Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Dia Kembali


__ADS_3

"Bos ,Alex mencarimu" Al menelponnya .


"Katakan aku sedang cuti"


Al mengangguk, seraya berpikir , Al tak mampu menanyakannya .


Al masih bertanya-tanya apakah Bob yang menculik Renata.


*****


"Bajingan, mengapa nomornya tidak aktip" Alex sangat marah.


Alex pun tak diam , diam-diam Boy mengikuti Aldi.


"Bagaimana?" Alex menelponnya.


"Belum ada tanda-tanda"


"Awasi terus"


"Baik"


Beberapa hari pun berlalu dan masih nihil,


Bob kali ini dia keluar, dia hendak kekantor .Dijemput oleh Al.


"Bos hasil sidang sudah keluar, selamat anda menang"


"Baguslah, karena akulah yang paling berhak Ayahnya" Bob tampak bergairah, wajahnya begitu bercahaya, ia memakai dasinya , bersiap untuk pergi .


Bob keluar bersama Al dari lift, Boy sudah lama menyelinap dan melihat mereka keluar dari lantai 8 , cepat-cepat ia masuk sebelum ada orang lain yang melihatnya, termasuk security.


"Sial , bagaimana aku bisa masuk" Boy sangat kebingungan .Ia sudah didepan pintu, nampak nya ia memiliki akal mengali jejak Bob , ia meniupkn serpihan bubuk pensil yang ia serut dan meniupkannya pada sandi pintu. Dan berhasil .


Renata ia masih diam diatas ranjang terduduk merenung .


Tanpa Boy sadari jika ada pria lain juga yang sedang menguntit Al .


"Nona, aku menemukan tempat tinggal suami anda " , ucapnya . Ia sedang menelpon atasannya.


Saat Boy sudah berhasil mererobos masuk, pria itu penasaran menguntitnya untuk tahu lebih jelas.


Renata menyadari ada yang datang, namun ia merasa jika itu bukanlah Bob. Renata segera mendengar dari balik pintu, dan menggedor-gedor pintunya .


Boy segera mendekat kearah pintu ,


"Siapa didalam?" ,Boy sangat berhati-hati


"Kamu Boy?" teriak Nata dari dalam


"Renata?"


"Benar, cepat buka pintunya tolong aku" teriak Nata, Boy pun segera mencari cara ,dan dengan cepat ia mendombrak nya saja .


Pria itu tidak diam, dia segera melaporkan apa yang dia lihat dan dengar. Dan kini ia memiliki tugas baru .


Pria itu medekat, setelah Boy susah payah mendobrak , pria itu berjalan diam-diam, dan langsung menyekap Boy.

__ADS_1


Gagang pintu yang Boy hancurkan. memudahkan dia .


"Srekkk ", pria itu membuka pintu, dan Renata tercengang melihat pria yang bukanlah Boy.


"Siapa kamu?" Renata berteriak.


Petugas security mendengar aduan dari penghuni lantai 7 , jika ia merasa terganggu dengan kegaduhan dilantai 8. Ia pun segera melapor pada Bob, dan mencari nya.


Security tidak dapat masuk karena pintu yang tertutup , dia diam-diam mendengar dari pintu, namun ia tak mendengar apapun . Pria itu berhasil menyelinap keluar saat petugas security bergerak.


Pria ini sangat lihai, bayaran yang ia dapatpun tidaklah sedikit.


Renata pingsan, pria itu memukul pada tengkuk lehernya.


Al dan Bob kembali ke apartemen , melihat security yang masih berdiri didepan pintu .


Bob segera membuka pintunya , dan ia tampak terkejut mendapati Boy yang terikat ,dengan mata tertutup kain . Lalu pintu kamar terbuka .


Bob masuk kedalam kamar ,Renata sudah tidak ada . Segera melihat cctv dan kejadian .


Pria itu berhasil lolos , Mobil sedan hitam dan tertangkap jelas dengan pelat nomornya .


Al dan Bob pun segera mencari informasi pemilik mobil tersebut .


Namun Bob salah ditempat tersembunyi pria itu menukar mobilnya , semua tidak direncanakan, namun ia sudah menyiapkan.


Dila dia adalah Bos nya, ia penasaran siapa wanita yang disimpan suaminya itu, ia tak berhenti cemas dan berjalan mondar-mandir .


Boy memohon agar Bob melepaskannya . Dan Al melepskannya atas perintah Bob.


"Alex menyuruhmu?" tanya Bob menginterogasinya.


"Lepaskan dia, biarkan dia pergi"


Bob merasa tidak perlu bertanya lagi padanya, karena ia sudah melihat rekaman kejadian lewat cctvnya.


