Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Banyak Tanya (???)


__ADS_3

"Aku penasaran, pada hubungannya dengan Alex, jelas sekali Raka tidak ingin didua . Apakah dia sering melihat mereka bermesraan atau sebaliknya? ,mengapa ini membuatku bingung , lebih baik aku tanyakan perlahan padanya, apakah dia mengerti dengan ucapannya?"


Malam itu, Bob berjalan ke kamar Raka. Berniat tidur bersamanya.


"Raka belum tidur?" , Raka duduk menatapnya diatas ranjang.


Bob membelainya. "Mau Papa ceritakan sesuatu?"


"Maksudnya, buku?"


"Ya"


"Hmm" Raka mengangguk senang.


"Apa Mama sering bacakan cerita?"


"Ya ,sering"


"Juga Papa Alex?" tanya Bob. Raka menatapnya,


"Mengapa seorang anak dapat memiliki dua orang Papa, dan mengapa Papa Bob tidak bersama Mama?"


Bob hanya tersenyum, sulit untuk mengatakan .


"Dengar, Papa akan mulai membacanya" Bob mengelus dan memeluknya.


******


Usai bercerita,


"Raka juga suka sesekali tidur bersama Papa Alex, namun seringnya bersama Mama"


Bob terkejut, mendengar Raka berceloteh sendiri.


"Sesekali dengan Papa, dan sering dengan Mama?,


Maksudmu, Papa jarang tidur bersama Raka juga Mama?"


"Tidak" Raka geleng-geleng.


"Lalu maksudnya?"


"Setiap hari Mama tidur sama Raka"


"Lalu Alex ? maksudku Papa Alex?"


"Dia tidur dikamarnya"


"Jadi mereka pisah kamar? setiap hari"


Raka mengangguk.


"Jadi selama ini mereka tidak tidur bersama?!" gumam Bob dalam hati.


"Lalu Renata melahirkan bayi siapa? , Aku berpisah dengan nya hampir satu tahun lebih?!" Bob terus bertanya-tanya.


"Mengapa aku percaya pada ucapan anak kecil" menatap pada Raka yang sudah tertidur, setelah dibacakan cerita.


"Mereka bisa saja bersama" Bob terus berceloteh dalam hati.


"Apakah aku pantas meragukan dan sedikit mengakuinya? bisa saja kan? dia mengandung anakku? terakhir sebelum pergi aku berhubungan dengannya" .


*******


"Lex bisakah kamu membantuku?"


"Aku akan mengurus semuanya , tenang saja"


Alex menjanjikan Raka dan perceraian segera pada Nata. Nata sudah sesak pad Bob.


Setiba dikantor Bob menghubungi para pengacara handal . Dia meminta mereka mengurusnya . Namun Bob pun bukan orang biasa , mereka tidak bisa menentukan hasilnya . Bisa saja Bob pun berbalik menyerangnya .


"Kita akan membicarakannya dulu dengan beliau dengan segera" ucap salah satu pengacara.


"Baiklah, mohon bantuannya" , mereka pun pergi setelah berjabat tangan dengan Alex.


Boy berpikir , kini Alex masalahnya semakin rumit.


"Tuan, nanti malam Tetua Ayah anda mengajak makan malam bersama"


"Baik" .

__ADS_1


*******


"Mana bekalnya?"


Renata memberikannya ,


"Apa kamu tidak sibuk, hingga memiliki waktu setiap hari untuk mengambil makan?" tanya Nata dengan ketus.


"Sesibuk apapun , demi anak akan aku luangkan" Bob menatapnya. Renata kesal dengan tatapan Bob.


"Bagaimana kabar bayimu? dia kembar?" , Renata terkejut Bob mengetahuinya.


"Baik, mereka sangat sehat"


"Kapan mereka lahir?" Bob bicara tidak ingin menunjukkan ekspresi wajahnya, berpaling ke arah lain.


"Bukan urusanmu , oya aku ingin bertemu Raka"


"Boleh, kerumahlah sore hari , karena siangnya dia sekolah"


"Dia sudah bersekolah?"


"Ya, umurnya sudah tepat untuk masuk sekolah"


"Oh, syukurlah"


"Kapan bayinya lahir?" Bob lagi-lagi bertanya.


Jantung Renata berhenti tiba-tiba.


"Jika kamu tidak berani bicara, bolehkah aku mengira mereka juga anakku?"


Jantung Renata berdetak kencang, kata-kata itu begitu menusuk.


"Tidak, dia anakku" Renata gugup seketika.


"Lalu Ayahnya?" , Tiba-tiba Bob menghitung dengan jarinya.


"Berapa usia bayinya?"


"Bukan urusanmu" Renata mendorongnya lalu pergi.


Bob pun tidak mengira, jika ia bisa mengatakan hal itu, dan menduga jiga itu bayi miliknya juga , ia hanya merasa penasaran .


