
Renata teriak, Bob pun terkejut segera membalikkan badan , menutup muka, "Jangan coba-coba melihat, cepat pergi ,jangan berbalik " teriak Renata.
Bob yang sedikit kesal , dengan reaksi Renata, membentaknya , Bob pun keluar dari kamar dan Renata segera menguncinya . Bob segera membuang nafas setelah berada diluar, mengusap-usap dada, namun ia pergi dengan senyuman.
Jantung Renata berdebar, cepat-cepat ia melihat kaca, melihat apakah ada bagian tubuhnya yang terbuka .
Renata sangat kesal karena Bob telah melihatnya.
Keesokan paginya, Bob mengantar Renata pergi ke kampus .Mengingatkan jika dia harus cepat kembali setelah selesai kuliah .
Renata pun pamit , dan dia berencana untuk mengabari Suzy dikedai.
Renata berjalan mencari Intan, dan menahampirinya yang berada didalam kelas . Jam kuliah belum dimulai.
"Ini apa?" Intan melihat Renata memberinya sesuatu. Intan membuka dan melihat isinya , yaitu sejumlah uang,
"Maaf, uangnya berupa tunai"
Intan menarik lengan Renata, menuntunnya keluar kelas, "Apa ini, aku tidak bisa membawanya dalam tasku"
Intan mengerti itu uang nya yang telah Renata kembalikan.
"Aku akan mengirim nomor rekeningku, transfer saja ok" Intan pergi meninggalkannya masuk kembali kedalam kelas.
Renata mengangguk ,dan melambaikan tangan "Terimakasih" berbicara pelan , dengan agak berbisik .
Renata duduk masuk dalam kelasnya , Roy menatapnya dikejauhan tepat dibelakangnya . Unge diam-diam mendekatinya .
"Dia bukan pamanmu kan" Unge bicara dengan sengaja untuk menggoda, beberapa orang melihat kearahnya .
Renata cukup malu dengan kejadian kemarin .
"Kalian kemana kemarin? kencan ya?"
"Tidak"
"Em ... bohong" lanjut Unge.
"Bisakah kita diam saja?"
Unge nampak bengong, tidak mengerti, Renata mengeluarkan alat tulis dalam tasnya.
"Kamu tidak ingin menceritakannya padaku?"
Unge merengek, penasaran.
__ADS_1
"Tidak ada" bantah Renata
"Jahat"
Kuliahpun dimulai, semua orang serius mempertikan. Sebuah pesan masuk , Renata mengintipnya dalam tas, terlihat pesan dari Bob, dia menunggunya segera dikantor setelah ia selesai kuliah.
Waktu kuliah telah selesai ,hari ini hanya dua jam pelajaran saja ,semua telah bubar ,ada pesan masuk juga dari Ibu , "Nat mampirlah kerumah Ibu akan menyiapkan makan malam untukmu dan Bob, jangan sampai tidak datang" .
"Ibu memintaku datang, bagaimana aku mengatakannya ,juga mengajaknya?" .
Renata pergi ke kantor Bob, "Ini dia" menunjuk pada bangunan kantornya, dia sudah sampai didepan gedung tersebut. Renata berjalan dengan kurang semangat.
Al sudah berdiri didepan ruangannya Bob, tepat dimeja kerjanya.
Renata dipersilahkn masuk ruangan Presdir. Renata menghentikan langkahnya, ketika hendak masuk .
"Apakah disini juga ruanganku?"
Al sedikit heran dengan pertanyaannya ,segera menegaskan "Ya, silahkan"
,Renata melihat tulisan Presdir yang tertempel dipintu . Apakah dia akan memakai ruangan itu bersamanya ?! .
Renata masuk kedalam ruangan tersebut, Bob sudah duduk menunggunya, melihat kearahnya , terlihat ada sebuah meja di sampingnya , penataannya lain dari kemarin .
Renata menurut, duduk di kursi itu, terlihat dimeja sudah lengkap dengan komputer juga beberapa dokumen yang menumpuk .
"Ini" Renata melihat beberapa berkas dokumen itu, "Aku tidak tahu apa-apa, jadi aku tidak tahu apa yang harus aku kerjakan disini" ,
"Kamu cukup membaca dan mempelajarinya, lalu jika ada yang perlu aku tanda tangan berikan padaku"
Renata mengambil satu berkas dan melihatnya .
"Kamu sudah makan?" tanya Bob, Renata mengelengkan kepala .
