pergi lebih dulu" beberapa temannya meninggalkan Bob.
"Eh, tuan" Claire memanggilnya,
"Kenapa mereka pergi?" bertanya pada Bob.
"Mereka bermain sudah lebih lama"
"Oh , begitu" Claire tersenyum senang, seolah itu adalah kesempatannya ,
"Asyik aku bisa berduaan bersamanya" memperhatikan Bob yang sedang memukul bola.
"Silahkan giliran anda"
Claire pun memukulnya, menunjukkan kebolehannya .
__ADS_1
"Bagus" Bob memujinya , mereka bermain berdua dan diawasi oleh Al dan Loly, Al dan Loly nampak bersama melihatnya . Loly merasa canggung dekat dengan Al.
"Aduh rasanya pegal" Claire bersikap manja.
"Kenapa?" tanya Bob
"Hmm.. aku sudah lama tidak bermain golf" Claire menunjukkan senyumnya yang manis , Bob sekilas tertegun melihat kecantikannya.
Claire sedang menggoda Bob.
"Aku akan tinggal beberapa hari disini, eum...dan aku" , mencoba dapat perhatian dari Bob.
"Dan aku tidak memiliki teman disini" lanjut Claire.
Bob memahami maksud perkataannya .
"Anda tidak memiliki pekerjaan lain?"
"Hmm ... tidak" Claire menggelengkan kepalanya.
"Loly tidak bisa menemaniku, karena ada pekerjaan yang harus dia urus" menegaskan .
"Maaf.. " Claire segera memotong,
"Aku tahu anda pasti sibuk , akupun tidak meminta anda untuk menemani saya"
Bob merasa aneh dengan sikap Claire, dengan keyakinannya. Bob menyerengeh .
"Nona, anda ingin saya menemani anda kemana?" Bob menanggapinya .
"Ooh, benarkah" Claire sangat senang .
"Tapi apakah ini tidak merepotkan anda?"
Bob tersenyum, "Tidak itupun jika saya sedang luang"
"Baiklah, kalau begitu aku nanti akan menghubungimu" Claire menyerengeh senang .
Bob merasa jika Claire hanya pantas jadi adiknya.
*****
"Tuan, terimakasih untuk waktunya hari ini, kamu jadi berlama-lama bermain karena aku"
"Tidak apa" Bob bersikap ramah lagi padanya.
"Anda akan kembali ke kantor?" tanya Al.
"Ya".
Unge menunggu diluar gedung kantornya .
Bob pun tiba, ia masuk ke kantor masih memakai kaos golfnya.
"Darimana dia? berpakaian santai begitu" gumam Unge. Unge memotretnya.
Beberapa jam setelah itu ,Bob keluar dari kantor.
Dia sudah berpakaian rapi, menaiki mobilnya bersama Al.
Unge yang hampir tertidur segera mengikutinya .
"Mau kemana dia?" Unge melihat Bob masuk kesebuah resto, mengikuti dengan mobil.
"Kemana lagi dia" Unge sudah berjalan masuk kedalam resto mencarinya.
"Sial hampir saja" Unge salah tingkah sendiri, padahal Bob sama sekali tidak mengingatnya bahkan mengenalinya.
"Siapa perempuan itu?" ,
"Eh" Unge mengingat wajah yang tidak asing, perempuan yang masuk kekamar hotel kemarin bersama Bob.
"Dia" Unge menggeram .
"Baiklah Renata kamu harus cukup tahu sekarang" Unge megambil videonya.
__ADS_1
"Tuan anda sangat tampan" Claire sengaja menyanjungnya.
"Eheum"Berdehem, Bob kaget mendengarnya,
"Oh , maaf anda baik-baik saja?" , memberikan segelas air.
"Tidak usah" Bob menolak gelas minumannya.
"Terimakasih anda sudah datang" ,
Bob tersenyum , kegilaan yang Bob lakukan hari ini adalah untuk memastikan jantungnya , apakah jantungnya dapat berdetak lagi saat bersama wanita lain . Bob mencoba mengisi kekosongannya.
Claire terus memandanginya diam-diam .
"Tuan bolehkah saya berteman dengan anda?"
Pertanyaan yang canggung , Bob tertegun sejenak, sebelum membalasnya dengan senyuman .
"Terimakasih" Claire sangat antusias .
"Wah Renata disana kamu memikirkannya, dan dia disini asyik bermain cinta dengannya" Unge melihat pada Claire.
Al dan Loly duduk di meja yang sama , mereka berdua sangat canggung. Memperhatikan kedua atasannya yang sedang bersama .
Loly dan Al melihat sikap Claire, yang nampak kasmaran , sungguh jelas sikapnya, ia haus perhatian dan cinta Bob.
Unge merasa sudah cukup mengikuti Bob, dia sudah jijik melihatnya .
"Huh" membuang nafas. Unge merebahkan dirinya diatas ranjang .
"Waktu luangku aku habiskan untuk melihat orang pacaran!"
"Mengapa wanita itu sangat genit?!" Unge merasa jijik , membayangkan saat Claire tidak sengaja terjatuh tertangkap Bob, cara mereka saling menatap sungguh membuatnya gemas.
"Nat , aku benar-benar kasihan padamu" gumamnya dalam hati .
********
Keesokan pagi Renata cukup cemas, ingin segera mendengar kabar dari Unge .
"Nge kamu sudah bangun?" Nata mengirim sebuah pesan.
Unge yang masih malas, dia masih terbaring diatas ranjangnya . Mata nya melihat langit-langit, Unge hanya merenung, bagaimana dia menyampaikan, apa yang dia lihat kemarin. Unge tidak ingin gegabah, ia harus mendapat kebenarannya langsung.
Unge tahu jika Hpnya bergetar, tanda ada sebuah pesan masuk. Unge pun membacanya ,
"Aku masih belum bisa bertemu dengannya, maaf "
Unge nampak kacau.
********
"A..aaah" Dila bangun tidur , mendapati perutnya kesakitan .
"Ibu.." Dila berteriak memanggil Ibunya .
Dila beberapa hari ini tinggal bersama orangtuanya .
Seorang pelayan masuk kedalam kamarnya, Dila berteriak, "Cepat panggilkan Ibuku"
Pelayan itupun segera memanggilnya.
"Dila" Ibu dan Ayahnya segera lari menuju kamar Dila.
"Sayang ada apa???"
"Ibu, tolong perutku sangat sakit"
"Ayah akan membawamu kedokter"
Dila segera dibawa ke Rumah Sakit.
Tuan Barack tak lupa mengabari Bob.
"Ayaaah" Dila terus merengek sepanjang jalan , hingga masuk Rumah Sakit .
__ADS_1
Bob dia sedang dikamar mandi , tidak tahu jika Tn. Barack memanggilnya berulang kali dan mengiriminya sebuah pesan .