
"Em ... " tangan Bob digigitnya . Renata dibawa pulang kerumah, Bob menariknya masuk kedalam kamarnya . "Tolong" Renata berteriak , sungguh lucu Bob rasakan , dia tak kuat menahan tawa, melihat sikap Nata hari ini . Renata sangat ketakutan , dia bergerak mundur ke ujung kasur . Bob merangkak mengikutinya , melepas sabuk celananya , Renata teriak menendangnya, dan Bob sangat kesakitan dibuatnya, Renata berusaha keluar dari rumah ,Namun pintu terkunci, dia cepat-cepat pergi sembunyi . Bob yang sangat kesal tidak memahami apa yang Nata lakukan , Al yang masih menunggu diluar melihat lampu isi rumah dinyalakan ,seluruh rumah menyala . Renata sembunyi disamping sofa , namun bayangannya terlihat dikaca, Bob tersenyum melihatnya , dia hanya duduk disofa menahan tawa . "Ya tuhan apa yang ada dipikiran wanita ini" bicara dalam hatinya . Bob hendak mencari kotak yang berisi cincin dalam saku jasnya , namun dia tidak mendapati nya , Bob mengingat jika itu mungkin terjatuh ,namun tidak tahu terjatuh dimana .
Bob berpura-pura tidak tahu, Renata sembunyi disana, dia diam-diam tertidur .
Setelah sekian lama lelah bersembunyi , Renata berjalan perlahan mencari jalan untuk keluar, mencari kunci pintu keluar namun nihil . Renata pun tertidur ,mengunci dirinya didalam kamar. Bob menyadari dan mengetahui itu.
Keesokan pagi nya, Bob meminta para wanita itu lagi, mereka datang kerumah , terdengar suara gaduh dari luar kamar . Bob sengaja menggoda para wanita itu, terdengar suara-suara centil .Renata membayangkan begitu jijiknya Bob dengan wanita itu , padahal dari kemarin Bob tidak melakukan apa-apa pada wanita itu . Bob sengaja melakukan itu ingin melihat reaksi Nata .Dan benar saja Renata menunjukkan kemarahannya . Renata dengan cepat berganti pakaian, keluar dari kamarnya . Membuka pintu dengan keras , menunjukkan pada mereka . "Mau kemana?", tanya Bob. "Aku akan ke kantor, masih ada pekerjaan yang belum selesai "
"Hari ini hari libur , kantor ditutup"
"Benarkah??,bagus jika begitu aku akan pergi untuk bersenang-senang"
Renata hendak membuka pintu namun terkunci, "Buka pintunya" Renata berteriak , semua wanita itu kaget dibuatnya . Renata melihat kearah Bob dengan para wanita itu, matanya sudah memerah , dia berlari kembali masuk kedalam kamarnya , dan menangis , ada rasa sakit yang menyayat begitu dalam, dalam hatinya. Renata masih tidak memahami dengan perasaannya,luka apa yang telah menyakitinya , para wanita itu diusir keluar oleh Bob . Kini dirumah hanya mereka berdua , Bob masuk kedalam kamar , bertindak sebagai suami .Dia tidak menyalahi apapun jika melakukannya . Melihat itu Renata cukup terkejut . Selama ini Renata telah banyak salah paham pada Bob , Bob berniat untuk meluruskannya.Bob melihat Renata yang masih terisak menangis , memberi nya tisu.
"Maukah kamu menikah lagi denganku?" Bob tiba-tiba bertanya dan mengatakan itu ,Renata begitu tercengang mendengarnya ,"Aku tidak akan membuat perjanjian kontrak seperti itu lagi, kamu bebas melakukan apapun yang kamu suka, selama jadi istriku" , Renata mengelap air matanya, setelah mendengar itu rasa sakit dalam hatinya tiba-tiba saja menghilang . Bob menghampiri dan memeluknya, Nata tersedu-sedu dipelukannya ,Bob mencium keningnya "Maaf" dengan halus dia mengucapkan itu , namun terbersit bayangan aneh dalam pikirannya , jika Bob yang jahil sedang mengerjainya , Renata mendorong jauh Bob . Bob sangat terkejut, "Aku ingin pergi keluar, tolong bukakan pintu" dengan datar Renata mengatakan itu . Bob pun mengalah , memberi kuncinya , Renata keluar dari rumah , berencana akan pergi kerumah Ibu .