Bob beranjak dari tempat duduknya , menuntunnya keluar. Bob membawanya ke kantin kantor, masuk keruang makan khusus . Renata berjalan melewati beberapa karyawan disana , mereka menatapnya di meja makan masing-masing ,bertanya-tanya siapa gadis yang dibawa oleh Bos keruangannya.
"Aku suka makan di kantin kantorku, semua makanan disini aku yang memilihnya , jadi ini semua sesuai seleraku" tegas Bob.
Al menunggu diluar, kali ini dia tidak menemani Bob masuk makan didalam.
Renata hanya manggut saja, duduk disebelahnya , beberapa koki menyiapkan masakannya secara khusus juga menyajikannya.
"Ini memang enak" bisik dalam hati Renata,mencicipi makanannya, "Semua makanannya enak"
Renata tersenyum senang , Bob bahagia melihat reaksinya .
__ADS_1
Waktu makan telah selesai , Renata antusias sekali dengan pekerjaannya, Bob sesekali membantu dan mengajarinya . Ini lebih baik daripada bekerja dikedai, Disana Renata harus bergelut dengan keringat, juga bau, mencuci piring dan sebagainya.
Disini terasa nyaman, ruangan yang ber AC, juga harum . Renata mulai bersemangat. Bob memperhatikannya dengan senang, kini ia tidak perlu jauh-jauh mencari untuk mengetahui keberadaannya .
Waktu kerja telah selesai, Renata merasa gugup untuk menyampaikan pesan Ibu .
Bob yang berjalan lebih dulu, menyadari jika Renata tidak bergerak mengikutinya , Bob berbalik menoleh ke belakang,
"Ada apa?" , Renata sejenak terdiam ,lalu berjalan kearah Bob setelah merasa tepat untuk mengatakannya
"Aku .. aku ingin mengajakmu ke rumah Ibu"
"Kapan?"
"Sekarang ! , setelah selesai, Ibu memintaku mengajakmu kerumah untuk makan bersama"
"Ok" Bob segera meraih tangannya , dan berjalan menggenggam tangannya.
Semua mata disana melihat, "wanita itu juga masuk kedalam mobil bersama Bos" seru mereka bergunjing, terutama para karyawati, mereka sedikit iri karena , Bob adalah pria idaman mereka.
"Aku tidak terima , wanita itu mengambil hati Bos kita"
"Ya kamu benar, aku lebih baik darinya tapi mengapa Bos memilihnya"
"Aku berdandan seperti ini setiap hari juga karena nya" ,satu karyawati lainnya tidak ingin kalah .
Renata melihat kearah kaca mobil, nampak dari luar kaca beberapa mata memandangnya, juga berbisik .
"Semua pegawai wanita disini cantik-cantik, pria ini pintar memilih, dia jadikan kantor seperti tempat berkumpulnya gadis-gadis cantik, seperti modelnya saja" Renata larut dalam pikirannya, terlihat ia menyerengeh sendiri, dan Bob ada sebentar memperhatikannya.
Ibu sudah menunggu didepan pintu, setelah mengetahui dari kedatangan mobilnya. Terlihat senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu .Kini Ibu tidak sendiri lagi, ia terawat dengan beberapa orang yang merawatnya, Bob menempatkan beberapa orang pilihan disana. Bob begitu perhatian tanpa diketahui Renata, dia lah yang memenuhi semua kebutuhan Ibu ,juga Daniel .
"Ibu" Renata keluar dari mobil berjalan , menghampiri Ibu dan memeluknya ,Ibu sangat senang, memperhatikan keadaan anaknya yang baik-baik saja.
Renata berjalan masuk kedalam rumah, tak telihat Daniel "Bu, dimana adik?",
Ibu tersenyum , "Dia ada kegiatan disekolah, jadihari ini dia tidak akan pulang, maka dari pada itu kalian menginap disini temani Ibu"
"Apa" Renata tercengang ,"Tidak bu, Bob tidak bisa menginap,banyak sekali yang dia butuhkan ,dan terutama tidak ada pakaian ganti untuknya"
"Pakaian, aku dapat meminta Al untuk mengantarnya kesini"
Renata memolototinya, Ibu tersenyum dan mengajak mereka makan bersama .
Di sela-sela waktu makan, Ibu menyelipkan beberapa pembicaraan yang mengarah pada keturunan, Renata sungguh pusing mendengarnya, tidak ingin menanggapi pembicaraan Ibu .Namun Bob sungguh senang menanggapinya, mereka mengobrol begitu akrab.
__ADS_1