Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Akhiri saja


__ADS_3

"Bob kamu mengagetkanku" Renata sangat terkejut Bob yang masuk begitu saja kedalam kamar, saat dia hendak berpakaian .


"Maaf" Bob segera kaluar dari kamar , dan menutup pintunya, jantungnya berdebar, badanpun terasa hangat, nampak berkeringat, membasahi pelipisnya.


"Apa yang ku rasakan begitu aneh setelah melihatnya?" Bob pergi menjauh dari kamar.


"Sayang bagaimana, apakah kamu menikmati liburannya, bagaimana dengan istrimu apakah kalian bahagia?"


"Ya terimakasih " Bob menjawab Ibu dengan ragu .


"Seharusnya momen ini adalah kesempatan untuk mendekatinya, untuk mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya" Bob bicara dalam hati, seraya memotong daging steak dari piringnya .


Tiba Renata berjalan dengan anggun, polesan lipstik dengan warna pink natural, wajah yang secantik embun , nampak begitu manis, dengan pakaian warna putih.


"Deg" suara jantung Bob berdetak melihatnya ,


Renata duduk disamping Ibu , untuk makan bersama Ibu tanpa henti memujinya .


Ditempat lain, Dila dan keluarga yang masih tidak terima dengan putusnya pertunangan, mendengar kabar perayaan pesta pernikahan,membakar hati mereka, ada remah-remah kemarahan untuk membalas dendam.


Sepulang dari perayaan, Renata langsung masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat, dia berbaring diranjangnya, dengan memikirkan juga mengingat aroma Bob saat mereka tidur bersama .Begitu juga Bob , dia kembali ke kamarnya, mengingat Renata yang tertidur disampingnya .Keduanya larut dalam pikirannya masing-masing .


Pagi-pagi Renata bergegas pergi ke kampus, dia tidak ingin datang terlambat.


"Ini dia wanita yang tidak tahu malu " tiba-tiba Dila keluar dari mobilnya tepat dihadapannya , kedua nya begitu serius bertatapan , kali ini Bob tidak bersamanya , dalam hati Dila dia sangat ingin memuaskan kemarahannya, tidak perduli dengan ancaman Bob .


Dila melangkah mendekat, "Ternyata kamu masih seorang siswi, dengan kampus yang biasa saja"


"Apalagi yang kamu inginkan? lebih baik kamu cepat pergi dari hadapanku"


"Beraninya kamu mengusirku" Dila lagi-lagi menjabak rambut Renata, kali ini dia harus menang , sampai dia merasa puas melampiaskan amarahnya,


Renata berteriak, berontak melawan,


"Ahhh , wanita gila , lepaskan , apa yang kamu lakukan" ,semua orang disana melihatnya , dan memperhatikan nampak dua orang wanita yang saling menjambak, juga berapa orang disana cukup terkejut, Roy yang sedang berjalan kearah kampus melihatnya, dan menyadari jika itu Renata , arah Roy yang lumayan jauh jaraknya berada disebrang segera datang untuk memisahkannya, sedangkan beberapa orang disana hanya berbisik bisik bergunjing melihat keributan itu .

__ADS_1


"Hentikan" Roy dengan suara lantang, memisahkan keduanya.


Bug , Dila menendang kebawah tepat pada bagian sensitiv Roy. Roy meraung kesakitan, Dila tidak menghentikan serangannya pada Renata, tak lama dua orang keamanan pun datang berlarian, memisahkan keduanya.


Renata sangat kesakitan, hari ini Dila begitu buas, terdapat beberapa cakaran pada lengan dan leher Renata.Roy menatap nya dengan iba, dan memapahnya berjalan. "Lepaskan ,lepaskan aku" Dila yang arogan terus berteriak , diseret oleh para keamanan, dan masuk kedalam mobilnya, lalu pergi dari sana .


Roy "Kamu baik-baik saja?"


Renata nampak kusut, dia tidak dapat membendung perasaannya lagi, jonkok tersedu menangis.


Suasana dikelas, nampak beberapa teman diam-diam membicarakannya, Renata duduk seorang diri.


Unge dan Roy memiliki pemikiran yang sama , mereka memikirkan Renata , bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini pada Renata, tidak seperti Renata pada biasanya .Mereka melihat dari penampilan Renata yang mulai berubah, yang biasa nya cuek kali ini dia selalu datang dengan pakaian rapi juga riasan , dulu sama sekali jarang dan nyaris tidak memakai riasan.