Bob segera mengejar pria yang menculik Nata, dan terus menyusuri jalan.


Polisi yang berpatrolipun siaga mencarinya .


Boy segera memberi kabar, jika ia hampir berhasil mendapatkan Renata, namun ada seorang pria misterius yang datang menyekap dan membuatnya pingsan . Alex kecewa mendengar hal itu . Alex trauma, ia tidak ingin kejadian dulu terulang lagi .


"Kyaaaaaaa" Alex murka berteriak


Dia menangis tersedu-sedu "Aku salah membawamu lagi kemari" , Alex menangis merasa bersalah.


Ia takut terjadi hal buruk pada Renata, ia tahu siapa tersangka pertamanya .


"Dila" matanya menyorot tajam .


Alex pun berlari cepat pergi . Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi , semua pengawalnya ia bawa . Hanya ada beberapa orang dirumah untuk menjaga Raka .


Raka yang tidak tahu apa-apa, dia sedang asyik bermain ayunan dengan pengasuhnya ditaman , dengan didampingi penjagaan ketat orangnya Alex.


Tempat yang langsung Alex datangi yaitu rumah Dila , rumah pemberian dari Bob.


Alex tanpa pandang bulu menghajar satu persatu, semua penjaga rumah elite itu.

__ADS_1


Mengobrak abrik hingga kedalam rumah . Akan tetapi Dila tidak ada.


"Telpon majikanmu sekarang" ancam Alex , pria itu sudah sangat ketakutan , dengan tangannya yang gemetar iapun nurut .


*****


Tibalah penguntit bayaran membawa seorang wanita pingsan dijok belakang mobilnya , ia memangku wanita itu yaitu Nata .


Menggeletakkannya dihadapan Dila , Dila segera ingin melihat wajah wanita itu ,


"Haaa" Dila ,dia begitu terkejut.


"Dia masih hidup?! bagaimana munkin ??? siapa yang sudah menyelamatkannya?? ".


Renata perlahan sadar, membuka matanya , terlihat seorang wanita dihadapannya . sedang meremas wajahnya .Perlahan pandangannya yang samar menjadi jelas , Renata melihatnya .


"Aaa" Nata teriak kesakitan , Dila menendang tubuhnya yang tergelatak.


Dila mencari sesuatu untuk memukulnya ,


"Dimana, dimana !!!" ia mencari-cari,


"Maaf nona apa yang anda cari?"


"Kyaaa" lagi-lagi Dila berteriak .


"Aku akan membayarmu lebih mahal , berkali kali lipat banyaknya, dan kamu pun bisa bersenang-senang menikmatinya , habisi dia ,permainkan dia sampai mati, kamu dengar" Kata dengar Dila mengucapkannya dengan sangat keras . Dila sangat emosi .


Pria itu menatap Dila dengan penuh nafsu , nafsu ingin mempermainkannya, hingga puas dan mati .


Renata yang tak berdaya, hanya bisa merintih dan memohon .


"Tuhan, siapapun tolong aku" Nata meneteskan airmatanya , nampak pasrah .


Bob yang terus mencari belum mendapatkan hasil , namun dari seorang petugas patroli melaporkan jika mobil itu ada terlihat dari cctv jalan, melintas dan tak jauh darinya . Bob pun segera menyusul , dan benar saja mobil itu terparkir masuk ke basement parkiran umum . Namun didalam mobil sudah tampak kosong.


Petugas patrolipun memberi laporan pada rekannya ,


"Siapa dalang dari semua ini?" Bob nampak kesal dan marah .


********


"Hallo Nona"


Petugas keamanan itu menelpon Dila , dan langsung saja Alex merebutnya "Hey ******, katakan! dimana kamu menyekap wanitaku"


"Siapa ini ? beraninya mengataiku ******" Dila sangat marah.


"Baik, jika kamu tidak akan mengatakannya, tunggu saja"


Alex segera menutupnya, dan peretaspun sudah selesai melacaknya .


"Lokasi ini ?!"


"Ya ini adalah gudang barang milik mereka, cepat sebelum kehilangan jejak" Alex segera pergi .


Beruntung lokasi benar, karena saat dilacak Dila belum jauh dari gudang tersebut.

__ADS_1


"Seperti nya tempat ini kurang menyenangkan" ,pria itu berjalan mendekat, Renata menatapnya sangat ketakutan .


"Mmmmm" Renata berteriak namun mulutnya terikat jadi dia tidak bisa bicara. Pria itu memasukkannya kedalam mobil . Dan segera pergi hendak membawa Renata ketempatnya.


__ADS_2