
"Nge , aku ingin bekerja"
"Mengapa tiba-tiba Nat?"
"Aku ingin hidup mandiri"
"Apa maksudmu dengan mandiri?"
"Aku akan keluar dari rumah Alex"
"Kenapa?" , Nata menatap Unge.
"Aku akan memutuskan hubunganku dengannya"
Unge terkejut, dia takut jika Nata mengetahui hubungannya dengan Alex.
"Nat" , kedua mata Unge berkaca-kaca.
"Tidak apa, aku sudah tahu semuanya" , Unge makin terkejut.
"Nat, aku ... aku dan Alex"
"Sudahlah, aku merestui hubungan kalian"
"Tidak Nat, aku tidak terima" Unge segera beranjak , berdiri.
"Hei, duduklah dulu" , Nata menariknya.
"Kamu tidak salah, begitu juga Alex, mungkin ini adalah takdir"
"Nat , tapi sungguh aku tidak bermaksud.."
"Sudahlah, sekarang kita bahas yang lain saja"
"Tidak ! tidak bisa begitu Nat, aku.. aku" Tiba-tiba Unge menangis.
"Kamu tidak salah, aku yang salah, aku yang terlalu egois dan munafik, aku sangat bersyukur kamu telah merubah Alex"
"Apa maksudmu?"
"Aku , aku tidak pernah bisa menerima Alex , dan kini kamu datang, jadi aku tidak merasa bersalah lagi" Nata tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan kalian?"
Nata hanya tersenyum.
"Mama, cepat pulang temani aku tidur" Raka tiba-tiba menelponnya.
"Siapa?" tanya Unge.
"Raka"
"Raka? apa katanya?"
"Dia menyuruhku cepat pulang, untuk menemaninya tidur"
"Tidur!? , memangnya dimana Raka sekarang?"
"Aku membawanya pulang, Bob sedang ada pekerjaan di luar negeri , jadi aku diizinkan mengurusnya"
Nata mengingat, saat terakhir mengantar Bob, ia sempat marah dan terus menghujatnya sepanjang jalan , ketika Bob memintanya menjemput. Ternyata Bob pun sekalian berpesan menitipkan Raka. Nata mengantar Bob dan Al ke bandara.
"Jadi Ayahnya pergi"
"Ya"
"Nat, jika kamu ingin bekerjalah denganku"
"Hmm haruskah?", Nata menggodanya . Mereka tertawa bersama.
******
"Halo Claire"
"Bob, orangtua ku ingin bertemu denganmu"
"Bertemu?"
"Ya, apa kamu keberatan?"
"Tidak"
"Benar tidak apa?"
"Ya, kapan mereka ingin bertemu?"
__ADS_1
"Dimana kamu sekarang"
"NYK"
"Baiklah, kapan pulang?"
"Mungkin lusa"
"Baiklah, kita akan bertemu nanti lusa" , Claire dan Bob mengakhiri panggilan telpon mereka.
******
"Mama" Raka memeluk Nata setelah ia pulang.
Nata pergi menemaninya tidur. Alex dia baru saja kembali, dan terdengar suara , membuka pintu. Alex masuk kekamarnya.
Setelah Raka tertidur , Nata hendak bicara dengan Alex, dia sudah berdiri didepan pintu kamarnya , mengangkat Handphone dan memanggilnya.
"Halo"
"Aku berdiri diluar, bisakah kita bicara?" ucap Nata.
Alex pun bergegas membuka pintu kamarnya.
"Masuklah"
"Tidak, kita bicara diluar saja" , Alex merasa tidak nyaman dengan penolakan Nata, yang terus menerus.
"Baiklah" Alex pun keluar, mereka berjalan bersama.
"Aku sudah memutuskan, untuk mengakhiri hubungan kita" ,Alex yang berjalan didepan, menghentikan langkahnya, ia tertegun.
"Aku sudah tahu , hubunganmu dengan Unge"
"Aku, aku tidak apa-apa , aku pun salah , maafkan aku, aku.. " Tiba-tiba Renata menjadi gugup, karena sikap dingin Alex yang berbalik berjalan pelan kearahnya, dengan tatapan yang menakutkan.
"Hanya begini?" ucap Alex
"Kamu sama sekali tidak punya perasaan sedikitpun padaku?" lanjut Alex.
Nata tertunduk.
"Jadi setelah kamu tahu, kamu hanya bisa bicara mengikhlaskanku, mengikhlaskan suamimu untuk wanita lain? Alex sedikit terkekeh.
"Betapa tidak berharganya aku" Alex merasa putus asa. Matanya berkaca-kaca.
"Hahaha, aku selalu memimpikanmu dalam hidupku, bahkan aku tidak perduli dengan hidupku, semua aku serahkan untukmu, tapi kegilaanku terjawab sudah, aku tidak pernah bisa memiliki hatimu"
"Alex"
"Aku tahu, aku pun sadar aku telah salah, aku telah menyentuh yang tidak seharusnya aku sentuh. Aku terima , tapi entah mengapa hatiku begitu sakit" ,Alex terus berceloteh.