"Siapa perempuan itu, mengapa wanita itu begitu jahat menyerang Renata"


Bel pun berbunyi tanda waktu kuliah telah selesai ,


Renata pergi lebih awal , dia berjalan dan tiba disebuah taman , Renata terduduk lemas , di salah satu bangku disana , semua perasaan nya bercampur satu , "Mengapa aku jadi begini" Renata berteriak . "Mengapa , mengapa aku harus menjalani hidup seperti ini " Renata kembali menangis.


"Apa yang kamu lakukan ?" Bob menarik selimutnya sangat heran,


Renata menatapnya dengan tatapan marah dan benci .


"Kamu" berteriak, Renata berdiri dari sofa , dengan wajah mendekat, mendengus Bob,


"Lebih baik kita akhirinya pernikahan palsu ini" terkulai lemas duduk disofa, Renata kehabisan tenaga setelah tenaganya nya dia habiskan dengan menangis.


Bob merasa heran lagi , dengan sikap Renata yang begitu tiba -tiba , Bob mengacuhkan ,berjalan hendak pergi kekamar . Renata sangat marah diacuhkan , dia berlari mengejar dan menghadangnya didepan . Namun tergelincir dan "Tap" Bob segera meraihnya , Renata yang hampir terjatuh .Mereka bertatapan dalam hitungan detik saja , begitu dekat, Renata terdekap Bob, seluruh tubuhnya rapat pada Bob , Renata melepaskan dirinya .


"Malam ini kamu tidak bisa menghindariku" Renata mengeluarkan nafasnya yang hangat.


Bob menekan stop kontak lampu disampingnya, lampupun menyala, Renata sangat terkejut dan menyembunyikan wajahnya yang seperti panda .


Bob meraihnya , memegang dagu nya , Renata berusaha berontak . "Kamu habis menangis?"

__ADS_1


"Lepaskan , jawab saja pertanyaanku"


"Apa .. apa yang kamu inginkan,perjelas " Bob melangkah mendekat pada Renata, namun Renata menjauh perlahan ,berjalan mundur.


Renata menundukkan kepalanya , menahan rasa didalam hatinya . Mereka terdiam kaku sejenak, melihat sikap Renata , Bob pun melangkah pergi berjalan ke kamarnya .


"Ceraikan aku" terdengar sebuah kalimat yang menyakitkan.


Bob berbalik, menatapnya "Apa yang kamu katakan ?"


"Aku tidak bisa lagi jadi istri pura-pura mu"


Bob melangkah mendekat, tidak ada yang dapat dia katakan . "Apakah ini menyiksamu?"


"Ya"


Bob melihat ke arah pintu kamar, dan menuntun Renata masuk kedalamnya , "Aku tidak akan menanggapi omonganmu malam ini, kita bicara besok saja setelah semuanya tenang. Renata yang duduk diranjang, tertunduk mendengar itu , menarik lengan Bob yang acuh, berlutut dibawahnya ,


Bob sangat kesal dengan reaksi Renata begitu . Bob menarik lengannya dan mendirikannya tegap dihadapannya , "Apa yang sesungguhnya kamu inginkan, mengapa malam ini kamu tiba-tiba bicara dan menginginkan itu?"


Renata menangis ,


"Aku pikir kamu wanita yang tangguh, tapi malam ini kamu menangis, karena ingin bercerai" Bob dengan lantang mengatakannya.


"Kita tidak menikah atas dasar cinta , memang itu semua bermula dariku, aku yang meminta tolong padamu" jawan Renata ("Tapi aku tidak pernah menyangka jika ini akan menyakitiku")bagian ini Renata mengucapkannya dalam hati.


"Aku pikir , aku akan baik-baik saja selama menjadi istri pura-pura mu, namun ada yang sakit dihati ini yang tidak dapat aku ungkapkan "lanjutnya dalam hati .


Bob menatapnya dengan tatapan panas , ada hasrat dalam dirinya , Bob menciumnya dan tidak melepaskan Renata yang memberontak.


Bob membuka kancing kerah kemejanya , melebarkan dasinya , Renata terjatuh pada ranjangnya . Kini Renata membalasnya dengan ciuman .


Deg, terasa jantung Bob berdetak tidak menyanka, ciumannya kini terbalas , mereka kembali berciuman .


"Tidurlah, kita akan bicara lagi besok" Bob pergi dari kamar Renata ,setelah beberapa saat mereka berciuman , hawa yang semakin panas, Bob mencoba untuk menghindari hal lain yang akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2