
"Nat , fakultas kita akan mengadakan party malam ini, dan kita sudah buat janji semua teman satu jurusan akan menghadirinya, kamu ikut ya " Seru Unge .
"Aku ga bisa janji " jawab Nata
"Maksudmu , ga bisa janji bakal datang?" tanya Unge, Renata mengangguk .
"Tidak seru"
"Kenapa? kan bakal banyak teman yang lain"
"Aku maunya ada kamu"
Unge melihat kearah Roy , "Nat, lihat , akhir-akhir ini dia jadi pendiam ya , nampak berbeda"
Nata pun menoleh , melihat Roy.
"Nat, sebentar lagi semester akhir, dan kita akan lulus , kira-kira apa rencanamu setelah ini?" tanya Unge.
Nata terdiam , dulu banyak sekali yang ia rencanakan , namun setelah pernikahan itu , Nata seolah tidak tahu rencana apa lagi yang ia inginkan .
Dikantor , Bob nampak sibuk dengan pekerjaannya ,
Bob dan Al berjalan keluar dari ruangan meeting .
Al mendekati Bob dan mengatakan sesuatu , Bob menyerengeh .
"Akhirnya aku dapat bernafas lega,aku akan membalas kalian" ,Dilla sedang berada di Itali , dia keluar dari penjara dengan membayar jaminan.
Bob mengirim pesan pada Nata, memintanya bertemu dikantor , Nata tidak yakin jika ia masih dibutuhkan diperusahaannya, setelah beberapa lama ia tak bekerja.
Meski merasa gugup, Nata menurutinya pergi ke kantor .
"Aku tidak memahami perasaan ini, aku merasa diri ini cukup munafik, jika aku kini menyukainya, mencintainya, hasrat menginginkannya semakin besar, tetapi apakah aku pantas, tidak mungkin dia menyukaiku yang seperti ini, aku tak sebanding dengan para wanita-wanita yang ia sering jumpai " Renata duduk melamun di taxi. Tak terasa ia sudah berada di depan Gedungnya .
Renata , keluar dari taxi, dengan rasa gugup .
"Jantungku selalu berdebar saat dekat dengannya"
Tak .. tak , suara langkah Renata memasuki Gedung kantor, beberapa orang menatapnya dan menyapanya .
Bob sedang berada diruangannya , bersama seorang wanita . Al sedang tidak berada ditempatnya .
Renata berdiri didepan pintu, merasa canggung, memberanikan diri untuk masuk .
"A .. maaf" teriak Renata terkejut melihat Bob yang nampak intim bersama wanita tersebut .
Bob terkejut, melihat Renata , segera beranjak dari kursinya mengejar dan mencari Nata . Nata merasa tidak nyaman dengan yang dilihatnya . Ia pun bergegas, cepat pergi dari sana . Merasa jijik dengan yang apa yang ia lihat tadi. Memikirkan hal-hal buruk .
Bob memanggilnya dengan panggilan telpon . Renata mengacuhkannya , berpura-pura tidak menyadari panggilan darinya .
__ADS_1
"Tuan maaf " wanita itu pamit pergi dari hadapan Bob,
"Pergi" , wanita itu pun pergi kembali ke tempatnya .
"Renata pasti salah paham" Bob merasa putus asa .
Al masuk menyerahkan dokumen , "Darimana saja kamu?" tanya Bob.
"Aku , memang nya ada apa,aku tadi"
"Jadi kamu tidak pada tempatmu, saat Renata datang? " potong Bob
"Dia ada datang? lalu?" Al bertanya karena tidak tahu apa-apa.
"Nata melihatku sedang bersama perempuan, dia tidak sengaja menumpahkan kopinya dimeja, Nata melihatnya, lalu pergi" Bob duduk dengan kepala tertunduk nampak lemas .
Al terdiam , mendengarnya , berusaha ingin membantu . Merogoh handphone nya hendak menelpon Nata . Namun Nata pun tidak menjawabnya .
Nata hanya duduk diam menunggu bis di halte .
"Sepertinya aku salah menilainya" Nata membayangkan wanita tadi yang sangat seksi, berpakaian rok mini membungkuk disamping Bob, meski ia tak tahu apa yang sedang mereka lakukan . Namun wanita itu nampak menggoda dengan pakaian seminim itu , Bob pasti sudah tergoda olehnya .
Nata pun menaiki bis , namun ia tak tahu akan pergi kemana .