"Alex , dia menangis, yang aku tahu dia begitu tangguh, mengapa kini dia menangis" gumam Nata dalam hati.
"Alex , aku.. aku lah yang salah, aku yang tidak pantas untukmu, aku yang egois , aku yang tidak tahu balas budi . Aku tahu apa yang sudah kamu lakukan untukku, tapi percayalah Tuhan tahu mana yang terbaik untukmu , dan itu bukan aku"
"Kamu terlalu menyakitiku Nat, apa kamu ingin kembali padanya?"
"Siapa yang kamu maksud"
"Siapa lagi, dia Bob, aku tahu semuanya , aku tahu kamu menemuinya setiap hari, aku tahu apa yang kamu lakukan diluaran sana"
"Alex, kamu menyuruh orang mengikutiku?"
"Ya, dan aku marah"
"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Unge?"
"Aku tidak pernah serius kepadanya, aku hanya terjebak nafsu"
"Alex" Renata terkejut.
"Namun itu pada awalnya"
"Lalu bagaimana perasaanmu sekarang pada Unge?" tanya Nata.
"Kamu ingin aku bagaimana padanya?"
"Apa maksudmu?" Nata terperangah,
Alex menyerengeh menatapnya. Kemudian pergi meninggalkan Nata.
"Alex , tunggu , Alex jelaskan , jawab pertanyaanku"
Alex menghiraukannya.
__ADS_1
"Nafsu?? pada awalnya??? apa maksudnya sekarang Alex menyukai Unge??" gumam Nata dalam hati.
Nata mengejar Alex . Ia mengikuti Alex yang masuk kedalam kamarnya.
"Alex" Nafas Nata terengah- engah.
"Nata"
"Alex, kamu menyukai Unge ? benarkah itu ? apa itu benar?"
Alex menyerengeh , "Kenapa? istriku kini penasaran?"
"Alex , jawab saja pertanyaanku"
"Jika tidak kamu mau apa, dan jika iya apa yang akan kamu lakukan?"
Nata mendorong Alex yang bicara begitu dekat dihadapannya.
"Aku berharap jawabannya iya, karena Unge adalah temanku, jaga dia untukku, jangan sakiti dia"
"Hahaha, Apa itu permintaan?"
"Alex , sikapmu aneh hari ini" Nata merasa jijik.
"Kenapa, kamu tidak suka??"
"Lepas" Alex menangkap lengan Nata.
"Sekali saja, aku mau berhubungan sekali saja denganmu malam ini, kamu mau?"
"Semua pria gila, mereka semua benar-benar tidak masuk diakal" gumam Nata, mengingat Bob yang sebelumnya bicara seperti itu juga.
"Lepas"
"Kamu tidak mau?" memaksa
"Alex, apa kamu mabuk?" .Renata teriak , menghempaskannya, hingga Alex terdorong dan jatuh .
"Besok aku akan meninggalkan rumah ini, terima kasih segalanya Tuan Alex" , kini Nata benar-benar marah.
Alex benar-benar lepas kendali, dia merasa gila jika harus kehilangan Nata, namun iapun tak dapat acuh pada Unge .
Nata segera masuk kedalam kamar dan menguncinya.
Jantung Nata berdebar, sangat ketakutan .
"Ada apa dengannya, mengapa Alex bisa berubah menakutkan" gumam Nata dalam hati.
******
Keesokan pagi Nata melihat rumah yang sepi .
Nata penasaran , apakah Alex masih tertidur?. Ia mencoba menarik daun pintunya. Namun terkunci rapat. Nata tidak tahu jika Alex pergi.
"Ibu hari ini kita harus berkemas"
"Kita akan pergi kemana Nat?"
"Ada banyak rumah yang dapat kita tinggali, Ibu serahkan saja semuanya padaku"
"Nat, apa yang terjadi , bicaralah"
"Ibu jangan khawatir, aku baik-baik saja , akupun sudah bicara pada Alex"
******
Daniel yang dapat kabar tiba -tiba ,
"Kakak, apa yang terjadi ? mengapa kakak mendadak menyuruh kita pergi"
"Saat ini Kakak tidak memiliki waktu untuk menjelaskan, kita bicara nanti saja"
Tak .. tak , terdengar suara orang berjalan .
"Tahan mereka, jangan sampai ada yang keluar"
"Boy?" Nata terkejut.
"Ada apa ini?"
"Lebih baik kalian patuh, dan tidak membuat masalah"
"Kamu pikir kamu siapa , bisa mengaturku"
"Maaf nyonya , sekali lagi, ini perintah Tuanku Alex. menurutlah !, tidak ada seorangpun yang boleh keluar dari rumah ini"
__ADS_1
Nata mulai kesal, " Lalu dimana tuan mu sekarang, dimana Alex?"
Boy menyerengeh , "Dia sedang mengurus hal yang penting" membisikkannya.