Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
End


__ADS_3

"Sayang ... A@rgh ... A@HHhh ... Hmm" , Bob lagi -lagi terbangun dari tidur dan mimpi nya.


"Ahhh... (kepala terasa sedikit pusing) , mengapa aku selalu memimpikannya?!" kali ini dimimpi wajah Nat berubah menjadi Claire , disaat enak-enaknya .


Kini rumor kencan di sosial media , mulai memadam , tidak jadi berita panas dan trend lagi. Bob bernafas lega . Bob melihat jam , waktu masih pukul 4 pagi , dia pergi menyiram dirinya dengan air hangat dari shower . Dan pergi dari apartemen.


Bob rindu anak-anaknya . Langit mulai sedikit terang .


Klak , suara pintu mobil , dia buka dan keluar, lalu berjalan masuk kedalam rumah tanpa harus izin .


Masuk kedalam kamar Raka , lalu sikembar. Terakhir kamar Nata.


Bob melangkahkan kakinya perlahan . Dia seperti penyelinap , melihat beberapa jam tangan yang dia tinggalkan . Nat keluar dari kamar mandi , tak sadar jika ada Bob disana , karena lampu yang mati, dan kamar yang gelap.


"Aaaa" teriaknya setelah menyadari ada nya Bob.


Bob dengan cepat mendekap mulutnya.


"Syuuut"


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Nat , dengan tubuhnya yang masih berbalut handuk.


"Aku rindu anak-anak" berdiri dibelakang Nat. Tangannya beralih melingkari pinggang Nat.


Kepalanya menggelitik leher Nat, saat Bob menyandarkan diri dipundaknya.


"mmm..." Nat merasa canggung , dan Bob sadar sikapnya mungkin berlebihan . Nat tak sengaja menoleh dan menatapnya kesamping , Kedua mata itu bertatapan. Dan tanpa disadari keduanya terbawa suasana , Bob menggeliat dan mengecup tekuk leher Nat, satu persatu , menyusurinya.


Dan Nat lupa handuknya terlalu longgar ,hingga terjatuh, saat menikmati ci*man demi ci*man Bob dipunggung dan tengkuknya.


"Ahh" , Nat juga Bob terkejut , Nat segera berbalik dan Bob mengambil handuknya ,memakaikannya dari belakang. Bob pun pergi tanpa berkata setelahnya.


Nat masih tak menyangka dengan kejadian tadi . Dia hampir saja terbawa emosi , namun berhasil itu tidak sampai terjadi.


Bob bernafas begitu sesak, hawa tubuhnya sangat panas. Dia sudah duduk di sofa , menunggu Raka bangun dan bersiap mengantarnya sekolah.


"Papa" ,sahut Raka, setelah beberapa lama baru melihatnya.


"Raka sayang kemari" , Raka menghampirinya dengan senang, Bob memeluk dan menciumnya .


"Sudah mandi??"


"Belum"


"Hmm , cepat mandi , nanti Papa antar kesekolah"


"Baik" , pengasuh sudah menyiapkan air nya untuk mandi , membawa Raka kembali kekamarnya.


Nat merasa canggung , ada Bob disana memperhatikannya, Nat dia pergi kedapur , hendak membuat sarapan untuk Raka.


Bob diam-diam menghampirinya ,


"Maafkan yang tadi " bisiknya , melangkah dari belakang.


"Hah??" Nat terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


"Maaf aku sudah tidak sopan" Bob memperhalus pembicaraannya.


"Ya" Nat merasa malu untuk mengatakannya juga , karena ia pun sudah terbawa suasana tadi.


.


"Ah kebetulan , selamat pagi Tuan" sapa pengacara yang datang pagi-pagi membawa berkas cerai.


"Pagi" sahut Bob, yang hendak mengantar Raka.


"Ini , semua sudah selesai" gumam nya, memberikan.


"Ok, terima kasih" jawab Bob.


"Anda mau pergi?" tanya pengacara itu, tak ingin banyak basa -basi.


"Ya, saya akan mengantar anak saya ke sekolah"


" Baik, jika begitu saya juga tidak bisa berlama -lama, mungkin lain hari kita bisa bertemu lagi Tuan Bob. Ah ya , jika ada sesuatu silahkan jangan sunkan temui saya lagi"


"Ya tentu" jawab Bob.


Pengacara itupun pergi .


"Mari Sayang" bicara pada Raka, dan menyuruhnya masuk kedalam mobil.


.

__ADS_1


Disela-sela perjalanan,


"Papa, papa mengapa baru pulang? Papa kemana saja?" tanya Raka polos.


"Papa ada kerjaan diluar kota"


"Sekarang sudah beres??"


"Hahaha , belum sayang , mungkin Papa akan lama "


"Huh , Raka marah"


"Hahaha , mengapa Raka Papa marah??"


"Kenapa lama? kan Papa Bosnya"


"Lalu , kalau Papa Bos??"


"Biarkan saja pegawai Papa yang kerja"


"Hahahaha" Bob tertawa lagi , mendengar celotehan putranya.


.


Siang ini Nata janji bertemu Unge ,


"Nat aku akan menikah satu mingguan lagi, dan aku sangat gugup" gumam Unge.


Nat hanya tersenyum menanggapinya.


"Nat!!!?"


"Ya" jawab Nata terkejut.


"Apa yang kamu pikirkan , sepertinya kamu dari tadi tidak fokus"


"Hmmm???"


"Kamu tidak fokus kan ?! Dengan pembicaraanku tadi?"


"Tidak, aku dengar ko"


"Bagaimana perasaanmu saat ini??"


"Kamu bahagia??" tanya Unge.