Mengirim pesan pada Unge , menanyakan kabarnya.
"Sekarang aku dan teman lainnya sudah berada didepan club , Nat kamu akan kemari?? aku tunggu jika kamu mau kemari" Jawaban pesan dari Unge .
Renata berhenti tepat di tempat ia janji bertemu Unge . Unge menyambutnya , melambaikan tangan dari sejak melihatnya . Unge tertawa senang, merangkulnya " Akhirnya kita akan bersenang-senang" teriaknya.
Mereka pun masuk kedalam club, "Kita sudah menyewa semua tempat ini ,ayo kita puas-puasin" seru Unge dengan yang lainnya .
Nata, hanya melihat memperhatikan teman-temannya satu persatu , semuanya sangat senang dan asyik berdansa .
"Nata mengapa kamu terus memikirkannya" Nata bergumam pada dirinya sendiri , membayangkan Bob bersama wanita tadi.
"Cewek, ga ikutan?" tanya seorang pria yang mendekatinya .
Nata hanya tersenyum , pria itu duduk disamping Nata, senyum-senyum melihat kepadanya . Nata merasa canggung, bergeser dari tempatnya . Pria itu menyadari sikap Renata, dan merasa keluguan Renata menarik , ia pun bergeser mendekati Nata .
Nata merasa terganggu , mencoba menghindar pergi dan mencari Unge yang sedang berdansa .
Pria itu terus menatapnya dan mengikutinya . Renata berdansa bersama Unge dan yang lainnya . Pria itu pun berdansa mendekati Nata, nampak berhadapan , Nata merasa tidak menyukainya , namun Unge mendukungnya , "Tidak apa-apa" menenangkannya .
Setelah lama berdansa , Unge , Nata dan lainnya mengajak untuk istirahat duduk di sofa .
"Ayo tuangkan minumannya" seru temannya
"Ayo, kita minum sampai puas" mereka tertawa.
__ADS_1
Pria itu mendekatinya "Cewek boleh gabung ga?"
Semua menyetujuinya , pria itu duduk terus menatap Nata .
"Nat, kenapa kamu diam saja , ayo minum" ucap Unge
"Engga, aku ga suka"
"Kalau ga minum, ga seru ,cepat minum sedikit aja" Unge menuangkan minumannya .
Nata pun mencoba mencicipinya , wajahnya mengerenyit .
Unge dan yang lainnya, pergi lagi berdansa, Nata ditinggal sendiri, hanya ada pria itu lagi .
Pria itu mencoba untuk mendekatinya , ia bertanya beberapa hal pada Nata, ada yang Nata jawab dan ada juga yang ia acuhkan .
Pria itu pergi berdansa ,bicara pada temannya Nata , jika ia menyukai Nata, dan ia ingin mendekatinya .
Pria itu nampak terus melirik dan menatap Nata .Temannya berjanji akan membantunya .
Hari sudah malam, club semakin penuh, semua teman bersenang- senang, tanpa Nata sadari handphone nya banyak menerima pesan dan panggilan dari Bob .
"Unge kamu sepetinya sudah mabuk" tegur Nata
Unge tidak menjawabnya, terus menuangkan minumannya .
"Nat minum , minum ini" Unge memberinya segelas minuman, dan memaksanya untuk minum.
"Tidak, aku tidak mau minum"
"Cepat, minum" Unge mendorong gelas itu meminumkannya pada Nata .
Unge sudah sangat mabuk, pandangan Natapun menjadi agak kabur, dan sedikit pusing.
"Unge" Nata memanggilnya dengan lirih,
Unge berdansa dihimpit beberapa orang laki-laki. Nata tidak kuat lagi kepala nya merasa pusing, pria itu melihatnya yang sedang duduk sendirian , menghampirinya .
"Hai, kamu kenapa?" tanya nya .
Namun Nata mengacuhkannya , Nata beranjak berniat keluar dari club itu, pria itu melihat Nata, dan mengikutinya , Nata berjalan berdesakan dengan yang lain, dan hampir tejatuh , pria itu membantunya dan memapahnya .
"Kamu pertama minum?"
Nata mengangguk, ia tak sanggup menatapnya , kepala hanya tertunduk karena pusing .
"Dimana rumahmu?" tanya pria itu.
Nata hanya diam , memegangi kepalanya yang sakit.
__ADS_1
Pria itu nampak bingung , ingin mengantar pulang Nata, namun tidak tahu rumahnya .