"Sepertinya tadi akan berhasil , sia-sia aku menyuruh para wanita itu datang, dia masih belum mengakuinya " .
Bob sangat kesal setelah ditinggal dirumah sendirian. Bob pun pergi mengunjungi Ibunya .
__ADS_1
Sepanjang jalan Bob berpikir, dengan cara apa lagi , dia dapat meluluhkan hatinya Renata, dia ingin Renata mengaku jika dia jatuh cinta padanya .Bob pun bingung bagaimana menghadapi Ibu, nampaknya cinta masih bertepuk sebelah tangan.
Ibu menyendiri di taman, dia sedang asyik merangkai bunga , Bob menghampiri memberi salam pada Ibu . Namun Ibu tidak bicara apapun , Ibu cukup kesal pada Bob, setelah sekian lama mereka berdiam diri tidak bicara, Ibu pun menggoda Bob , ternyata Ibu mendengar bocoran dari Al, setelah mendesakmya dengan berbagai cara . Bahkan Ibu pun mendengar kejadian kemarin juga tadi malam . "Dasar bodoh, kamu tidak tahu cara mengejar istri sendiri" ,
Bob tercengang mendengar Ibu mengatakan itu , "Apa maksud Ibu?", Bob tertawa malu ." Dari sejak kapan kamu menyukainya??" ,tanya Ibu.
"Sudah lama"
"Sudah lama , bahkan sudah kau nikahin, namun belum dapat juga hatinya??"ejek Ibu.
"Benar" dengan malu Bob menyanggah perkataan Ibu.
"Sia-sia aku menghabiskan uang dikapal pesiar, jangankan diharapkan membuat cucu, bersentuhanpun kalian tidak"
Ibu segera pergi berkunjung kerumah Ibu Renata, Bob bersama Ibu pergi bersama . Mendengar kedatangan Bob beserta besan, membuat Ibu Renata cukup senang, Renata agak kaget melihat Bob datang kemari.
Ibu mempersilhkan masuk, dan para Ibu mengobrol, Renata tertunduk tidak menatap Bob.
Ibu dan Ibu Renata seolah-olah tidak mengetahui jika Bob dan Renata melangsungkan pernikahan kontrak . Mereka terus bicara membicarakan cucu. Renata sungguh heran , bukankah hari terakhir Ibu datang,Ibu nampak marah?! .
__ADS_1
"Sayang pergilah kalian berbulan madu, jika bisa jangan dulu kembali sebelum memberi kami cucu"
Renata tersedak mendengar itu, Bob tersenyum senang. "Tidak bisa Ibu, aku harus bekerja dan kuliah" jawab Renata pada Ibunya Bob.
"Kerja??"tanya Ibu Bob.
"Kamu membiarkannya kerja?" lanjut Ibu
"Tidak bu" Bob menyerengeh malu.
"Anak kurang ajar , mau hamil bagaimana, jika istrimu terus lelah karena bekerja"
Mereka tertawa dengan guyonan mereka sendiri , cukup aneh bagi Renata. Ibu nya Bob meminta bicara empat mata dengannya , Renata mengajak untuk bicara dalam kamarnya saja. Ibu memeluknya "Maafkan Bob ya, jika dia telah menyakitimu, apakah dia berulah padamu?"
"Tidak bu" dengan ragu Renata memberi jawaban itu , "Bob itu bukan tipe pria yang senang mempermainkan wanita ,Ibu tahu betul sifat dia".
"Tapi yang kulihat berbeda" ,Renata bicara dalam hatinya,
"Dia bersungguh-sungguh padamu"
__ADS_1
Renata tidak bereaksi dengan omongan Ibu, perasaan was-was, perlindungan diri yang begitu kuat. Renata tidak mudah tergoda maupun percaya pada omongan orang, sebelum dia benar-benar merasa yakin. Ibu banyak sekali berbicara pada Renata, seperti meminta, memohon, berharap agar Renata menerima putranya , namun rasa tidak yakin itu lebih kuat dan menyelimuti hatinya. Hati Renata belum terbuka untuk Bob, ada luka apa yang membuatnya berbekas, hingga dia tidak mudah membuka hatinya?!.
Bob terus memandangi Nata, dan mengajaknya kembali kerumah, Ibu mendorong Nata untuk pulang bersama Ibu Bob.Renatapun setuju pulang bersama Bob juga Ibunya.