"Aku tidak tahu jika itu !? "


"Nat, semoga kamu segera mendapat jodohnya lagi ya!"


"Uhuuuk" Nat yang sedang minum tersedak , karena kaget , hendak menimpal omongan Unge tapi karena tergesa -gesa jadi tersedak.


" Ungeeee !!!"


"Yah ? Kenapa?"


"Kau !!, aku baru saja bercerai kamu sudah bicara begitu!"


"Lalu aku harus bagaimana ?"


" Sudahlah , aku sedang tidak ingin marah"


Di cafe itu terlihat dua orang pria yang duduk menatap pada Nat. "Hai" melambaikan tangan.


" EUuu" Unge ingin muntah melihatnya. , Nat terkekeh melihat sikapnya.


"Hai, Baby .. Boleh gabung!?" satu orang menghampiri.


"Maaf kami sudah selesai, maaf ya" ,Nat segera menarik Unge pergi. Pria itu hanya bengong , dan agak kesal, satu temannya menertawakan.


"Nat, lihat meski anak sudah tiga , tapi kamu masih menarik!" ,goda Unge.


"Unge !!! Mulai deh"


Nata dan Unge tersenyum dan tertawa bersama.


.


"Bos akhirnya anda kembali" , Bob duduk dikursi kebesarannya.


"Bagaimana perusahaan saat ku tinggal?"


"Masih aman" , Al memberikan beberapa dokumen laporan.

__ADS_1


.


"Bob, maaf aku terlambat memberi kabar , aku sudah kembali"


Tut... Tut sambungan terputus , Claire menelponnya sebentar , hanya untuk mengatakan itu.


Al diam memperhatikan. Bob nampak bingung dan kacau.


"Aku tidak akan berkencan lagi dengan selebritis" kesalnya , mengepalkan tangan.


.


.


Berhari-hari bahkan lebih dari satu minggu , Bob dan Claire tidak ada kontak sama sekali , tak ada pesan apalagi telpon, keduanya bungkam .


Bob berpikir , hubungan apa ini?? . Bob pun beranjak dari tempatnya , hendak pergi bersenang-senang.


"Bob jangan lupa , malam ini pesta pernikahan Unge, dia memintaku mengundangmu" , dan Bob berhenti setelah mendapat pesan dari Nat , ia kembali masuk dan berdandan untuk datang keacara pesta.


"Aku tak sabar ingin bertemu anak-anakku " gumam Bob.


Benar saja Nat datang bersama Ibu, Daniel, juga anak-anaknya.


"Ma , Papa" tunjuk Raka , Raka segera berlari pada Papanya.


Bob menyapa Ibu , juga Daniel . Mereka berdiri berdampingan . Nat nampak bahagia menyaksikan pernikahan temannya. Tanpa ia sadari Bob terus melihatnya.


Terdengar sorak dan tepuk tangan yang meriah . Kini saatnya melempar buket bunga pengantin. Nat sangat senang dan ikut menantikan pelemparan bunga tersebut. Dan "HAPP" ,bunga itu terjatuh dan tertangkap Nat dan Bob , Nat juga Bob tak menyangka jika buket bunganya akan terjatuh ,terlempar pada mereka. Karena Bob berada disamping Nat, ia pun respek langsung ikut menangkapnya karena bunga yang nampak mengarah padanya.


Kedua mata mereka membulat, dan bertatapan.


"Horee ... horee" Raka teriak senang, yang lain bertepuk senang , dan tertawa melihat aksi Raka yang ceria.


.


Setelah acara,


"Nat" ,Bob mengajak Nata berjalan-jalan ditaman disekitar pesta.


"Ya" Nat menjawab dengan malu.


"Bagaimana jika kita mengulang semuanya lagi?"


Nata menghentikan langkahnya.


"Ayo kita menikah lagi" ucap Bob dengan mantap.


Nat menatap dirinya (Bob) , merasa tidak yakin.


"Tunggu, kamu jangan berpikir yang lain-lain dulu, aku tidak sedang bercanda, hanya karena tadi kita menerima buket bunga ,aku .. "


"Aku mau" jawab Nata.


"Mau?? Kamu mau ?? Serius?" tanya Bob.


Nat mengangguk , dan Bob langsung memeluk dan mendekapnya erat .


" Aku senang kamu menerimanya , terima kasih Nat, aku janji , aku tidak akan melakukan kesalahan lagi"


Nat pun tersenyum senang ,


Nat tahu segalanya , apa yang membuat Bob harus memutuskannya , dan Bob pun benar sudah mengakhiri hubungannya dengan Claire , dihari terakhir Bob tunjukkan keseriusan dan akta cerai nya pada Claire , respon Claire sudah tidak baik, Claire telah menyadari jika semuanya adalah percuma , Claire tak mampu memiliki hati Bob, Claire tak ingin hidup bersama Bob dengan dibayangi Nata. Karena mereka pasti akan tetap berhubungan , karena ada anak diantara mereka pengikatnya, gumam Claire .


.


.


"Eh dimana Daniel??" gumam Nata,


"Dimana dia ??" gumam Ibu , mencari.


"Dita, dimana juga Dita??" tanya Alex dan Unge , saat mereka akan mengambil foto pernikahan bersama.


"Tunggu , seseorang tadi melihat mereka pergi kesana" kata Al.


"Ayo cepat cari" , Bob mengikuti Al, juga Nata , Alex diikuti Unge karena penasaran.


"Kaliaannn???" teriak serentak.


"Aaaaaaa" keduanya teriak (Daniel dan Dita ,yang terkejut ketahuan sedang berciuman), yang lainnya ikut teriak karena terkejutkan teriakan Dita dan Daniel.


...~ END ~...

__ADS_1


__ADS_2