
"Nat, aku antar kamu kehotel tidak apa?"
Nata nampak tertidur dalam mobilnya , pria itu sangat tertarik dengan paras lembut Nata, ia terus memandanginya , ingin menciumnya. Namun datang dari arah lain ,sebuah mobil menyorotinya ,nampak silau. Pria itupun tak jadi menciumnya .
Ada hasrat untuk melakukan hal yang tak pantas pada Nata malam itu, namun ia menahan untuk tidak melakukannya, saat ini yang ia inginkan adalah hatinya Nata bukan tubuhnya , yang malah mengundang kebenciannya . Pria itupun memberanikan melihat isi tas Nata, dan mengambil handphonenya , ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dan pesan .Membuka sandinya dengan sidik jari Nata.
"Maaf aku sudah tidak sopan" ucapnya.
Pria itu tidak berani membaca pesan dari Bob, namun mencoba melakukan pencarian keluarga dikontaknya , hanya ada Ibu dan adik , nama Bob ia namai Bos sombong.
Pria itu kebingungan akan menghubungi siapa , Bob ada memanggilnya , dan Pria itu tak sengaja menerimanya .
"Renata" suara Bob memanggilnya
Alex pria itu bernama Alex , dia ragu untuk menjawabnya , "Halo" .
Bob terperanjat dari tempatnya, mendengar pria lain menjawab telpon Nata.
"Siapa ini?" tanyanya .
"Saya sedang bersama wanita yang memiliki handphone ini"
"Katakan dimana kalian" potong Bob.
"Ini siapa?" tanya Alex , balik bertanya .
"Bangsat, apa yang sedang kamu lakukan bersama istriku malam-malam begini?" , Bob bicara kasar , nampak sangat marah.
Alex terkejut mendengar hal itu , dan ia kesal memutuskan panggilan telponnya .
"Bos sombong ini mengakui dia istrinya, tidak mungkin ,aku tidak percaya jika dia sudah menikah" Alex menatap pada Nata yang tertidur .
Roy berjalan keluar dari sebuah toko serba , mendapati Alex yang sedang bersama Nata, Roy mengenali Alex dia satu fakultas namun beda jurusan . Roy menghampirinya , "Apa yang kamu lakukan disini? " melihat Nata disampingnya.
"Apa dia mabuk?" tanya nya
Alex mengangguk ,Roy merogoh handphone dari dalam sakunya , mencoba menghubungi Unge, namun Unge tidak juga menjawabnya .
Alex tidak mengatakan apapun.
Ditempat lain Bob sangat khawatir, dan kebingungan kemana dia harus mencari Renata, apalagi dia sedang bersama seorang pria.
"Apa yang akan kamu lakukan padanya" tanya Roy
"Aku ingin mengantarnya pulang, namun aku tidak ikhlas"
"Apa maksudmu?" tanya Roy
__ADS_1
"Apa dia memiliki suami? tanya Alex , Roy terdiam.
"Kenapa kamu menanyakan itu"
"Dia tadi bicara denganku" menunjukkan handphone Nata pada Roy
"Mungkin benar dia suaminya" Roy nampak murung.
Alex menyerengeh, "Aku tidak akan membiarkan laki-laki lain memiliki wanita yang kusukai" , gumamnya dalam hati . Alex menutup pintu mobil dan jendelanya, berlalu pergi meninggalkan Roy secara tiba-tiba.
Roy terkejut, dia merasa akan hal buruk terjadi , "Lex" ,Roy terus memanggilnya. Roy kebingungan, ingin sekali ia mengejar nya, namun itu tidak sempat, karena mobil Alex sudah tidak terlihat . Roy berlari mencari Unge ke Club.
Unge sedang menari bersama beberapa pria , "Dasar gila" ,Roy sangat marah , menarik lengan Unge.
"Unge , sadarlah , dengarkan aku"
"Apa" teriak Unge kesal.
Roy menariknya keluar dari klub ,karena disana sangat bising.