Tring , sebuah pesan masuk ,


"Aku sengaja buat banyak, tapi tidak untuk berbagi denganmu , itu hanya untuk Raka"


Bob kesal setelah membacanya.


"Seharusnya aku menagihnya tadi " , Al hanya mendengar, dia tidak memahami perkataan Bob . Dari tadi dia hanya menunggu dimobil.


*******


"Hai" Alex dia tersenyum pada Unge.


"Dia senyum padaku??" Unge melihat tidak ada orang lain disekitarnya.


"Mau apa kamu datang?" tanya Unge dengan ketus.


"Aku ingin berbaikan dulu denganmu?" menyodorkan tangannya lagi.


"Untuk apa?"


"Ya kali saja kamu masih menyimpan dendam , sejak dibangku kuliah" bisiknya.


"Aku sudah lupa"


"Jadi kamu memaafkanku?"


Unge menatapnya dengan penasaran dan iba ,


"Mengapa dia sampai seperti ini, ada apa sebenarnya" gumam Unge dalam hati.


"Aku tidak memiliki waktu, aku sangat sibuk" ucap Unge.


"Baik, aku akan pergi mengalah ,kapan kamu memiliki waktu?"


"Hehe , tidak ada" Unge sengaja mengatakannya.


"Jadi kamu tidak ingin membantu??" gumam Alex

__ADS_1


"Alex, apa sih sebenarnya yang kamu ingin tahu? " bersilang tangan.


"Kamu tidak tahu atau sudah tahu ? hubunganku dengan Nata semakin rumit" Alex nampak lemas.


"Oh tentu saja, karena Nata masih sah istri Bob"


"Kau??"


"Kenapa?"


"Jangan katakan itu terlalu jelas, itu sangat menyakitkan tahu!!"


"Cih , sadar juga" ketus Unge dalam hati.


"Baiklah aku akan memberimu waktu, hari ini pekerjaanku sudah selesai"


"Apa?? jadi tadi kamu bohong , mengatakan sibuk padaku" Alex menunjuknya.


"Mengapa memang ?"


"Baik, ayo cepat ikut aku "


"Kemana??" Alex menarik lengannya.


"Masuk, masuk kedalam mobil" Unge pun menurut.


"Tidak ku sangka pria yang ku anggap tangguh ternyata luluh karena cinta" Unge terus berceloteh mengatainya dalam hati.


Alex membawanya ke sebuah cafe, Unge tidak tahu jika cafe itu milik keluarga Alex , tepatnya Tn .Roy.


Alex meminta semua orang pergi mengosongkan cafe sekaligus barnya itu.


Unge merasa heran dengan Bar atau Cafe yang begitu kosong pengunjung.


"Kita bisa santai berdua bicara disini" Alex membawa beberapa botol minumannya sendiri ,


juga camilan.


"Maaf aku tidak suka mabuk"


"Benarkah?" Alex mengejeknya , seingat dia dulu, Unge selalu mabuk.


"Sekarang tidak lagi!!" ucap Unge dengan tegas.


"Baiklah , kamu boleh minum yang mana saja kamu suka , tinggal ambil saja" , Unge melihat pada Rak berisikan penuh botol minuman.


"Mana ada !?, disini minuman beralkohol semua" gumamnya dalam hati.


Unge dan Alex berbincang sampai larut . Alex ia pulang dengan sangat mabuk . Hingga lupa janji makan bersama Ayahnya.


Karena lelah, Renata tidak tahu kepulangannya , dia sudah tertidur lebih dulu.


*******


Semalaman Bob menelpon dan bertukar pesan dengan Claire , Claire bicara dia sangat merindukannya.


Claire ingin menemuinya , kebetulan besok dia memiliki waktu luang . Bob mengiyakan , mereka janji untuk bertemu besok .


*******


Raka pergi pagi-pagi sekali kesekolah. Claire datang setelah Raka pergi.


"Bob" , Kini Claire terbiasa saling memanggil nama .


"Hai" sapa balik Bob.


Banyak yang mengira jika Bob menyukai Claire, mereka nampak seperti pasangan . Berjalan bergandengan dan Claire kerap memeluknya dan mengecup pipi Bob.


"Kamu bisa menunda waktumu pergi?" bertanya dengan manja. Bob tersenyum menjawabnya .


"Aku rindu" Claire terus mendekapnya, begitu menempel.


Loly dia berdiri menunggu diluar bersama Al.


"Nona bagaimana jika anda menunggu mereka disana" , Al menunjukkan suatu tempat, dan mengantarnya.


"Terima kasih" , Loly masih saja kaku.


Al pun hendak meninggalkannya .


"Maaf tidak mengijinkan anda masuk, karena semua pelayanpun tidak ada yang berani didalam, jika ia sedang bersama wanitanya"

__ADS_1


Loly tidak terkejut lagi , namun dia kini yakin jika Nonanya Claire sudah sah wanitanya, mereka benar berkencan. Setelah selama ini menduga dan penasaran.


__ADS_2