"Nata dibawa oleh Alex"
"Apa Nata , Alex" Unge nampak mengingau. Roy mengambil sebotol air mineral menyiram kan nya ke wajah Unge, Unge berteriak .
"Nata dibawa Alex" Roy meneriakinya lagi.
"Gawat, dimana mereka sekarang , bagaimana ini, kemana Alex membawanya?" tubuh Unge bergetar ketakutan , dia berteriak pada Roy balik bertanya, karena panik.
"Aku tidak tahu" jawab Roy
"Gawat , Hpku mana?"
"Mana aku tahu" jawab Roy.
Unge berteriak, dia lari masuk kedalam Klub , Hpnya tertinggal di meja klub, sebelumnya ia memakai untuk berfoto bersama teman-temannya.
"Ketemu" teriaknya . Unge menarik lengan Roy yang mengikutinya .
"Ayo kita cari dia"
Unge menelpon Alex , unge ingat pernah menyimpan kontaknya dari grup obrolan, dan kini berguna.
Hp Alex terus bergetar , Alex melihat ada private number masuk , menjawabnya "Halo"
"Cepat katakan kamu dimana" Unge berteriak , terasa sangat sakit ditelinga Alex.
"Ini siapa?"
__ADS_1
"Ini , aku teman Renata, aku tahu kamu bersamanya, jika kamu tidak mengembalikannya, akan ku bunuh kamu"
Alex meremehkan kata-kata Unge, dia menyerengeh tak perduli, memutuskan panggilannya .
"Brengsek" Unge sangat marah,
Alex membawa Renata entah kemana, jalan itu sangat panjang dan gelap, cukup berliku, Renata terbangun ,menyadari jika ia sedang bersama pria itu . Melihat kearah jendela sampingnya . "Ini jauh dari kota" gumamnya dalam hati , Renata sangat ketakutan.
Memikirkan cara lari dari Alex . Alex membawanya ke villa pribadi milik orangtuanya .
Alex memarkirkan mobilnya tepat dihalaman villa itu , dia keluar hendak membuka pintu mobil Nata, Nata tidak bisa bersabar lagi , ia menunjukkan kalo ia sudah sadar, Alex terkejut .
"Kamu sudah sadar?"
"Aku dimana?" tanya Nata
"Aku tidak tahu rumahmu, jadi aku membawamu ke villaku"
"Antar aku pulang sekarang"
"Tapi ini sudah tengah malam, dan untuk kembali jaraknya sangat jauh, kita mungkin akan sampai dini hari' , Renata tahu jika Alex sedang membohonginya, mencari Hpnya dalam tas , namun tidak ada.
"Dimana Handphoneku?" tanya Nata
Dalam pikiran Alex , semuanya tercampur, ada rasa ingin terus membohonginya , dengan mengatakan ia tak melihat Hp itu , namun ada rasa jika ia harus berkata jujur jika ingin mendekatinya .
Setelah sekian lama berfikir , "Ada, disana didalam" Alex mengambilnya, dan memberikannya . Nata nampak kesal.
Terpikir Aldi, Renata berpikir untuk menelpon Al , Al yang sedang tertidur terbangun dengan bisingnya suara telpon . Al terkejut, tengah malam Nata ada menelponnya.
"Halo" segera menjawabnya .
"Jemput aku sekarang" ,Nata segera mengirim lokasinya pada Al .
Al melihat itu lumayan jauh dari kota, ia bertanya-tanya sedang apa Nata berada dipuncak tengah malam begini. Al sempat berpikir mungkin sedang kencan bersama Bob .
Al berinisiatip menelpon Bob untuk memastikan .
Bob yang sedang duduk termenung menunggu, melihat ada panggilan dari Al .
"Ya"
"Bos anda dimana?"
"Dirumah" jawabnya
Al merasa heran , diapun mengatakan jika Renata ada menelponnya . Bob terperanjat mendengarnya, dan meminta Al mengirim lokasinya padanya.
__ADS_1
Bob segera mengambil kunci mobil dan pergi mencari Nata.